Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa

Preman Cantik dan Sang Penguasa

9.7 / 10.0
Seorang preman cantik yang seharusnya tewas justru bangkit kembali dalam raga Mira Roselin, putri konglomerat yang manja. Dahulu, Mira selalu diabaikan dan mengemis kasih sayang dari tunangannya yang dingin. Namun, jiwa baru di tubuhnya kini menolak untuk tunduk. Dengan kepribadian yang berubah total, ia tidak akan lagi mengejar cinta. Justru sekarang giliran sang tunangan penguasa yang akan berlutut dan memohon perhatian darinya.

Preman Cantik dan Sang Penguasa Bab 1

Melewati gang sempit yang sepi ditengah malam buta bukan masalah besar bagi Philips. Si ketua preman berumur 46 tahun itu sudah terbiasa melakukannya. Sebab setiap hari ia melewati gang sempit untuk menuju rumahnya.

Tapi langkahnya sekarang terlihat berhati-hati. Tangannya pun juga mulai meraih pisau yang selalu berada di balik punggungnya. Ia mendengar sebuah suara.

"Tolong aku." Samar-samar suara serak merintih terdengar.

Suasana sangat gelap, sehingga Philips perlu berhati-hati. Ini sudah tengah malam dan kejahatan bisa saja terjadi.

Grep!

"Setan!" Umpat Philips. Sebuah tangan berlumur darah memegang kakinya. Mata Philips membelalak lebar.

"Tolong aku, seseorang baru saja memperkosa ku dan mereka hendak membunuhku sekarang,"ujarnya dengan suara penuh ketakutan. Bahkan Philips bisa merasakan gemetar hebat tangan wanita itu yang tengah memegang kakinya.

Philips berjongkok dan melihat penampilan si wanita. Mata Philips memindai kondisi wanita itu. Matanya bengkak, sudut bibirnya pecah, pipinya biru, dan keningnya berdarah-darah. Kacau dan mengerikan gambaran pas untuk wanita asing yang hampir hilang kesadarannya itu.

Philips yakin ini bukan sebuah penipu. Kalau pun si wanita hendak menipunya Philips punya senjata tajam dan akan balas menyerang.

"Aku akan membawamu ke rumahku lebih dulu, semoga kau tidak keberatan." Setelah mengatakan itu Philips kemudian menggendong si wanita yang lemah tak berdaya. Membawa langkah kakinya menjauhi kegelapan.

Philip tidak tahu segerombolan orang menatapnya dari kejauhan sebelum kemudian berbalik ketika mendapat instruksi dari si ketua.

***

Mira tengah berbaring di sofa dengan kondisi televisi yang masih menyala. Mata gadis itu terpejam. Ia lelah menunggu sang paman yang belum muncul batang hidungnya.

Dia adalah si gadis sembrono. Gadis itu berusia 24 tahun, dan dalam hitungan detik usianya akan bertambah.

Dia gadis manis. Punya rambut keriting ikal, bulu matanya lebat dan kulitnya terang.

"Mira!"

Duk Duk Duk

Gedoran yang begitu keras membuat Mira serta merta langsung tersentak. Matanya langsung terbuka lebar.

"Mira, buka pintunya!"

"Astaga paman?!" Mira menyingkap selimut dan segera berlari menuju pintu.

Kenapa pamannya berteriak di malam buta begini. Bisa-bisa warga sekitar terganggu dan memberikan keluhan kepada mereka.

Tapi keluhan bukan hal yang sulit mereka selesaikan. Sebab lingkungan sekitar atau sendiri siapa si yang paling berkuasa daripada penguasa. Tentu jawabannya adalah Philips si ketua preman.

"Cepatlah Mira!" Diluar terdengar suara mendesak tidak sabaran.

"Sabar paman!" Geram Mira. "Sudah ku bilang bawa kunci rumah kalau kel—siapa wanita ini paman?" Buyar sudah cercaan Mira yang hendak memarahi sang paman. Manik mata Mira kebingungan menyaksikan sang paman tengah menggendong seorang wanita di tengah malam buta begini.

Manik mata Mira semakin membulat penuh ketika fokus melihat wanita asing itu. Kengerian terpancar dari manik mata hitamnya.

"Dia berdarah-darah—apa yang sudah paman lakukan?!"

Mira membungkam mulutnya seketika. Sisi semboro dalam dirinya mulai lagi. Kenapa dia berteriak kencang!

Pikiran buruk bahwa sang paman telah melakukan hal-hal mengerikan menyerang kepalanya.

"Minggir dulu." Philips kemudian masuk dan melewati sang keponakan yang masih syok.

Oke, sang paman pernah membuatnya syok karena membawa seekor harimau yang lepas dari kebun binatang. Tapi sekarang Mira dibuat syok luar biasa melebihi ketika sang paman membawa seekor harimau. Sang paman membawa seorang wanita asing yang terlihat babak belur karena dipukuli segerombolan orang!

Mira lekas-lekas mengekori pamannya yang sekarang menuju kamarnya.

"Kenapa membawa perempuan ini ke kamar ku! Siapa dia?!"

Gadis itu gemas.

"Apa yang terjadi? Apa paman yang memukulnya? Paman menganiaya wanita asing ini? Apa salahnya?" Cecar Mira. Dadanya berdegup kencang. Bukan karena rasa suka melainkan ketakutan karena praduga yang negatif di dalam kepalanya.

Tapi sang paman belum menjawab sepatah kata pun. Philips sekarang tengah sibuk meletakkan wanita tadi ke atas ranjang milik Mira. Memberikan bantal tinggi.

Mira berdiri di kaki ranjang.

"Paman kita memang preman, tapi kita tidak menyakiti orang. Kecuali ada situasi yang mengharuskan membela diri agar tidak terluka barulah kita menyerang. Itu prinsip kita, apa paman lupa?!" Suara Mira meninggi. Matanya menatap horor ke arah Philips.

Mira adalah bagian dari kelompok preman lingkungan 11 itu. Nama daerah yang mereka tempati adalah lingkungan 11.

Lingkungan terbuang. Karena dipengaruhi oleh preman, pemulung dan beberapa lansia saja. Sedikit sekali masyarakat yang punya kemampuan tinggal di lingkungan 11 itu. Sebab memang bukan lingkungan yang sedap dipandang.

Philips menarik nafas sebelum menjawab sang keponakan yang memasang raut wajah gusar.

"Tepat sekali, paman sangat ingat prinsip kita," sahut Philips yang masih tidak membuat Mira puas.

"Tenanglah paman tidak berbuat buruk kepada wanita ini. Paman menemukannya di gang depan ketika hendak pulang," tuturnya menjelaskan singkat.

Bola mata Mira membulat.

"Lalu paman langsung membawanya tanpa pikir panjang?!" Bentak Mira tak percaya. Harusnya Philips berpikir puluhan kali untuk membawa wanita itu.

Philips menutup telinganya. Astaga, suara keponakannya itu memang selalu mengerikan.

"Paman harus menolongnya itu yang paman pikirkan pertama kali."

"Kemarilah." Pinta sang paman dan membawa Mira dengan menggandeng tangannya. Keluar dari dalam kamar.

"Wanita itu mengaku sehabis diperkosa lalu hendak dibunuh. Paman tidak bisa membiarkannya tergeletak di tengah jalan begitu saja.”

“Di-diperkosa? Hendak di bunuh? “

Mira syok hingga tak bisa berkata-kata. Ia membekap mulutnya.

Pantas saja pakaian wanita itu robek. Sekilas tadi Mira juga melihat bekas cekikan di leher si wanita. Wanita tadi juga terus meringis dan menangis. Akan ada lebih banyak tanda kejahatan yang bisa mereka temukan jika sesuai dengan pengakuan si wanita. Situasi ini sangat serius.

Mira lantas menjambak rambutnya lalu memandang lagi ke arah kamar tadi. Harusnya setelah jam 12 malam mereka merayakan ulang tahun Mira. Merayakan umur Mira yang sudah menginjak 25 tahun. Tetapi situasi malah jungkir balik. Sekarang bukan saat yang tepat untuk berhore ria.

“Sebaiknya kita coba hubungi orangtua atau kenalannya paman, bagaimana kalau paman nanti malah terkena masalah karena membantunya.” Mira meneguh ludah. Bukan niat hati hendak mengusir wanita ini secara kejam, tetapi ia hanya bersikap waspada.

“Dia hanya membawa tubuhnya, nak. Tidak ada ponsel, dompet ataupun kartu nama.”

“Dia tidak berdaya, nak. Kita harus menolongnya dan memberikan tempat perlindungan sementara.”

Mira menarik nafas. Benar, mereka harus melakukan hal itu.

“Kalau begitu paman tolong keluar dari ruangan. Aku harus membuka bajunya untuk mengobati luka- luka yang ia alami. Aku juga akan meminjamkan bajuku untuknya.”

Phhilips mengangguk. Kemudian ia berhenti lagi.

“Kenapa?” tanya Mira.

"Sebelum mengobatinya sebaiknya kita rekam pengakuannya dan juga memotret kondisinya sebagai bukti," ujar sang paman.

Sejenak Mira terdiam seakan menemukan hal baru dari sang paman. Mira tadi tidak terpikir untuk meminta rekaman pengakuan si wanita sebagai bukti.

“Ya, akan kuambil kamera milikku,” Mira memiliki kamera yang ia simpan di dalam lemari.

”Paman akan menelepon Chris dulu."

Chris adalah kekasih Mira yang merupakan seorang polisi di daerah ini. Masyarakat tak sungkan mengadu kepadanya jika terjadi kejahatan.

Pada situasi ini mereka tentu memerlukan Chris. Mira mengangguk.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Preman Cantik dan Sang Penguasa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan