Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Rampasan

Pernikahan Rampasan

Demi membalas kematian ibunya, Sally Esteban berniat merebut kembali tunangannya dari sang adik tiri. Namun, ia salah sasaran dan malah menggoda Glenn, adik mantan tunangannya yang dingin. Meski Sally mencoba menjauh, Glenn justru mengejarnya hingga mereka terikat dalam pernikahan keluarga Ston. Kehadiran mantan kekasih Glenn, Kayla, menguji kesetiaan pria itu. Akibat keraguan Glenn, Sally memilih bercerai. Kini, Glenn harus berjuang mempertahankan istri yang merasa tak dicintai.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 03. Wanita Bar

Seketika mata Sally membulat, melihat pria yang sudah duduk disebelahnya adalah orang yang sama di bar. 

"Kamu! Ngapain disini?" tanya Sally sedikit ketus.

"Nggak boleh? Inikan tempat umum," jawabnya santai. 

"Meja lain, 'kan banyak." Usirnya. 

"Aku lebih suka disini," ujarnya ringan dengan mata yang tak lepas menatap Sally. 

Sally berdehem pelan menatap pria itu dengan ekspres sedikit kagum, pria yang duduk di meja mereka terlihat tampan, dan Sally baru menyadari saat tatapan mereka saling bertautan. 

Ning-Ning yang sedari tadi mengamati tingkah dua sejoli tersebut merasa penasaran. Terlihat rasa ketertarikan antara pria yang meminta duduk pada Sally. 

"Tuan tampan, apa anda punya pacar?" tanya Ning-Ning blak-blak, 'kan. 

"Tidak," jawabnya singkat. Pria yang memiliki tatapan hangat pada Sally justru ketus padanya, seolah menunjukkan dia hanya tertarik pada teman di sebelahnya. 

"Lalu, apa kamu sedang menyukai seseorang?" tanya Ning-Ning kembali, dengan mengernyit. 

"Ning, topik seperti ini. Apa terlalu tidak sopan," sanggah Sally.

"Untuk saat ini tidak ada," jawab Glenn santai. Ning-Ning menghentikan pertanyaannya.

Sally terlihat tidak nyaman akan kehadiran sosok Glen, dia berkali-kali mengalihkan wajahnya saat mata mereka saling bertemu. 

"Berikan aku nomor ponselmu." Pintanya pada wanita itu. 

Sally melirik temanya. Permintaan tersebut justru ditolak.

"Jangan salah, aku minta nomormu bukan maksud lain. Aku meminta biaya makan dan plester yang kamu kenakan," ujarnya tersenyum semringah. 

Mendengar tagihan tak terduga tersebut membuat Sally tersentak malu. 

'Apa, aku kira dia tulus. Malah minta kompensasi.' runtuknya dalam hati, menatap geram pria tersebut. 

Setelah memberikan nomor ponsel tersebut pria itu pun pergi, dengan senyum menyebalkan. 

"Fuhh … serius ada pria perhitungan seperti dia," goda Ning-Ning yang sedari tadi tidak bisa menahan tawa. 

Melihat temanya tertawa membuatnya kesal, dia lalu menyuapi Ning-Ning kasar dengan kentang goreng yang sedari tadi mereka pesan. 

"Uhuk  … uhuk." Ning-Ning tersedak, dia pun langsung menyeruput kopi hitam miliknya. 

"Sally …  kamu hampir membuat ku tidak bisa bernafas," celetuknya sembari mencebikan bibirnya. 

Sally terkekeh-kekeh melihat temanya. Percakapan tersebut kembali mencair. Dia cukup pendengar yang baik, mendengar celetuk temannya tentang perjalanan asmaranya di Jepang. 

Sembari menikmati secangkir kopi susu serta ditemani kentang goreng. Dengan menikmati visual persawahan di tengah kafe, membuat agenda miliknya menyenangkan. 

Sejenak patah hati yang dirasakannya hilang, saat mendengar kisah cinta temannya. 

Ning-Ning berencana menghabiskan liburan musim panasnya selama seminggu di kota Batavia, dengan ditemani Sally wanita yang dikaguminya. 

Pada hari minggu, Sally bertemu kembali dengan Ning-Ning. Dia menghabiskan waktu berbelanja dan menemaninya berkeliling di daerahnya. 

Sampai mereka berdua berpapasan dengan Helena, adik tiri Sally. 

"Eh anak pungut," cibirnya. Mereka berdua menoleh kebelakang mendapati Helena dengan berapa tas belanjanya. 

"Siapa yang lu katain anak pungut," ketus Ning-Ning kesal. 

"Diem aja lu, gue ngomong sama nih anak pungut!" tegasnya, menunjuk Sally dengan dagunya. 

Sally menghela nafas pelan, seolah terbiasa menghadapi adik tirinya. Kali ini dia tidak menghindar, justru membalas didepan David. 

"Ngaca dulu, baru ngomong!" bales Sally, membuat nyali Helena seketika menciut. 

Helena yang tak terima dengan perlawanan wanita yang dibencinya. Dia menarik rambutnya. Tak terima dijambak dia pun membalasnya. Pertengkaran tersebut disaksikan para pengunjung mall. 

Ning-Ning dan David berusaha melerai mereka. Sampai petugas keamanan pun ikut melerai.

"Awas aja," ancam Helens memelototi Sally. 

David berusaha menjauhkan calon istrinya dari mantan tunangannya. Sejenak David menoleh menatap sendu wanita yang pernah dia sukai. 

"Kamu gapapa kan, Sally." Ning-Ning memperbaiki rambut Sally yang berantakan, serta memungut belanja yang berserakan. 

Dia mengangguk pelan, lalu membantu Ning-Ning mengambil tas belanjaan.

Setelah membersihkan tas belanja tersebut, Ning-Ning mengajak Sally pergi ke taman, lalu mereka berdua duduk.

"Sally, kamu tunggu disini, biar aku belikan minum."

"Um, baiklah," ucap Sally berusaha tersenyum. 

Tak butuh waktu lama, video perkelahian antara Sally dan Helena mulai menyebar. Di serati rumor buruk yang tak mengenakan. Membuat Ning-Ning bergegas menghampiri temannya. 

Kekhawatiran Ning-Ning benar, Sally telah melihat artikel dan video tersebut. Dia berusaha menahan emosi menggantinya dengan senyum. 

Sekeras apapun Sally menyembunyikan rasa sakitnya. Ning-Ning memahaminya. Dia pun memeluk Sally mencoba menenangkannya. 

Rumor tentang Sally menjual diri di bar, membuat reputasinya sebagai seorang selebgram tercoreng. 

Dunia maya sebagai pelariannya, kini dibanjiri hujatan dan kata-kata pedas dari para netizen. 

Getar ponsel membuat Sally lekas mengangkatnya. Suara tegas dan sangar membuat Sally terkejut. Dia pun segera meninggalkan Ning-Ning menuju rumah. 

Perasan was-was bercampur menjadi satu, mendengar suara sangar yang memaksanya untuk pulang. Sally tak henti-hentinya memainkan jemari-jemarinya dengan perasaan tak keruan. Perasaan tak enak kerap kali dia rasakan. 

Perjalanannya menuju rumah terasa begitu menyesakkan, seolah hal buruk sedang menantikannya. 

Tak lama kemudian dia pun sampai di kediaman Esteban. Sally menghela nafas panjang, mempersiapkan diri untuk menghadapi orang di balik pintu itu. 

Plak

Belum sempat dia melihat siapa yang berdiri di depannya, dia lebih dulu mendapatkan tamparan. 

"Dasar wanita tak tahu diri?!" pekik seorang pria paruh baya padanya. 

Dua mata tajam seperti silet menghunus tubuhnya, rasa takut menjalar seperti akar. 

Pria yang tak segan-segan memukulnya dengan kasar, tak lain adalah ayahnya sendiri. Dia marah akan video serta rumor yang beredar di dunia maya. 

"Ay-ayah ak…." suaranya terpotong kala mata itu kembali menatapnya nanar. 

"Aku membebaskanmu, bukan malah menghancurkanku?!" mekinya kembali. 

Terlihat bu Santi serta Helena, menatap Sally dengan kepuasan. Dia tersenyum seolah-olah bahagia saat Sally mendapatkan kekerasan dari ayahnya sendiri. 

"Aku tidak melakukan kesalahan apapun, aku bersumpah. Ayah!" tegasnya membela diri. 

"Tutup mulutmu, kau sama saja dengan ibumu!"

Mendengar ibunya yang sudah tiada diseret hanya karena rumor palsu tersebut membuat emosinya tersulut. 

"Ayah tidak berhak membawa nama ibu, di antara rumor palsu yang beredar!" Sally menatap ayahnya dengan mata memerah,  terlihat rasa emosi yang tak bisa ditahan. 

Pak Caesar tertawa mendengar putrinya berani melawan. "Sekarang seekor anjing yang aku besarkan, berani menggigit dan melawanku?!" tukasnya kasar. 

Mendengar dirinya disamakan dengan binatang, Sally merasakan perih hati yang tersayat-sayat saat ayah kandung tempat rumah terakhirnya mengatakan hal keji padanya. 

Wajah cantik itu tak kuasa menahan tangis, butiran bening mulai membasahi pipinya. Tamparan yang tak seberapa baginya begitu menyakitkan kala disamakan dengan hewan. 

Ayah mana yang membuat anaknya kehilangan identitas, dia begitu sabar mengetahui niat ayahnya menjadikan Helena sebagai anak sah serta pewaris. Sedangkan dirinya hanya dikenal sebagai anak adopsi keluarga Esteban. Perih memang, rasanya dia ingin mengambil sebuah belati lalu menusuk dirinya di depan ayahnya. 

"Ayah, sejauh yang ku tahu. Ibuku tidak pernah melakukan hal kotor di belakang mu, tapi kenapa di akhir hayatnya. Ayah selalu merendahkan beliau yang sudah meninggal!" teriaknya dengan penuh emosi. 

"Itu karena dia melahirkanmu! Seharusnya dia tidak bisa hamil seperti yang seharusnya," ucap pak Caesar sedikit terpancing, membuat Sally tersentak kaget.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LTZ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LTZ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat
9.5
Dua tahun setelah melarikan diri ke luar negeri akibat cinta satu malam dengan pria yang dikira model bar, Yasmin Tanoto kembali ke Kota Imperial. Siapa sangka, pria tersebut adalah Daniel Guntur, penguasa mutlak kota sekaligus anak tiri tantenya sendiri. Tanpa sepengetahuan Daniel, Yasmin telah melahirkan anak kembar tiga mereka. Saat rahasia ini mulai terkuak melalui pertemuan tak terduga anak perempuannya dengan sang miliarder dingin, takdir mereka pun berubah sepenuhnya.
Sampul Novel COMPLICATED LOVE
9.2
Dunia ini tidak pernah adil. Perbedaan kasta dan harta membuat kesenjangan sosial kian nyata, memaksa mereka yang miskin berjuang lebih keras hanya demi setitik harapan. Di tengah kerasnya takdir, Sean yang sombong menuntut Mira bersujud di kakinya demi sebuah pengampunan. Namun, hubungan mereka perlahan berubah menjadi ketergantungan yang rumit. Seperti angin yang menggerakkan kincir, Mira menjadi sosok krusial yang menentukan arah hidup Sean di masa depan.
Sampul Novel Gairah Cinta
9.6
Billie dikenal sebagai sosok pria yang memiliki kehidupan harmonis dan terlihat sempurna. Namun, di balik itu semua, ia justru merasa hampa. Ia terus terbayang masa lalu yang liar dan penuh gairah bersama para mantan kekasihnya. Saat Celine mendadak muncul kembali, Billie terjebak dalam dilema besar. Ia harus memilih antara menjaga kestabilan hidupnya saat ini atau mengejar kembali api asmara masa lalu yang tak pernah benar-benar padam dari ingatannya.
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
8.5
Perjalanan di gerbong tidur kereta menjadi ujian berat saat aroma para pekerja konstruksi membangkitkan gairah terpendam sang protagonis. Terdesak oleh hasrat yang tak tertahankan, ia terpaksa mencoba memuaskan dirinya sendiri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia ini justru ketahuan. Paman yang memergokinya segera menyingkap selimut dengan napas tertahan, lalu menawarkan diri untuk memberikan kepuasan nyata alih-alih membiarkannya menggunakan mainan.
Sampul Novel Istri Terlupakan Mr Casanova
8.1
Nasib malang menimpa Naladhira. Sesaat setelah keluar dari klinik kandungan, ia mendengar kabar bahwa suaminya, Theodore, mengalami kecelakaan hebat. Kondisi semakin pelik saat Nala harus menjaga janinnya yang bermasalah, sementara sang suami justru menderita amnesia dan melupakan eksistensinya. Kini Nala hidup bagai orang asing yang diabaikan tanpa kasih sayang. Meski duka dan air mata terus menghantam pernikahannya, Nala tetap berjuang sendirian demi mempertahankan rumah tangga mereka.