
Pernikahan tanpa cinta.
Bab 3
Masuklah kesemester akhir sekolah,
Ujian nasional dimulai dengan hikmat dan tertib, para murid dipaksa berfikir keras untuk mendapatkan nilai terbaik, Intan mengisi soal-soal yg dirasa cukup rumit dengan susah payahnya. namun dirinya tetap mengisi semua soal tanpa melihat contekan sedikitpun.
Pengawas sudah berkeliaran, mengitari para murid supaya tidak ada celah untuk aktifitas contek mencontek. tak lama kemudian bell sekolah berbunyi. tanda waktu pengisian soal sudah habis seluruh murid mengumpulkan kertas ujian yg telah diisi dimeja guru.
Setelah itu. Intan dan yang lainnya keluar dari kelas untuk istrahat dikantin. didalam kantin lumayan ngantri karena jam istirahat seperti ini banyak para murid yang jajan dikantin.
Setelah selesai memesan makanan. Intan duduk dikantin sambil menunggu minuman dingin dan makanannya datang, tak lama kemudian datanglah pesanan mereka, mie ayam bakso dan es teh penghilang dahaga.
Diwaktu siang hari seperti ini. cuacanya lumayan panas sekali, mereka bercerita satu sama lain sambil menyantap pesanan,
"Ika gimana tadi soal ujiannya diisi semua enggak?" tanyanya kepada ika.
"Diisi sih hanya ada yg agak susah ya soal nomer 9!." jawab Ika.
"Iya sih aku juga ngasal tuh ngisi nya,soal nya aku juga gak tau jawaban nya." timpal Intan padanya.
"Iya lagian ada-ada aja pertanyaan nya, masa pertanyaannya, siapa President zimbagwe, ya jelas aku tidak tau lah Tan, orang negara nya saja aku tidak tahu," ujar Ika dengan ketawa kecilnya.
"Ha.... Ha.... iya ya. untung bukan esay ya ka,"
Setelah selesai bercerita dengan Ika. Intan beranjak menuju kelas, untuk menunggu waktu kelas kedua ujian.
Tak lama kemudia bu guru pun tiba diiringi dengan bell sekolah pertanda waktu ujian akan segera di mulai.
Lalu buguru membagikan kertas ujian selanjutnya, ujian kali ini adalah MATEMATIKA. hal yg paling menyebalkan dengan penuh rumus-rumus pastinya, Intan berusaha memahami terlebih dahulu soal-soal ujian tersebut Sambil mengisi biodata di lembar jawaban,
Berlanjutlah mengisi soal dengan penuh perhitungan yg pasti dan tepat, singkat cerita selesailah mengisi soal dan tak lama dari itu bell sekolah berbunyi kembali seiring pengawas menyuruh para murid untuk mengumpulkan tugas yang sudah mereka isi,
Setelah itu Intan pulang dengan wajah lelahnya karena isi otak telah dikuras habis dengan berfikir berhitung matematika. Pulanglah Intan, kebetulan jalanan macet, pada waktu itu mana panas lagi, Intan minum sejenak dilampu merah karena terasa kering kerongkongannya, lalu lampu merah pun tak lama kemudian menjadi berwarna hijau.
Intan melanjutkan kembali perjalanannya, Sesampainya di rumah. Intan langsung membukakan pintu pagar rumah terlebih dahulu. karena nampaknya Mama sedang memasak didapur,
Baru saja hendak merebahkan badannya di atas tempat tidurnya. Tiba-tiba ada Notif dari Rendi.
"Siang Intan apa kabar?. gimana ujian nya hari ini?." tanya Rendy lewat chatnya.
"Siang juga Ren,ya lumayan sulit dan lumayan menguras otaku," Balasnya.
"Hmmm iya yah, Matematika memeng agak sulit. kayak kamu!." Balasnya menyindir.
"Lah kok aku sih"
"Iya kamu terlalu banyak rumus. karena terlalu sulit memahami karakteristik kamu, tapi aku tetap berjuang kok untuk selalu sayang dan cinta sama kamu Tan" goda Rendy kepada Intan.
"Akh gak cinta juga gak apa-apa kok!." Jawabnya ketus.
"Ehhhhh kok gitu sih jawabnya!." balas Rendi masam.
"Sudah yah aku mau istrahat, capek banget nih badan" balas Intan tanpa memikirkan perasaannya Rendi saat itu.
"Ya sudah selamat istrahat yah sayang." balas Rendy penuh cinta dengan emot lebay-nya.
"Iya" Jawabnya singkat.
Intan lanjut tidur siang, kurang dari dua jam, Intan sudah kembali bangun dan melihat jam. sudah menunjukan pukul stengah 5 sore, Intan lanjutin nonton Drakor takut ketinggalan episode yang telah lama Ia ikuti ceritanya,
Jam 6 sore papa pulang barang bawaannya. minuman BOBBA+BURGER, langsung Ia makan dengan lahapnya, karena sedari tadi belum sempat makan terlebih dahulu sepulang sekolah, Papa menanyakan perihal ujian disekolahannya tadi.
"Bagaimana ujiannya Nak mudah kan!? " tanya Papa dengan Elusan hangat dikepala putri kesayangannya.
"Ya lumayan sulit Pah. amun Aku bisa mengerjakan semua soal dengan fikiran yang tenang Pah, semoga nilainya besar Pah. supaya dapat beasiswa untuk kuliah diluar Negeri Pah."
"AMINNNNNNN Anakku, Do'a Papah selalu menyertai anak tunggalnya papah yg cantik ini." puji Papa kepadanmya.
Ia kembali naik kelantai atas untuk masuk kembali kekamar dengan membawa BOBBA+BURGER yg Papa bawa tadi, Berniat lanjutin nonton film drakornya.
Beberapa hari kemudian Intan medapatkan berita kelulusannya setelah selesai mengikuti UN, dirinya mendapatkan nilai terbaik dikelasanya. Dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di BELANDA,
Perasaan Bahagia bercampur haru kian dirasakan oleh Intan, karena dirinya harus rela jauh dari kedua orang tuanya.
Intan merayakan kelulusannya dengan makan di caffe bersama Ika, Mereka menghabiskan waktu pada hari itu dengan riang gembira.karena tak lama lagi Intan harus berangkat kebelanda. setelah puas bercengkrama, Intan mengantarkan Ika pulang terlebih dahulu. Intan langsung memberitahukan semuanya kepada kedua orangtuanya.
"Mah. papah mana?." Tanya Intan dengan senyum lebarnya.
"Belum pulang kayaknya." Jawab Mama singkat.
"Mah aku Lulus dan mendapatkan nilai terbaik disekolah, Intan mendapatkan beasiswa untuk kuliah dibelanda. "
"Alhamdulilah kamu dapat nilai terbaik in, tapi kenapa harus ke luar negri in?."
"Iya mah karena sekolahan disana hanya menerima 10 orang terbaik di sekolah, jadi aku terpilih untuk kuliah disana."
"Yasudah nanti obrolin langsung saja dengan papamu, biarkan papa yg memberikan keputusannya."
" Iya mah" jawabnya.
Intan lanjut mandi dan menunggu kedatangan papahnya pulang kerja dari tokonya. tak lama kemudian Papa pun datang dan memasuki kamarku bersamaan dengan Mama.
"Nak kamu lulus?." tanya papah sambil mengelus pundak Intan.
"Iya pah aku lulus dan mendapatkan nilai terbaik di sekolah, dan Intan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di belanda pah." jawabnya.
"Iya Nak tadi Mamah juga sudah menceritakan semuanya kepada Papah, terus apakah kamu sudah siap menuntut ilmu pengetahuan kamu sampai ke negeri belanda nak?." tanya papah dengan nada sendunya seakan-akan tak merelakan kepergian Intan.
"Kalau Intan diizinkan Papa dan Mama, Aku akan berangkat pah, karena aku ingin mengejar cita-citaku disana pah." uTimpal Intan
"Yasudah besok Papah kesekolahan kamu dan membicarakannya langsung dengan kepala sekolah." ucap Papa Zay.
"Iya pah" jawabnya singkat.
Keesokan harinya Papa kesekolah untuk mengurus semuanya, sekalian mengambil raport dengan persetujuan atas keberangkatan Intan kebelanda.
Beberapa hari kemudian Mama dan Papa pergi ke mall untuk berbelanja perlengkapan Intan di belanda. selsai berbelanja kami pun pulang dan lanjut packing semuanya di kopper. ada dua kopper yg akan Intan bawa.
***
Beberapa hari kemudian tibalah keberangkatan Intan kebelanda, Papa dan Mama ikut mengantarkanku kebandara soeta jakarta, setiba dijakarta aku langsung menunggu pesawat menuju belanda. Intan berpamitan kepada Papa untuk menuju lobby,
Intan berangkat dengan perasaan haru karena harus meninggalkan kedua orang tuanya di Makssar hanya berdua, Namun Papa berkata akan menyuruh keponakannya untuk tinggal bersama. karna tempat sekolahnya dekat dengan rumah Intan dibandingkan rumahnya.
Perjalanan ke belanda lumayan lama dan sempet transit berganti pesawat, Setelah lama dipesawat, akhirnya Intan tiba dibelanda, sesampainya Intan dibelanda, dirinya seolah takjub dengan suasana ditempat tersebut, hanya dalam waktu beberapa hari saja, Intan sudah bisa mendapatkan teman dekat disana.
Anda Mungkin Juga Suka





