Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Ibu Angkat

Pesona Ibu Angkat

Dewi memilih bungkam seraya merapikan pakaiannya di tepi ranjang meski tubuhnya masih terasa letih. Melihat kondisi itu, Anang berkeras menggendong Dewi kembali ke kamarnya walau sempat ada penolakan. Setelah mengecup kening Dewi sebagai tanda maaf, Anang pun pergi. Pagi harinya, suasana rumah terasa sunyi tanpa hidangan sarapan karena Dewi tak kunjung keluar. Meski masih menyimpan amarah, Tante Lina akhirnya mendatangi kamar Dewi untuk mencari tahu penyebabnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat sedang asyik-asyiknya mengintip, tanpa di sengaja Anang menyenggol pintu kamar itu dan terbuka karena tidak di kunci.

‘’Mas Anang?’’ ucap Dewi yang bergegas turun dari ranjang.

‘’Mba...mba Dewi..’’ ucap Anang yang kaget dan gugup.

‘’Jangan di luar, nanti ada yang melihat, mas’’ kata Dewi yang langsung menarik tangan Anang dan membawa masuk pemuda itu.

‘’Di dalam saja lebih aman, mas’’ ujar Dewi lagi lalu menutup pintu kamar.

Tanpa aba-aba Dewi langsung menyambar mulutnya Anang dengan bibir manisnya, mau tak mau Anang menyambut bibir manis wanita itu karena ia juga sudah menginginkannya. ‘’emmmhh..srup...’’.

Sejenak mereka melepaskan tautan bibir untuk mengambil nafas, lalu bibir mereka kembali bersatu saling berbagi kenikmatan. Dewi yang sudah lama menjanda dan tidak mendapat kepuasan dari laki-laki sangat bersemangat sekali.

Tak lama kemudian Dewi berjongkok di hadapan Anang dan membuka celana pemuda itu, ternyata Anang tidak memakai celana dalam sedari tadi pagi.

Dewi kaget dan terkejut melihat burungnya Anang panjang dan besar, biasanya Dewi melihat hanya di layar ponsel semenjak berpisah dengan suaminya. Kini ia bisa melihat secara langsung burung lelaki.

‘’Kenapa mba..?’’ tanya Anang.

‘’Gede banget punyamu, mas’’ jawab Dewi sambil mendongak ke atas sebentar.

‘’Kalau mba Dewi suka, silahkan saja mau diapakan’’ sahut Anang sambil mengusap rambut wanita tersebut yang masih berjongkok di hadapannya.

Dewi langsung memegang burungnya Anang lalu di masukkan ke dalam mulut seraya tangannya bergerak mau mundur sambil menggenggam burung Anang.

Anang merasa geli tapi sangat nikmat, burungnya semakin membesar di dalam mulut Dewi, ‘’terus mba, enak banget sumpah’’ kata Anang sambil tersenyum senang.

‘’Mas, langsung aja yuk, aku sudah gak tahan nih’’ ucap Dewi sambil menarik tangan Anang dan berbaring di atas ranjang.

Kedua orang itu berguling-guling secara bergantian di atas kasur empuk, kini Anang di bawah dan Dewi duduk di atasnya Anang sambil menggerakkan pinggulnya maju mundur cantik.

Sedangkan Jaka dan Lina sudah selesai menyalurkan hasratnya, kedua orang itu berbaring sambil berpelukan hanya tertutup selimut sebatas pinggang saja.

Karena merasa haus Lina keluar kamar setelah memakai pakaiannya dan berjalan ke dapur. Anang dan Dewi masih semangat dengan permainan kenikmatan itu sampai mereka tak sadar kalau ada sepasang mata yang sedang mengintip di balik pintu.

Tak lama kemudian Anang melenguh lemas karena sudah melewati puncak kenikmatan bersama Dewi. Kedua orang itu beristirahat sejenak sambil berbaring di atas kasur. Sepuluh menit kemudian Anang keluar dari kamarnya Dewi.

Anang duduk santai di taman belakang, ia sengaja tidak langsung naik ke kamarnya karena takut ada yang melihat. Duduk santai di temani secangkir kopi memandangi taman tersebut.

‘’Ternyata kamu di sini , nang?’’ ucap Jaka yang baru saja datang menghampiri ke taman.

‘’Eh, iya om, sini ngopi’’ sahut Anang sedikit tersenyum.

‘’Pantesan tadi aku ketuk pintu kamar kamu tidak ada jawaban, eh ternyata orangnya di sini’’ kata Jaka lagi sambil duduk.

‘’Aku suka di sini om, sambil santai’’ balas Anang menoleh.

‘’Gimana kuliah kamu?’’ tanya Jaka.

‘’Lancar om’’ sahut Anang.

‘’Syukurlah kalau begitu’’ ucap Jaka.

‘’Om, saya mau minta ijin..?’’ Anang berkata sambil memainkan jari tangan.

‘’Ijin, emang kamu mau kemana?’’ tanya Jaka lagi karena penasaran.

‘’Gak kemana-mana om, tapi aku minta ijin karena aku mau kerja di cafe temanku, om’’ jawab Anang.

‘’Terus kuliah kamu gimana?’’ ucap Jaka.

‘’Sepulang kuliah, aku ke cafe sampai jam sebelas malam, om’’ kata Anang lagi menjelaskan.

‘’Apa uang jajan yang om kasih masih kurang?’’ kata Jaka.

‘’Gak kurang kok, supaya ada kegiatan aja sepulang kuliah, om’’ jawab Anang.

‘’Begini saja, tanya sama temen kamu berapa biaya untuk buka cafe, kita buka cafe sendiri dan kamu yang mengelolanya bersama tante, gimana?’’ Jaka memberikan solusi yang terbaik untuk Anang.

‘’Tapi om, bukan itu maksud aku’’ ucap Anang.

‘’Om, gak setuju kalau kamu bekerja di orang lain. Kamu adalah harapan om, walaupun kamu bukan anak kandung tapi om mau kamu bahagia’’ balas Jaka yang sudah menganggap Anang sebagai anaknya sendiri.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HPU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HPU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Dua kepribadian yang sama-sama kuat harus beradu dalam ikatan pernikahan yang tidak biasa. Seorang wanita bermental baja memutuskan untuk tetap bersatu dengan pria yang memiliki sifat sangat keras kepala. Bagaimana dinamika hubungan mereka saat ego dan prinsip masing-masing saling berbenturan di bawah atap yang sama? Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen di tengah kerasnya watak mereka yang sulit untuk saling mengalah satu sama lain.
Sampul Novel Cinta Untuk dr. Saka
7.9
Dunia Dokter Saka runtuh seketika saat wanita yang ia cintai justru memilih menikah dengan kakak kandungnya sendiri. Komitmen dan kesetiaan yang ia jaga selama ini hancur akibat pengkhianatan pahit tersebut. Meski dikenal jenius dalam menyembuhkan berbagai penyakit pasien di rumah sakit, Saka kini justru tak berdaya menghadapi luka batinnya yang teramat dalam. Mampukah sang dokter menemukan cara untuk mengobati hatinya yang telah hancur berkeping-keping?
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal
8.1
Pernikahan tanpa cinta membuat sang suami mengabaikan istri dan anaknya sejak lahir. Namun, sikap dingin itu berubah saat wanita idaman pria itu kembali ke tanah air. Sang suami pulang dalam keadaan mabuk dan memeluk anak mereka. Sang putra yang tidak mengenali ayahnya justru memanggilnya paman. Sadar bahwa mereka tidak pernah diinginkan, sang ibu dengan berlinang air mata memutuskan untuk membawa putranya pergi jauh demi membiarkan suaminya bahagia bersama cinta sejatinya.
Sampul Novel Gairah Baby Maker
9.1
Aida sesekali melirik dan memberi kode melalui gerakan alisnya yang menggoda. Dari posisi jongkoknya, pemandangan di balik daster tipisnya terpampang nyata, memperlihatkan lekuk paha mulus dan detail pakaian dalamnya yang tersorot cahaya matahari sore. Pemandangan spektakuler itu membuatku terpaku dan harus menahan hasrat liar yang mulai bergejolak. Aku berulang kali meneguk ludah karena merasa sangat haus akan godaan yang ada di depan mata saat ini.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Di malam pengantin, Rogelio bersumpah menyiksa Marian karena menganggapnya penyebab kematian sang kakak. Meski dibenci dan tak disentuh, sebuah insiden memaksa mereka tidur bersama hingga Marian hamil. Di tengah penghinaan Rogelio, pria itu justru diam-diam melindungi aset dan keselamatan istrinya dari gangguan orang lain. Saat Marian berniat kabur membawa rahasia kandungannya, Rogelio justru memeluknya erat dan menolak melepaskan ibu dari calon anaknya tersebut.
Sampul Novel Godaan Desah Majikan
8.1
Kisah romansa modern ini menyajikan narasi provokatif yang secara spesifik ditujukan bagi pembaca dengan pengalaman masa lalu dalam pengkhianatan cinta. Melalui alur yang emosional, cerita ini menggali sisi gelap hubungan antara majikan dan bawahan, di mana godaan terlarang menjadi pusat konflik utama. Sebuah bacaan dewasa yang mengeksplorasi konsekuensi perselingkuhan serta dinamika hasrat yang sulit dikendalikan di tengah komitmen yang seharusnya dijaga.