Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Rampasan

Pernikahan Rampasan

Demi membalas kematian ibunya, Sally Esteban berniat merebut kembali tunangannya dari sang adik tiri. Namun, ia salah sasaran dan malah menggoda Glenn, adik mantan tunangannya yang dingin. Meski Sally mencoba menjauh, Glenn justru mengejarnya hingga mereka terikat dalam pernikahan keluarga Ston. Kehadiran mantan kekasih Glenn, Kayla, menguji kesetiaan pria itu. Akibat keraguan Glenn, Sally memilih bercerai. Kini, Glenn harus berjuang mempertahankan istri yang merasa tak dicintai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 02. Penghinaan 

Wanita tua yang menghardiknya adalah bu Santi istri kedua dari ayahnya. Sedangkan wanita yang berdiri bersama mantan tunangannya tidak lain adalah Helena anak dari bu Santi. Sally dan Helena memiliki tanggal kelahiran yang sama, namun yang membedakan mereka adalah lahir dari rahim yang berbeda, tapi memiliki ayah yang sama. 

Sally kehilangan ibunya pada saat dia berusia enam tahun, pada saat itu ibunya sedang mengandung anak kedua. Anak dara yang polos mengetahui ibunya bunuh diri tanpa alasan yang jelas membuat dia trauma. Apalagi dia kehilangan adiknya sebelum melihat dunia. 

Dari sinilah kehidupannya mulai hancur, saat ayahnya membawa seorang wanita serta anak yang seusianya memasuki kediaman Esteban. Terlebih lagi Caesar selaku ayahnya, menempatkan Helena sebagai pewaris lalu mengganti identitas Sally sebagai anak yatim piatu yang diadopsi oleh keluarga Esteban. 

Sehingga menggiring publik untuk memberikan dukungan penuh pada perusahaan milik almarhum kakeknya, yang kini berpindah tangan ke ayahnya. Sally mengetahui kebenaran tersebut pada saat dia berusia tujuh belas tahun. 

Meskipun dia tahu, itu tidak akan pernah mengubah apapun, dia akan tetap menjadi anak yatim piatu yang diadopsi oleh keluarganya. Pertunangan yang terjalin antara David Albert Ston putra kedua pemilik perusahaan GT Elektronik adalah perjanjian turun temurun dari mendiang Aryan Esteban, kakeknya sendiri. 

"Berani sekali kamu membangkang ucapanku! Seharusnya kamu berterima kasih padaku karena telah membesarkanmu," ucapnya dengan kesal menatap anak tirinya.

"Hehe … membesarkanku? Apa mau ku ingatkan apa yang telah kamu lakukan padaku saat kecil?!" bisiknya mendekati bu Santi dengan dingin. Membuat nyalinya menciut melihat wanita yang pernah ia racuni kini menggigit. 

"Bu, biarkan saja wanita kotor ini. Dia tidak pantas berbicara dengan kita," sergah Helena tiba-tiba saja mendekat. 

Bu Santi kembali tersenyum licik menatap anak tiri yang sangat dibencinya. 

"Sebentar lagi, kamu akan aku keluarkan dari rumah ini. Jadi bersiaplah?!" ancamnya menatap Sally. 

Mereka berdua pergi meninggalkan Sally, kemudian berkumpul kembali dengan keluarga Ston. 

Sally menghela napas panjang, seolah-olah dia sedang berada di medan perang. Dia melangkah menuju kamar kemudian merebahkan tubuhnya, lalu menatap visual ibunya di atas nakas. 

Dia meraih bingkai tersebut dan memeluk erat visual itu, "Bu, aku ingin bersamamu. Jika Tuhan masih mengasihiku, aku ingin dia membawaku berkumpul bersamamu," ucapnya dengan sendu diiringi butiran kristal yang membasahi pelupuk matanya. 

Sally kembali larut dalam kesendirian, memunculkan fragmen masa lalu, dikala bermanja tawa tanpa beban bersama mendiang ibunya. Tangisnya membuktikan kerinduan yang tiada tara. 

Perasaan sakit ditinggalkan dua kali seolah menutup pintu hatinya mempercayai cinta. Dia beranggapan Tuhan tak adil karena telah merenggut orang-orang yang dia sayangi. 

Tak terasa hari mulai sore, Sally yang sejak tadi pulang dari rumah pria asing tersebut, lalu menghadapi ibu tirinya serta adiknya, membuat dirinya enggan untuk makan siang. Sampai menjelang sore dia tak sedikit pun beranjak dari kamarnya. 

Tidak lama kemudian dia pun bangun dari ranjang menuju kamar mandi, dengan niat ingin membersihkan tubuhnya. Sejak tadi dia enggan membersihkan diri. 

Setelah selesai mandi, dia kembali meraih ponsel yang tengah dicas, lalu membuka kamera dan memfoto dirinya kemudian mempostingnya di dunia maya. 

Tak butuh waktu lama, postingan tersebut kini dibanjiri komentar serta pujian akan kecantikannya, terlihat seulas senyum kepuasan pada dirinya. 

Sally melempar ponsel itu dengan pelan. Terlihat membosankan karena agenda miliknya selalu kosong tanpa jadwal apa pun. Notifikasi ponsel tersebut terus berbunyi mengganggu indra pendengarannya. 

Dia pun meraih kembali ponsel tersebut, dengan niat mensenyapkan pesan yang masuk. Namun siapa sangka yang memenuhi pesan dari ponselnya tidak lain adalah temannya. 

Pesan : "Hay, Sally sayang ku yang imut. Apa nanti malam kamu punya waktu? Aku ingin bertemu denganmu, untuk menyelesaikan liburan musim panas di Jepang."

"Baiklah, kita akan bertemu di kafe seperti biasa. Jadi tunggu aku. See you." Balesnya dengan antusias. 

Agenda yang biasa kosong kini terisi kembali oleh temanya. Dia pun bergegas mencari pakain kasual. Lalu memoles bedak di pipinya. Tidak lupa memakai lip ban agar bibir terlihat manis. 

Dia pun bergegas menuruni anak tangga dengan hati yang cukup gembira, dan mendapati ibu tirinya sedang duduk menikmati secangkir kopi. Sally berusaha menghindar, bu Santi dengan cepat menyadarinya. 

"Mau kemana kamu?" tanyanya sedikit ketus. 

"Ketemu teman," jawabnya. 

"Alah alasan, pasti kamu mau jual dirikan?!" tuduh bu Santi tanpa bukti.

Sally menghela napas, melewati ibunya tanpa menyanggah tuduhan kotor tersebut, membuat bu Santi merasa geram. Dia pun menarik kasar lengan Sally. 

"Hey! Kalau orang tua ngomong, dijawab bukan malah pergi. Kamu punya etika nggak sih? Ops! Kamu 'kan anak liar, nggak jauh beda sama ibumu?!" herdiknya menyulut emosinya. 

Dia pun menepis kasar tangan ibunya, lalu menatapnya dengan tajam. Sally tidak terima jika ibunya disamakan dengan pelacur. 

"Apa anda tidak mengaca? Apa selama ini anda berpikir saya tidak tahu yang pelacur itu putri anda, dan anda sendiri sama seperti dia. Jadi jangan pernah menyamakan ibu saya dengan pelacur?!" tegasnya. Membuat nyali bu Santi menciut. 

Meskipun Sally tau sejak kecil identitasnya dicuri, dia tetap tak ingin memberitahukan atau komplen tentang kenapa semua miliknya harus diberikan pada Helena. 

Mendengar ucapan Sally bu Santi kembali mewaspadainya. Dia kembali menargetkan Sally sebagai ancaman. 

"Tidak mungkin dia tahu sesuatu!" batinya, menatap jauh wanita yang berani melawannya. 

Setelah keluar dari kediaman Esteban, dia pun menaiki taksi yang telah di pesannya lewat aplikasi. 

"Jalan Sudirman Ahmad Yamin," ucap Sally memberitahukan lokasi yang akan dituju. 

Dia pun sampai di sebuah kafe dengan visual sawah di sekelilingnya, sejenak penglihatannya menangkap seorang gadis dengan pakaian tanktop duduk disamping jendela. 

"Hay Sally," sapanya dengan Hangat.

"Hai, juga."

Perlahan kursi kayu tersebut ia tarik, kemudian melepas tas selempangnya lalu menaruhnya di sisi kursi yang kosong. 

"Sally, kamu tau nggak. Aku itu udah rindu banget sama kamu, sejak masuk kuliah di Jepang," ujar gadis yang kerap disapa Ning-Ning. 

Ning-Ning sendiri berdomesial Jepang dan Indonesia. Dia lebih muda dari Sally. 

"Aku juga rindu sama kamu … ya mau gimana lagi, kamu masih butuh satu tahun lagi untuk kembali ke sini." Sally mengulas senyum kepahitan. 

"Ya sih … Eh. Terus gimana dengan tunangan yang kamu ceritakan itu?" tanya Ning intens. 

"Ning-Ning, aku nggak ingin membahas apapun tentang David. Jadi aku ingin melupakan semua rasa kecewa yang ditinggalkan pria itu padaku," ucap Sally sendu, terlihat rasa tidak nyaman dari wajahnya. 

Ning-Ning pun menghentikan pertanyaan itu, dengan menceritakan keseruannya di Jepang. Sampai sepasang mata yang sedari tadi duduk di belakangnya menghampiri mereka berdua. 

"Hai, boleh aku duduk disampingmu nona manis." Tegur seorang pria pada dua wanita yang tengah duduk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat
9.5
Dua tahun setelah melarikan diri ke luar negeri akibat cinta satu malam dengan pria yang dikira model bar, Yasmin Tanoto kembali ke Kota Imperial. Siapa sangka, pria tersebut adalah Daniel Guntur, penguasa mutlak kota sekaligus anak tiri tantenya sendiri. Tanpa sepengetahuan Daniel, Yasmin telah melahirkan anak kembar tiga mereka. Saat rahasia ini mulai terkuak melalui pertemuan tak terduga anak perempuannya dengan sang miliarder dingin, takdir mereka pun berubah sepenuhnya.
Sampul Novel COMPLICATED LOVE
9.2
Dunia ini tidak pernah adil. Perbedaan kasta dan harta membuat kesenjangan sosial kian nyata, memaksa mereka yang miskin berjuang lebih keras hanya demi setitik harapan. Di tengah kerasnya takdir, Sean yang sombong menuntut Mira bersujud di kakinya demi sebuah pengampunan. Namun, hubungan mereka perlahan berubah menjadi ketergantungan yang rumit. Seperti angin yang menggerakkan kincir, Mira menjadi sosok krusial yang menentukan arah hidup Sean di masa depan.
Sampul Novel Gairah Cinta
9.6
Billie dikenal sebagai sosok pria yang memiliki kehidupan harmonis dan terlihat sempurna. Namun, di balik itu semua, ia justru merasa hampa. Ia terus terbayang masa lalu yang liar dan penuh gairah bersama para mantan kekasihnya. Saat Celine mendadak muncul kembali, Billie terjebak dalam dilema besar. Ia harus memilih antara menjaga kestabilan hidupnya saat ini atau mengejar kembali api asmara masa lalu yang tak pernah benar-benar padam dari ingatannya.
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
8.5
Perjalanan di gerbong tidur kereta menjadi ujian berat saat aroma para pekerja konstruksi membangkitkan gairah terpendam sang protagonis. Terdesak oleh hasrat yang tak tertahankan, ia terpaksa mencoba memuaskan dirinya sendiri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia ini justru ketahuan. Paman yang memergokinya segera menyingkap selimut dengan napas tertahan, lalu menawarkan diri untuk memberikan kepuasan nyata alih-alih membiarkannya menggunakan mainan.
Sampul Novel Istri Terlupakan Mr Casanova
8.1
Nasib malang menimpa Naladhira. Sesaat setelah keluar dari klinik kandungan, ia mendengar kabar bahwa suaminya, Theodore, mengalami kecelakaan hebat. Kondisi semakin pelik saat Nala harus menjaga janinnya yang bermasalah, sementara sang suami justru menderita amnesia dan melupakan eksistensinya. Kini Nala hidup bagai orang asing yang diabaikan tanpa kasih sayang. Meski duka dan air mata terus menghantam pernikahannya, Nala tetap berjuang sendirian demi mempertahankan rumah tangga mereka.