
Pesona Uncle Ji
Bab 2
Karena Jimmy dan Graziela sudah sangat lapar, keduanya pun menyantap makanan mereka! Karena sekarang Jimmy bisa melihat lagi Graziela makan disampingnya, Jimmy pun menatap wajah cantik nan mempesona itu lalu menyelipkan senyum disudut bibirnya! Jimmy tidak menyangka waktu berlalu begitu cepat, beberapa tahun silam Graziela masih menjadi seorang yang polos dan lucu, tapi saat ini Jimmy melihat Graziela yang di usianya ini tumbuh menjadi seorang wanita yang mempesona.
"Jangan terus menatapku uncle, berbahaya," ucapnya, ketika menyadari Jimmy terus memperhatikan dirinya.
"Instingmu kuat juga, ngomong-ngomong kenapa itu berbahaya?"
"Nanti kau bisa jatuh cinta padaku," diikuti oleh gelak tawa.
"Itu tidak mungkin,"
"Mengapa?"
"Karena kau aku adopsi sekarang! Aku akan segera mengurus berkas-berkas pengadopsiannya," ucap Jimmy.
"Buru-buru sekali," ucap Graziela.
Ketika baru selesai makan bersama, handphone Jimmy pun berdering sebuah panggilan masuk dari Eve Margareth wanita berusia 30 tahun yang merupakan kekasih dari Jimmy Hugo, keduanya pun sudah menjalin hubungan sangat lama lebih dari lima tahun.
Eve yang merupakan sosok wanita dewasa dan mampu mengimbangi sikap cuek Hugo dengan kesabarannya, membuat hubungan keduanya bisa awet hingga bertahun-tahun! Graziela melihat Jimmy yang langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Halo,"
"Halo Jim, bagaiamana kabarmu? Apa semua berjalan lancar?" tanya Eve dengan perasaan sedikit khawatir karena Jimmy tidak memberikan kabar.
"Ya, aku sudah menjemput Nala! Semuanya lancar, besok aku akan pulang bersama Nala!"
"Aku turut bahagia akhirnya Nala bisa kembali ke negara ini Jim, aku akan menjemput kalian!"
"Oke," ucap Jimmy.
"Aku mencintaimu Jim," kata Eve.
"Aku juga mencintaimu!"
Setelah itu Jimmy pun mematikan teleponnya, Graziela yang mendengar Jimmy mengucapkan kata cinta pada kekasihnya kemudian tersenyum pada Jimmy.
"Apa?" tanya Jimmy.
"Apa kau akan menikahinya?" tanya Graziela.
"Namanya Eve,"
"Oke, apa kau akan menikahi Eve?"
"Ya. Itu bisa saja," kata Jimmy.
"Apa dia cantik? Apa dia seksi?"
"Tentu," kata Jimmy.
"Lebih cantik aku atau Eve?" tanya Graziela yang masih saja gemar menggoda Jimmy.
"Sudahlah, jangan berbicara yang aneh-aneh! Sebaiknya aku kembali ke kamarku sekarang, kau tidurlah" kata Jimmy.
Jimmy pun segera beranjak untuk pergi dari hadapan Graziela. Namun tanpa diduga Graziela berlari kearah Jimmya lalu memeluk Jimmy dari belakang dengan erat.
"Uncle, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih padamu jika tidak ada kau aku tidak mungkin masih hidup sekarang! Aku hanya punya uncle sekarang," air mata pun menetes dipipi Graziela.
Karena memang kejadian tujuh tahun silam itu benar-benar masih membuat Graziela trauma, dan sering bermimpi buruk.
Mendapatkan pelukan dari Graziela dengan begitu erat seperti ini, Jimmy kemudian meraih kedua tangan Graziela lalu berbalik badan berhadapan dengan Graziela.
Dihapusnya air mata dipipi Graziela oleh Jimmy lalu digenggamnya kedua tangan Graziela oleh Jimmy.
"Apa ada hal yang ingin kamu katakan?"
Graziela pun menggelengkan kepalanya karena merasa tidak perlu mengatakannya.
"Katakan Nala! Jangan membuat aku khawatir mengapa tiba-tiba menangis?"
"Aku hanya teringat peristiwa itu,"
"Apa kau masih trauma? Apa masih bermimpi buruk?" tanya Jimmy dengan raut wajah sangat khawatir.
"Iya, dan setelah sekarang aku keluar dari asrama aku harus tidur sendiri uncle, biasanya aku tidur bersama temanku di asrama, dia yang akan membangunkan aku ketika aku bermimpi buruk! Dan aku tidak berani untuk tidur sendirian uncle!"
Jimmy pun akhirnya memahami ketakutan Graziela, karena memang Jimmy memesan dua kamar dan ini adalah kali pertama Graziela akan tidur sendiri didalam kamar hotel, Jimmy pun tidak menyangk jika Graziela masih bermimpi buruk hingga sekarang.
Tujuh tahun silam Jimmy memang tidur bersama Graziela setelah kejadian mengerikan itu terjadi pada keluarga Graziela dan Jimmy mengetahui Graziela terus bermimpi buruk sebelum akhirnya dia diantar ke asrama.
Jika dulu ini bukanlah persoalan yang sulit bagi Jimmy karena dirinya hanya perlu tidur bersama dengan Graziela maka masalah teratasi, tapi kali ini Graziela sudah dewasa dan fisik Graziela pun sudah sangat menggoda! Jimmy merasa ini tidak mungkin dilakukan, tapi Jimmy pun tidak mungkin meninggalkan Graziela sendirian didalam kamarnya jika memang trauma dan mimpi buruk itu masih menghantui Graziela.
Jimmy terdiam sejenak dan menatap wajah Graziela yang masih menitihkan air mata.
"Baiklah aku mengerti, aku akan tidur denganmu!" kata Jimmy.
Seketika senyum mengembang pun terlihat dari bibir ranum Graziela, dipeluknya Jimmy oleh Graziela hingga pelukan itu membuat kedua benda besar milik Graziela menekan kuat dada bidang Jimmy.
"Terimakasih uncle, aku senang uncle tidak meninggalkan aku sendirian didalam kamar ini!" ucap Graziela.
Jimmy sampi tidak fokus dengan apa yang diucapkan oleh Graziela karena kedua benda yang menekan dadanya itu! Jimmy tidak menyangka kedua benda itu berkembang sangat pesat dan begitu besar ternyata.
Itu jelas sangat terasa oleh Jimmy hingga membuat sesuatu dari balik celananya justru langsung bangkit! Hal itu membuat Jimmy benar-benar tidak habis pikir terhadap dirinya sendiri, kenapa bisa miliknya merespon dan langsung bangkit padahal Graziela jelas-jelas sudah dirinya anggap sebagai anak kandungnya sendiri sejak dulu.
"Uncle, uncle kenapa?" tanya Graziela sambil kepalanya mendongak untuk menatap wajah Jimmy yang terlihat sangat tegang.
Menyadari hal gila yang membuat bagian bawah tubuhnya bangkit, Jimmy buru-buru melepaskan pelukan Graziela dari tubuhnya! Akhirnya kedua benda yang berkembang pesat itu pun tidak lagi menempel pada dada bidang Jimmy.
Wajah Graziela pun penuh tanya melihat perubahan sikap Jimmy yang mendadak seperti gelisah.
"Uncle kau membuatku khawatir? Apa ku merasakan kehadiran musuh sekarang? Wajahmu sangat tegang uncle," Graziela mulai panik.
"Uncle tolong jawab!" kata Graziela lagi.
"Amm,, ya tadi aku merasakan kehadiran musuh yang besar tapi sekarang sudah tidak lagi! Sudahlah, itu sudah tidak ada!" ucap Jimmy, padahal musuh besar yang Jimmy maksud adalah kedua benda milik Graziela yang harus dimusuhi jika dijadikan teman maka itu akan benar-benar habis dimainkan oleh Jimmy.
"Ya Tuhan, aku harap musuh besar itu tidak lagi ada uncle! Baiklah sekarang mari kita tidur,"
Graziela menggandeng tangan Jimmy menuju ranjang.
"La, maksudku kau tidur diranjang dan aku akan tidur disofa!" ucap Jimmy.
"Tapi kenapa uncle? Dulu sebelum berangkat ke asrama kita tidur diranjang bersama dan yang uncle akan langsung memelukku ketika mimpi buruk itu datang, kenapa sekarang uncle mau tidur disofa? Apa tubuhku bau?" tanya Graziela sambil mengendus-endus badannya sendiri.
"Ti-tidak tidak bukan begitu La, maksudku,"
"Stop! Sepertinya aku memang bau, aku akan mandi dulu dan uncle tidurlah duluan!"
Graziela langsung pergi menuju ke kamar mandi sedangkan Jimmy hanya bisa mengusap kasar wajahnya, terlihat sekali wajah Jimmy yang mulai frustasi bagaimana menjelaskan pada Graziela tentang semua ini.
Tidur satu ranjang dengan Graziela sekarang? Mana mungkin, kedua hal milik Graziela menempel didadanya saja sudah membuat bagian bawah Jimmy langsung terkoneksi dengan cepat apalagi jika sampai melihat tubuh Graziela diranjang yang sama dengan dirinya, bisa-bisa tubuh bagian bawahnya itu bukan hanya langsung terkoneksi akan tetapi akan langsung berontak meminta untuk keluar dari dalam sangkarnya.
Anda Mungkin Juga Suka





