Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perpisahan yang Kutandatangani

Perpisahan yang Kutandatangani

Sebelas tahun membina rumah tangga bersama Petro tidak menjamin kesetiaan bagi Yasmin. Impiannya untuk menua bersama hancur saat mengetahui sang suami telah berselingkuh selama tiga tahun dengan wanita yang lebih muda dan mirip dengannya. Kepedihan Yasmin memuncak ketika putranya, Haris, menyodorkan surat pemutusan hubungan demi kebahagiaan keluarga mereka. Dengan hati hancur, Yasmin menandatangani kesepakatan cerai dan memutuskan semua hubungan dengan suami dan anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Petro baru pulang ke rumah keesokan paginya.

Tubuhnya penuh bau alkohol, dan Yara yang mengantarnya pulang.

Saat menyerahkan Petro padaku, Yara masih sempat menarik kerah bajunya, sengaja memperlihatkan bekas-bekas merah di leher, lalu berbisik di telingaku.

"Semalam mainnya agak gila sama Bang Petro, dia kebablasan minum. Tolong kamu yang jagain, ya."

Dengan desahan manja, dia mengangkat bahunya, lalu melangkah pergi dengan suara hak tinggi yang nyaring.

Langkahnya ringan, penuh kesombongan, jelas terlihat betapa puasnya dia.

Yasmin menahan tatapan rumitnya. Dia memilih mengabaikan rasa ingin menuntut balas di matanya, lalu menutup pintu, menyeret tubuh Petro, dan menjatuhkannya ke atas ranjang.

Sebenarnya Petro tidak sepenuhnya mabuk. Tapi ketika Yasmin melempar tubuhnya tanpa peduli, rasa sakit yang mendadak membuat otaknya blank, kepalanya berputar hebat, telinganya berdenging.

Dia mengernyit tidak nyaman, bernapas terengah mencoba menenangkan tubuhnya.

Belum sempat pulih, Yasmin kembali masuk. Biasanya dia datang membawa segelas air madu, jadi Petro menyodorkan tangan begitu saja. Namun kali ini yang diberikan Yasmin adalah sebuah pena.

"Petro, jangan tidur dulu." Yasmin membuka berkas dan menunjuk bagian tanda tangan. "Aku mau cerai. Tanda tanganilah kontraknya."

Petro berkerut kesal. Jelas sekali dia terganggu. Dengan suara gusar, dia mendecak, lalu setengah membuka mata, menandatangani sesuai arahan Yasmin.

"Apa lagi? Donasi panti asuhan?"

"Kalau butuh apa-apa, tinggal ambil kartuku. Kenapa ribet bikin kontrak. Aku kurangin duit segitu, hah?"

Jelas dia tidak benar-benar mendengar apa yang Yasmin katakan.

Yasmin pun tidak mau menjelaskan panjang lebar. Dia hanya berdiri diam, menunggu sampai tanda tangannya selesai.

Begitu selesai, Petro melipat dokumen itu dan menyodorkannya kembali, lalu rebah di ranjang sambil memijat pelipis karena kepalanya terasa berat.

Biasanya, melihat keadaan seperti ini, Yasmin akan langsung mendekat untuk memijatnya dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Tapi kali ini, dia hanya melirik sebentar, lalu membawa kontrak itu keluar.

Tepat di saat Yasmin melangkah pergi, Petro membuka matanya. Rasa tidak enak mendadak muncul di dadanya. Namun otaknya yang lelah tidak mampu berpikir lama. Dia pun segera terlelap.

Saat Petro terbangun lagi, hari sudah malam.

Begitu dia melangkah keluar kamar, Haris langsung berlari menghampiri dan memeluk erat kakinya.

"Ayah, doa ulang tahunku tahun ini, kamu belum tepati apa-apa."

Sejak tahu Petro sudah pulang, Haris sengaja berjongkok di depan kamarnya. Dia sangat menghormati ayahnya, tidak berani mengganggu waktu istirahat, jadi hanya menunggu diam di depan pintu.

Tatapan Petro memberi izin, membuat Haris tersenyum lebar. Dengan bangga, dia melirik Yasmin yang baru keluar dari dapur.

"Aku mau ganti marga."

"Aku nggak mau pakai marga Sardi lagi. Aku mau pakai marga ayah! Atau mungkin Jasoma."

Belum selesai bicara, Petro sudah buru-buru menutup mulutnya dengan wajah tegang.

"Jangan sembarangan!"

"Nama keluarga itu bukan sesuatu yang bisa diganti sesuka hati, mana bisa seperti drama atau kartun asal ganti! Kamu sudah tujuh tahun, masih nggak bisa mikir?"

Nada suaranya keras, sesekali melirik Yasmin. Melihat wajah Yasmin tetap datar tanpa reaksi, barulah napasnya sedikit lega.

Keringat dingin membasahi punggungnya, sakit kepala dan kantuk seketika hilang.

"Kalau begitu minta yang lain..."

"Aku mau makan malam sama Ayah saja, nggak usah bawa ibu."

"Permintaan ini boleh, 'kan?"

Ada keraguan di mata Petro. Dia menoleh ke arah Yasmin untuk melihat reaksinya. Tapi, Yasmin hanya bersikap acuh, wajahnya tetap tenang.

"Nggak apa-apa, Petro. Ikuti saja keinginan Haris."

"Dia sudah tujuh tahun. Dia mengerti apa yang dia mau."

Keraguan berkilat di mata Petro.

Entah kenapa, dia merasa Yasmin berubah.

Kapan tepatnya Yasmin jadi begitu lapang dada, begitu sabar seperti sekarang?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
8.7
Akibat unggahan media sosial suaminya, seorang wanita dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan sepihak ini memicu aksi pengeroyokan brutal yang membuatnya babak belur, gegar otak, hingga patah tulang. Enggan tinggal diam, korban segera melaporkan para pelaku ke polisi dan menuntut mereka secara hukum. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk suaminya yang tidak tahu diri, siap merebut kembali semua kekayaannya dan mendepak pria itu kembali menjadi pengemis.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Bertha melakukan kesalahan fatal dengan meminta kiriman video dewasa kepada CEO-nya di tengah malam. Alih-alih mendapatkan apa yang ia inginkan, sang bos justru menawarkan demonstrasi nyata secara langsung. Usai menghabiskan malam penuh gairah yang tak terduga, Bertha pasrah akan nasib kariernya. Namun, kejutan besar datang saat Justin justru melamarnya untuk menikah. Di tengah kebingungan, Bertha pun mempertanyakan apakah bosnya itu sedang bercanda.
Sampul Novel Jodoh Tak Akan Tertukar
8.5
Enam tahun menjalin kasih, Aldi dan Sella terpaksa merahasiakan hubungan mereka dari Bu Indri yang mementingkan status sosial. Demi menghindari risiko penyakit jantung ibunya, Aldi akhirnya menikahi Sella secara siri tanpa restu. Namun, konflik memuncak saat Bu Indri menjodohkan Aldi dengan Lisa. Terjebak tipu muslihat Lisa, Aldi terpaksa menikah lagi. Kini, Sella harus menghadapi kenyataan pahit sebagai istri siri yang terabaikan di tengah kemelut rumah tangga ini.
Sampul Novel Kekasih Bersama: Penghinaan Seorang Istri
9.5
Kehidupan rumah tanggaku hancur saat suamiku membawa selingkuhannya ke rumah. Namun, kejutan sebenarnya muncul ketika ayah mertuaku, Julio James, justru membela wanita itu dengan amarah besar. Pertikaian hebat antara ayah dan anak demi satu wanita yang sama terjadi di hadapanku. Skandal memuakkan ini pun meledak hingga menjadi berita utama nasional. Kini, aku terjebak sebagai istri sah yang dikasihani sekaligus menjadi bahan tertawaan publik akibat drama gila keluarga kaya ini.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.