Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan

Primadona Disangka Murahan

Fitnah kejam bermula dari sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus untukku. Pacar teman sekamarku menyebarkan rumor palsu bahwa aku telah meniduri semua mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan teman sekamarku memohon maaf, sebuah video syur fitnah telanjur tersebar luas. Dituduh sebagai pemeran video, aku dikeluarkan sementara oleh kampus dan diasingkan oleh orang tuaku sendiri. Putus asa, aku mengakhiri hidupku, tetapi keajaiban justru membawaku kembali ke hari pertama petaka ini dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ada yang menyatakan perasaannya kepadaku di laman web pengakuan kampus, tetapi pacar teman sekamarku malah mengomentari unggahan itu dengan pernyataan bahwa aku sudah pernah tidur dengan semua siswa di kampus.

Saking marahnya, aku langsung lapor polisi.

Teman sekamarku pun memohon kepadaku untuk memaafkan pacarnya. Dia bahkan bilang akan meminta pacarnya untuk mengunggah permintaan maaf di laman web kampus.

Belum sempat permintaan maaf itu kuterima, sebuah video tidak senonoh keburu tersebar di kalangan siswa.

Semua orang mengatakan bahwa akulah sosok perempuan dalam video itu.

Aku pun diinterogasi pihak kampus dan akhirnya diminta untuk cuti.

Saat aku pulang, orangtuaku menolak mengakuiku sebagai putri mereka.

Kehilangan segalanya membuatku begitu putus asa dan depresi hingga akhirnya aku memutuskan untuk bunuh diri.

Namun, saat mataku terbuka lagi, aku kembali pada hari di mana pengakuan perasaan itu terpajang di laman web.

Fotoku yang sedang menerima beasiswa bergengsi dipajang di laman web kampus.

Di bawah foto itu, terdapat tulisan.

"Pengakuan ke-23 buat Vania Halim. Dia cantik sekali, ya. Boleh nggak kenalan kalau memang belum punya pacar?"

Beberapa menit kemudian, belasan komentar menyertai unggahan itu.

"Ya ampun, Vania cantik banget! Sudah kayak tokoh utama di novel-novel!"

"Wah! Aku juga mau nomornya Kak Vania!"

Aku terus menggulirkan komentar ke bawah dengan ekspresi datar hingga akhirnya melihat sebuah komentar panjang yang ditinggalkan oleh Jayden Yular.

"Ya ampun, matamu buta, ya? Masa iya kamu suka pada Vania? Kamu tahu nggak kalau dia itu 'bus' terkenal di kampus kita? Siapa pun bisa 'menaiki'nya asalkan punya uang. Dia sudah melakukannya dengan semua siswa laki-laki, tahu."

Komentar Jayden itu pun segera dibalas.

"Ini orang gila dari mana, sih? Seenaknya saja menyebarkan gosip."

Entah kata-kata mana yang menyinggung hati Jayden, yang jelas lama sekali dia baru menjawab.

"Gosip apa? Aku memang pernah memergokinya. Padahal masih siang bolong, tapi dia malah melakukannya di sudut ruangan dan bukannya ke hotel. Dia itu lagi menipu kalian semua. Semua orang juga tahu dia berhasil mendapatkan beasiswa itu karena meniduri perwakilannya."

Begitu membaca komentar itu, ponselku langsung terjatuh ke atas lantai saking gemetarnya.

"Vania, kok mukamu kelihatan panik banget?" tanya salah seorang teman sekamarku sambil mengambil ponselku dan melirik layarnya, lalu memekik dengan kaget, "Natalia! Kok pacarmu mengirimkan komentar sembarangan di laman web kampus!"

Natalia juga membaca unggahan itu dengan bingung, tetapi begitu membaca komentar Jayden, wajahnya sontak menjadi merah padam.

"Kok Jayden ngomong kasar begini sih?" seloroh salah seorang teman sekamarku yang lain. Dia juga membaca semua komentar yang ada dan jadi merasa simpatik denganku. "Ini bisa dianggap pornografi, 'kan? Vania, kamu lapor polisi saja."

"Jangan! Jangan lapor polisi!" larang Natalia dengan ekspresi kesal. "Maaf, Nia, tapi ini pasti ada kesalahpahaman. Aku akan menemui Jayden sekarang juga dan memastikan dia menghapus komentarnya, lalu mengunggah permintaan maaf kepadamu."

Ekspresi Natalia terkesan tulus. Aku pasti akan menurut padanya seandainya ini bukan kehidupan keduaku.

Di kehidupanku sebelum ini, Jayden sama tidak menghapus komentarnya atau meminta maaf padaku. Dia malah mengomentari video pendek tidak senonoh yang viral itu.

"Tuh, sudah kubilang Vania itu cewek murahan."

Aku pun bangkit berdiri dalam diam, lalu mengambil ponselku dan berjalan keluar.

Sesampainya di lantai satu asrama putra, aku kebetulan bertemu dengan Jayden yang sedang berjalan keluar.

Aku langsung berlari menghampirinya. "Kamu serius bilang begini?"

Jayden kaget sekali melihatku mendadak sudah ada di hadapannya. "Apa?"

Aku mengeluarkan ponselku dan menunjukkan komentarnya itu. "Komentarmu tentang bagaimana aku sudah meniduri semua siswa di kampus ini. Kamu serius bilang begitu? Memangnya kapan? Di mana? Berapa banyak? Aku sama sekali nggak ingat. Ini beneran atau nggak?"

Ekspresi Jayden pun menjadi sedikit malu.

Wajahnya tampak merah padam, lama sekali dia tidak bisa menyahut apa-apa.

Natalia yang terlambat menemuinya pun memukul bahunya sambil berbisik, "Cepat minta maaf."

Jayden tersadar dari lamunannya dan berkata, "Maaf, Vania, aku cuma keceplosan. Nggak seharusnya aku membongkar masalah itu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Alice nyaris tewas terseret ombak sebelum diselamatkan oleh Archer, sosok pria misterius yang ternyata adalah seekor duyung jantan. Meskipun sempat tidak percaya, Alice akhirnya yakin setelah menyentuh langsung ekor Archer yang berotot. Pertemuan ajaib ini berujung pada sebuah permohonan bantuan dari Archer kepada Alice. Akankah kehidupan normal Alice berubah total setelah terlibat dalam takdir sang penghuni laut? Simak kisah fantasi romansa modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.8
Kematian tragis mengakhiri hidupku yang penuh persaingan sia-sia melawan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuaku yang bahkan menerima donor retinaku dan menikahi kakak kandungku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, aku memutuskan untuk tidak lagi memedulikan mereka atau memperebutkan kasih sayang yang tak pernah jadi milikku. Fokus pada diri sendiri justru membuka jalan menuju babak baru yang penuh kebahagiaan tak terduga.
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Ingatan terakhirku adalah kematian tragis di tangan tunanganku sendiri. Namun, aku justru terbangun dalam balutan hanfu putih kuno. Rasa nyeri akibat guncangan hebat di dalam kotak kayu ini membuktikan bahwa aku tidak sedang bermimpi. Bagaimana mungkin orang mati masih bisa merasakan sakit? Saat mencoba duduk, aku terperanjat menyadari bahwa tempat tidurku adalah sebuah peti mati. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku bisa kembali bernapas setelah dikhianati?
Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga terjerat dalam pesona melodi misterius yang mengusik hidupnya. Kekuatan magis lagu itu menuntunnya kembali pada Oceana Bluesha, sosok dari masa lalu yang ternyata menyimpan rahasia besar. Pertemuan ini menjadi awal tersingkapnya simpul takdir, mulai dari rekonsiliasi luka lama hingga petualangan berbahaya yang melibatkan benda-benda gaib. Kini, mereka harus menghadapi misteri semesta demi menentukan nasib di masa depan.
Sampul Novel MAGIC OF OMEGA
8.4
Lima pemburu hadiah dari kawanan serigala mengincar nyawa Azeeva Cassie Liona, putri walikota Paramour. Namun, misi mereka terhambat oleh kecerdikan sasaran mereka sendiri. Azeeva ternyata seorang penyihir hebat yang mampu memanipulasi situasi. Ia berhasil mengelabui Carl Justin, sang Omega di kelompok tersebut, hingga terjebak dalam pesona sang penyihir. Kisah ini mengikuti dinamika berbahaya saat musuh justru jatuh cinta di tengah misi mematikan.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main adalah pemuda lemah yang sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Ia mengemban misi berat untuk kembali ke desa demi menghancurkan mustika ular hijau yang berbahaya. Namun, perjalanannya penuh rintangan saat ia harus bertarung melawan para pengguna piranti mistik. Main juga terjebak dalam berbagai konflik sengit melawan manusia dan makhluk gaib. Ia harus berjuang mencari informasi demi menemukan lokasi mustika itu dan menuntaskan tugasnya.