Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Menjelang hari bahagia mereka, kecelakaan tragis menimpa Nando Soman hingga membuatnya hilang ingatan. Rani, sang tunangan, rela melakukan apa saja demi mengembalikan memori Nando, termasuk mendatangi kembali tempat-tempat bersejarah mereka. Namun, perjuangan tulus Rani hancur seketika saat ia mendengar pengakuan mengejutkan Nando di rumah sakit. Nando ternyata hanya berpura-pura amnesia demi menunda pernikahan dan menikmati kebebasan bersama wanita lain. Menyadari kenyataan pahit bahwa tunangannya telah bersandiwara, Rani harus menghadapi kebenaran yang menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sejak hari itu keluar dari rumah sakit, aku dan Nando tidak pernah lagi saling menghubungi.

Tapi di media sosial, kabar tentang dia hampir tiap hari muncul di berandaku.

Dia dan teman-temannya, tiap malam keluyuran di bar dan KTV, dikelilingi perempuan-perempuan muda yang cantik, ceria, dan penuh energi.

Kurasa inilah hidup yang selama ini dia inginkan.

Aku mulai beres-beres barang di rumah. Begitu semuanya siap dan aku hendak pergi, aku bertemu dia berdiri di depan pintu, merangkul seorang gadis muda.

Nando sempat tertegun, lalu refleks menarik tangannya dari tubuh si gadis.

Tapi kemudian, seperti teringat dengan skenario “amnesia”-nya, dia malah dengan santai kembali melingkarkan tangannya ke pinggang gadis itu tanpa rasa bersalah sedikit pun.

“Setahuku, ini rumahku, kan? Tanpa izin dariku, Rani, bukankah ini namanya masuk rumah orang secara ilegal?”

Genggamanku di gagang koper makin erat.

Memang benar, rumah ini milik Nando.

Tapi ini juga rumah yang dulu kami siapkan sebagai rumah pernikahan kami.

Jadi sekarang, dia mau membawa perempuan lain ke rumah pernikahan kami, dan melakukan hal-hal menjijikkan itu di sini?

Aku masih diam menahan perasaan, belum sempat bicara, dia malah lanjut.

“Tapi karena kamu bilang dulunya mantan tunanganku, ya udahlah, kali ini aku maafin. Tapi lain kali, jangan masuk tanpa izin lagi ya.”

Aku menatapnya dengan tenang, lalu membalas pelan,

“Baik. Nggak akan terjadi lagi. Terima kasih.”

Karena setelah ini, aku pun takkan pernah kembali lagi ke rumah ini.

Dan dengan begitu, semua hubungan di antara kami pun berakhir.

Saat aku menarik kopernya dan berbalik hendak pergi, tiba-tiba si gadis yang sedari tadi dipeluknya buka suara…

“Kak, siapa tahu dia nyembunyiin sesuatu di koper itu. Harus dicek dulu, suruh dia keluarin semuanya!”

Baru saja dia bilang aku boleh pergi, tapi sekarang nada bicaranya berubah total.

Dia langsung berbalik dan meraih koperku.

“Iya ya, aku sampai lupa! Untung kamu ingatin, Sayang. Kalau enggak, bisa-bisa si miskin ini bawa kabur barang berhargaku!”

Dia menarik koperku dengan kasar, berniat membantingnya ke lantai.

Tapi itu satu-satunya hal yang tersisa dari harga diriku, aku tak ingin menyerahkannya begitu saja.

“Itu barang-barangku! Itu privasi milikku! Kamu enggak punya hak buat merampas koperku!”

Mendadak, wajah Nando berubah muram dan geram.

“Kamu keluar dari rumahku, siapa yang tahu kamu itu maling atau bukan? Siapa yang tahu kamu nyolong barang-barangku?!”

Tubuhku langsung membeku.

Jadi, di matanya aku tak lebih dari seorang pencuri? Seseorang yang tak pantas dihargai?

Meski aku berusaha mempertahankan koper itu sekuat tenaga, kekuatanku tak sebanding dengannya.

Dia berhasil merebutnya dariku. Koper itu terbuka, dan pakaian di dalamnya tumpah berantakan ke lantai.

Saat itu juga, semua perjuanganku seolah runtuh dalam sekejap.

Semua tenagaku, semua harga diriku, seperti ikut tumpah bersama barang-barang itu.

“Tuh lihat, enggak ada barangmu di dalam, kan?”

Yurina, gadis yang bersamanya, tertawa kecil sambil menutup mulutnya manja.

“Pakai baju kayak gini? Jelek dan kuno banget. Norak!”

Nando ikut tertawa mengejek.

“Tentu aja. Dia cuma anak kampung yang nggak ngerti gaya. Jelas beda sama kamu, Sayang, cantik, stylish, tahu caranya tampil memukau!”

Satu demi satu ucapan mereka menjatuhkanku habis-habisan.

Koper yang berserakan di lantai seolah mengubur semua sisa-sisa harapan yang masih kupegang.

“Kalau memang nggak ada barangku, maka biarkan aku sendiri yang bereskan.”

Aku tetap tenang, memunguti beberapa helai baju paling lama dan paling usang, lalu tanpa ragu melemparkan sisanya ke dalam tempat sampah.

Tatapan mata Nando mendadak panik.

Karena dia tahu tumpukan pakaian itu semuanya adalah pemberiannya untukku, termasuk satu gaun pengantin putih, bersih dan anggun.

Itu adalah gaun yang kupilih sendiri untuk hari pernikahan kami.

“Kamu buang semuanya? Bahkan gaun pengantin itu juga?!”

Aku hanya meliriknya sekilas, tenang dan hambar.

Lalu melemparkan pemantik api ke dalam tong sampah itu.

Dalam hitungan detik, api berkobar hebat.

“Enggak perlu disimpan lagi. Udah enggak ada gunanya.”

Aku memandangi api itu sampai nyaris padam, baru kemudian berbalik dan melangkah pergi.

Di bawah lampu jalan yang temaram, wajah Nando terlihat samar, tak bisa ditebak.

Tepat saat aku nyaris menghilang di tikungan jalan, dia menyusul dan menarik pergelangan tanganku.

“Meskipun aku amnesia dan nggak ingat siapa kamu, kamu juga nggak boleh serendah itu sama dirimu sendiri! Siapa tahu suatu hari nanti aku bisa pulih dan ingat semuanya lagi?”

Aku hanya tertawa kecil, dingin dan getir.

Tak ada sepatah kata pun kubalas.

Dengan sekuat tenaga aku melepaskan tangannya, lalu berjalan pergi tanpa menoleh lagi.

Anehnya, saat itu aku justru merasa sedikit lega.

Setidaknya dia memilih pura-pura amnesia sebelum pernikahan.

Karena aku tak sanggup membayangkan, kalau semua ini baru terjadi setelah kami resmi menikah, berapa dalam rasa putus asa yang harus kutanggung?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Pengantin Buta
9.4
Pramudya dan Mentari resmi menjadi suami istri setelah saksi mengucap kata sah. Dalam kegelapan karena kebutaannya, Mentari meraba sekitar untuk mencari tangan suaminya. Pramudya yang peka segera menyambut jemari Mentari dan membimbingnya. Dengan penuh takzim, Mentari mencium punggung tangan Pramudya. Sang suami pun mengecup kening istrinya sembari merapalkan doa tulus. Akankah pernikahan sebagai pengantin pengganti ini membawa kebahagiaan bagi mereka?
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.6
Bertemu mantan ipar saat periksa kehamilan membuka luka lama Rumi. Setahun lalu, Aryan membatalkan pernikahan mereka demi wanita lain, hingga ibu Rumi wafat karena syok. Rumi pun memilih pergi meninggalkan Kota Daro. Kini, sang ipar memintanya kembali karena Aryan menderita dan terus mencarinya. Namun, Rumi yang telah menata hidup baru hanya tersenyum tenang sambil menunjukkan cincin di jarinya, membuktikan bahwa ia telah melangkah pergi dan menikah dengan pria lain.
Sampul Novel CRAZY FOR LOVE
9.3
Kirana yang unik dan galak dipertemukan kembali dengan Panji, sosok masa lalu yang sempat menghilang tanpa jejak. Meski Kirana sudah menjalin hubungan baru, kehadiran Panji yang temperamental namun lembut itu mengacaukan hatinya. Demi menjerat pria yang tak suka komitmen ini, Kirana nekat meminta tinggal serumah hingga ingin mengandung anaknya. Akankah taktik berani ini membuat Panji menetap, ataukah ia hanya kembali untuk mematahkan hati Kirana lagi?
Sampul Novel Derita Suami Mandul
8.2
Pernikahan Jaka dan Fatimah terancam hancur karena tak kunjung memiliki keturunan. Tekanan besar dari keluarga Fatimah mengungkap kenyataan pahit bahwa Jaka mandul. Meski sempat bertahan, Fatimah akhirnya goyah dan berselingkuh dengan mantan kekasihnya hingga hamil. Kecewa dengan pengkhianatan tersebut, Jaka memutuskan untuk menceraikan istrinya. Kini, keduanya harus menghadapi babak baru kehidupan yang penuh luka dan penyesalan setelah resmi berpisah.
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi cerdas di Medan, mengalami trauma berat setelah dipaksa keguguran oleh kekasihnya melalui minuman beracun. Tragedi ini berujung pada pengangkatan rahim yang menghancurkan batinnya. Meski berasal dari keluarga terpandang, putri pengusaha saham Arbi dan Fitri ini sempat nekat menjalin hubungan rahasia tanpa restu. Kini, ia ditinggalkan saat sakit. Mampukah Liana menghadapi kemarahan orang tuanya setelah rahasia kelam ini terungkap?
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.