Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Permaisuri Baru Milik Kaisar

Permaisuri Baru Milik Kaisar

Demi mendapatkan pewaris takhta, Kaisar Lu Yin berambisi mencari selir baru. Meski Permaisuri Xin Shi memiliki putri dan Selir Ban tengah mengandung, sang penguasa tetap tak sabar menunggu. Pilihan jatuh pada Xi Yi, putri tabib istana yang cantik dan ahli pengobatan. Terpaksa masuk ke lingkaran istana, wanita berhati lembut ini harus beradaptasi dengan aturan ketat kekaisaran. Mampukah Xi Yi bertahan di tengah persaingan para wanita di sisi Kaisar?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tabib Tang dan Xi Yi tidak dapat beristirahat dengan tenang di tempat baru mereka saat itu.Mereka justru duduk berdiam di dalam kamarnya sambil memikirkan banyak hal di dalam benaknya.Suatu yang menjadi pemikiran Tabib Tang adalah bahwa di dalam istana itu akan banyak halangan yang harus dilewati Xi Yi.Tabib Tang cukup tahu benar bagaimana keadaan Istana Sanbai saat itu dengan selir-selir Kaisar dan Permaisuri di sana.Ia takut Xi Yi akan mengalami bahaya saat di istana itu.

"Andai aku bisa menolak lamaran ini,mungkin aku akan membawa Xi Yi pergi jauh dari sini."batinnya dalam hati.

Tabib Tang tidak ingin putri semata wayangnya itu celaka terlebih hanya Xi Yi keluarga satu-satunya bagi Tabib Tang setelah kematian sang istri.

Siang menjelang semua orang di harap berkumpul di ruang makan untuk makan siang bersama tetapi karena Xi Yi dan Tabib Tang masih belum menjadi keluarga Istana Sanbai maka mereka harus makan sendiri di kamar masing-masing.Makanan Istana Sanbai yang begitu tertata dan di sajikan beberapa menu dalam satu waktu itu tidak seperti kebiasaan Xi Yi setiap harinya.Menu pembuka,makanan berat dan menu penutup menjadi keharusan di setiap waktu makan mereka.Setelah makan siang usai,Xi Yi dan Tabib Tang kembali bertemu dan saat itu Xi Yi berkunjung ke kamar ayahnya.

"Ayah,bolehkah aku masuk?"tanya Xi Yi saat berada di depan pintu kamar ayahnya.

"Masuklah!"sahut ayahnya.

Xi Yi pun membuka pintu kamar ayahnya dan menutupnya kembali setelah masuk ke dalam kamar ayahnya.

"Mengapa kamu datang kemari?"tanya Tabib Tang.

"Entahlah,Yah.Xi Yi sedang mencemaskan sesuatu atau mungkin hanya kegugupan Xi Yi saja."sahut Xi Yi.

"Wajar jika kamu merasakan kegugupan saat menjelang pernikahan apalagi ini sangat mendadak."balas ayahnya.

"Tapi,Yah.Apa mungkin Xi Yi mampu menjadi selir Kaisar?"tanya Xi Yi.

"Hari ini pastinya akan ada pengajaran dari istana untuk menjadi selir Kaisar."sahut Tabib Tang.

"Baiklah,Yah.Kalau begitu lebih baik aku kembali ke kamar sebelum ada pihak istana yang mencariku."pamit Xi Yi.

"Kembalilah dan waspadalah dengan apapun dan siapapun yang berada di dekatmu."pesan ayahnya.

"Baik,Yah."sahut Xi Yi sambil beranjak kembali ke dalam kamarnya.

Xi Yi kembali menutup pintu kamar ayahnya dan tanpa ia duga ia bertemu dengan Permaisuri Xin saat baru saja ingin kembali ke kamarnya.

"Hormat saya Permaisuri!"seru Xi Yi.

"Sudahlah jangan terlalu formal karena sebentar lagi kita akan menjadi rekan berbagi suami."seru Permaisuri Xin.

"Bagaimanapun juga Anda adalah Permaisuri dan saya sebagai selir jadi kedudukan Anda lebih tinggi dari saya."jelas Xi Yi.

"Baguslah jika kamu menyadarinya."sahutnya sinis sambil berlalu dari hadapan Xi Yi.

"Ya Dewa,belum juga aku menikah dengan Yang Mulia begitu banyak halangan yang nampak di depan mata."gerutu Xi Yi.

Kembali ia melanjutkan langkahnya menuju kamar pribadinya.Xi Yi merasa ragu untuk melanjutkan pernikahan dengan Kaisar Lu tetapi ia sudah terlanjur menyetujuinya.Apa kata Kaisar Lu saat ia berubah pikiran dalam sekejap mata hanya karena sikap Permaisuri Xin dan Selir Yin kepadanya.Ia juga tidak yakin akan sanggup hidup berdampingan dengan mereka setelah pernikahan di gelar besok.Penyesalan pun terasa percuma karena tidak akan mengembalikan keadaan seperti sedia kala.

Beberapa waktu berlalu saat hari sore,seorang pelayan datang dan meminta Xi Yi untuk ikut dengannya.Saat itu sedikit rasa khawatir dan keraguan menghinggapi hatinya karena pesan ayahnya untuk waspada pada orang di sekitarnya.

"Nona jangan khawatir karena kita hanya belajar mengenal istana dengan semua yang harus Nona lakukan di dalam istana."sahut pelayan tersebut.

"Baiklah aku akan ikut."jawab Xi Yi.

Mereka segera berlalu dari dalam kamar pribadi Xi Yi menuju ruangan khusus untuk pembelajaran para calon selir sebelum mereka menjadi selir Kaisar.Di dalam ruangan tersebut ada beberapa orang termasuk seorang selir Kaisar yang bernama Selir Ban.Melihat kedatangan Xi Yi di sana,Selir Ban langsung menyapa Xi Yi dengan ramah.

"Hormat saya kepada Selir Ban!"seru Xi Yi.

"Jangan lakukan hal seperti ini lagi saat kita bertemu karena besok status kita akan sama sebagai selir Yang Mulia."seru Selir Ban.

"Baik.Apakah saya akan belajar dengan Selir Ban mengenai tata cara menjadi seorang Selir?"tanya Xi Yi.

"Ya,aku akan membantumu sebagai sesama wanita pilihan Kaisar Lu."jawabnya dengan tersenyum.

Senyum manis Selir Ban sungguh membuat Xi Yi merasakan kenyamanan tetapi mendadak dia ragu pada Selir Ban.

"Apakah ia benar-benar baik atau hanya kepura-puraan saja?"tanyanya dalam hati.

"Kita mulai sekarang ya!"seru Selir Ban.

"Baiklah."sahut Xi Yi yang tersadar dari lamunannya.

Mereka pun memulai pelajaran pertamanya dengan Selir Ban yang begitu sabar mengajari Xi Yi.Dengan cepat Xi Yi bisa mempelajari semua apa yang Selir Ban ajarkan padanya saat itu dengan di awasi oleh dayang utama istana yang bertugas mengurus para selir.Beberapa jam berlalu,akhirnya pelajaran berakhir sudah dan Selir Ban mengajak Xi Yi untuk keluar dari ruangan tersebut menuju taman istana malam itu.Mereka menuju taman istana dimana terdapat kolam ikan di sisinya dan terdapat bangku untuk duduk.Selir Ban dan Xi Yi duduk di sana sambil berbincang-bincang berdua.

"Sebagai wanita pilihan Kaisar banyak hal yang harus kita pelajari dan segala adat istiadat istana yang perlu kita ketahui dan lakukan."seru Selir Ban.

"Saya ragu untuk menjalaninya tetapi saya terlanjur menerima permintaan Yang Mulia."sahut Xi Yi.

"Hanya kesabaran yang bisa kita lakukan untuk menghadapi Yang Mulia meski beliau orang yang lembut dan perhatian."tambah Selir Ban.

"Asalkan kita tidak mencari masalah dengan Yang Mulia maka tidak akan ada yang harus kita takutkan."tambahnya lagi.

"Bagaimana Anda bisa menerima saya sedangkan yang lain tidak demikian?"tanya Xi Yi heran.

"Bagi wanita milik Kaisar tidak ada kata cemburu karena sudah dipastikan jika Kaisar akan memiliki banyak wanita karena memang sudah jalannya seperti itu.Cukup dengan mencintai Kaisar saja bagiku itu sudah keberuntungan dan lagi Kaisar memilihku ada di sampingnya aku sudah sangat bahagia."jawab Selir Ban.

"Bagaimana dengan Permaisuri Xin dan Selir Yin yang saya rasa beliau berdua tidak menyukai saya?"tanya Xi Yi.

"Mereka wanita Kaisar yang cemburu keberadaan wanita lain di sisi Kaisar Lu.Sesungguhnya hanya perlu keikhlasan jika berada di sisi Yang Mulia."sahut Selir Ban.

Wanita cantik itu memang tahu bagaimana ia harus bersikap sebagai selir Kaisar Lu dan ia sangat ramah dengan penghuni istana serta tidak banyak mempersulit hidup orang lain.Berbeda dengan Selir Yin yang tidak mau tersaingi dengan wanita lain di sisi Kaisar dan juga Permaisuri Xin yang tidak suka jika dirinya harus berbagi dengan wanita lain karena ia adalah wanita pertama yang menjadi istri Kaisar Lu.Untuk itu Xi Yi harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Permaisuri Xin dan Selir Yin setelah upacara pernikahan besok.Namun Selir Ban akan tetap mendukung Xi Yi dan memberikan semangat untuk melewati hari-harinya sebagai selir Kaisar Lu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 LEGION
9.6
Ketenteraman hidup tiga bangsa kini terancam oleh kemunculan figur misterius dari masa silam. Sosok ini memegang kunci krusial yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, sekaligus menjadi tokoh utama yang akan menyingkap seluruh tabir kebenaran di balik sejarah kelam Legion yang selama ini tersembunyi. Dalam petualangan penuh misteri ini, identitas sang pendatang akan membongkar rahasia besar yang telah lama terkubur dari dunia mereka.
Sampul Novel Bulan di Darah Awan
9.8
Dunia kini diselimuti cahaya merah abadi yang membawa derita darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan mempertahankan kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru berujung pada luka lama yang kembali terbuka. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian dari masa lalu menciptakan atmosfer yang menyesakkan. Rahasia yang tersimpan memicu amarah hingga hubungan yang baru saja dimulai ini terancam hancur, meninggalkan rasa sesak yang tak terlukiskan.
Sampul Novel Jadi Kuyang
9.1
Setiap wanita mendambakan paras cantik dan awet muda, namun jalan pintas yang diambil Mayang justru membawanya ke dalam kegelapan. Tanpa disadari, obsesi tersebut adalah jebakan licik yang dirancang oleh suaminya sendiri, Edi. Di balik janji kecantikan abadi, Edi memiliki rencana tersembunyi untuk mengubah istrinya menjadi sosok Kuyang yang mengerikan. Kini, Mayang terjebak dalam transformasi mistis yang mengancam nyawanya akibat ambisi yang salah.
Sampul Novel Luna Curiannya, Penyesalan Terbesarnya
9.0
Lima tahun menjadi Luna Klan Bulan Darah, aku hanya mendapati pengabaian dari Alpha Arlan. Ia justru memberikan cinta dan gaun impianku kepada Fiona, wanita yang diklaimnya butuh perlindungan. Puncaknya, Arlan mengeluh bahwa takdir kami menyesakkan. Muak dianggap sebagai sangkar, aku memutuskan menolak ikatan kami dan pergi selamanya. Saat hubungan mistis itu hancur, Arlan baru memohon panik, namun penyesalannya tak lagi berarti bagiku.
Sampul Novel Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
9.2
Kampung Serigi memiliki mata air kembar ajaib yang terus mengalir meski kemarau melanda. Aliran air dari bambu sederhana ini menjadi tumpuan warga, namun menyimpan rahasia kelam. Ada banyak pantangan ketat yang wajib dipatuhi siapa pun. Jika dilanggar, sosok gaib penghuni tempat keramat itu akan mendatangi rumah pelaku. Rentetan kejadian mistis terus menghantui penduduk dan pendatang, menciptakan teror nyata di balik ketenangan sumber air yang tak pernah kering tersebut.
Sampul Novel Money Bowl ( Cara Cepat Kaya )
8.5
Moana menemukan mantra ajaib yang mampu mendatangkan kekayaan melimpah. Memiliki ambisi mulia, ia ingin menggunakan kekuatan tersebut untuk memperbaiki kondisi ekonomi orang banyak. Sayangnya, niat tulus Moana justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak licik demi kepentingan pribadi yang kotor. Kini, Moana harus berjuang keras untuk meluruskan kembali tujuannya dan memastikan ilmu sakti tersebut digunakan pada jalan yang benar sesuai fungsi aslinya.