Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Poligraf

Poligraf

Bayangkan sebuah realitas di mana rahasia tidak lagi aman karena setiap kebohongan dapat terungkap hanya melalui kontak fisik. Dalam kisah fiksi ilmiah remaja ini, sebuah sentuhan menjadi alat pendeteksi kejujuran yang sangat mematikan. Saat batasan antara kebenaran dan tipu daya mulai memudar, karakter utama harus menghadapi konsekuensi dari kekuatan misterius ini. Apakah kejujuran mutlak membawa kedamaian, atau justru memicu kehancuran dalam hidup mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudah selesai!

Langkahnya panjang-panjang hampir berlari menuruni bukit yang gelap. Ingin segera pergi dari tempat mengerikan itu. Wanita berambut layer sebahu itu masih tidak bisa menyingkirkan gambaran menakutkan seorang pria telentang kesakitan dengan sorot mata memohon yang tercetak jelas di otaknya. Meskipun begitu, ia merasa harus memberi pujian kepada dirinya sendiri karena telah berhasil melepaskan diri dari belitan manusia membosankan yang bernama kekasih itu. Bahkan untuk selamanya. Suatu hal yang sebelumnya tak berani ia pikirkan.

Sebenarnya, wanita itu tak pernah berniat mengakhiri hubungan dengan cara seperti ini. Tapi sejak sebulan terakhir, keadaan menjadi semakin terasa menjemukan. Tak ada perasaan senang yang membuncah-buncah saat bertemu, tak ada rasa rindu yang meledak-ledak jika berjauhan. Segalanya hambar, seakan-akan saling berkirim pesan dan bertemu di akhir pekan hanya sebuah rutinitas untuk mengunyah waktu. Ia ingat, situasi ini bermula ketika ia bilang kepada pria yang tengah terkapar di bukit itu bahwa dirinya hamil.

Awalnya, ia hanya penasaran seperti apa reaksi kekasihnya jika berkata seperti itu, apakah seperti sebagian pria yang menolak kenyataan atau sebagian lainnya yang berdamai dengan kondisi. Ternyata, pria itu termasuk ke dalam golongan yang belakangan, bahkan sampai mengajaknya menikah saat itu juga.

Sebagai wanita cantik yang populer di kampus, ia tentu saja menolak lamaran dadakan itu. Bisa-bisa kepopulerannya meredup jika bertiup kabar ia menikah secepat itu. Mulut-mulut yang suka bergosip pasti akan menceritakan dengan seru jika dirinya menikah karena isi duluan.

Meskipun permintaannya ditepis, pria itu tetap mendesaknya. Ia kemudian dihujani perhatian dan kata-kata rayuan tiap hari sampai terasa sesak hingga perasaannya sendiri memudar dan terbasmi. Dan kemarin, pria itu menelepon dan memberitahunya bahwa ia akan berkunjung bersama keluarganya untuk membicarakan pernikahan.

Ia sontak terperanjat mendengarnya dan dengan gugup akhirnya meminta pria itu untuk bertemu dengannya di bukit tengah malam ini untuk membicarakan hal itu. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadang keinginan pria tolol itu. Sempat muncrat keinginan untuk membeberkan kalau kabar kehamilannya cuma bohong, tapi ia tidak suka kalau isu soal dirinya pembohong jadi santapan orang-orang yang iri padanya. Sampai kemudian setan bercokol di otaknya dan membuatnya memikirkan satu cara.

Jalanan gelap karena lampu jalan yang jaraknya berjauhan tersaji di depannya, namun wanita itu tidak takut karena telah mengenal dengan baik daerah itu. Kawasan itu meskipun sepi, tapi cukup aman untuk dilalui oleh wanita di malam hari. Hal yang sama membuatnya memilih bukit itu untuk melakukan rencananya.

Sembari mengembuskan napas senang, wanita itu bermaksud mengambil kunci mobil di dalam tas tangan mahalnya. Namun, mendadak ia mendengar suara langkah kaki yang berlari mendekat. Berpikir area itu tidak seaman yang dikiranya, ia buru-buru merogoh kunci mobil. Sialnya, kunci mobil itu justru terhempas ke jalanan yang gelap.

Panik, wanita itu meraba-raba jalanan mencari kunci mobilnya. Tidak sempat berpikir untuk menggunakan penerangan dari ponselnya. Tiba-tiba tangannya mendarat di sepatu sneaker. Walapun prasangka buruk telah mondar-mandir di benaknya, ia memberanikan diri untuk mendongak, tapi yang dilihatnya hanya siluet karena lampu jalan tidak menjangkau tempatnya terpaku.

“Lo cari ini?”

Sosok itu bersuara sambil menggoyangkan benda di tangannya berupa gantungan kunci berbentuk dompet berwarna dasar coklat dengan motif polkadot hitam yang dikenali wanita itu sebagai kunci mobilnya.

“Tadi nggak sengaja gue injak. Pas gue liat pake senter ponsel, ternyata kunci mobil.”

Sosok itu menjelaskan padahal tidak pernah diminta.

Sebentar ragu, jangan-jangan orang ini punya maksud keji, wanita itu akhirnya menyambar kunci mobilnya dan berlari menghindar. Tak melihat sosok di belakangnya yang melongo keheranan.

Setelah meyakinkan diri kalau sosok itu tidak menguntit, wanita itu menoleh ke belakang. Di bawah penerangan lampu jalan yang remang-remang, ia melihat sosok yang berpapasan dengannya tengah berlari dengan langkah yang tetap menuju arah yang berlawanan memakai pakaian olahraga.

Joging di tengah malam? Seperti tidak ada waktu lain saja.

Sambil menggelengkan kepala karena tak habis pikir dengan kelakuan aneh sosok itu, wanita itu berjalan kembali. Namun, baru beberapa langkah, sebuah pemikiran baru yang menabrak kepalanya membuatnya kembali berhenti dan menoleh. Matanya membelalak ketika menyadari satu hal.

Sosok itu joging ke arah bukit.

Terguncang, wanita itu menenggelamkan niatnya untuk pulang. Ia harus memastikan pria itu sudah mati saat sosok itu sampai di bukit. Ia pun mengikuti sosok itu sembari mencoba membuat langkahnya tak terdeteksi yang ternyata sulit dilakukan karena keadaan sepi membuat suara sekecil apapun jadi terdengar.

Wanita itu nyaris mengumpat ketika mendapati pria yang diberinya minuman beracun belum meninggal. Memperbaharui posisi berjongkok di balik semak rimbun agar dapat mengintip dan menguping dengan lebih saksama, ia memerhatikan sosok berpakaian olahraga tengah berupaya berbicara kepada pria itu.

“Lo kenapa? Sakit? Ayo ke rumah sakit.”

Tidak boleh, pria itu tidak boleh dibawa ke rumah sakit!

“Ra…cun…, ra…cun….”

Wanita itu hampir tewas duluan dibanding pria yang diracuninya karena ketakutan. Apa yang bakal terjadi padanya jika pria itu ternyata selamat?

“Siapa yang ngelakuin ini?”

Wanita itu mendengar sosok berpakaian olahraga bertanya.

Habislah sudah!

Wanita itu sudah membayangkan ketenaran di kampus yang setengah hidup dibangunnya akan berceceran akibat fakta mengenai dirinya yang seorang pembunuh terkuak. Cemoohan dari orang sekitar, interogasi polisi, suasana pengadilan yang menekan, sorotan media yang menjadikannya berita eksklusif, media sosial yang memviralkannya, dan penjara yang diisi oleh penjahat wanita yang lebih kejam darinya adalah hal yang tengah menantinya. Ia bahkan telah merasa memijat bahu dan kaki penjahat wanita sadis yang dihukum karena membunuh bayinya sendiri.

Belum sempat menjawab pertanyaan sosok berpakaian olahraga, pria itu kelihatan sangat shock dan kesakitan.

Ayolah, kumohon dia cepat mati!

Mencengangkan. Kali pertama wanita itu memohon justru meminta kematian seseorang dipercepat. Rupanya ia sudah tak tahu harus bagaimana agar pria itu cepat mati kecuali memohon.

“Fa…tih…, Fa…tih….”

Tergesa-gesa menutup mulut dengan telapak tangan karena nyaris memekik, wanita itu tak memercayai pendengarannya. Bukannya menyebut namanya, pria itu justru mengucapkan nama orang lain.

Kenapa? Bukan karena ia kira aku sedang hamil anaknya, kan?

Pria itu nampak gemetaran hebat. Anehnya, sosok berpakaian olahraga juga terlihat kesakitan dan tangannya bergetar. Tidak mungkin kan ia keracunan juga?

Apapun itu, wanita itu tak peduli. Imajinasi ngawur yang tadi sempat membanjiri otaknya kini lenyap seketika. Tiba-tiba malam terasa lebih indah. Angin dingin menjelma selimut hangat yang membekapnya.

Ada gunanya juga pria itu lambat mati.

Dengan riang, wanita itu bergerak perlahan-lahan menjauhi persembunyiannya. Tak sadar sebuah benda menghilang dari tas tangan mahalnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang Komposer Hebat
8.2
Lima tahun pernikahan semu hancur saat aku menyadari Sagara hanya memanfaatkanku demi melindungi Fiona. Adik tirinya itu mencuri laguku, bahkan memfitnahku saat ia berpura-pura hamil. Sagara lebih memilih memaki dan meninggalkanku di bukit demi inisial cinta mereka. Kini, duniaku runtuh namun dendam membara. Aku menjadwalkan video pembongkar aib, membuang ponsel, dan memalsukan kematian. Saatnya aku bangkit untuk menghancurkan hidup mereka tanpa sisa.
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, guru kontrak yang mempesona, dipindahkan oleh Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Di sana, Laila yang cemburu mencoba membunuhnya lewat dukun, namun gagal karena Naiya adalah titisan harimau putih sakti. Desa itu pun dicekam kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis untuk jin. Saat Naiya disekap Faisal, Razi datang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya. Akankah Naiya menyadari cinta Razi di tengah ancaman para dukun jahat ini?
Sampul Novel Organ Putriku Untuk Putra Pelakor
8.0
Seorang dokter yang dikenal mulia tega mengabaikan korban kecelakaan kritis demi menemani anak dari cinta pertamanya. Demi mendapatkan donor jantung bagi anak tersebut, ia bahkan sengaja menukar obat agar sang pasien meninggal perlahan. Tanpa disadari, gadis kecil dengan wajah rusak yang ia korbankan adalah putri kandungnya sendiri. Kebenaran mengerikan ini mulai terungkap saat ia menghubungi keluarga korban untuk meminta donor organ, dan ponsel istrinya tiba-tiba berdering di ruangan yang sama.
Sampul Novel Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
8.8
Kisah menegangkan dalam Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita mengungkap sisi gelap sepasang kekasih. Sang pria menggunakan kedok hubungan asmara untuk menculik dan menjual gadis-gadis ke desanya. Di sisi lain, sang wanita ternyata menyimpan niat yang sama buruknya. Dengan modus pacaran yang serupa, ia menjebak dan menggiring para pria masuk ke dalam perangkap di desanya sendiri. Pertemuan dua penculik ini menghadirkan misteri aksi yang penuh intrik dan bahaya tak terduga.
Sampul Novel Pembalasan Winter
7.9
Dunia Kimberly Feodora, model papan atas yang sukses, runtuh seketika akibat skandal fitnah pembunuhan sahabatnya. Karena dikucilkan dan putus asa, ia mengakhiri hidup dengan melompat dari lantai tujuh belas. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua melalui tubuh Winter, seorang gadis obesitas yang lemah dan terkhianati. Meski memiliki keluarga yang suportif, hidup Winter penuh penderitaan. Kini, Kimberly bangkit untuk membalas dendam dengan cara yang tak terduga.
Sampul Novel Rahasia Tersembunyi iPad Keluarga
9.2
Kehidupan sempurna sang istri hancur saat menemukan pesan provokatif di iPad keluarga. Awalnya ia mengira putranya dalam masalah, namun petunjuk dari Reddit mengungkap fakta pahit: suaminya, Baskara, berselingkuh dengan konselor sekolah sang anak. Hatinya kian hancur saat tahu putranya sendiri mendukung pengkhianatan itu. Kini, didorong oleh saran pengacara anonim, ia siap mengumpulkan bukti untuk menghancurkan balik dunia mereka yang penuh kebohongan.