Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta

PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta

Baskara, pewaris Adiputra Group, terpaksa menghadapi perjodohan orang tuanya saat ia masih menjalin kasih dengan Viona. Ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Hanna, gadis ceria yang patuh pada keputusan ayahnya. Di tengah dilema besar, Hanna harus menerima kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita lain. Akankah pengorbanan mereka berujung pada kebahagiaan tak terduga, atau justru luka yang semakin mendalam bagi keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Masih dengan mata yang basah, Hanna terdiam memandangi wajah Baskara yang lagi-lagi hanya berjarak beberapa senti di hadapannya. Air mata memang masih mengalir dari pelupuk mata Hanna, tapi kali ini pandangannya lurus menatap Pria itu.

Sepertinya orang yang baru jadi Suaminya itu sudah sangat kesal. "Dengar, kau tidak menyukaiku, dan aku pun juga tidak menyukaimu. Kita ini hanya dijodohkan dan aku ingin kita mempunyai kesepakatan."

"Ke-Kesepakatan apa?" nada Hanna terdengar gugup ketika melihat mata Baskara yang mengintimidasi.

"Aku ingin kau menganggap pernikahan ini main-main!" Katanya tegas

"Eh?" Hanna tak mengerti, tampaknya kalimat Baskara yang barusan belum sepenuhnya terserap otaknya.

"Anggap pernikahan ini tidak pernah terjadi. Kita baru bertingkah seperti Suami-Istri jika berada di depan keluarga kita. Mengerti?" Jelasnya dengan suara yang sama seperti sebelumnya, tegas dan memaksa.

Hanna tidak bergeming, pandangannya masih lurus ke Baskara. Kemudian Baskara membenahi posisinya untuk terduduk di tepi ranjang bersama Istrinya.

"Dan satu lagi. Aku sudah mempunyai seseorang yang sangat kusayang. Orang itu adalah kekasihku." Suaranya mendadak pelan namun penuh penekanan dalam setiap katanya.

Mendengar hal itu, entah kenapa suasana berat langsung tercipta di sekitar mereka seakan tidak ada oksigen yang cukup untuk pernapasannya atau lebih tepatnya khusus untuk Hanna.

Lalu secara perlahan belahan bibir Hanna bergerak, ingin membuat sebuah kalimat pertanyaan. Tapi ketika suaranya hampir keluar, ia menggigit lidahnya sendiri.

Baskara benar. Ini hanya perjodohan Baskara tidak mencintainya, dan ia pun tidak mencintai pria yang telah menjadi Suaminya kini.

"Iya." Hanna menatap pria yang sedang duduk di sampingnya itu dengan tatapan sayu. "Siapa namanya?"

"Viona."

Hanna menghela napas panjang. Rasanya ada yang aneh dari dalam dirinya saat nama itu terucap. Benar-benar berat, dan membuat hatinya sedikit teremas.

"Namanya indah."

"Dan malam ini aku akan bersama dengannya. Kuharap kau mengerti." Ada keraguan dalam dirinya, Baskara menatap Hanna. Berusaha melihat wajahnya yang ternyata tanpa ekspresi apapun.

Hanna terdiam, benar-benar mencerna semua keadaan ini, matanya menyapu ke sekeliling. Berharap bahwa ini hanya mimpi, ia mulai menyesali keputusannya.

"Bagaimana?" desaknya lagi

Hanna mengangguk pelan dan Baskara mulai berdiri, mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas sofa kecil di dekat tempat tidur. Lalu sebelum pria bersifat dingin itu keluar dan menutup pintu, mata hitamnya nya menatap Hanna sebentar, lalu akhirnya ia benar-benar pergi.

Suasana hening tercipta sesudah kepergian Baskara. Sekarang Baskara bukan hanya menghancurkan impiannya untuk mendapatkan ciuman pertama yang lembut di hari pernikahan tapi juga kesan malam pertama baginya.

Walau sebenarnya ia juga tidak mau bercinta dengan pria itu. Lalu pandangan matanya berpindah ke sebuah foto besar yang menampangkan foto pernikahan yang terpajang di dinding. Laju pandangannya menjadi lambat sesudah ia menemukan wajah datar Baskara di sana.

Bahkan itu tidak pantas disebut foto pernikahan.

Melihat foto itu, Hanna langsung menggigit bibir bawahnya dan meremas rok pengantin yang masih ia pakai. Dan lagi-lagi Baskara menghancurkan impiannya untuk membuat keluarga kecil yang bahagia.

"Sepertinya memang tidak akan menjadi keluarga bahagia." Lirihnya. "Ini hanya perjodohan bersama orang asing, dan bahkan dia sudah memiliki kekasih."

Hanna terdiam. Ia menggigit permukaan bibir bawahnya. Sambil menarik nafas ia menjatuhkan diri ke kasur dan membenamkan seluruh wajahnya ke bantal empuk itu.

***

Hanna mencoba untuk membuka kedua matanya. Setelah pandangannya jelas, ia melihat langit-langit kamar. Tapi meskipun ia sedang melihat, kupingnyalah yang berkerja mencari suara apapun yang mungkin menandakan kepulangan seseorang.

Seseorang yang sudah ia tunggu sampai seminggu lamanya.

Setelah yakin tidak mendengar suara apa-apa, ia menghela napas pasrah dan kembali menutup kedua mata. Tapi ketika ia membalikkan badan untuk meregangkan otot, tiba-tiba saja tangannya memeluk sesuatu yang sepertinya sudah lama berada di sebelahnya.

Sontak saja kedua matanya terbuka lebar, dengan jantung yang berdetak kencang ia membenarkan posisinya menjadi terduduk.

Tapi saat mata sayu itu melihat kebenaran yang tersedia, ia menghela napas berat. Itu bantal guling. Dan hening kembali menyelimutinya.

Sambil menyelipkan poni berserta anak rambut lain ke belakang telinga, ia mengarahkan pandangannya ke pintu kamar membayangkan seberapa lama lagi ia harus menunggu Baskara kembali.

Apakah aku sebegitu merindukannya?

Ia meremas lembut selimut yang berada di pahanya, lalu ia tarik untuk menutupi tubuh yang hanya terbalut gaun tidur tipis.

Kapan kamu kembali?. Hati dan pikirannya merasa berkecamuk.

***

Suara pisau yang beradu di atas talenan memenuhi dapur tempat di mana ia sedang berdiri sendirian. Tangannya memgambil daging dan memotongnya, secara perlahan ia masukan semua bahan ke penggorengan, lalu melanjutkannya dengan memberi penyedap dan sauce.

Setelah matang, Hanna mempersiapkan semuanya di atas meja makan beserta sup yang dari tadi sudah dihangatkan. Lalu ia mengambil piring dan mengisinya dengan nasi.

Dengan pandangan tanpa ekspresi, matanya beralih ke satu lagi piring dengan posisi terbalik. piring yang selalu ia taruh di atas meja yang berhadapan dengannya untuk Baskara.

***

Dengan shirt dress birunya, ia menggenggam tas belanjaan berwarna coklat. Menelusuri jalanan dengan santai, berniat untuk menuju salah satu supermarket langganannya yang lumayan dekat dari Apartemen.

Ia kembali melihat daftar barang keperluan yang sudah tersusun rapi di secarik kertas putih, lalu menggumamkannya dalam hati. Sesudah berjalan sekitar ratusan meter, ia sedikit mendongakkan wajah untuk melihat ke sekitar.

Dilihatnya banyak pasangan kekasih yang saling berbagi senyum, membuat dirinya terdiam beberapa saat. Hari ini akhir Minggu, pantas banyak pasangan yang berlalu lalang di depannya. Setelah kembali tersenyum, ia menaruh lagi pandangannya ke kertas melanjutkan kegiatan membaca.

Saking seriusnya, ia sampai tidak sadar kalau dirinya menginjak tumpukan dedaunan yang licin, membuatnya terpeleset sampai akhirnya ia terjatuh dengan posisi lutut yang membentur aspal.

"Auu sakit." Dengan sudut bibir yang sudah melengkung turun, ia meringis dan menepuk pelan lututnya yang memerah.

"Kau bisa berdiri?"

Suara itu membuatnya membeku di tempat. Meskipun Hanna hanya pernah mendengar beberapa kali, ia sangat hafal siapa pemiliknya.

Dengan perlahan ia menolehkan wajahnya ke belakang, asal suara itu terdengar. Tapi dengan cepat pula pemandangan itu membuat sinar kebahagiaan di matanya meredup.

Justru itu pemandangan yang membuat kinerja tubuhnya terhenti, bahkan ia lupa cara bernapas hanya karenanya.

Suara yang terdengar memang kepunyaan Baskara, tapi kalimat itu bukan untuknya. Melainkan wanita berwajah bule yang juga terjatuh akibat tumpukan daun  yang licin saat terinjak.

"Iya, Hehe." Dengan pipi yang merona, wanita itu meraih tangan Baskara yang disodorkan untuknya berdiri.

"Makanya jangan lari-lari, Sayang." Baskara tersenyum lalu mengelus rambutnya, dan kembali melanjutkan perjalanan untuk memasuki kedai kopi yang mereka tuju. Meninggalkan Hanna yang mereka tidak sadari kehadirannya.

Hanna terduduk sendiri di atas aspal yang dingin. Melihat kejadian barusan sambil mencoba berdiri, matanya terus memandang pintu kedai kopi yang baru di masuki Baskara dengan seorang wanita.

Apa wanita tadi yang bernama Viona?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GHM" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GHM
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
8.5
Saat hamil, sang istri terharu menyerahkan seluruh tabungannya pada Arif yang berjanji berubah. Namun, ia justru menyaksikan para penagih utang bersikap hormat pada suaminya yang ternyata bos mafia kaya. Di dalam mobil mewah, Arif dan sahabat kecilnya, Lina, sepakat melanjutkan sandiwara kemiskinan ini untuk menguji kesetiaannya melahirkan anak mereka. Menyadari cintanya selama ini hanya dipermainkan lewat ujian kejam, ia pun menangis dan bertekad menolak cinta penuh kebohongan tersebut.
Sampul Novel Dia Mendanai Wanita Lain Menggunakan Uangku
8.9
Demi menguji kesetiaan Ethan Wilson, Julissa Palmer menyamar sebagai karyawan biasa. Namun, Ethan malah mengira Noreen adalah pewaris Grup Palmer yang asli. Sambil terus menghina Julissa, Ethan diam-diam merayu Noreen demi harta. Puncaknya, di pesta mewah perusahaan, Ethan berlutut melamar Noreen di depan media. Ia yakin Noreen adalah sang putri kaya yang sedang menyamar. Ethan tidak menyadari bahwa pemilik Grup Palmer yang sesungguhnya adalah Julissa.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Demi membiayai operasi sang nenek, Belia Anastasya terpaksa menerima tawaran Bianca untuk menjadi pengantin pengganti. Ia harus menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris takhta Haditama Group, dengan syarat mutlak: dilarang jatuh cinta. Arkan yang dingin awalnya membenci perjodohan ini, namun sebuah malam intim mengubah segalanya. Belia kini terjebak dalam dilema perasaan saat identitas aslinya terancam ketika Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
8.4
Kusuma Hadi sempat menghina Dewi Nayaka tanpa menyadari identitas aslinya. Ia bahkan memerintahkan agar Dewi diusir dan dibuang ke laut. Namun, suasana berubah drastis saat sekretarisnya mengungkap bahwa wanita itu adalah istrinya sendiri. Kusuma pun menyesal dan berbalik memanjakan Dewi dengan penuh kasih sayang. Meski hubungan mereka terlihat sangat harmonis, publik dikejutkan oleh kabar perceraian yang tak terduga di antara pasangan tersebut.
Sampul Novel Jebakan Cinta Pertama untuk Kesayangan Bos
8.2
Setelah delapan tahun terpuruk, harapan Agnes untuk memulai hidup baru hancur saat cinta pertamanya kembali. Gerald Ogawa hadir bukan untuk mencinta, melainkan membalas dendam atas pengkhianatan masa lalu dengan mengincar jabatan Agnes. Di tengah tekanan itu, Agnes harus berjuang sebagai ibu tunggal demi membesarkan anaknya. Mampukah ia bertahan menghadapi kekejaman Gerald saat rahasia masa lalu perlahan terkuak dan mengancam hati mereka berdua?
Sampul Novel My Annoying Boss
7.9
Demi lepas dari mantan pacar yang toksik, Sina nekat mengeklaim seorang pria asing sebagai kekasih barunya di sebuah restoran. Sialnya, pria itu ternyata Abraham Prama, atasan barunya di kantor. Di sisi lain, Abraham yang terdesak tuntutan menikah dari orang tuanya melihat ini sebagai peluang. Ia pun menuntut pertanggungjawaban Sina atas sandiwara tersebut. Terjebak dalam kesepakatan tak terduga, Sina harus menghadapi tuntutan sang bos miliarder yang menyebalkan.