Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA CINTA CEO

PESONA CINTA CEO

Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, bos pemilik hotel. Untuk melepas penat, ia pergi ke lounge dan justru menolong Tibra yang terlibat perkelahian dengan bantuan Jo. Meski sempat ditawari kembali bekerja, Hanum menolak karena sudah menjalin kasih dengan Jo. Namun, pengkhianatan Jo dan sahabatnya membuat Hanum hancur. Di masa sulit itu, Tibra hadir mendukungnya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

BAB 2

"Saya Hanum".

Jo mengalihkan tatapnya kearah mobil Hanum. Mobil mini bus yang ia pastikan umurnya sudah lebih dari 10 tahun lamanya, berwarna silver.

"Mobil kamu mogok".

"Iya".

Jo lalu membuka kap mobil dan memeriksa mesin mobil. Jo mulai meneliti satu persatu mesin mobil itu.

"Mobil kamu akinya sudah kering, sudah seharusnya di ganti. Untuk masalah mesin tidak masalah dan masih bagus" ucap Jo.

Jo melirik Hanum yang tidak jauh darinya. Jo sudah pastikan wanita itu sama sekali tidak mengerti tentang mesin mobil. ia yakin wanita itu hanya mengenal sebatas fashion, kuliner, mall dan cara mamakai make up yang benar.

"Jadi" Hanum bingung.

Jo menarik nafas, lalu melirik Hani, "Ya, kamu harus mengganti akinya. Sebaiknya dibawa ke bengkel" ucapnya.

"Bengkel dekat sini tidak ada".

"Iya memang tidak ada, kamu harus putar lagi. Anak buah saya saja yang membawa mobil kamu. Saya pastikan beberapa jam lagi mobil kamu akan dibawa oleh dinas perhubungan karena telah menggangu pengguna jalan".

"Iya, saya tahu itu".

"Iya, sebaiknya kamu, saya antar ke tempat kerja, setelah pulang kerja semua sudah beres" usul Jo, karena ia tahu ini masih jam kerja.

"Tidak perlu, saya sebaiknya ke bengkel kamu saja. Soalnya saya sudah ketinggalan meeting, kalaupun datang sudah saya pastikan akan mengacaukan jalannya meeting" ucap Hanum tenang, masalahnya ia tidak ingin terlalu banyak merepotkan Jo, laki-laki yang baru dikenalnya itu.

"Terserah jika itu mau kamu" ucap Jo.

Hanum memandang mobil Jeep hitam, yang berada tepat dibelakang mobil miliknya.

"Terima kasih".

"Iya sama-sama".

*******

Hanum mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. Hanum pikir bengkel biasa, ternyata bengkel itu menyatu dengan showroom mobil di depannya. Bengkel itu terletak di belakang showroom. Hanum duduk di salah satu kursi tunggu, ia melihat mobil sedang diperbaiki oleh mekanik.

Jo menatap wanita yang dijemputnya tadi. Sungguh ia tidak mengenal wanita itu. Wanita itu cantik, bibirnya merah sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Matanya bening dan tubuhnya ideal, ia wanita karir yang cantik, dan sayang sekali wanita seperti itu bukanlah incarannya.

Jo melangkah mendekati Hanum, wanita itu tersenyum dan menyadari kehadirannya.

"Sebentar lagi, mobil kamu sudah bisa kamu bawa pulang. Jika hanya mengganti aki tidak sampai setengah jam" ucap Jo.

"Terima kasih" ucap Hanum tersenyum.

"Iya sama-sama, lain kali hati-hati" ucap Jo.

Mesin mobil Hanum sudah dinyalakan kembali, Hanum membayar tagihan itu di kasir. Ia melirik Jo disana, ia sedang menatapnya dari kejauhan. Hanum memandang Jo sekali lagi, sebelum meninggalkan area bengkel.

**********

Hanum melirik jam melingkar di tangannya, masih menunjukkan pukul 15.30 menit. Hanum sudah pastikan, meeting itu sudah selesai. Hanum kembali melanjutkan perjalananya menuju kantor.

Beberapa menit kemudian, Hanum kembali ke kantor, Hanum berjalan pelan seolah tidak terjadi apa-apa. Hanum mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ruangan, masih terlihat sepi, ia lalu membuka pintu ruangannya.

Sedetik kemudian, para karyawan satu persatu masuk dengan tampang tidak ada lagi kecerahan di wajahnya. Hanum menatap Sam disana, Sam menunjuk kearahnya, agar mendekatinya. Hanum menarik nafas, ia mendekati Sam.

"Ada apa Sam?".

"Kamu disuruh ke ruangan pak Tibra" ucap Sam.

"Serius?".

"Iya, cepat sana, mau kamu di pecat?".

"Oke".

*********

Hanum berjalan menuju lantai dasar, mau tidak mau ia harus menghadapi Tibra. Jujur jantungnya berdegup kencang, karena rasa cemas itu begitu kuat, karena ini adalah pertama kalinya ia berhadapan langsung kepada sang atasan. Hanum mengatur detak jantungnya, ia menarik nafas, sebelum membuka pintu beretalase kaca itu.

Hanum menatap Dian disana, wanita sexy itu sedang menghadap komputer, terlihat jelas, wanita itu begitu lelah. Mungkin Tibra telah memberikan pekerjaan begitu berat kepadanya.

"Kata Sam, saya di panggil ya pak Tibra ya bu" ucap Hanum.

"Kamu Hanum, dari HR itu ya".

Dian mengangguk, dengan wajah cemasnya "Masuk saja, ke dalam. Kamu sudah ditungguin pak Tibra" ucap Dian.

"Kalau boleh tau, hari ini pak Tibra gimana?" Ucap Hanum pelan, nyaris berbisik.

"Kacau" sungut Dian pelan.

Hanum menarik nafas, Dian sudah mengatakan bahwa pak Tibra sedang kacau. Habislah sudah ia akan di marahi habis-habisan oleh Tibra nya yang terkenal tidak berperasaan itu. Hanum lalu membuka hendel pintu, dan ia mencoba tenang.

Hanum menyerahkan laporan bulanan, hanya melalui Dian, ia tidak pernah berhadapan langsung dengan Tibra. Hanum hanya bertemu jika ada general meeting setiap bulan. Hanum diam sesaat, lalu melangkah keruangan Tibra.

Sepasang mata tajam itu menatapnya disana, dengan posisi duduk dengan tangan melipat di dada. Jantung Hanum maraton dan mematung di tempat, ia tidak berani bergerak, dan ia masih di posisi yang sama. Hani memandang ke arah papan nama di atas meja, bertulisan "Tibra Lazuardi".

"Kamu Hanum".

Hanum mendengar secara jelas, suara berat itu berucap, "Iya pak" ucap Hanum pelan.

"Duduklah, ada yang ingin saya ingin saya sampaikan kepada kamu" ucap Tibra.

Hanum lalu duduk tepat dihadapan Tibra, sungguh ia tidak bisa berbuat banyak saat ini, selain diam mengikuti perintah.

"Kamu tidak hadir dalam general meeting tadi?" Ucapnya dingin, tanpa senyum dan menatapnya tajam.

Hanum mengangguk, "iya, pak" ucap Hanum pelan.

"Kenapa tidak hadir?" Tanyanya lagi.

"Mobil saya mogok pak".

"Bukankah pengumuman sudah di tempel seminggu yang lalu, bahwa hari ini akan ada general meeting".

"Iya pak, saya sudah tahu".

"Jika sudah tahu, kenapa kamu masih tidak hadir. Saya tidak menerima alasan apapun itu. general meeting itu tidak lama, hanya satu jam saja. Kamu malah tidak menghargai kehadiran saya".

"saya tidak hadir bukan bermaksud tidak menghargai bapak".

Hanum menarik nafas, ia dengan berani menatap mata tajam Tibra. "pak, saya tadi mengantar laporan ke BPJS, dan ketika di jalan mobil saya mogok sungguh, karena ada karyawan mendadak resign".

"Bukankah kamu bisa menundanya sejam saja setelah meeting selesai. BPJS itu tutup hingga jam 5 sore, kita adalah customer prioritas, ini masih jam 4, bahkan setengah jam yang lalu meeting telah selesai " Ucap Tibra, ia memandang wanita dari devisi HR itu.

Karyawan tidak disiplin seperti inilah membuat virus karyawan lainnya. Tibra tidak suka dengan karyawan seperti ini, ia juga tidak pernah pilih kasih terhadap siapapun.

********

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 MINGGU MENGEJAR CINTA
8.7
Rencana perjalanan bisnis Anya berubah kacau saat kendala teknis memperpanjang durasi kunjungannya menjadi tiga minggu. Situasi kian rumit ketika keponakan rekan bisnisnya melamar secara impulsif dan mengancam nyawanya setelah ditolak. Di tengah kekalutan, Anya bertemu Dastan, mantan teman sekelasnya yang datang membantu. Namun, ia mulai meragukan ketulusan Dastan. Apakah ini murni bantuan teman lama atau ada perasaan tersembunyi? Anya hanya punya waktu singkat untuk menuntaskan segalanya.
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla sering dicap sebagai wanita licik yang pandai menggoda pria demi ambisinya. Namun, publik terkejut saat ia mendadak dinikahi oleh Colton, sang miliarder playboy, setelah pertemuan singkat. Meski awalnya dianggap sebagai kesepakatan bisnis tanpa rasa, dinamika mereka berubah drastis saat Colton menunjukkan kerapuhannya di sebuah pesta. Leyla akhirnya menyadari bahwa seluruh pertemuan dan pernikahan mereka adalah rencana matang yang telah disusun Colton sejak awal.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther terkejut saat baru menjabat CEO Nexon Games, karena Billi dan Emma menjodohkannya dengan Amora Georgina. Amora, gadis 19 tahun dari keluarga sederhana, baru saja pindah ke kota untuk mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Nicholas dan Amora terpaksa bersandiwara demi orang tua mereka. Sambil berpura-pura patuh, keduanya diam-diam menyusun rencana matang untuk membatalkan ikatan perjodohan tersebut.
Sampul Novel Kubeli Kesombongan, Gundik Suamiku
8.7
Keysa adalah istri dari seorang abdi negara yang juga berprofesi sebagai dosen serta influencer. Namun, kehidupannya terusik saat ia harus berhadapan dengan Risa, seorang wanita kaya raya yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Meski Risa sangat sombong dengan kekayaannya, Keysa justru bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh. Mampukah Keysa membungkam kesombongan Risa dan memenangkan persaingan ini? Simak perjuangan Keysa yang penuh emosi.
Sampul Novel Noda Darimu
8.5
Violetta Gilda terjebak dalam masalah besar setelah satu malam tak terduga bersama kekasih sahabatnya, Biantara Edzhar Martinez. Kejadian di pesta itu membuat Gilda hamil, hingga kakek Edzhar memaksanya menikah untuk menutupi aib. Carla yang murka bekerja sama dengan ibu Edzhar guna menghancurkan Gilda lewat skema pernikahan kontrak. Kini Gilda harus berjuang demi sang anak sambil memendam rasa cinta yang kian tumbuh pada Edzhar. Akankah cinta itu terbalas?