
Permaisuri Baru Milik Kaisar
Bab 2
Tabib Tang dan Xi Yi tidak dapat beristirahat dengan tenang di tempat baru mereka saat itu.Mereka justru duduk berdiam di dalam kamarnya sambil memikirkan banyak hal di dalam benaknya.Suatu yang menjadi pemikiran Tabib Tang adalah bahwa di dalam istana itu akan banyak halangan yang harus dilewati Xi Yi.Tabib Tang cukup tahu benar bagaimana keadaan Istana Sanbai saat itu dengan selir-selir Kaisar dan Permaisuri di sana.Ia takut Xi Yi akan mengalami bahaya saat di istana itu.
"Andai aku bisa menolak lamaran ini,mungkin aku akan membawa Xi Yi pergi jauh dari sini."batinnya dalam hati.
Tabib Tang tidak ingin putri semata wayangnya itu celaka terlebih hanya Xi Yi keluarga satu-satunya bagi Tabib Tang setelah kematian sang istri.
Siang menjelang semua orang di harap berkumpul di ruang makan untuk makan siang bersama tetapi karena Xi Yi dan Tabib Tang masih belum menjadi keluarga Istana Sanbai maka mereka harus makan sendiri di kamar masing-masing.Makanan Istana Sanbai yang begitu tertata dan di sajikan beberapa menu dalam satu waktu itu tidak seperti kebiasaan Xi Yi setiap harinya.Menu pembuka,makanan berat dan menu penutup menjadi keharusan di setiap waktu makan mereka.Setelah makan siang usai,Xi Yi dan Tabib Tang kembali bertemu dan saat itu Xi Yi berkunjung ke kamar ayahnya.
"Ayah,bolehkah aku masuk?"tanya Xi Yi saat berada di depan pintu kamar ayahnya.
"Masuklah!"sahut ayahnya.
Xi Yi pun membuka pintu kamar ayahnya dan menutupnya kembali setelah masuk ke dalam kamar ayahnya.
"Mengapa kamu datang kemari?"tanya Tabib Tang.
"Entahlah,Yah.Xi Yi sedang mencemaskan sesuatu atau mungkin hanya kegugupan Xi Yi saja."sahut Xi Yi.
"Wajar jika kamu merasakan kegugupan saat menjelang pernikahan apalagi ini sangat mendadak."balas ayahnya.
"Tapi,Yah.Apa mungkin Xi Yi mampu menjadi selir Kaisar?"tanya Xi Yi.
"Hari ini pastinya akan ada pengajaran dari istana untuk menjadi selir Kaisar."sahut Tabib Tang.
"Baiklah,Yah.Kalau begitu lebih baik aku kembali ke kamar sebelum ada pihak istana yang mencariku."pamit Xi Yi.
"Kembalilah dan waspadalah dengan apapun dan siapapun yang berada di dekatmu."pesan ayahnya.
"Baik,Yah."sahut Xi Yi sambil beranjak kembali ke dalam kamarnya.
Xi Yi kembali menutup pintu kamar ayahnya dan tanpa ia duga ia bertemu dengan Permaisuri Xin saat baru saja ingin kembali ke kamarnya.
"Hormat saya Permaisuri!"seru Xi Yi.
"Sudahlah jangan terlalu formal karena sebentar lagi kita akan menjadi rekan berbagi suami."seru Permaisuri Xin.
"Bagaimanapun juga Anda adalah Permaisuri dan saya sebagai selir jadi kedudukan Anda lebih tinggi dari saya."jelas Xi Yi.
"Baguslah jika kamu menyadarinya."sahutnya sinis sambil berlalu dari hadapan Xi Yi.
"Ya Dewa,belum juga aku menikah dengan Yang Mulia begitu banyak halangan yang nampak di depan mata."gerutu Xi Yi.
Kembali ia melanjutkan langkahnya menuju kamar pribadinya.Xi Yi merasa ragu untuk melanjutkan pernikahan dengan Kaisar Lu tetapi ia sudah terlanjur menyetujuinya.Apa kata Kaisar Lu saat ia berubah pikiran dalam sekejap mata hanya karena sikap Permaisuri Xin dan Selir Yin kepadanya.Ia juga tidak yakin akan sanggup hidup berdampingan dengan mereka setelah pernikahan di gelar besok.Penyesalan pun terasa percuma karena tidak akan mengembalikan keadaan seperti sedia kala.
Beberapa waktu berlalu saat hari sore,seorang pelayan datang dan meminta Xi Yi untuk ikut dengannya.Saat itu sedikit rasa khawatir dan keraguan menghinggapi hatinya karena pesan ayahnya untuk waspada pada orang di sekitarnya.
"Nona jangan khawatir karena kita hanya belajar mengenal istana dengan semua yang harus Nona lakukan di dalam istana."sahut pelayan tersebut.
"Baiklah aku akan ikut."jawab Xi Yi.
Mereka segera berlalu dari dalam kamar pribadi Xi Yi menuju ruangan khusus untuk pembelajaran para calon selir sebelum mereka menjadi selir Kaisar.Di dalam ruangan tersebut ada beberapa orang termasuk seorang selir Kaisar yang bernama Selir Ban.Melihat kedatangan Xi Yi di sana,Selir Ban langsung menyapa Xi Yi dengan ramah.
"Hormat saya kepada Selir Ban!"seru Xi Yi.
"Jangan lakukan hal seperti ini lagi saat kita bertemu karena besok status kita akan sama sebagai selir Yang Mulia."seru Selir Ban.
"Baik.Apakah saya akan belajar dengan Selir Ban mengenai tata cara menjadi seorang Selir?"tanya Xi Yi.
"Ya,aku akan membantumu sebagai sesama wanita pilihan Kaisar Lu."jawabnya dengan tersenyum.
Senyum manis Selir Ban sungguh membuat Xi Yi merasakan kenyamanan tetapi mendadak dia ragu pada Selir Ban.
"Apakah ia benar-benar baik atau hanya kepura-puraan saja?"tanyanya dalam hati.
"Kita mulai sekarang ya!"seru Selir Ban.
"Baiklah."sahut Xi Yi yang tersadar dari lamunannya.
Mereka pun memulai pelajaran pertamanya dengan Selir Ban yang begitu sabar mengajari Xi Yi.Dengan cepat Xi Yi bisa mempelajari semua apa yang Selir Ban ajarkan padanya saat itu dengan di awasi oleh dayang utama istana yang bertugas mengurus para selir.Beberapa jam berlalu,akhirnya pelajaran berakhir sudah dan Selir Ban mengajak Xi Yi untuk keluar dari ruangan tersebut menuju taman istana malam itu.Mereka menuju taman istana dimana terdapat kolam ikan di sisinya dan terdapat bangku untuk duduk.Selir Ban dan Xi Yi duduk di sana sambil berbincang-bincang berdua.
"Sebagai wanita pilihan Kaisar banyak hal yang harus kita pelajari dan segala adat istiadat istana yang perlu kita ketahui dan lakukan."seru Selir Ban.
"Saya ragu untuk menjalaninya tetapi saya terlanjur menerima permintaan Yang Mulia."sahut Xi Yi.
"Hanya kesabaran yang bisa kita lakukan untuk menghadapi Yang Mulia meski beliau orang yang lembut dan perhatian."tambah Selir Ban.
"Asalkan kita tidak mencari masalah dengan Yang Mulia maka tidak akan ada yang harus kita takutkan."tambahnya lagi.
"Bagaimana Anda bisa menerima saya sedangkan yang lain tidak demikian?"tanya Xi Yi heran.
"Bagi wanita milik Kaisar tidak ada kata cemburu karena sudah dipastikan jika Kaisar akan memiliki banyak wanita karena memang sudah jalannya seperti itu.Cukup dengan mencintai Kaisar saja bagiku itu sudah keberuntungan dan lagi Kaisar memilihku ada di sampingnya aku sudah sangat bahagia."jawab Selir Ban.
"Bagaimana dengan Permaisuri Xin dan Selir Yin yang saya rasa beliau berdua tidak menyukai saya?"tanya Xi Yi.
"Mereka wanita Kaisar yang cemburu keberadaan wanita lain di sisi Kaisar Lu.Sesungguhnya hanya perlu keikhlasan jika berada di sisi Yang Mulia."sahut Selir Ban.
Wanita cantik itu memang tahu bagaimana ia harus bersikap sebagai selir Kaisar Lu dan ia sangat ramah dengan penghuni istana serta tidak banyak mempersulit hidup orang lain.Berbeda dengan Selir Yin yang tidak mau tersaingi dengan wanita lain di sisi Kaisar dan juga Permaisuri Xin yang tidak suka jika dirinya harus berbagi dengan wanita lain karena ia adalah wanita pertama yang menjadi istri Kaisar Lu.Untuk itu Xi Yi harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Permaisuri Xin dan Selir Yin setelah upacara pernikahan besok.Namun Selir Ban akan tetap mendukung Xi Yi dan memberikan semangat untuk melewati hari-harinya sebagai selir Kaisar Lu.
Anda Mungkin Juga Suka





