Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Princess and The Secret

Princess and The Secret

Zia, supermodel papan atas keturunan bangsawan Timur Tengah, terpaksa menyamar demi melindungi keluarganya dari krisis besar. Ia mengubah identitasnya menjadi Ara Bella untuk menjalankan misi rahasia. Namun, keberhasilan misinya justru berujung pilu. Reikhan Edward merasa dikhianati dan mempertanyakan keaslian hubungan mereka. Di sisi lain, Zia mengakui bahwa tujuannya mendekat hanyalah demi membongkar kebohongan keluarga Reikhan, meski hatinya harus terluka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Zia sudah mendapatkan info dari orang suruhan Zyan kalau perusahaan yang ditangani oleh Reikhan sedang membutuhkan sekertaris untuk Reikhan, dan dia akan melamar kerja disana.

Zia dengan begitu yakin kalau dia akan diterima bekerja diperusahaan minyak itu. Zia mengikuti interview pagi ini dengan blouse pink muda dan rok hitam yang lebih sopan, meski masih diatas lutut nya. Hels hitam menjadi pilihannya.

Setelah rapi dia melihat ponselnya dan mengetikkan sesuatu.

Aku akan berangkat ke lokasi sekarang, aku titip salam rindu untuk ibunda dan ayah.

Zyan pagi ini akan kembali ke Fortania, dia berpesan kepada Zia agar tidak terburu-buru.

Dan zia mengerti hal itu, Zyan takut kalau Nowel akan tahu penyamarannya.

Dan semuanya akan gagal total.

Zia mengendarai mobilnya menuju ke perusahaan Reikhan.

Kebetulan perusahaan itu tidak jauh dari lokasi apartementnya, dia memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari perusahaan. Pengawalnya datang untuk mengambil mobil dan pergi.

Zia berjalan kaki sedikit dan dia sekarang berada didalam loby perusahaan. Seorang karyawan mengantarkannya ke ruangan HRD, beberapa karyawan melihat Zia dengan penasaran ada juga yang terang-terangan mempelototinya.

Zia mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan HRD itu dan dipersilahkan untuk duduk. Pak boby memang sangat ramah kepadanya, terlihat dengan senyuman yang diberikan pria yang usianya mungkin sudah 43 tahun itu.

Setelah semua sesi interview dijawab oleh Zia dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya, akhirnya dia selesai juga dengan interview membosankan ini pikirnya. Pak boby hanya menanyainya hal-hal yang tidak penting. Salah satunya adalah apakah Zia punya pacar atau tidak.

Saat Zia ingin keluar dari kantor yang sangat besar itu, Reikhan melihatnya dari kejauhan.

Sebuah pesan masuk dari nomer Faulo pengawal Zia yang sedang memata-matai Reikhan dari jauh.

Target melihat anda putri

Zia tersenyum tapi mempercepat langkahnya. Kali ini dia akan membuat Reikhan penasaran dengannya.

Reikhan melihati Zia yang terus berjalan lalu menyetop taksi didepan jalanan kantor.

Vanya yang ada disebelahnya bertanya ada apa, tapi Reikhan tidak menjawab dan membawa Vanya masuk kedalam mobilnya yang sudah ada didepan kantor.

"pulanglah, supirku akan mengantarkanmu."

Vanya hanya diam menyetujui, toh dia tidak ada artinya meski seharian berada diruang kerja Reikhan. Reikhan akan tetap fokus pada laptop dan berkas-berkas nya.

*****

Zia terbangun karena suara alaram yang begitu nyaring membuatnya tidak bisa terus tidur.

Seperti biasa Zia akan mengecek ponselnya terlebih dahulu melihat jadwal pemotretan ataupun acara yang akan dia datangi setiap harinya dari managernya.

Dia menepuk jidatnya lupa kalau dia sudah meminta libur sementara kepada managernya dan juga agency yang menaunginya. Zia mengatakan akan merawat ayahnya yang sedang sakit di Fortania.

Dia masuk kedalam kamar mandi dengan malas-malasan, ponselnya bergetar dan tidak ada nama yang tertera.

Siapa yang menelponnya di jam 8 pagi begini pikirnya.

"hallo...."

Hallo miss Arrabella, saya HRD di perusahaan Edward's corp ingin meminta anda bergabung bersama perusahaan kami. Apakah anda setuju?

Zia langsung loncat-loncat kegirangan dan dia sangat bahagia.

"Saya setuju sir, jadi kapan saya bisa mulai bekerja?"

Hari ini juga jika kamu bisa kamu bisa langsung bekerja. Kebetulan besok Mr. Reikhan akan keluar negri dan jika kamu sudah bisa kamu bisa ikut dengannya besok.

Zia senang bukan main, dia loncat ketempat tidurnya dengan kuat.

"Baiklah sir, saya akan datang kekantor pagi ini juga. Thank you sir..."

Zia buru-buru masuk kekamar mandi dan mandi dengan secepat kilat.

Rambutnya dia sanggul rapi make up tipis lipstik pink dan kemeja kerja berwarna putih gading tak lupa rok hitam dan hels hitam.

Dia memakai taksi setelah memberikan info kepada Faulo kalau misi awal mereka berhasil dan dia segera menyuruh Faulo menyiapkan apartement lebih kecil untuknya. Sebagai persiapan jika nanti dia sudah dekat dengan Reikhan, tidak mungkin dia memberi tahu apartement aslinya.

Tidak ada orang normal biasa yang tinggal di apartement mewah seperti miliknya. Bukan dia sombong hanya memang itu kenyataan didunia ini.

Dia sampai sepuluh menit dari apartementnya dan langsung menaiki lift menuju ruang Pak bobby.

"Oh, Arabella kau sudah tiba dikantor hanya dengan setengah jam setelah aku menelponmu, benar-benar pekerja yang baik."

Zia tersenyum ceria dan pak Bobby mendekatinya.

"Aku akan memperkenalkanmu dengan bos besar kita, ingat satu hal Ara. Mr. Reikhan adalah pewaris kerajaan minyak yang terbesar di Erofa dan dia sangat tidak suka kesalahan apa pun yang sekertarisnya lakukan."

Zia mengangguk mengerti dan dia sangat bersemangat kali ini. Dia harus bisa membuat Reikhan Edward penasaran dengannya.

Pak Bobby membawanya masuk kedalam lift dan dia menekan tombol dua puluh lima, lantai teratas perusahaan ini.

Zia masih terus tersenyum dan tidak sengaja mereka berpapasan dengan wanita cantik berambut pirang yang melihatnya juga.

Pak Bobby menyuruhnya menunduk dan di mengikuti kode dari pak Bobby.

"Dia adalah calon tunangan Mr. Reikhan, namanya miss Vanya Thomsons. Keluarga mereka adalah teman baik nyonya Elia."

Zia hanya mengangguk mengerti lagi, tapi dalam hatinya dia menilai wanita yang akan dia saingi untuk mendapatkan tujuannya.

Dari sekali lihat Zia bisa melihat wanita tadi adalah wanita yang perfeksionis dan juga tidak liar seperti dirinya.

Ah, dia bukan liar dia hanya suka bersenang-senang. batin Zia membela dirinya sendiri.

Pintu ruang kerja Reikhan dibuka oleh pak Bobby.

"Selamat pagi sir, saya sudah mendapatkan sekertaris baru untuk anda."

Reikhan yang awalnya melihat serius ke laptopnya melihat kearah dua orang didepannya dan dia terkejut melihat Zia ada disana. Zia juga berpura-pura terkejut dan merasa gugup, padahal dia ingin tertawa saat ini melihat wajah tampan dengan kaca mata itu.

"Terima kasih Bobby, aku akan memberitahumu penilaianku nanti."

Pak bobby keluar dari ruangan itu dan Zia benar-benar gugup sekarang. Tatapan mata Reikhan tak lepas dari wajahnya.

"So, siapa namamu miss?"

"Nama saya Arabella sir."

"Hanya Arabella, nama keluargamu?"

"Tidak ada sir, saya hidup seorang diri sudah sangat lama." Dalam hati Zia meminta maaf karena sudah berbohong.

"Oke sorry, jadi kau sudah tahu tugas-tugasmu diperusahaan ini?"

Zia mengangguk dan Reikhan masih melihat wajah Zia sambil duduk di kursi kerjanya.

"Good, kita langsung saja. Aku ada pekerjaan untukmu dan dalam waktu 20 menit kau harus sudah selesai mengerjakannya. Jika sudah selesai kau bisa masuk kembali kesini."

"Ya sir." Saat Zia ingin berbalik Reikhan membuatnya berhenti melangkah.

"Miss. Ara, aku sudah melupakan kejadian yang kemarin dan kuharap kau juga begitu. Jadi kau bisa dengan tenang bekerja."

Zia pergi dari ruang kerja Reikhan dan duduk dimeja depan dekat dengan pintu masuk keruangan Reikhan.

Dia menyalakan komputer serta sedikit membersihkan debu di area tempat dirinya bekerja.

Setelah selesai dia membuka map dan betapa terkejutnya dia melihat jadwal padat Reikhan. Bagaimana bisa ini terjadi, sepertinya kakaknya Zyan tidak serepot ini untuk mengurus perusahaan.

Karena otak cerdas miliknya dalam waktu lima belas menit Zia sudah mengerjakan tugas yang diberikan Reikhan dan dia sudah memeriksanya.

Dia berjalan masuk kedalam ruangan Reikhan setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Sir. Ini tugas yang anda berikan. Jadwal anda di Los Angeles besok juga sudah saya atur. Hanya tinggal konfirmasi dari anda untuk menghubungi kolega anda disana sir."

Reikhan melihat jam dan dia tahu zia mengerjakannya dengan cepat.

"Bawakan kesini. Aku ingin mengeceknya terlebih dahulu."

Zia memutari meja kerja Reikhan dan meletakkan jadwal kegiatan dan kunjungan Reikhan bulan ini. Lalu dia berdiri disebelah Reikhan yang duduk memeriksa hasil kerjanya.

"Ini bagus, Reikhan menandatangani kegiatan yang sudah disusun Zia. Lalu memberikan map itu kepada Zia sambil tersenyum."

Zia lega dan ingin kembali ketempat kerjanya untuk menghubungi kolega bisnis Reikhan, untuk mengatur jam pertemuan mereka besok dengan Reikhan. Tapi Reikhan mengagetkannya.

"ARA."

Zia hampir terjatuh karena panggilan dadakan dari Reikhan. Tubuhnya ditahan oleh Reikhan dan rambutnya terurai mengeluarkan aroma yang disukai Reikhan.

Reikhan menatap setiap inci wajah Zia begitupun dengan Zia.

Jantung Zia berdetak tidak karuan saat berdekatan dengan Reikhan seperti ini.

Suara dua orang pria membuat Reikhan dan Zia berdiri dengan benar dan menjadi salah tingkah.

"Oh Rei, maaf kami mengganggu mu. Hahahhaaha". Evan yang bersuara dan adam tertawa.

"Permisi sir." Zia ingin pergi tapi Reikhan membuatnya lagi-lagi berhenti.

"Ehm Ara, besok kamu harus ikut saya ke Los Angeles. Siapkan semua berkas yang saya butuhkan."

"Ya sir."

Adam dan Evan menepuk pundak Reikhan dan tertawa. "Rei, bukankah itu si seksi yang kita lihat di pesta waktu itu."

Adam memperhatikan wajah Zia yang tak asing.

"Ya, dia melamar disini dan posisinya sekertarisku."

Evan bertepuk tangan dan duduk begitu saja di sofa yang ada diruang kerja Reikhan.

"Sepertinya kalian berjodoh Rei, kalian terus saja bertemu. Dan sekarang dia sekertarismu. Aku dapat melihat kau menyukainya."

Evan masih mengoceh dan Reikhan hanya mendengarkannya saja.

Dua jam mereka mengobrol ini dan itu lalu kedua sahabat Reikhan pergi dari kantor setelah menyapa Zia dimejanya dengan ramah.

Reikhan berteriak memanggil Zia dan Zia langsung masuk kedalam ruang kerja Reikhan. Padahal ini jam istirahat pikir Zia.

"Ya sir."

"Bisa kau bantu aku mengerjakan ini,"

Zia memutari meja kerja Reikhan dan melihat proposal di layar laptop. Saat Zia bertanya kepada Reikhan, Reikhan tidak mendengarkan melainkan menatap wajah Zia dari samping. Zia tahu hal itu, tapi dia membiarkannya karena itulah tujuannya.

Pintu terbuka dan Vanya melihat pemandangan itu.

"Reikhan,"panggil Vanya yang masuk tiba-tiba ke ruang kerjanya. Vanya tidak bersalah karena pintu ruangan Reikhan tidak tertutup jadi dia bisa melihat dan masuk begitu saja.

"Ada apa?" Reikhan masih melihat wajah Zia sambil bertanya.

Zia menggeleng dan menunjuk Vanya.

"Bukan saya sir, tapi "

Reikhan menoleh kearah telunjuk Zia dan melihat wajah marah dari Vanya.

"Kau bisa keluar dari sini." Perintah Reikhan kepada Zia.

"Tidak, aku ingin kau menjelaskan siapa wanita ini. Apa dia simpananmu?"

Zia ingin menyiram wajah Vanya saat itu juga.

"Jaga ucapanmu Vanya, dia sekertarisku."

"Ah Sekertaris. Pantas saja,"

Reikhan bangkit dari duduknya dan menarik Zia untuk keluar ruangannya. Tapi Zia berhenti saat didepan Vanya.

"Maaf nona, saya memang hanya sekertaris. Tapi saya tidak berniat menjadi simpanan bapak Reikhan. Apalagi menggoda nya. Permisi."

Vanya hanya diam mendengar jawaban itu, dia memang melihat Reikhan lah yang tidak berkedip menatap Zia saat sekertarisnya itu berbicara.

Vanya merasa khawatir sekarang. Pasalnya sekertaris baru Reikhan itu begitu cantik dan Vanya tidak suka itu.

Vanya ingin mempercepat tanggal pertunangan mereka agar Reikhan secepatnya bisa menikahinya.

Bersambung...

❤❤❤

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Sampul Novel Hot Love - George & Regina
9.8
George, agen CIA, dan Regina dari KGB, gagal menjalankan misi pembunuhan presiden lawan karena terlalu asyik bercinta hingga kesiangan. Kini, apartemen mereka dihujani tembakan helikopter Apache. Diburu oleh organisasi masing-masing dan tentara bayaran, sepasang kekasih ini harus melarikan diri demi nyawa mereka. Di tengah pelarian maut yang menegangkan, gairah panas tetap membara di antara keduanya. Mampukah mereka bertahan dari pengepungan global ini?
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
8.4
Lintang, agen elite Telik Sandi 69, menggunakan pesonanya untuk menjebak Bernardo demi mencari petunjuk. Meski targetnya hanya pria mesum, misi ini jauh lebih besar. Bersama empat rekannya, Lintang mengemban tugas kerajaan guna menyelidiki teror di Benua Swarna Dwipa. Perjalanan mereka bermuara di Tanah Kematian, wilayah tanpa hukum yang penuh kebrutalan. Kini, mereka harus membongkar konspirasi gelap yang mengancam seluruh nyawa manusia di Jagad Mayapada.
Sampul Novel Perjalanan Fantasi
9.5
Keisha Yania Putri, aktris berbakat yang hancur karena pengkhianatan kekasihnya menjelang pertunangan, jatuh terlelap dalam duka sambil memeluk kalung ibunya. Secara misterius, ia terbangun di sebuah dimensi asing yang jauh dari realita. Setelah disekap di gubuk, Keisha diselamatkan oleh seorang Pangeran dan Panglimanya. Di tengah petualangan dunia baru ini, cinta segitiga pun tumbuh. Siapakah di antara dua ksatria itu yang akan memenangkan hati Keisha?
Sampul Novel Saya Mengungkapkan Rahasia Mengerikan
8.4
Pasca misi rahasia negara, agen elit ini mendapati putrinya, Michelle, diculik di kampus. Padahal, Michelle baru saja diterima magang di PBB setelah berjuang setahun. Pelakunya adalah Lacey Palmer, yang mengklaim posisi itu miliknya karena kekuasaan ayahnya sebagai orang terkaya. Ironisnya, suami sang agen disebut sebagai ayah Lacey. Kebenaran pun mulai terkuak saat sang ibu menuntut penjelasan suaminya atas pengkhianatan dan identitas ganda yang selama ini tersembunyi.