Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Promise

Promise

Elphia memutuskan menjauh dari konflik keluarga dengan mengasingkan diri ke sebuah desa terpencil. Di sana, ia menenangkan diri melalui hobi melukis hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda misterius. Kehadiran pria itu memberi warna baru dalam kesepiannya, namun kebahagiaan mereka sirna saat sang pria tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa alasan. Akankah janji yang tersirat membawa mereka kembali bertemu di masa depan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sudah satu bulan aku dan Lila bersama. Sekarang Lila sudah menjadi asisten pribadiku. Dia cepat belajar dan rajin. Sekarang aku sudah membuka galeri lukis sendiri. Hanya saja aku tidak ingin orang-orang tahu siapa pemilik sebenarnya. Aku hanya ingin mereka menyukai karya-karyaku tanpa memandang bahwa pelukisnya adalah wanita cantik yang kesepian, seperti yang sering Lila bilang. Ah, Lila itu, dia terlalu polos untuk mengatakan semua itu langsung di hadapanku.

“Phi, kamu tidak bosan melukis terus?”

“Kamu tidak bosan, bernafas terus?” tanyaku balik. Lila memanyunkan bibirnya, kesal dengan pertanyaanku. Aku terkekeh melihat ekspresinya yang menggemaskan itu.

Bagiku, melukis itu seperti bernafas, sesuatu yang aku butuhkan. Saat aku senang, sedih atau marah, maka aku akan mengungkapkannya lewat lukisan.

“Phi, kemarin aku ke minimarket terus melihat pria tampan. Mudah-mudahan saja dia menjadi jodohku.” Sepertinya kriteria khusus untuknya mencari pasangan adalah tampan.

“La, aku mau jalan-jalan dulu ya.”

“Kemana?”

“Mall.”

“Aku ikut, siapa tahu saja nanti di sana aku bertemu dengan pria tampan yang akan menjadi jodohku,” ucapnya kegirangan.

Astaga!

Aku dan Lila kini sudah berada di dalam mall. Terlihat sekali kalau Lila begitu antusias, aku tahu yang ada dalam pikirannya saat ini adalah mencari pria tampan yang mungkin saja akan menjadi jodohnya.

“Phi!” teriak seseorang memanggil namaku. Aku dan Lila menghentikan langkah kami, aku masih sangat hafal suaranya. Dia, sang mantan pacar yang berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Dia menghampiriku dengan raut wajah bahagia, seolah lupa akan rasa sakit yang pernah dia berikan dulu.

“Kamu apa kabar, Phi?”

“Selalu baik.” Aku menunjukkan ekspresi datarku. Tidak ada gurat kekesalan ataupun nada yang diselimuti amarah, karena bagiku dia hanya masa lalu yang tak perlu diingat.

“Aku minta maaf Phi, sudah bikin kamu kecewa.” Dia mengungkit masa lalu itu, jelas sekali bahwa dia yang menyakiti tapi dia juga yang masih mengingatnya.

“Tak masalah, dengan begitu aku bisa mendapatkan pria yang lebih baik darimu.”

Ponsel Lila berbunyi, menyadarkan kami bahwa masih ada satu orang diantara kami.

“Phi, aku ditanyain terus loh ini sama Andreas dan Ziko ... kamu mau menerima lamaran mereka apa tidak?”

Aku mengernyitkan kening, siapa itu Andreas dan Ziko? Lamaran?

“Aku tahu Phi kamu pasti bingung harus memilih yang mana. Merela sama-sama tampan dan kaya, aku juga bingung harus memilih yang mana jika ada di posisi kamu.”

Aku tidak menjawab, masih mencerna apa yang sedang dia bicarakan.

“Sampai kapan kamu mau tarik ulur mereka? Orang tua mereka juga baik banget. Duh Phi, ayo pilih salah satu, hidupmu akan terjamin bahagia.”

“Phi, kapan-kapan kita bicara lagi ya. Aku pergi dulu, masih ada urusan.”

Alex pergi meninggalkan kami dengan raut wajah kesal dan seolah patah hati. Apa dia masih mengharapkanku setelah dia dan sahabatku mengkhianati aku? Lucu sekali dia, bagiku tidak ada tempat yang tersisa untuk pengkhianat.

“Andreas dan Ziko itu siapa?” tanyaku penasaran.

“Bukan siapa-siapa, aku hanya sedang mengarang indah untuk menunjukkan pada mantan terkutukmu itu bahwa sahabatku Elphia, adalah wanita cantik dengan berjuta pesona dan digilai banyak pria. Jadi hama seperti dia tidak ada apa-apanya. Ganteng banget juga enggak, kok.”

Aku terbahak, fix ... aku sangat menyukai Lila. Tidak salah keputusanku untuk membawanya menemaniku.

☆☆☆

Tidak dapat aku bohongi, terkadang aku mengingat Aisar, sang pemberi janji. Aku sadar bahwa aku cukup naif. Dia memang tidak pernah bilang kapan akan kembali, dan aku dengan bodohnya menunggu dia setiap hari selama satu tahun.

Dia bukanlah siapa-siapaku, tapi aku menunggunya bagai istri yang menunggu kepulangan suaminya dari berlayar. Mungkin hubunganku dan Aisar hanya sebatas dua orang yang sesaat mengenal dan akan saling melupakan. Aku tidak akan membiarkan dia membuatku terpenjara akan masa laku dan waktuku terbuang begitu saja hanya untuk mengingatnya. Aku ... Elphia Aruna akan melupakannya.

☆☆☆

Waktu demi waktu berlalu, aku semakin sibuk dengan dunia lukisku. Galeri lukisku sudah ada di beberapa kota. Lila menyarankan agar aku mempublikasikan tentang diriku, tentu saja aku menolaknya. Memang aku akui, banyak pembeli lukisanku yang ingin bertemu denganku. Tidak semua lukisan akan aku jual.

Lukisan-lukisan yang tidak aku jual ada di ruangan khusus di apartemenku.

Saat ini aku sedang melukis seorang gadis yang menghadap pantai sambil menggenggam sebuah leontin. Gadis itu dilukis dari arah belakang, dengan rambut yang tertiup angin. Yang menjadi pusat dari lukisan itu bukanlah si gadis, tapi leontin itu. Aku ingin mengikut sertakan lukisan ini dalam sebuah pameran lukisan internasional. Entah kenapa aku ingin sekali melakukannya. Saat melukis lukisan ini, hatiku berdebar kencang.

☆☆☆

Kini aku dan Lila sudah berada di London, mengikuti pameran lukisan yang untung saja aku salah satu peserta yang beruntung. Lukisan ini aku beri nama Promise, sebuah janji yang tidak akan aku lupakan. Janjiku pada nenek bahwa aku akan selalu menjaga leontin ini sampai kapanpun. Aku tahu leotin ini bukan leontin murahan. Pinggirannya terbuat dari emas putih lalu di sekitarnya berlian dan permata berwarna merah dan hijau.

Di pojok bawah lukisan itu aku menuliskan nama Aruna. Nama yang aku gunakan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan melukis. Aruna adalah nama pemberian dari kakekku yang sudah lama meninggal. Kakek adalah orang yang paling menyayangiku.

“Lukisan ini bagus sekali, apa ini dijual?” ucap seorang pria dengan pria yang ada di sebelahnya.

Aku mengulas sedikit senyum, merasa bahagia bahwa masih ada orang yang menghargai lukisanku. Semakin banyak orang yang berkerumun melihat lukisan promise itu.

“Sepertinya aku pernah melihat leontin ini.”

Semakin banyak juga yang mengeluarkan pendapat, terutama tentang leontin itu.

Selama satu minggu mengadakan pameran, kabar yang kudengar dari Lila yaitu banyak yang ingin membeli lukisan promise itu.

Banyak juga yang bertanya siapa pelukisnya dan sebagainya. Lika yang menjadi asistenku, tentu saja langsung menjawab bahwa lukisan itu tidak di jual tanpa mengatakan siapa aku. Dia hanya mengatakan bahwa pelukisnya adalah seseorang yang sedang menunggu cinta sejati. Ck, dasar si Lila, itu.

Lila bahkan berteriak heboh saat ada yang ingin membeli lukisan itu dengan harga milyaran rupiah. Semakin tinggi mereka menawar, semakin enggan aku melepasnya. Bagiku uang bukan segalanya, bukan berarti aku tak butuh uang. Bukankah pernah kukataksn bahwa aku memiliki insting yang baik? Segala yang aku lakukan pasti ada alasannya. Kenapa aku pergi ke desa kecil itu, karena di desa itu akhirnya aku bertemu dengan nenek dan Aisar. Kenapa aku membawa Lila bersamaku, karena dia orang yang apa adanya dan mampu menghadapi para pembeli tanpa aku yang harus menemui mereka secara langsung. Kenapa aku melukis lukisan ini dan mengikut sertakannya dalam pameran di London, karena akhirnya aku semakin tahu bahwa lukisan dan leontin ini memang sangat berharga.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belaian Cinta
9.6
Ratih harus menjalani hubungan jarak jauh setelah suaminya, Prima, bekerja di Kalimantan demi masa depan putri mereka, Chika. Meski awalnya tampak baik-baik saja, perpisahan ini memicu konsekuensi tak terduga. Pesona Ratih menarik perhatian Wira sang duda, Heru tetangga depan rumah, hingga Derry yang masih sekolah. Tanpa perlindungan suami, Ratih terjerat dalam godaan mereka hingga hamil. Kini, ia harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan misteri ayah janin tersebut.
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan
9.7
Dua tahun berlalu sejak putus, Cica yang kini berusia dua puluh tahun harus menghadapi kenyataan pahit bertemu kembali dengan Soleh, mantan kekasihnya saat SMA. Pertemuan mereka jauh dari kata romantis karena Cica terperosok ke selokan berlumpur akibat asyik bermain ponsel. Alih-alih langsung menolong, Soleh justru menggoda Cica dengan gombalan receh yang memancing emosi. Tak terima, Cica menarik Soleh hingga mereka berdua sama-sama kotor oleh lumpur busuk itu.
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
8.9
Dunia Calla hancur saat putrinya kritis di ICU. Di tengah kesendiriannya menggenggam tangan si kecil yang kian dingin, suaminya, Ares, justru menghilang. Ares lebih memilih menjemput cinta pertamanya, Lyanna, yang baru kembali. Saat napas sang buah hati berakhir, Calla meratap dalam sunyi sementara Ares asyik berpesta dan berdansa memeluk Lyanna. Tanpa sadar, kebahagiaan semu itu harus dibayar mahal dengan kehilangan keluarga dan kepercayaan Calla selamanya.
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Niat tulus Melody menyelamatkan seorang kakek dari aksi bunuh diri justru menyeretnya ke lingkaran keluarga konglomerat pemilik perusahaan raksasa. Di sana, ia menyaksikan persaingan licik antaranggota keluarga yang haus kekuasaan. Sagara, sang cucu yang merupakan pewaris sah, justru menjadi sasaran manipulasi karena sifatnya yang terlalu lugu. Melody kini terperangkap dalam intrik perebutan harta dan siasat kejam demi takhta tertinggi perusahaan tersebut.
Sampul Novel Membuatmu Takluk Padaku
9.0
Dunia mengenal Raya sebagai istri sah Kaisar Prabaswara, namun kenyataan di balik pintu tertutup sangatlah berbeda. Pernikahan mereka hanyalah ikatan formal tanpa cinta karena Kai telah memiliki kekasih pilihan hatinya sendiri. Sebagai aktor ternama, Kai sangat mahir memalsukan kemesraan di depan publik demi menjaga citra. Di tengah kepura-puraan yang menyesakkan ini, mampukah rumah tangga mereka bertahan atau justru hancur oleh sandiwara sang suami?