Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Paksa, Hari yang dikhianati

Pernikahan Paksa, Hari yang dikhianati

Dunia Liora runtuh saat mengetahui pengkhianatan Arvid, tunangannya, dengan adiknya sendiri, Eveline. Meski dianggap pengacau oleh keluarga yang memuja Eveline, Liora tetap menikahi Arvid demi kebebasan dan misi balas dendam. Namun, pernikahan itu justru menjadi penjara emosional karena Arvid mengabaikannya demi Eveline. Terjebak dalam cinta tak terbalas dan rasa sakit, Liora kini harus memilih antara tenggelam dalam derita atau bangkit melawan balik.
Bab
Bagikan

Bab 1

Liora menatap cermin besar di ruang ganti, matanya kosong, hampir seperti memandang diri sendiri dalam keheningan yang suram. Gaun pengantin putih yang menutupi tubuhnya terasa begitu berat, bukan karena berat kainnya, tetapi karena beban yang tak terlihat-beban yang tumbuh sejak saat dia dipaksa untuk mengikat janji dengan pria yang bukan pilihannya. Suaminya, Arvid, berdiri di sampingnya, namun rasa kekosongan di antara mereka lebih terasa daripada jarak fisik yang ada. Setiap detik yang berlalu terasa seperti sebuah siksaan yang tak bisa dihindari. Pernikahan ini adalah langkah yang dia pilih sebagai jalan keluar dari belenggu keluarganya. Namun, apa yang tidak dia ketahui adalah bahwa kebebasannya hanya akan membawa lebih banyak penderitaan.

Saat upacara dimulai, Liora dapat merasakan tatapan keluarga dan tamu yang terfokus padanya. Wajah-wajah penuh harapan, penuh kebanggaan pada gadis yang dipilih untuk menikahi Arvid, pewaris kekayaan dan kekuasaan keluarga Atwood. Namun, jauh di dalam hatinya, Liora tahu bahwa mereka semua salah. Mereka tidak melihat ke dalam dirinya, mereka tidak memahami perasaan yang melingkupi setiap langkahnya, setiap kata yang diucapkannya.

Keluarganya, terutama ayahnya, Lord Delvin, menganggap Liora sebagai alat untuk menjaga nama baik keluarga mereka. Tidak ada cinta, tidak ada perhatian, hanya tugas untuk mengukuhkan status keluarga mereka di masyarakat. Dan Eveline, adiknya, adalah putri yang selalu dimanja-sempurna dalam segala hal yang dilakukan. Semua orang mencintai Eveline, dan Liora, meski memiliki segalanya, selalu terabaikan. Mereka tidak pernah tahu bagaimana rasanya hidup dalam bayang-bayang adik yang lebih muda, yang selalu berhasil membuat semua orang tersenyum sementara dirinya terpuruk dalam kehampaan yang tak terlihat.

Liora menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dalam sekejap, dia keluar dari ruangan itu, berjalan menuju altar di depan keluarga yang penuh harap. Namun, sebelum dia benar-benar mencapai ujung koridor, matanya bertemu dengan sosok yang membuat seluruh tubuhnya beku. Eveline.

Adiknya berdiri di sisi ruang pelaminan, mengenakan gaun biru lembut yang memancarkan kesan tak bersalah. Senyumnya yang lembut dan sinar di matanya tidak pernah tampak lebih mempesona. Liora tahu-sebuah rasa pahit mengalir di tenggorokannya-bahwa Eveline adalah gadis yang selalu dicintai oleh semua orang. Namun, saat ini, dia bukan hanya seseorang yang membuat semua orang tersenyum. Saat itu, Eveline bukan hanya adiknya. Dia adalah kekasih Arvid.

Liora merasa dunia seakan runtuh di sekelilingnya. Setiap percakapan, setiap sentuhan yang mereka bagikan di hadapan orang-orang selama beberapa minggu terakhir, tiba-tiba terasa sangat berbeda. Seolah Arvid bukan lagi tunangannya-seolah dia bukan lagi orang yang telah dia harapkan untuk membebaskannya dari belenggu keluarganya. Liora ingin berlari, tapi kakinya terasa seperti terikat pada tanah, tak mampu bergerak.

"Kenapa kamu di sini?" Suara Eveline terdengar lembut, namun tajam. Tidak ada yang bisa mengabaikan nada itu-sebuah nada yang penuh dengan makna. Tidak ada senyum di wajahnya saat menatap Liora. Hanya sebuah tatapan yang penuh penyesalan, namun juga keengganan.

Liora menelan ludah. "Aku... aku hanya ingin memastikan semuanya berjalan lancar," jawabnya, berusaha menahan air matanya yang ingin jatuh.

"Berjalan lancar?" Eveline mengulang kata-kata itu dengan sinis. "Apakah kamu benar-benar berpikir kamu bisa keluar dari semua ini dengan mudah, Liora?"

Tanyaannya menggema dalam benaknya. Kenapa? Kenapa dia harus menjadi orang yang harus menjalani hidup seperti ini? Kenapa harus dia yang terjebak dalam pernikahan ini? Dan di mana Arvid? Mengapa dia membiarkan semua ini terjadi?

Liora hanya bisa mengalihkan pandangannya, mencoba menghindari tatapan tajam adiknya. Tetapi, kenyataan itu sudah jelas-Arvid, pria yang dipilih untuk membantunya keluar dari segala kekangan keluarganya, ternyata memilih adiknya untuk menjalin cinta diam-diam. Arvid dan Eveline telah menjalin hubungan yang lebih dalam daripada sekadar pertunangan yang mereka perlihatkan ke dunia luar. Mereka adalah dua orang yang saling mencintai, dan Liora hanyalah pion dalam permainan mereka. Pemain yang dipaksa bertahan hidup di atas penderitaannya.

Senyum Eveline semakin lebar, dan Liora merasa hatinya pecah. "Aku tahu kamu berpikir menikah dengan Arvid akan memberimu kebebasan, tapi kamu salah. Selama ini, kamu hanya menjadi alat. Alat untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya ada di antara kami." Eveline menambahkan dengan penuh ketegasan.

Liora merasakan dadanya terhimpit. Setiap kata Eveline adalah cambukan yang membuat luka lama semakin dalam. Selama ini dia hanya dianggap sebagai orang luar dalam keluarga, dan kali ini, dia benar-benar merasa seperti orang yang tak diinginkan.

Arvid akhirnya muncul dari balik pintu, wajahnya tampak kosong, seperti biasa. Tidak ada rasa bersalah, tidak ada penyesalan yang terlihat di wajahnya. Hanya ekspresi yang biasa-terlatih, seperti seorang aktor yang selalu berusaha tampil sempurna. Namun, di dalam matanya, Liora bisa melihat keraguan yang tidak bisa dia tutupi.

"Apakah kamu baik-baik saja, Liora?" Arvid bertanya, meskipun nada suaranya terdengar jauh dan tak peduli.

Liora menatap Arvid, menahan perasaan amarah yang mulai membengkak. "Aku baik-baik saja," jawabnya dengan suara rendah, namun penuh kebencian. "Aku akan baik-baik saja, meskipun aku tahu bahwa pernikahan ini hanyalah tipuan belaka."

Arvid terdiam sejenak, seolah tidak tahu apa yang harus dikatakan. Di sisi lain, Eveline hanya berdiri, menatap Liora dengan penuh penilaian, seolah semua yang terjadi adalah takdir yang tak bisa diubah.

Liora merasa tubuhnya lemas. Di hadapan semua orang, dia harus menjalani pernikahan ini-pernikahan yang tidak pernah dia inginkan, dengan suami yang lebih tertarik pada adiknya daripada dirinya sendiri. Cinta yang hilang, dan pengkhianatan yang membekas di hatinya, membuat langkahnya terasa lebih berat. Dunia yang tampaknya sempurna di luar sana ternyata adalah dunia yang penuh dengan kebohongan dan rahasia.

Namun, dalam hatinya, Liora bertekad. Dia tidak akan membiarkan dirinya dihancurkan oleh takdir ini. Jika keluarganya telah mengkhianatinya, dan jika Arvid tidak pernah menganggapnya sebagai seorang istri, maka dia akan menemukan caranya untuk membalas semua ini. Kekuatan dalam dirinya sudah mulai tumbuh, dan dia tahu bahwa permainan ini baru saja dimulai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel memohon agar Nathan melepaskannya pergi bersama putri mereka, Key. Namun, Nathan yang diliputi amarah menolak keras karena tak ingin ditinggalkan lagi. Ia mengklaim Key tengah bahagia bersamanya dan melarang Rachel menemui anak itu. Meski terlihat kejam dengan menahan Rachel, Nathan sebenarnya melakukan ini karena rasa cinta yang mendalam. Ia tidak berniat menyakiti, melainkan hanya ingin memastikan Rachel dan Key tetap berada di sisinya selamanya.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Ana adalah gadis polos yang malang. Hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, yang membuatnya diusir sang ayah. Di Jakarta, ia bertemu Lukman yang baik hati, namun Ana justru mengalami penyiksaan kejam dari Juju, istri Lukman. Di tengah penderitaan dan benih cinta yang mulai dirasakan Lukman padanya, takdir membawa Ana bertemu kembali dengan sosok pria yang dulu menghancurkan kehormatannya. Akankah luka lama itu membelenggu hidupnya?
Sampul Novel Dimanja Suami Psikopat
8.8
Menikah dengan pria penderita sindrom XYY membuat hidupku penuh obsesi. Setelah dipaksa menikah melalui ancaman, suamiku yang miliarder memasang cip pelacak di tubuhku, namun ia juga sangat memanjakanku tanpa ragu menyingkirkan siapa pun yang menggangguku, termasuk keluarganya sendiri. Demi mendapatkan bayi yang sehat, ia bahkan mendanai teknologi medis khusus. Namun, saat kehamilanku terwujud, ibu mertuaku memfitnahku berselingkuh dan menyiksaku hingga sekarat tepat sebelum suamiku tiba.
Sampul Novel Dusta di Balik Janji
8.0
Lima tahun menikah, Kathleen hancur saat divonis kanker hati. Joshua, suaminya, justru berniat mendonorkan hati bagi wanita simpanannya yang telah memiliki anak. Menolak menyerah pada pengkhianatan, Kathleen bertekad merebut kembali hak donornya. Ia memutuskan pergi ke Jaxperton demi menjalani operasi dan meminta Joshua menjemputnya dalam tiga hari. Namun, kepergian Kathleen justru meninggalkan lubang keputusasaan mendalam bagi suaminya yang menyesal.
Sampul Novel Gemintang
8.8
Gemintang Farhana hancur saat Bachdim, cinta pertamanya, memutuskan hubungan secara sepihak. Demi mengobati luka, ia pindah kerja namun justru terpikat oleh Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Meski perhatian Amar menyembuhkan hati Gemintang, takdir berkata lain. Hubungan indah mereka terbentur restu semesta yang memaksa keduanya berpisah. Kini, mereka terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersatu, menyisakan kenangan manis yang tak selamanya berujung bahagia.
Sampul Novel Hadiah Madu Untuk Suamiku
9.6
Indana Zulfa Hewatun menganggap poligami sebagai solusi agar ia bisa mengejar impian kuliah di luar negeri. Ia bahkan rela menjodohkan Jidan, suaminya, dengan seorang santriwati dari pesantren ayahnya. Namun, rencana itu terancam gagal saat Jidan mencurigai hubungan Inda dengan sang mantan kekasih. Akankah kepercayaan yang hancur membatalkan perjodohan ini? Sebuah kisah tentang perjuangan meraih cita-cita tanpa harus mengorbankan pernikahan.