Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Menjelang hari bahagia mereka, kecelakaan tragis menimpa Nando Soman hingga membuatnya hilang ingatan. Rani, sang tunangan, rela melakukan apa saja demi mengembalikan memori Nando, termasuk mendatangi kembali tempat-tempat bersejarah mereka. Namun, perjuangan tulus Rani hancur seketika saat ia mendengar pengakuan mengejutkan Nando di rumah sakit. Nando ternyata hanya berpura-pura amnesia demi menunda pernikahan dan menikmati kebebasan bersama wanita lain. Menyadari kenyataan pahit bahwa tunangannya telah bersandiwara, Rani harus menghadapi kebenaran yang menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Setelah keluar dari rumah sakit, aku langsung membuat janji di internet untuk melakukan aborsi keesokan harinya.

Pukul sepuluh malam, aku baru saja kembali ke apartemen dan berbaring di ranjang, ketika tiba-tiba Nando menghubungiku lebih dulu.

Dia menelpon langsung.

“Kenapa masih ada barang-barang kamu di apartemen ini? Pacarku nggak nyaman lihatnya. Tolong datang ambil.”

Aku menjawab santai.

“Buang aja. Sisanya nggak penting lagi.”

Barang-barang yang memang milikku, semuanya sudah aku bawa saat itu.

Sisanya adalah barang yang tidak sempat terbawa atau yang berkaitan dengan Nando.

Namun dia malah tertawa dingin berkali-kali.

“Itu semua barang kamu, kenapa harus aku yang buang? Cepat ke sini dan ambil sendiri! Kalau nggak, aku laporin kamu karena masuk rumah orang tanpa izin dan mencuri!”

Aku menghela napas, memijat pelipis yang mendadak nyeri.

Untuk pertama kalinya aku merasa Nando ini benar-benar menyebalkan.

Begitu kembali ke apartemennya...

Aku baru melihat, di atas meja tertata rapi semua foto pernikahan dan album kenangan kami selama lima tahun terakhir.

Suaranya terdengar menggoda.

“Rani, dari sini kelihatan jelas kita dulu saling cinta, ya. Siapa tahu nanti aku bisa jatuh cinta sama kamu lagi?”

Aku tersenyum kecut. Tapi senyum itu sama sekali tidak membawa kehangatan.

Detik berikutnya, aku mengeluarkan gunting dan langsung mengarahkannya ke foto-foto itu.

Wajah Nando langsung berubah. Dia buru-buru menjulurkan tangan untuk menghentikanku.

Namun aku tak berhenti.

Tanpa ragu, aku tetap mengayunkan gunting itu. Seketika, sebuah luka menganga berdarah muncul di tangannya.

Terdengar teriakan kesakitan.

Nando memandangku tak percaya.

“Rani! Kamu... kamu berani melukainya pakai gunting?!”

Aku menatap langsung ke matanya dan tersenyum pelan sambil mengangguk.

“Kamu sendiri yang nyodorkan tanganmu!”

“Rani, kamu perempuan benar-benar kejam! Kak Song cuma kehilangan ingatan dan nggak ingat kamu, tapi kamu malah pengin bunuh dia!”

Yurina berjalan mendekat dengan tatapan garang ke arahku.

“Siapa pun yang menikah sama kamu nanti, pasti sial tujuh turunan!”

Tak bisa kupungkiri, ucapan itu sempat menggoyahkan hatiku.

Tapi tanganku tetap bergerak tanpa henti.

Begitu semua foto sudah kupotong menjadi dua bagian, aku mengambil bagian yang ada wajahku.

Mataku menyapu seluruh ruangan sekali lagi, memastikan tidak ada lagi yang berkaitan denganku di tempat ini.

Barulah aku berdiri dan bersiap keluar.

“Di rumah ini sudah nggak ada satu pun barangku. Kumohon jangan ganggu aku lagi!”

Keesokan paginya, aku pergi ke rumah sakit dan ikut antre untuk menjalani operasi aborsi.

Saat aku sudah terbaring di ranjang dan didorong ke ruang operasi, pandanganku tak sengaja menangkap dua sosok di ranjang seberang.

Dua tubuh yang saling menindih.

Dari selimut yang sedikit tersingkap, jelas terlihat mereka tak mengenakan pakaian.

Tangisan Yurina terdengar menyedihkan.

“Kak Nando, ini semua salah kamu. Kamu yang maksa nyobain barang-barang itu. Lihat sekarang? Kita berdua malah masuk rumah sakit. Malunya...”

Nando itu biasanya paling benci perempuan yang suka menangis.

Tapi kali ini dia malah buru-buru memeluk Yurina, menciuminya, dan menghibur dengan suara lembut seolah-olah tak ada orang lain di sekitarnya, sampai Yurina mendesah kesenangan.

“Tenang aja, ada selimut nutupin kok, nggak bakal ada yang lihat. Rasanya malah lebih menegangkan begini, kan?”

Pemandangan itu benar-benar menjijikkan.

Aku memalingkan wajah.

Dokter yang akan menangani aborsi kemudian bertanya seperti prosedur biasanya.

“Nona Rani, kamu sudah yakin mau menggugurkan kandungan ini?”

Aku menutup mata.

“Sudah. Gugurkan saja.”

Namun saat tempat tidurku hendak didorong masuk ke ruang operasi…

Dari arah tak jauh, terlihat wajah Nando yang panik berusaha bangkit.

“Rani! Itu kamu, kan? Kamu yang mau aborsi, kan?!”

“Kamu benar-benar hamil? Anak itu... itu anakku, kan?! Aku nggak izinin kamu menggugurkannya!”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B97410" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B97410
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Pengantin Buta
9.4
Pramudya dan Mentari resmi menjadi suami istri setelah saksi mengucap kata sah. Dalam kegelapan karena kebutaannya, Mentari meraba sekitar untuk mencari tangan suaminya. Pramudya yang peka segera menyambut jemari Mentari dan membimbingnya. Dengan penuh takzim, Mentari mencium punggung tangan Pramudya. Sang suami pun mengecup kening istrinya sembari merapalkan doa tulus. Akankah pernikahan sebagai pengantin pengganti ini membawa kebahagiaan bagi mereka?
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.6
Bertemu mantan ipar saat periksa kehamilan membuka luka lama Rumi. Setahun lalu, Aryan membatalkan pernikahan mereka demi wanita lain, hingga ibu Rumi wafat karena syok. Rumi pun memilih pergi meninggalkan Kota Daro. Kini, sang ipar memintanya kembali karena Aryan menderita dan terus mencarinya. Namun, Rumi yang telah menata hidup baru hanya tersenyum tenang sambil menunjukkan cincin di jarinya, membuktikan bahwa ia telah melangkah pergi dan menikah dengan pria lain.
Sampul Novel CRAZY FOR LOVE
9.3
Kirana yang unik dan galak dipertemukan kembali dengan Panji, sosok masa lalu yang sempat menghilang tanpa jejak. Meski Kirana sudah menjalin hubungan baru, kehadiran Panji yang temperamental namun lembut itu mengacaukan hatinya. Demi menjerat pria yang tak suka komitmen ini, Kirana nekat meminta tinggal serumah hingga ingin mengandung anaknya. Akankah taktik berani ini membuat Panji menetap, ataukah ia hanya kembali untuk mematahkan hati Kirana lagi?
Sampul Novel Derita Suami Mandul
8.2
Pernikahan Jaka dan Fatimah terancam hancur karena tak kunjung memiliki keturunan. Tekanan besar dari keluarga Fatimah mengungkap kenyataan pahit bahwa Jaka mandul. Meski sempat bertahan, Fatimah akhirnya goyah dan berselingkuh dengan mantan kekasihnya hingga hamil. Kecewa dengan pengkhianatan tersebut, Jaka memutuskan untuk menceraikan istrinya. Kini, keduanya harus menghadapi babak baru kehidupan yang penuh luka dan penyesalan setelah resmi berpisah.
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi cerdas di Medan, mengalami trauma berat setelah dipaksa keguguran oleh kekasihnya melalui minuman beracun. Tragedi ini berujung pada pengangkatan rahim yang menghancurkan batinnya. Meski berasal dari keluarga terpandang, putri pengusaha saham Arbi dan Fitri ini sempat nekat menjalin hubungan rahasia tanpa restu. Kini, ia ditinggalkan saat sakit. Mampukah Liana menghadapi kemarahan orang tuanya setelah rahasia kelam ini terungkap?
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.