Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Yang Dikhianati

Pernikahan Yang Dikhianati

Aruna mendatangi jamuan makan malam mewah dengan harapan membahas rencana pernikahannya bulan depan. Namun, ia justru dicampakkan secara sepihak oleh calon mertuanya demi wanita lain yang dianggap lebih setara. Di tengah luka hati dan martabat yang hancur, Aruna menerima lamaran Reza, seorang duda kaya sekaligus cinta pertamanya. Langkah nekat ini menyeretnya ke dalam pusaran intrik penuh drama, pengkhianatan, serta cinta yang lebih rumit dari dugaannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Langit malam di kota itu tampak mendung, seolah mencerminkan perasaan Aruna yang masih kusut. Setelah kejadian di restoran malam itu, ia mengurung diri di apartemennya selama beberapa hari. Pesan-pesan dari Adrian yang penuh permintaan maaf ia abaikan. Kata-katanya terasa kosong dan tidak lagi berarti.

Aruna hanya menatap keluar jendela apartemennya yang kecil, melihat kendaraan berlalu lalang di jalanan. Pikirannya berputar-putar, mencoba mencari cara untuk membebaskan dirinya dari rasa malu dan penghinaan yang ia terima.

Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Nama yang muncul di layar membuatnya tertegun. Reza, cinta pertamanya, yang terakhir kali ia temui lima tahun lalu. Aruna ragu sejenak sebelum akhirnya menjawab telepon itu.

"Aruna," suara Reza terdengar berat namun hangat di ujung telepon. "Aku dengar apa yang terjadi. Kamu baik-baik saja?"

"Bagaimana kamu tahu?" Aruna bertanya, meskipun nada suaranya lelah dan datar.

"Berita seperti itu cepat menyebar, apalagi di lingkaran bisnis. Aku menyesal mengetahuinya dari orang lain, bukan darimu."

Aruna menghela napas panjang. "Kalau kamu menelepon hanya untuk merasa kasihan padaku, Reza, aku tidak membutuhkannya."

"Bukan itu," jawab Reza tegas. "Aku ingin bertemu denganmu. Ada hal penting yang harus kita bicarakan."

"Apa itu tidak bisa dibicarakan di telepon?" Aruna bertanya, sedikit skeptis.

"Tidak. Ini terlalu penting."

Dua jam kemudian, Aruna mendapati dirinya duduk di dalam sebuah restoran bintang lima yang terasa jauh lebih megah dibandingkan restoran tempat ia dihina beberapa malam sebelumnya. Reza duduk di hadapannya, mengenakan setelan jas hitam yang sempurna melekat di tubuhnya. Ia tampak lebih dewasa, lebih berwibawa, namun tatapan matanya masih sama-hangat dan penuh perhatian.

"Terima kasih sudah datang," kata Reza, tersenyum kecil.

Aruna mengangkat bahu. "Aku tidak tahu kenapa aku setuju, tapi aku di sini. Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?"

Reza memperhatikan wajah Aruna dengan saksama. "Aruna, aku tahu kamu sedang terluka. Tapi aku ingin memberikanmu kesempatan untuk bangkit. Aku ingin kita menikah."

Mata Aruna membelalak. Kata-kata itu tidak ia duga sama sekali. "Apa? Ini semacam lelucon?"

"Tidak," Reza menjawab dengan serius. "Aku tahu ini terdengar tiba-tiba, tapi dengarkan aku. Kita pernah mencintai satu sama lain dulu. Aku tidak pernah berhenti memikirkanmu sejak saat itu. Dan sekarang, aku ingin memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi."

Aruna memandangnya dengan penuh kecurigaan. "Ini tentang balas dendam, kan? Kamu tahu apa yang Adrian dan keluarganya lakukan padaku, dan kamu ingin memanfaatkan situasi ini untuk mempermalukan mereka."

Reza menggeleng. "Tidak, ini bukan tentang mereka. Ini tentang kita. Aku tidak peduli dengan Adrian atau keluarganya. Aku hanya peduli padamu."

Aruna tertawa kecil, penuh kepahitan. "Reza, kamu tidak mengerti. Hidupku hancur sekarang. Tidak ada yang akan melihatku sebagai apa pun selain wanita yang ditolak di depan umum."

"Itulah mengapa aku ada di sini," kata Reza sambil bersandar sedikit ke depan. "Aku ingin membantumu membuktikan pada dunia bahwa kamu lebih dari itu. Bersamaku, kamu bisa bangkit dan menunjukkan pada mereka bahwa kamu tidak bisa diremehkan."

Aruna terdiam. Kata-kata Reza menyentuh hatinya, tetapi ia tidak yakin apakah itu cukup untuk mengobati luka yang ia rasakan.

"Kenapa sekarang?" tanyanya akhirnya. "Kenapa tidak lima tahun lalu, ketika aku membutuhkanmu?"

Reza terdiam sejenak, menatap meja sebelum akhirnya kembali menatap Aruna. "Karena aku pengecut. Aku tidak cukup berani untuk memperjuangkanmu waktu itu. Tapi aku tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi."

Air mata mulai menggenang di mata Aruna, tetapi ia menahannya. "Reza, aku butuh waktu untuk memikirkan ini."

"Aku akan menunggu," kata Reza dengan senyum kecil. "Berapa lama pun yang kamu butuhkan."

Malam itu, Aruna pulang dengan perasaan campur aduk. Tawaran Reza terus terngiang di kepalanya. Ia tahu ini adalah kesempatan untuk membuktikan pada Adrian dan keluarganya bahwa ia tidak selemah yang mereka pikirkan. Tapi di sisi lain, ia takut mengambil keputusan yang didasari oleh kemarahan dan rasa sakit.

Namun, saat ia menatap pantulan dirinya di cermin, Aruna berbisik pada dirinya sendiri, "Kamu tidak boleh membiarkan mereka menang. Kamu harus bangkit."

Di dalam hatinya, perlahan mulai tumbuh tekad baru. Jika ia harus menikahi Reza untuk membuktikan sesuatu pada dunia, maka ia akan melakukannya-bukan karena dendam, tetapi karena ia pantas mendapatkan kebahagiaan yang lebih baik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional
8.6
Pernikahan aliansi di kalangan elite memiliki aturan unik: suami boleh memiliki kekasih asal memberi kompensasi setara kepada istri sah. Dean Ramosh memegang teguh prinsip ini dengan memberi Calista Syahrina nafkah seratus kali lipat dari selingkuhannya, bahkan setelah keluarga Calista bangkrut. Saat sang kekasih mendapat rumah murah, Calista dihadiahi Vila Northcoast No. 1 yang mewah. Di tengah desakan sosial agar ia bersyukur, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menjadi istri keempat Tuan Thakur, seorang tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah kontrak drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup kecuali maut memisahkan atau sang suami sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
8.2
Setelah menuntaskan dendam terhadap mantan kekasih dan sahabatnya yang berkhianat, nasib Diva Gantari justru berbelok arah. Akibat salah memasuki toilet pria, ia tidak sengaja bertemu dengan Elvan Sabil. Elvan, yang ternyata merupakan CEO dari salah satu perusahaan multinasional terbesar di ibu kota, membantu Diva meloloskan diri dari kekacauan. Namun, pertolongan itu tidak gratis. Elvan segera menuntut balas budi yang tak terduga: Diva harus bersedia menjadi tunangannya.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
9.2
Lima tahun lamanya Vanessa mengabdi dan mencintai Clayton dengan sepenuh hati. Namun, ketulusan itu diuji saat Clayton dengan santai melempar tas Vanessa ke bendungan dan menantangnya melompat demi mendapatkan status hubungan. Tanpa ragu, Vanessa benar-benar terjun ke air, memicu kepanikan dalam diri Clayton. Saat kembali ke darat dengan paha bersimbah darah, Vanessa hanya menggenggam sebuah gelang pemberian Clayton yang kini telah patah, menandai luka mendalam di hati dan fisiknya.
Sampul Novel Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif
7.8
Akibat salah masuk tenda saat acara kantor dalam kondisi mabuk, Liana tidak sengaja tidur dengan atasannya. Panik setelah terbangun, ia langsung kabur dan berusaha bersikap ekstra hati-hati di tempat kerja demi menjaga rahasia itu. Namun, dua bulan kemudian Liana justru mendapati dirinya hamil. Saat ia berniat melarikan diri lagi, sang CEO Perusahaan Barka langsung memblokir bandara dan menyudutkannya di dalam lift untuk meminta pertanggungjawaban atas calon anaknya.
Sampul Novel Obsesi dan Cinta
8.8
Lifah Putri Sanjaya, putri konglomerat yang sempat merahasiakan jati dirinya, kini menjalani hubungan harmonis dengan tunangannya, Bara Wicaksono. Namun, ketenangan hidup Lifah terusik saat ia mulai bekerja di perusahaan baru. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anggara Prampayoga, sosok masa lalu yang pernah ia coba lupakan selamanya. Terjebak dalam satu tim kerja, Lifah kini bimbang antara kenangan lama atau kesetiaan pada cinta barunya.