Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Istri CE0

Pesona Istri CE0

Neysa Ayudia tumbuh besar hanya dengan kasih sayang neneknya setelah ditelantarkan orang tuanya. Hidupnya berubah saat ia dipaksa menikahi Alby Delano Prabu, CEO pewaris Prabu Group, demi memenuhi wasiat sahabat neneknya. Meski Alby berusaha keras menggagalkan perjodohan ini, pernikahan tetap digelar. Neysa harus menghadapi kenyataan pahit saat suami dan keluarga besarnya justru membencinya. Mampukah Neysa bertahan dan memenangkan hati keluarga Prabu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Neysa terkejut dengan kalimat yang baru saja diutarakan oleh wanita asing yang baru dia kenal. Namun, dia tidak ingin menggubris ucapan itu.

Setelah memberi selamat kepadanya, lalu wanita itu beralih ke suaminya. Kedua orang itu tampak akrab. Bahkan di depannya saling memberikan cipika-cipiki.

“Siapa wanita ini? Kenapa dia mengancam gue?” tanya Neysa dalam hati.

Dia memandang wanita itu sebelum berlalu dari hadapannya. Wanita asing itu juga memandangnya dengan tatapan sinis penuh dendam.

Prosesi acara resepsi pernikahan telah selesai dilakukan. Neysa dan Alby sudah berada di dalam kamarnya. Keduanya tampak tidak akur, apalagi sikap Alby yang seakan tidak peduli dengan keberadaan istrinya di rumah itu.

“Gue peringati lo ya...” Alby menggantung kalimatnya. Lalu Neysa memandang ke arah suaminya dengan cepat. “Sampai kapanpun gue nggak akan pernah menyukai lo,” tegasnya.

Neysa tidak bisa memaksa Alby menyukainya. Karena dia juga belum menyukai Alby. Hanya saja, sebagai seorang istri. Dia wajib mengabdikan diri pada pria itu, sekalipun tanpa adanya cinta.

“Gue udah tahu tanpa lo ngomong. Lagipula, ini pernikahan yang sama-sama kita nggak inginkan,” sahut Neysa.

“Kalau begitu, biarkan gue bersenang-senang dengan wanita lain di luar sana. Lo nggak usah lapor nenek, atau protes apapun. Deal?” tanya Alby.

Sejenak Neysa terdiam mendapat tawaran tersebut. Sungguh, ini bukan hal yang bagus untuknya. Bahkan dia tidak pernah berpikir akan memiliki seorang suami yang playboy.

“Terserah lo. Tapi jangan coba-coba sentuh gue. Karena gue nggak akan rela disentuh sama pria yang mengobral tititnya ke sana kemari,” tegas Neysa, ketus. Dia sama sekali tidak takut dengan Alby, meski dia hanya wanita miskin yang mencoba menjadi seorang cinderella.

Alby langsung tertawa renyah mendengar ucapan yang barusan diutarakan oleh Neysa. Sungguh dia meremehkan wanita yang tengah duduk di ranjang itu.

“Nggak usah terlalu percaya diri. Gue nggak tertarik sama tubuh lo. Masih banyak tubuh seksi yang bisa puasin gue di luar sana. Jadi, nggak usah sok suci lo ya. Paling juga udah nggak perawan,” hina Alby. “Oh iya, lo ingat satu hal ya. LO BUKAN LEVEL GUE!” tegasnya.

Deg!

Terasa hati Neysa seperti remuk mendengar penghinaan di hari pertama pernikahan. Bukannya mendapatkan kebahagiaan, malah sebuah kepedihan.

Namun, wanita itu tidak ingin terlihat lemah di depan suaminya yang arogan itu. Dia tetap tegar dan menunjukkan kelasnya sebagai wanita berpendidikan dan berwawasan luas.

“Terserah lo. Gue nggak peduli,” ucap Neysa. “Lagian lo nggak perlu sok kegantengan. Gue nggak tertarik sama pria brengsek kayak lo,” ungkapnya.

Alby yang kesal langsung mendekat ke arah Neysa. Pria itu benar-benar tak terima dengan ucapan Neysa barusan.

Sesampainya di depan Neysa. Dia langsung menarik lengan wanita itu, dan mendorong wanita itu ke atas ranjang.

“Mau ngapain lo?” tanya Neysa.

Alby tidak menggubris, lalu dia menahan kedua tangan Neysa. Menahan tenaga Neysa yang berusaha lepas cari cengkramannya.

“Lepasin gue!” titah Neysa.

“Diam!”

Brukkk!

Suara pintu kamar mereka tiba-tiba terbuka. Terlihat kedua nenek mereka terdungkur di pintu. Neysa dan Alby langsung menoleh ke arah yang sama.

Tampaknya kedua neneknya sedang menguping mereka sejak tadi. Hingga tanpa sengaja, pintunya terbuka dan membuat mereka terjatuh.

Alby langsung bangkit dari tubuh Neysa. Begitu juga dengan Neysa yang tampak malu.

“Nenek, kok bisa kalian di situ?” tanya Alby.

“Anuh... tadi... anuh...” Nenek Zainab tampak bingung harus menjawab apa.

“Nenek nguping ya?” tanya Neysa lagi.

“Emm... nggak kok. Tadi cuma...” Nenek Mira juga tidak tahu harus menjawab apa sekarang.

Setelah itu, kedua nenek itu langsung bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Namun, sebelum pergi dari sana. Nenek Zainab berteriak.

“Lanjutkan aja, Alby!”

Ceklek!

Pintu tertutup kembali. Lalu Alby dan Neysa kembali saling menatap satu sama lain. Tampak ada kebencian di dalam mata mereka masing-masing.

“Tuh kan lo liat. Nenek-nenek kita emang udah gila ya. Bisa-bisanya membuat perjodohan konyol ini. Menyebalkan,” keluh Alby melotot ke Neysa.

“Udahlah nggak perlu salahin mereka. Ini udah terjadi. Tinggal jalanin aja, kan?”

Alby tampak kesal sekali dengan ketidakpedulian Neysa kepada hubungan konyol itu. Pria itu sedikit frustasi dengan kehidupannya sekarang. Dia memegang keningnya yang tidak pening.

“Lo dan mereka semua sama aja. Arggh!” kesal Alby. “Tapi jangan salahin gue kalau gue menyakiti lo,” ancam Alby.

“Silakan kalau bisa.” Neysa malah menantang suaminya. Sungguh, dia benar-benar tidak memiliki rasa takut sedikit pun kepada pria sombong itu.

Sejenak mereka terdiam. Tidak ada perbincangan apa-apa lagi di antara mereka. Suasana di dalam ruangan itu menjadi hening sekali. Hanya terdengar suara jarum jam yang berputar.

Setelah itu, Alby berniat pergi dari kamarnya. Dia akan bertemu dengan kekasihnya yang sudah menunggu di apartemen. Baru saja membuka pintu, terlihat dua neneknya yang tersenyum di sana.

“Mau ke mana, Alby?” tanya nenek Zainab.

“Mau cari angin, Ma. Lelah banget. Permainan istriku sangat jago sekali,” puji Alby berpura-pura berbohong kepada neneknya.

Kedua neneknya tersenyum lebar. Tampaknya mereka sangat senang dengan keadaan itu. Mereka puas dengan perjodohan yang mereka lakukan.

“Iya udah ya, Nek. Aku pergi dulu.”

Alby bergegas pergi dari tempat itu, seraya berakting kalau dia begitu lelah sehabis bermain kuda-kudaan dengan istrinya.

Selepas Alby pergi. Kedua neneknya langsung masuk ke kamar Neysa. Mereka langsung memeluk Neysa dengan penuh kebahagiaan.

“Selamat ya, Ney. Sebentar lagi kamu akan hamil. Dan kami berdua akan memiliki cicit pertama. Wah, kami sangat senang sekali. Iya kan, Mira?” tanya Zainab.

“Iya, Zainab. Akhirnya kita mendapatkan cicit,” kekeh Mira.

Neysa yang sejak tadi mendengar ocehan kedua neneknya. Tampak bingung sekali. Dia tidak mengerti apa maksud dari kalimat-kalimat yang mereka sampaikan.

“Hamil apa, Nek?” tanya Neysa polos.

“Lah. Kamu dan Alby kan udah gitu-gitu kan. Barusan Alby muji kamu loh. Kami yakin kamu pasti akan hamil,” tutur nenek Zainab.

“Iya, akhirnya cucuku lepas segel juga,” ledek nenek Mira.

Neysa sekarang tahu maksudnya. Dia mengerutu dalam hati karena kebohongan Alby. Namun, dia juga ikut berbohong demi kebaikan mereka.

Dia tidak ingin kebohongan Alby terbongkar, hingga membuatnya ikut dalam permainan yang Alby buat.

“Iya, Nek. Doakan aja aku segera hamil ya. Apalagi ini yang pertama buat aku. Jadi, aku merasa deg-degan,” ungkap Neysa.

“Tenang aja. Nenek akan mempersiapkan semuanya. Dari dokter spesialis, perawat dan pembantu yang akan mengurusmu. Pokoknya kamu nggak boleh capek-capek ya. Harus jaga kesehatan, jaga pola makan, dan terakhir jangan begadang,” pinta nenek Zainab begitu antusias.

Neysa yang melihat hal itu, membuat hatinya sangat sedih. Dia tidak menyangka kalau nenek Zainab begitu mempedulikannya.

Neysa tersenyum kepada dua neneknya.

“Iya, Nek. Terima kasih banyak ya.”

Nenek Zainab mengusap pipinya dengan penuh cinta. Setelah itu, mereka berlalu dari kamar itu. Setelah kepergian mereka, Neysa merenung di atas ranjangnya. Dia tidak bisa membayangkan kesedihan kedua neneknya kalau sampai tahu kebohongan mereka.

“Apa yang harus gue jelasin ke nenek kalau sampai gue nggak hamil-hamil?” gumam Neysa, bingung.

Sejenak dia membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Tiba-tiba lamunannya buyar ketika mendapat telepon dari dua sahabatnya melalui panggilan video. Dia langsung menerimanya.

“Halo, Neysa. Cie yang udah buka segel,” ledek Linda.

“Ehm, beruntung sekali suami lo yang dapatin gadis perawan. Eh, sakit nggak, perih, atau ...”

“STOP!” potong Neysa. “Ser, lo nggak usah mikir aneh-aneh deh. Gue masih perawan. Gue belum disentuh,” ungkap Neysa.

“WHAT! KOK BISA!?” serempak Linda dan Serly mengatakan kalimat yang sama. Keduanya tampak heran dengan penuturan yang Neysa berikan.

Neysa mengangkat kedua bahunya. Dia benar-benar tidak bisa menjelaskan apapun kepada kedua sahabatnya.

“Iya udah ya, gue nggak mau bahas ini lagi. Gue capek. Sampai ketemu di kampus ya. See you,” ujar Neysa melambaikan tangannya.

Setelah itu, Neysa menutup teleponnya secara sepihak. Dia bangkit dan mencuci wajahnya di washtafel. Dia memandang pantulan bayangannya di dalam cermin.

“Gue cantik dan menarik. Jadi, bagaimana mungkin tuh cowok nggak tertarik sama gue. Itu hal yang mustahil,” gumam Neysa tersenyum penuh percaya diri.

Dia mengambil handuk, dan mengelap wajahnya. Dia merasa sedikit lebih segar sekarang. Baru saja duduk di depan cermin. Pintu kamarnya terbuka.

Pandangan Neysa langsung tertuju pada seseorang yang baru saja masuk ke kamarnya. Senyum hangat langsung terlukis di wajah Neysa menyambut ibu mertuanya yang melangkah ke arahnya.

“Nggak usah sok manis deh!” seru ibu mertuanya. Wanita itu bernama Maura. Dia merupakan ibu tiri Alby.

Neysa langsung mengubah ekspresianya ketika tahu ibu mertuanya tidak menyukainya. Dia tidak gentar dengan siapapun, kebetulan usia mereka tidak terpaut jauh. Neysa tiga tahun lebih muda dari ibu mertuanya. Dia bangkit dan berdiri tepat di depan ibu mertuanya.

“Gue mau lo ninggalin Alby secepatnya!”

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HKL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HKL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANTARA BISNIS DAN CINTA
9.4
Pasca kematian ayahnya, Jessica Marie Armantyo harus memimpin PT Gembira Raya karena Arnold, kakaknya, terjerat judi. Masalah memuncak saat Joshua Danujaya merebut posisi pemegang saham mayoritas lewat utang Arnold. Jessica yang skeptis terpaksa bekerja sama dengan Joshua yang ambisius. Di sisi lain, hubungan sepuluh tahun Jessica dan Alan kandas karena karier YouTube Alan. Di tengah patah hati, pesona Joshua mulai menggoyahkan kebencian Jessica. Akankah cinta bersemi dari persaingan bisnis ini?
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat mendiang ayah mengharuskan Alya menikahi anggota keluarga Adhitama saat ia berusia 22 tahun. Dulu, ia mencintai Bima meski pria itu kejam, berselingkuh dengan Jelita, bahkan tega meracuninya hingga tewas setelah menikah. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Kini, Alya terbangun dengan ingatan pahit tentang pengkhianatan Bima. Ia bertekad mengubah takdir dan tidak akan memilih pria yang sama lagi.
Sampul Novel Lelaki Kedua
9.5
Dunia Arimbi Maulida hancur saat Nina, sepupunya, mengungkap pernikahan rahasia dengan Seno, tunangan Arimbi. Pengkhianatan ini terungkap tepat sebelum hari besar mereka akibat kehamilan Nina. Demi menutupi aib keluarga, ayah Arimbi menuntut Ganesha, kakak Seno yang dingin dan gila kerja, untuk menggantikan posisi mempelai pria. Meski Arimbi takut dan membenci Ganesha, ia terpaksa menikah. Kini, ia terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta sementara Seno mencoba mengejarnya kembali.
Sampul Novel Mrs Bodyguard
8.7
Kendra, pewaris otomotif Tanaka yang manja dan rupawan, nyaris tewas akibat gaya hidup bebasnya. Demi keamanannya, sang ayah menyewa Drupadi, mantan anak asuh mafia yang dingin, sebagai pengawal pribadi. Menyamar jadi pria, Dru harus melindungi Kendra yang kerap kesal namun mulai bergantung padanya. Meski terpaut usia empat tahun dan terikat sumpah profesional untuk tidak jatuh cinta, benih asmara mulai tumbuh di antara pengawal tangguh dan majikan manis ini.
Sampul Novel Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak
8.0
Dahulu bintang ice skating, masa depan Alessa hancur saat sang ayah menjualnya pada pria misterius demi melunasi utang judi. Usai malam itu, Alessa hamil lalu diusir keluarga hingga mengalami keguguran akibat jebakan wanita licik. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali untuk membalas dendam pada Jovian Arsenio Heide, pria dari masa lalunya. Namun, Jovian justru menawarinya pernikahan kontrak. Di tengah kasih sayang Jovian, Alessa harus menghadapi kekejaman ibu mertua dan obsesi wanita lain.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Setelah perjuangan bayi tabung yang berat, pengkhianatan Hardian terungkap lewat video mesra dan pencurian dana perusahaan. Di pesta kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikan penderitaanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, datang menyelamatkan. Kini, kami menjalin aliansi rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.