Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Terhimpit Rahasia

Pernikahan Terhimpit Rahasia

Setengah tahun menikah, Rowena harus menghadapi dinginnya sikap Cassian yang baru pulang bertugas. Tanpa keintiman maupun kasih sayang, hidupnya kian menderita akibat pengkhianatan dan ancaman dari iparnya. Saat mencoba mencari ketenangan, ia justru menyelamatkan seorang wanita tua di tepi jurang. Namun, ucapan misterius wanita itu menyeret Rowena ke dalam pusaran rahasia gelap yang jauh lebih mengerikan dan berbahaya daripada keretakan rumah tangganya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi datang dengan kabut tipis yang menggantung di atas kota, menambah kesuraman di dalam rumah besar milik keluarga Aldric. Rowena terbangun di kamarnya yang sepi, merasakan tekanan yang berat di dadanya, seolah-olah ada beban yang tak pernah bisa dilepaskan. Tidur malamnya tidak memberikan kedamaian, hanya mimpi buruk yang tak henti-hentinya mengguncang hatinya, dan bayangan wajah wanita tua itu terus menghantui pikirannya.

Cassian, suaminya, masih belum menunjukkan tanda-tanda perhatiannya, meskipun sudah hampir seminggu sejak insiden itu. Rowena mengira dia akan kembali ke rumah dengan sedikit rasa penyesalan atau pengakuan, tetapi yang ada malah sikap dingin yang sama, seperti dia tidak pernah meninggalkan rumah selama enam bulan.

Hari itu, Rowena merasa seperti hidup di dunia paralel-semua yang ada di sekitarnya terasa jauh, seolah tidak nyata. Ruang makan besar yang biasanya dipenuhi dengan kegembiraan kini hanya terasa kosong. Setiap sudut rumah yang dulu tampak megah dan indah, sekarang hanya menjadi tempat yang mengingatkannya pada segala sesuatu yang hilang, pada kebohongan yang terus menerus disembunyikan.

Ketika ia duduk di meja makan, Eleanor muncul dari pintu besar dengan senyum sinis yang sudah sangat familiar. Tanpa memberi salam, ia duduk di seberang Rowena, memperhatikan wanita muda itu dengan tatapan penuh kepuasan.

"Semalam, aku mendengar percakapan yang menarik," kata Eleanor dengan suara datar, seolah-olah baru saja mengungkapkan rahasia besar. "Sepertinya, kau benar-benar percaya bahwa Cassian akan berubah, ya?"

Rowena menatapnya dengan mata penuh kebingungan dan kesedihan. "Aku tidak mengerti apa maksudmu," ujarnya perlahan, suaranya hampir pecah.

Eleanor tertawa dingin, menyandarkan punggungnya pada kursi, seolah memandang Rowena dengan rasa superior. "Oh, aku tahu kau tidak mengerti. Tapi itu yang selalu terjadi pada orang-orang seperti kau. Kalian terlalu naif untuk melihat kenyataan. Cassian tidak peduli padamu, Rowena. Keluarga Aldric tidak peduli padamu. Kau hanyalah pion dalam permainan ini."

Kata-kata itu kembali menghantamnya seperti pukulan bertubi-tubi. Rowena merasa seolah-olah seluruh tubuhnya menjadi kaku, tidak bisa bergerak. "Jadi... ini semua hanya permainan untuk kalian?"

Eleanor mengangkat bahu, tampak santai meskipun kata-katanya menusuk. "Tentu saja. Keluarga ini tidak punya tempat untuk kelemahan. Semua ini sudah direncanakan sejak lama. Kau hanya bagian dari strategi yang lebih besar, Rowena."

Hati Rowena terasa sesak, namun ia berusaha menahan emosinya. "Aku tidak percaya itu. Jika aku benar-benar hanya pion, kenapa kau tidak saja memberitahuku sejak awal?"

Eleanor hanya tersenyum penuh kemenangan. "Oh, Rowena, kau begitu pintar, bukan? Itu sebabnya kau dipilih untuk ini. Keluarga Aldric membutuhkan pengorbanan, dan kau adalah pengorbanannya. Cassian tidak pernah mencintaimu, dan dia tidak akan pernah mencintaimu. Kamu... hanya alat untuk menjaga keseimbangan keluarga ini."

Rowena ingin membantah, ingin menunjukkan bahwa semuanya tidak seperti yang dikatakan Eleanor. Tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang tahu bahwa kata-kata itu-walaupun penuh kebencian-mungkin benar.

Sakit itu datang begitu dalam, seolah-olah seluruh dunia runtuh di sekitarnya.

Namun, sebelum dia bisa meresapi kenyataan yang menyakitkan itu lebih jauh, langkah cepat terdengar di luar ruang makan. Pintu terbuka dengan keras, dan Cassian muncul di ambang pintu, wajahnya datar seperti biasa, namun ada kilatan kelelahan di matanya.

"Rowena, kita perlu berbicara," katanya, suaranya rendah namun tegas.

Rowena menatapnya, hatinya bergejolak antara marah dan bingung. "Tentang apa?" jawabnya, mencoba menahan suaranya agar tetap stabil.

"Ikuti aku." Cassian berbalik tanpa menunggu jawabannya, berjalan dengan langkah panjang menuju ruang kerja yang terletak di ujung rumah. Rowena menatap Eleanor sekali lagi, dan wanita itu hanya mengangkat alis dengan senyum tipis, seolah menikmati ketegangan yang tercipta.

Rowena mengikuti suaminya dengan langkah berat, setiap langkah yang diambil terasa lebih berat dari yang terakhir. Ketika mereka masuk ke ruang kerja, Cassian menutup pintu dengan cepat dan berbalik untuk menatapnya.

"Ini bukan waktu yang mudah untuk kita berdua," kata Cassian, suaranya agak lebih lembut dari sebelumnya. "Tapi aku tidak bisa terus hidup dalam kebohongan."

Rowena mengernyit, tidak mengerti. "Kebohongan? Apa yang kau maksudkan?"

Cassian menarik napas dalam-dalam, lalu duduk di kursi besar yang terletak di dekat meja. "Aku... aku tahu semuanya, Rowena. Tentang wanita tua itu. Tentang apa yang sebenarnya terjadi."

Jantung Rowena hampir berhenti berdetak. "Apa yang kau katakan?"

Cassian menatapnya dengan tatapan yang lebih serius, lebih tajam dari sebelumnya. "Aku tahu kau bertemu dengannya. Dan aku tahu apa yang dia katakan padamu."

Rowena terdiam, mulutnya terasa kering. "Apa yang sebenarnya kau ketahui, Cassian?"

"Apa yang kau dengar darinya... itu bukan kebetulan. Itu bukan hanya omong kosong. Keluarga kita-keluarga Aldric-selalu memiliki rahasia besar, Rowena. Dan kau baru saja terjebak di dalamnya."

Tubuh Rowena terasa lemas. "Apa maksudmu? Apakah kau juga terlibat dalam ini?"

Cassian menatapnya dengan mata yang tampak kosong, tapi dalam pandangan itu ada sesuatu yang sulit diungkapkan-sesuatu yang mendalam, yang Rowena belum bisa mengerti sepenuhnya. "Aku tidak bisa mengatakan lebih banyak sekarang, tapi yang pasti... hidup kita tidak akan pernah sama lagi."

Rowena merasa dunia berputar, dan dia hampir terjatuh jika tidak berpikir cepat. "Aku ingin tahu segalanya, Cassian. Jangan terus sembunyikan aku."

Cassian menatapnya, dan dalam sekejap itu, Rowena bisa melihat pergolakan dalam diri suaminya. Sesuatu yang berat, yang mungkin tidak akan pernah bisa dia lepaskan. Namun dia tetap diam, dan di dalam diamnya, Rowena tahu jawaban itu tidak akan datang dengan mudah.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aisyah (Kisah Pilu Gadis tak Beribu)
8.7
Kehidupan Aisyah mendadak goyah setelah kepergian ibunya dan sikap acuh tak acuh sang ayah. Sebagai gadis piatu, ia harus berjuang sendirian demi meraih cita-cita di tengah kesulitan ekonomi serta kurangnya kasih sayang keluarga. Sebuah pesan penguat dari buku harian peninggalan almarhumah ibunya menjadi lentera bagi Aisyah untuk terus bertahan. Ia percaya bahwa badai pasti berlalu. Simaklah kisah haru perjuangan Aisyah dalam menjemput kebahagiaannya.
Sampul Novel Aku Miskin, tapi Bohong
8.2
Maya adalah pewaris kaya yang memilih menyembunyikan identitas aslinya, namun ia justru mendapat perlakuan kejam dari mertua dan suaminya sendiri. Dirga, sang suami yang dahulu memohon untuk menikahinya, ternyata hanya mengincar harta tabungan Maya dan meremehkannya. Meski menderita, Maya terpaksa bertahan demi melindungi sosok yang ia cintai. Akankah ia mampu melepaskan diri dari belenggu keluarga Dirga, atau selamanya terjebak menjadi budak mereka?
Sampul Novel Boy and Secret
9.2
Kenzo dan Alesha terjebak dalam pernikahan paksa akibat tuntutan orang tua. Hubungan tanpa cinta ini menjadi semakin rumit karena mereka harus menyembunyikan status tersebut dari publik. Situasi kian pelik saat Alesha hamil, memicu ketakutan luar biasa dalam dirinya. Meski penuh tekanan dan lika-liku, keduanya berupaya membangun komitmen di tengah badai emosi. Inilah perjalanan sulit mereka dalam menghadapi rahasia besar serta tanggung jawab yang tak terduga.
Sampul Novel Cinta Dalam Perjodohan
9.4
Sayyidah terjebak dalam pernikahan paksa akibat perjodohan orang tuanya. Ia merasa tidak memiliki ketertarikan pada Abbas, sosok suami yang dianggap jauh dari kriteria impiannya. Abbas hanyalah pria yatim piatu yang pendiam, berpenampilan sederhana dengan gamis, serta memiliki kondisi ekonomi menengah yang biasa saja. Di tengah ketidakcocokan tersebut, mampukah benih cinta tumbuh di hati Sayyidah untuk Abbas? Ikuti perjalanan emosional mereka dalam menghadapi ikatan ini.
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Sang Ipar
9.2
Di bawah guyuran hujan, Aris terjebak dalam pusaran gairah bersama wanita lain. Kepergian Wilona dimanfaatkan sepenuhnya oleh Flo untuk menjerat pria yang selama ini ia puja secara rahasia. Hasrat yang telah lama terpendam kini meluap, memicu perselingkuhan panas yang penuh risiko. Namun, cinta ini adalah sebuah pengkhianatan besar yang terlarang, sebab Aris merupakan kakak iparnya sendiri. Flo nekat mengejar ambisinya demi memiliki Aris seutuhnya.