Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Paksa, Hari yang dikhianati

Pernikahan Paksa, Hari yang dikhianati

Dunia Liora runtuh saat mengetahui pengkhianatan Arvid, tunangannya, dengan adiknya sendiri, Eveline. Meski dianggap pengacau oleh keluarga yang memuja Eveline, Liora tetap menikahi Arvid demi kebebasan dan misi balas dendam. Namun, pernikahan itu justru menjadi penjara emosional karena Arvid mengabaikannya demi Eveline. Terjebak dalam cinta tak terbalas dan rasa sakit, Liora kini harus memilih antara tenggelam dalam derita atau bangkit melawan balik.
Bab
Bagikan

Bab 3

Liora berjalan keluar dari ballroom, napasnya tersengal di antara kemarahan dan kekecewaan. Udara malam yang dingin membelai kulitnya, tetapi tidak cukup untuk meredakan bara yang berkobar dalam dadanya. Pengkhianatan ini bukan sekadar luka biasa. Ini adalah belati yang ditikamkan tepat ke jantungnya oleh dua orang yang seharusnya paling dekat dengannya.

Dia menengadah, menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Sejak kecil, dia selalu percaya bahwa bintang adalah saksi atas segala ketidakadilan di dunia. Malam ini, bintang-bintang itu terasa seperti menertawainya.

"Aku tidak akan membiarkan mereka menang."

Tekad itu mengalir dalam nadinya, menggantikan rasa sakit dengan api yang membakar lebih dalam. Jika mereka menganggapnya sebagai rintangan yang bisa disingkirkan dengan mudah, maka mereka telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidup mereka.

Langkahnya terhenti saat suara langkah lain mendekatinya. Dia berbalik dan mendapati Arvid berdiri di sana, masih mengenakan jas pernikahan yang sempurna, seolah-olah semuanya baik-baik saja.

"Liora, kita perlu bicara," katanya dengan nada lebih lembut dari yang seharusnya.

Liora tertawa kecil, namun tawa itu penuh kepahitan. "Bicara? Sekarang kau ingin bicara?" Matanya berkilat dalam cahaya bulan. "Setelah aku melihat sendiri betapa mesranya kau dan Eveline?"

Arvid menghela napas. "Ini tidak seperti yang kau pikirkan."

"Jangan berani-beraninya kau menganggap aku bodoh, Arvid," suara Liora tajam. "Aku tidak buta, aku tidak tuli. Kau ingin Eveline, bukan aku."

Arvid terdiam, tetapi keheningannya adalah jawaban yang lebih keras dari kata-kata.

"Katakan sesuatu," desak Liora, suaranya nyaris bergetar. "Aku ingin mendengar dari mulutmu sendiri. Apa aku hanya pion dalam permainan ini? Apa aku hanya alat untuk menyelamatkan reputasi keluarga kalian?"

Arvid menatapnya dengan ekspresi rumit. "Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini. Tidak denganku, dan aku yakin tidak denganmu."

Kalimat itu bagaikan hantaman keras di dada Liora.

"Kau tahu apa yang lebih buruk daripada menikah dengan seseorang yang tidak mencintaimu?" Liora mendekat, suaranya berbisik tajam di udara malam. "Menikah dengan seseorang yang mencintai orang lain."

Arvid tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi Liora tidak memberinya kesempatan. Dia berbalik dan berjalan pergi. Malam ini bukanlah akhir dari penderitaannya. Tapi ini juga bukan akhir dari dirinya.

Ini adalah awal.

Awal dari sesuatu yang akan membuat mereka menyesali semua yang telah mereka lakukan padanya.

Pagi berikutnya, di kediaman keluarga Voltaire.

Liora duduk di meja makan besar, berhadapan dengan ibu dan ayahnya. Wajah mereka dingin, penuh perhitungan. Sementara itu, Eveline duduk di samping ibunya, wajahnya berpura-pura tenang, tetapi matanya tak bisa menyembunyikan kecemasannya.

"Apa maksudmu ingin berpisah dari Arvid?" suara ibunya, Catherine Voltaire, memecah kesunyian.

"Aku tidak ingin menjadi istri dari pria yang mencintai orang lain." Liora menjawab tanpa ragu.

Ayahnya, Theodore Voltaire, menatapnya tajam. "Kau bukan siapa-siapa untuk menentukan jalan hidupmu sendiri."

Liora terkekeh, menatap ayahnya tanpa rasa takut. "Oh, jadi aku hanya alat keluarga ini, ya? Aku sudah tahu, tapi mendengarnya langsung dari mulutmu benar-benar membuka mataku."

Catherine menatapnya dengan dingin. "Eveline adalah calon tunangan Arvid sebelum kecelakaan itu. Kau harusnya tahu posisi keluargamu dalam perjodohan ini, Liora. Kau hanya pengganti."

Liora mendengus, menatap Eveline yang duduk diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. "Dan kalian berharap aku menerimanya begitu saja?"

Eveline menggigit bibirnya. "Liora... aku tidak pernah ingin ini terjadi. Aku hanya..."

"Kau hanya apa, Eveline?" suara Liora penuh cemoohan. "Hanya tidak bisa menolak? Hanya tidak bisa menahan diri untuk tidak merayu pria yang sudah menikah denganku?"

Wajah Eveline memucat.

"Cukup," Theodore menegaskan. "Pernikahan ini tidak akan berakhir hanya karena emosimu yang kekanak-kanakan. Kau akan tetap bersama Arvid."

Liora menatap mereka semua, satu per satu.

"Tidak," katanya dengan suara tenang tapi mematikan. "Aku tidak akan menjadi boneka kalian lagi."

Catherine menyipitkan mata. "Dan apa yang akan kau lakukan? Meninggalkan segalanya? Kau pikir kau bisa bertahan tanpa dukungan keluarga ini?"

Liora tersenyum tipis. "Aku mungkin kehilangan segalanya, tapi setidaknya aku masih memiliki harga diri."

Dia berdiri, meninggalkan meja makan, meninggalkan keluarganya, meninggalkan masa lalunya.

Mereka telah meremehkannya terlalu lama.

Sekarang, dia akan menunjukkan pada mereka siapa sebenarnya Liora Voltaire.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KWU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KWU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel memohon agar Nathan melepaskannya pergi bersama putri mereka, Key. Namun, Nathan yang diliputi amarah menolak keras karena tak ingin ditinggalkan lagi. Ia mengklaim Key tengah bahagia bersamanya dan melarang Rachel menemui anak itu. Meski terlihat kejam dengan menahan Rachel, Nathan sebenarnya melakukan ini karena rasa cinta yang mendalam. Ia tidak berniat menyakiti, melainkan hanya ingin memastikan Rachel dan Key tetap berada di sisinya selamanya.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Dimanja Suami Psikopat
8.8
Menikah dengan pria penderita sindrom XYY membuat hidupku penuh obsesi. Setelah dipaksa menikah melalui ancaman, suamiku yang miliarder memasang cip pelacak di tubuhku, namun ia juga sangat memanjakanku tanpa ragu menyingkirkan siapa pun yang menggangguku, termasuk keluarganya sendiri. Demi mendapatkan bayi yang sehat, ia bahkan mendanai teknologi medis khusus. Namun, saat kehamilanku terwujud, ibu mertuaku memfitnahku berselingkuh dan menyiksaku hingga sekarat tepat sebelum suamiku tiba.
Sampul Novel Dusta di Balik Janji
8.0
Lima tahun menikah, Kathleen hancur saat divonis kanker hati. Joshua, suaminya, justru berniat mendonorkan hati bagi wanita simpanannya yang telah memiliki anak. Menolak menyerah pada pengkhianatan, Kathleen bertekad merebut kembali hak donornya. Ia memutuskan pergi ke Jaxperton demi menjalani operasi dan meminta Joshua menjemputnya dalam tiga hari. Namun, kepergian Kathleen justru meninggalkan lubang keputusasaan mendalam bagi suaminya yang menyesal.
Sampul Novel Gemintang
8.8
Gemintang Farhana hancur saat Bachdim, cinta pertamanya, memutuskan hubungan secara sepihak. Demi mengobati luka, ia pindah kerja namun justru terpikat oleh Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Meski perhatian Amar menyembuhkan hati Gemintang, takdir berkata lain. Hubungan indah mereka terbentur restu semesta yang memaksa keduanya berpisah. Kini, mereka terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersatu, menyisakan kenangan manis yang tak selamanya berujung bahagia.
Sampul Novel Hadiah Madu Untuk Suamiku
9.6
Indana Zulfa Hewatun menganggap poligami sebagai solusi agar ia bisa mengejar impian kuliah di luar negeri. Ia bahkan rela menjodohkan Jidan, suaminya, dengan seorang santriwati dari pesantren ayahnya. Namun, rencana itu terancam gagal saat Jidan mencurigai hubungan Inda dengan sang mantan kekasih. Akankah kepercayaan yang hancur membatalkan perjodohan ini? Sebuah kisah tentang perjuangan meraih cita-cita tanpa harus mengorbankan pernikahan.