Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!

Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!

Laura harus menelan pil pahit saat Jack menolak bertanggung jawab atas kehamilannya. Situasi kian rumit ketika ayah Laura salah paham dan menuduh Liam, bos Laura sekaligus kakak Jack, sebagai pelakunya. Demi menanggung beban kesalahan adiknya, Liam terpaksa menikahi Laura. Namun, pernikahan ini justru membuka tabir rahasia yang mengejutkan. Di saat Jack mulai menyesal, Laura terjebak dalam dilema antara bertahan dengan Liam atau kembali pada masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang wanita cantik berbalut dress selutut sedang berdiri di sebuah unit apartemen, terlihat dari wajahnya dia sedang menahan kesal. Wanita itu adalah Laura, dia sedang berada di depan apartemen sang kekasih. Sudah lama dia berdiri di sana, namun tidak ada tanda-tanda dari sang pemilik apartemen membuka pintunya.

Wanita berumur 24 tahun itu berdecak kesal lalu merogoh tasnya, mencari ponsel miliknya. Berusaha menghubungi sang kekasih.

"Ck, Jack kemana sih? Apa dia tidak ada di apartemen? Apa aku pergi saja?" Wanita dengan rambut sebahu itu berbicara sendiri.

Ceklek...

Baru saja Laura hendak melangkah pergi, pintu apartemen terbuka. Memunculkan seorang pria tinggi yang memiliki paras paripurna, pria itu tersenyum simpul dengan tatapan sayu.

Jack Bragantara, kekasih dari Laura Auristela. Mereka sudah menjalin hubungan hampir satu tahun, keduanya saling mencintai satu sama lain. Mereka juga sering menghabiskan waktu berdua jika sedang libur kerja.

"Astaga Jack! Kamu mabuk lagi? Ayo masuk," pekik Laura terkejut melihat kondisi Jack yang berantakan.

Laura menggiring Jack masuk kedalam, mengajaknya duduk di sofa depan TV. Wanita itu sedikit kesal karena Jack tidak mendengarkannya untuk tidak meminum alkohol sampai mabuk, tapi melihat Jack yang mabuk dan terus meracau. Laura mengurungkan niatnya untuk marah.

"Jack! Kamu masih sadar tidak? Aku mau tanya, kenapa kamu mabuk seperti ini? Aku sudah pernah bilang, jangan mabuk lagi," ucap Laura tanpa henti.

Jack yang setengah sadar pun tersenyum, membelai lembut pucuk kepala Laura. "Kamu tau kan, masalah di kantor semakin rumit. Liam menyuruh aku bertanggung jawab sendirian," ucapnya seperti orang mabuk pada umumnya.

Laura menghela napasnya, memang sudah seharusnya Liam bertanggung jawab dengan perusahaannya sendiri. Tidak bisa terus mengandalkan Liam sang kakak laki-lakinya. Kakak beradik itu memang seorang pengusaha dan miliader muda, namun Liam lebih unggul jika tentang perusahaan. Karena selama ini hidup Liam hanya di habiskan dengan kerja dan mengurus perusahaannya.

"Iya aku tau, tapi tidak seperti ini juga. Memang seharusnya kamu bisa mandiri tanpa Liam," ujar Laura lembut, takut emosi Jack meledak kapan saja.

"Kamu membela Liam?" sentak Jack mulai emosi, mendorong tubuh Laura kasar.

Laura menggelengkan kepalanya, tertunduk diam tidak berani menatap Jack. Hampir dua tahun mereka menjalin hubungan, Laura masih saja takut dengan sikap tempramen Jack yang tidak bisa hilang. Tak jarang Laura mendapatkan perlakuan buruk ketika Jack sedang emosi, Laura pun tidak tau kenapa dirinya bisa bertahan dengan Jack sampai saat itu. Jawabannya hanyalah karena cinta.

"M-maaf Jack, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya--"

"Sssttt diam, sini." Jack memotong perkataan Laura, tangannya menepuk-nepuk di atas paha.

Laura yang mengerti isyarat Jack pun segera duduk dipangkuan sang pacar. Posisinya membelakangi Jack. "Kenapa?" tanyanya mengedipkan mata polos.

Alih-alih menjawab, Jack justru hanya diam sambil melingkarkan tangannya pada pinggang lau. Tak lupa hidungnya mengendus bagian leher sang kekasih. Sementara Laura hanya mematung ditempatnya, tidak berani menolak ataupun memberontak walaupun Laura merasa tidak nyaman.

"Laura," panggil Jack dengan suara seraknya.

"Hmm?"

"Aku pengen bermain denganmu, boleh tidak?" tanya Jack tepat di samping telinga Laura, karena posisinya masih tenggelam pada leher Laura.

Bulu kuduk Laura seketika merinding saat merasakan hembusan napas Jack yang menerpa lehernya, Laura menengguk ludahnya susah payah. Merasakan tangan Jack yang mulai menelusup dalam dress-nya.

Laura menghentikan pergerakan tangan Jack, memutar kepalanya 45°. Matanya melihat raut muka Jack yang sulit diartikan. "Jack, tapi kita baru melakukannya kemarin. Aku takut hamil kalau terus menerus melakukannya." Laura tidak berbohong, walaupun Laura polos tapi dia dan Jack memang sering melakukan hubungan sex. Itupun awalnya karena paksaan Jack.

Jack seolah menutup pendengarannya, tangannya terus meraba raba paha Laura yang berbalut dress. "Nggak akan Laura, kamu tinggal minum pil pencegah kehamilan yang aku kasih aja nanti. Aku mohon sayang," balasnya dengan enteng seolah tidak melakukan dosa besar.

Laura masih membeku, entah kenapa mendengar ucapan Jack barusan membuat hatinya terasa sesak. Namun apalah daya Laura, dia tidak akan pernah bisa menolak kekasihnya hanya karena landasan kata cinta. Laura pun mengangguk, entah itu cinta atau hanya kebodohan semata.

Melihat persetujuan Laura, Jack pun langsung melancarkan aksinya dengan melumat bibir sang kekasih dengan brutal. Laura hampir kehabisan napas dibuatnya. Tak sampai disitu, tangannya juga terus menjamah bagian tubuh intim Laura.

Jack yang mulai dikuasai oleh nafsu, langsung menggendong Laura tanpa melepaskan tautan bibirnya. Melangkah perlahan sampai di kamarnya, setelah menginjakkan kakinya di kamar. Jack merebahkan Laura di atas ranjang, Laura terlihat sangat menggemaskan ketika wajahnya mulai memerah. Membuat Jack tidak sabar untuk melahapnya.

Tanpa basa basi lagi, Jack melumat mulut Laura dengan mulutnya. Yang awalnya hanya menempel, tapi sedetik kemudian menjadi penuh nafsu.

Sementara Laura hanya bisa pasrah, berusaha memberontak pun tidak ada gunanya, karena tangannya sudah terkunci oleh Jack. Tidak sampai disitu, Jack mulai turun ke leher jenjang milik Laura. Bibirnya mulai menjamah tubuh kekasihnya dengan sensual.

"Ahhhmm, J-jack tapi pelan pelan ya." Desahan mulus terdengar dari mulut mungil Laura, dia tidak bisa menahan suara desahan itu. Tubuhnya mulai terlena dengan sentuhan Jack.

Jack menghentikan aktivitasnya sejenak. "Kita kan sudah melakukannya beberapa kali, pasti tidak akan sakit lagi. Ingatlah kamu bukan perawan."

Hati Laura seketika sakit ketika mendengar perkataan yang cukup menyakitkan keluar dari mulut Jack, Laura pun hanya diam tak berdaya. Sedangkan Jack semakin dikuasai nafsu saat melihat dress Laura yang sedikit terangkat memperlihatkan kaki jenjang miliknya.

"Tapi Jack."

"Apalagi?"

"Kamu janji akan nikahin aku kan?" tanya Laura ragu. Dia tidak mau kehilangan Jack karena keperawanannya sudah direnggut oleh pria itu.

"Iya sayang, aku janji."

"Kamu--"

Tidak mau mendengar ocehan kekasihnya lagi, Jack segera melumat bibir Laura. Tangannya tidak tinggal diam, sibuk menjamah semua anggota tubuh Laura, satu persatu pakaian yang menempel di badan wanita itu dilepaskan. Nafsu Jack semakin menggebu ketika melihat tubuh kekasihnya yang tak tertutupi sehelai kain.

Laura hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya, mengikuti alur permainan sang kekasih. Sesekali menahan suara desahan keluar dari mulutnya, saat Jack mulai menjamah kedua gundukan miliknya. Setelah puas dengan tubuh Laura, Jack mulai memasukkan benda miliknya kedalam milik Laura.

"Ahhhh sayang." Desahan lolos dari mulut Jack.

Jack menikmati permainannya, sementara Laura masih bergelut dengan pikirannya. Laura hanya takut jika Jack bukan jodohnya, padahal keperawanannya sudah dia berikan pada pria itu.

"A-aku sayang kamu Jack, ahhh."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia adalah Wedding Organizer sukses yang nasib cintanya berakhir tragis. Tepat semalam sebelum menikah, ia memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya sendiri. Hancur karena dihina, Sefia yang kalap menawarkan dirinya kepada pria asing di dalam lift. Namun, candaan itu berujung petaka saat pria setinggi 180 cm tersebut benar-benar membawanya ke ranjang. Kini Sefia terjebak dalam konsekuensi satu malam yang mengancam masa depannya tepat di hari pernikahan.
Sampul Novel GADIS POLOS MILIK TUAN MUDA
9.6
Cinta adalah mahasiswi pekerja keras yang berjuang demi kesembuhan neneknya. Tanpa disadari, kepolosannya dimanfaatkan oleh sang paman yang tega menjualnya demi uang. Di tengah kemalangan, ia bertemu pengusaha kaya yang jatuh hati dan melindunginya. Namun, hubungan mereka penuh rintangan, mulai dari persaingan bisnis yang kejam hingga gangguan keluarga besar sang nenek yang terus menyudutkan Cinta atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Ulang tahun ke-35 Declan Montereau berubah drastis saat Elio, bocah empat tahun bermata abu-abu, muncul di depan pintunya dan mengaku sebagai putranya. Sebagai pebisnis sukses yang skeptis terhadap komitmen, Declan kini terpaksa menghadapi kenyataan yang mengguncang logika. Kemiripan fisik Elio tak terbantahkan, memicu pencarian mendalam tentang siapa wanita dari masa lalunya yang tega menyimpan rahasia sebesar ini sekaligus meninggalkannya tanpa kata.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Kebahagiaan Tiara hancur saat Andre, suaminya sendiri, menjualnya kepada pengusaha bernama Dewa demi melunasi utang. Meski awalnya pahit, benih cinta mulai tumbuh di hati Tiara saat hidup bersama Dewa. Namun, Dewa justru mengusir Tiara yang tengah hamil saat mantan kekasihnya kembali. Bertekad membesarkan bayinya sendirian, Tiara menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon kembali, namun Tiara tak akan menyerah semudah itu.
Sampul Novel Pelayan Dinikahi Tuan Muda
9.4
Demi biaya pengobatan orang tua, Attaya terpaksa menikahi Leon. Namun, Leon merahasiakan status mereka hingga memicu kecemburuan saat melihat Attaya melayani pria lain. Konflik memanas ketika Attaya menyadari adik Leon adalah mantan kekasihnya. Meski ditentang keluarga karena status sosial, Leon memilih membuang harta demi Attaya. Saat sang adik terbukti tak bisa memberi pewaris, keluarga besar memohon Leon kembali, yang ia penuhi dengan syarat Attaya harus diterima.