Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perpisahan yang Kutandatangani

Perpisahan yang Kutandatangani

Sebelas tahun membina rumah tangga bersama Petro tidak menjamin kesetiaan bagi Yasmin. Impiannya untuk menua bersama hancur saat mengetahui sang suami telah berselingkuh selama tiga tahun dengan wanita yang lebih muda dan mirip dengannya. Kepedihan Yasmin memuncak ketika putranya, Haris, menyodorkan surat pemutusan hubungan demi kebahagiaan keluarga mereka. Dengan hati hancur, Yasmin menandatangani kesepakatan cerai dan memutuskan semua hubungan dengan suami dan anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 8

Pintu belum sempat tertutup, Yasmin mendengar suara manja seorang perempuan.

"Jangan berisik." Suara Petro terdengar rendah sambil menutup mulutnya.

"Takut apa? Semua orang sudah tidur. Justru makin seru, 'kan?"

"Apalagi, kamu suka kalau aku manggil begitu."

Petro tidak membantah. Diamnya sudah cukup menjadi jawaban.

Yasmin baru sadar, Petro terlalu terburu-buru hingga pintu kamarnya dengan Yara tidak tertutup rapat.

Hanya dengan sedikit mengangkat kepala, dia bisa jelas melihatnya.

Wajah dingin Petro kini berbeda, tersapu rona merah.

Tatapannya pada Yara penuh kelembutan dan hasrat.

Sama persis dengan cara dia dulu menatap Yasmin.

Sudah lama Yasmin tidak pernah dipandang begitu lagi.

Baru kali ini Yasmin berani mengakui, mata penuh cinta itu masih ada, hanya saja tidak lagi ditujukan padanya.

Hatinya yang lama mati rasa kembali bergetar.

Sesak pahit meledak di dadanya. Nafasnya tersendat sampai nyaris tercekik.

Dia kira sudah kebal. Tapi, menyaksikan sendiri perselingkuhan itu tetap membuatnya hancur.

Akhirnya Yasmin mengalihkan pandangan, menutup pintu, lalu bersembunyi di balik selimut.

Entah suara dari kamar sebelah yang terlalu jelas, atau pendengarannya yang terlalu peka, setiap desahan tetap lolos masuk lewat celah pintu.

Setiap bunyi menusuk hati.

Esok paginya, Yasmin turun dengan wajah pucat dan muram.

Petro mendekat dengan hati-hati. "Yasmin, kamu semalam nggak bisa tidur? Apa suara kembang api terlalu bising?"

Yasmin sudah tidak punya tenaga untuk berdebat. Dia menggeleng lalu menjawab datar, "Nggak. Aku tidur cepat, cuma mimpi buruk."

Sikapnya tenang, itu cukup membuat Petro lega.

Baru setelah itu dia menyesali kegilaan semalam. Rasa cemas menghantam, membuatnya buru-buru bilang akan membawa Yasmin dan Haris pulang.

Yasmin tidak keberatan. Tinggal di sana lebih lama hanya membuat kepalanya makin berat. Dia butuh istirahat.

Namun, sebelum mereka sempat beranjak, Yara tiba-tiba menutup mulut dan perutnya. Wajahnya pucat, tubuhnya melengkung kesakitan.

"Ugh!"

"Perutku sakit… sakit sekali…"

"Sakitnya datang bergelombang… ah! Seperti… berdarah…"

Dahi Petro mengerut. Entah apa yang terpikir, ekspresinya berubah suram. Dia cepat-cepat menyodorkan kunci mobil ke tangan Yasmin lalu bergegas menggendong Yara.

"Yasmin, kamu nyetir sendiri pulang. Hati-hati."

"Aku antar Yara ke rumah sakit. Nggak lama aku nanti balik."

Setelah berkata begitu, dia langsung membawa Yara ke garasi. Haris pun tanpa disuruh ikut berlari di belakang.

Yasmin menatap kunci mobil di tangannya. Senyum sinis terbit di wajah. Dengan kondisinya sekarang, mengemudi sama saja mencari mati.

Dia meletakkan kunci, lalu memesan taksi untuk pulang dan beristirahat.

Saat terbangun, yang membangunkannya adalah teriakan Haris dan rasa sakit tumpul yang menjalar di tubuhnya.

"Kamu tahu nggak kalau Kak Yara hamil?"

"Dia hamil anak kembar! Aku sebentar lagi bukan lagi satu-satunya anak ayah. Aku nggak punya apa-apa lagi!"

"Kenapa kamu nggak cerai aja sama ayah? Kenapa nggak pergi? Kalau kamu pergi, ayah pasti pulang. Kak Yara juga bilang dia bakal anggap aku anak kandung. Aku ini anak sulung, semua tetap jadi milikku!"

"Ibu! Bisa nggak jangan egois begitu? Kamu tahu semua orang benci sama kamu tapi masih terus nempel sama ayah. Pergilah! Anggap aja demi aku, bisa nggak?"

Suara Haris melengking, tapi, ucapannya jelas. Yasmin segera paham apa yang sebenarnya terjadi.

Rupanya sakit perut Yara karena dia hamil.

Dan yang dikandungnya anak kembar.

"Yasmin, kamu benar-benar mau bikin aku mati, ya?"

"Kamu percaya nggak, kalau kamu nggak pergi juga, aku lompat dari balkon! Biar ayah benci kamu, biar nenek usir kamu!"

Dalam beberapa detik Yasmin tertegun. Haris menjatuhkan mainannya lalu berlari ke balkon. Satu tangan menggenggam pagar, satu kaki sudah terangkat. Wajahnya dipenuhi benci.

Saat itu Yasmin kehilangan kata-kata. Dia hanya menatap anak yang mengancam nyawanya sendiri demi mengusirnya. Yang tersisa dalam dirinya hanyalah lelah dan tak berdaya.

Lama kemudian, dia membuka mulut. "Baik, aku pergi."

Bagaimanapun juga, cepat atau lambat memang akan begini.

Lagi pula, dia sudah tidak berniat tinggal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
8.7
Akibat unggahan media sosial suaminya, seorang wanita dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan sepihak ini memicu aksi pengeroyokan brutal yang membuatnya babak belur, gegar otak, hingga patah tulang. Enggan tinggal diam, korban segera melaporkan para pelaku ke polisi dan menuntut mereka secara hukum. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk suaminya yang tidak tahu diri, siap merebut kembali semua kekayaannya dan mendepak pria itu kembali menjadi pengemis.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Bertha melakukan kesalahan fatal dengan meminta kiriman video dewasa kepada CEO-nya di tengah malam. Alih-alih mendapatkan apa yang ia inginkan, sang bos justru menawarkan demonstrasi nyata secara langsung. Usai menghabiskan malam penuh gairah yang tak terduga, Bertha pasrah akan nasib kariernya. Namun, kejutan besar datang saat Justin justru melamarnya untuk menikah. Di tengah kebingungan, Bertha pun mempertanyakan apakah bosnya itu sedang bercanda.
Sampul Novel Jodoh Tak Akan Tertukar
8.5
Enam tahun menjalin kasih, Aldi dan Sella terpaksa merahasiakan hubungan mereka dari Bu Indri yang mementingkan status sosial. Demi menghindari risiko penyakit jantung ibunya, Aldi akhirnya menikahi Sella secara siri tanpa restu. Namun, konflik memuncak saat Bu Indri menjodohkan Aldi dengan Lisa. Terjebak tipu muslihat Lisa, Aldi terpaksa menikah lagi. Kini, Sella harus menghadapi kenyataan pahit sebagai istri siri yang terabaikan di tengah kemelut rumah tangga ini.
Sampul Novel Kekasih Bersama: Penghinaan Seorang Istri
9.5
Kehidupan rumah tanggaku hancur saat suamiku membawa selingkuhannya ke rumah. Namun, kejutan sebenarnya muncul ketika ayah mertuaku, Julio James, justru membela wanita itu dengan amarah besar. Pertikaian hebat antara ayah dan anak demi satu wanita yang sama terjadi di hadapanku. Skandal memuakkan ini pun meledak hingga menjadi berita utama nasional. Kini, aku terjebak sebagai istri sah yang dikasihani sekaligus menjadi bahan tertawaan publik akibat drama gila keluarga kaya ini.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.