Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang

Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang

Insiden tragis yang menimpa Ararya Chandrika Dewi memaksa Devandra Pradipta Atmaja mengalah pada kehendak ayahnya, Himawan. Demi keselamatan Ara, Devan setuju melanjutkan studi ke luar negeri dan menghilang tanpa kabar selama tiga tahun. Saat kembali, Devan menemukan bahwa ayahnya memiliki rencana lain yang mengancam hubungan mereka. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang penuh darah dan luka, mampukah cinta mereka bertahan meski terhalang restu orang tua?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sepasang suami istri baru saja turun dari sebuah angkutan umum. Keduanya segera melangkah dengan tergesa-gesa. Ketika menuju bangunan sebuah rumah sakit umum.

Chandra Gunawan bersama istrinya Dewitasari, mendapatkan kabar jika putri mereka mengalami kecelakaan. Pasangan itu benar-benar panik luar biasa.

Tidak lagi memikirkan pekerjaan mereka. Keduanya segera mendatangi rumah sakit. Dimana putrinya sedang ditangani oleh tim medis. Itu adalah informasi terakhir, yang mereka dapatkan dari teman karib putrinya itu.

"Selamat siang, Sus. Korban kecelakaan atas nama Ararya Chandrika Dewi, dirawat disebelah mana, ya?" tanya Chandra kepada petugas.

Keduanya sudah berdiri didepan meja resepsionis. Dengan hati gelisah, bahkan Dewita sudah sedari tadi terisak. Perasaan wanita itu benar-benar takut juga khawatir.

"Korban masih diruang UGD, Pak. Silakan Anda lurus kesana, setelah itu belok kiri."

"Terimakasih banyak, Sus."

"Sama-sama."

Chandra dan Dewita segera menuju kearah yang petugas resepsionis tunjukkan.

Setelah melewati beberapa lorong. Dari kejauhan, Chandra dapat melihat seorang remaja yang sedang duduk terduduk. Remaja itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Pakaiannya kotor oleh bekas darah. Terlihat sangat berantakan.

Chandra dan Dewita segera mempercepat langkahnya. Keduanya menghampiri remaja itu. Pada jarak setengah meter, Chandra memanggil remaja itu.

"Devan!" Chandra mendekati remaja itu.

Remaja yang tadinya menutupi wajahnya itu mendongakkan wajahnya.

"Ayah, Bunda!" ucap Devan pelan.

Pemuda itu segera berdiri dan berhambur memeluk Chandra.

"Ayah! Ara ... Ara, Yah," Devan terisak ketika memeluk Chandra.

"Sssttt! Tenanglah! Ini adalah kecelakaan. Ara pasti baik-baik saja."

Meskipun hatinya tak kalah khawatir, karena Ara adalah anaknya. Namun, ketika melihat penampilan Devan. Chandra berusaha untuk menguatkan remaja itu.

Chandra mengusap punggung remaja itu. Berharap remaja itu bisa tenang. Dewita sudah tidak bisa lagi berkata-kata. Wanita itu juga sangat khawatir.

Mengingat didalam sana putri sulung mereka sedang berjuang. Entah bagaimana keadaannya.

"Kita doakan Ara. Semoga dia baik-baik saja. Kamu jangan cengeng. Kamu itu laki-laki. Harus kuat! Ayah saja kuat, masa kamu yang masih muda gak bisa.

"Sudah, tenang. Malu dilihat petugas. Masa laki-laki nangis. Hilang nanti gantengnya."

Dalam situasi hati yang sama-sama terpukul. Chandra masih bisa berusaha untuk menghibur Devan. Supaya remaja itu lekas berhenti dari tangisnya.

"Lihatlah, Bunda jadi ikut nangis gara-gara liat kamu nangis. Padahal tadi, Bunda gak ada nangis sama sekali dari rumah."

Mendengar ucapan terakhir Chandra, Devan segera menjaga jarak. Remaja itu masih sesenggukan. Melihat wajah Dewita sekilas. Remaja itu kembali menunduk.

"Ma-ma-afin Devan, Bunda. De-devan gak bisa jaga Ara. A-ara sampai seperti ini. Ma-afin Devan," ucapan Devan terbata-bata.

Remaja itu tidak berani melihat kearah Dewita. Tangan Dewita terulur kearah wajah Devan. Tangan penuh kelembutan itu, menghapus air mata yang meleleh di pipi Devan.

"Semuanya sudah takdir dari Alloh. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Devan juga tidak boleh menyalahkan diri Devan sendiri.

" Apa Devan mengerti? Tidak ada yang terjadi di dunia ini. Tanpa adanya campur tangan Alloh."

Dengan lembut Dewita menasehati remaja didepannya. Devan menganggukkan kepalanya. Meskipun suara sesenggukan nya masih terdengar sesekali.

Tak lama kemudian, pintu ruangan UGD terbuka. Muncul seorang dokter dari sana.

"Dokter, bagaimana keadaan putri kami, dok?" tanya Chandra.

Ayah dari Ara itu segera mendekat ketika dokter keluar. Diikuti oleh Dewita dan juga Devan.

"Begini, Pak. Putri Bapak harus segera dioperasi. Karena benturan yang cukup keras. Mengakibatkan terjadinya cidera di kaki sebelah kirinya. Ada beberapa tulangnya yang retak.

"Jadi, tolong segera diurus biaya administrasinya. Supaya tindakan operasi bisa segera dilakukan."

Mendengar penjelasan dokter, membuat tubuh Chandra merasa lemas seketika. Dewita sudah membekap mulutnya supaya tidak keluar suara tangisnya.

"Berapa kira-kira biaya operasinya, dok?" tanya Chandra.

"Bapak bisa tanyanya kebagian administrasi. Nanti disana petugas akan menjelaskan kepada Bapak.

"Tolong segera diurus ya, Pak. Karena putri Bapak memerlukan tindakan sesegera mungkin."

Selepas menjelaskan seperti itu. Dokter tersebut kembali masuk kedalam ruangan UGD.

"Uang dari mana, Yah. Pasti biayanya tidaklah sedikit," ucap Dewita dengan suara pelan.

"Nanti kita pikirkan, Bun. Sekarang yang terpenting adalah keselamatan Ara," Chandra menghela napasnya.

Lelaki itu juga bingung harus mencari uang kemana. Sementara tabungan mereka sudah habis untuk membayar hutang.

Sementara itu, Devan sudah berlalu sedari tadi. Sejak saat dokter mengatakan bahwa Ara harus dioperasi. Remaja itu sudah ketempat bagian administrasi dan menanyakan berapa biaya yang harus dilunasi untuk operasi Ara.

Remaja itu merasa lemas, ketika tahu berapa banyak uang yang harus disediakan.

"Lima puluh juta? Tabunganku tidak ada sebanyak itu. Ayah dan Bunda gak mungkin punya uang sebanyak itu," gumam Devan.

Remaja itu berjalan meninggalkan bagian administrasi dengan lemas.

"Papa, ya, Papa pasti ada. Papa pasti punya uang sebanyak itu."

Devan berjalan dengan cepat keluar dari bangunan rumah sakit itu. Remaja itu bermaksud untuk menemui ayahnya. Berharap ayahnya bisa memberikan uang untuk biaya operasi Ara.

Ditempat yang berbeda, seorang laki-laki muda baru saja menerima panggilan telepon dari seseorang. Laki-laki terlihat tersenyum menyeringai.

Seseorang telah berhasil menjalankan misi darinya. Membuat laki-laki itu merasa senang.

"Devan ... kita lihat saja. Bagaimana cara kalian bertahan."

Seringai misterius penuh dengan kedengkian terlihat jelas diwajahnya.

"Ini adalah peringatan kecil. Aku benar-benar tidak suka melihatmu bahagia. Sementara aku dan ibuku hidup menderita."

Sorot mata laki-laki itu memancarkan kebencian. Ketika melihat Devan dan orang tuanya hidup bahagia. Belum lagi kemewahan yang mereka miliki.

Sementara dirinya harus hidup dengan kerasnya kehidupan. Terlahir dari keluarga Adijaya yang tidak pernah perduli padanya. Orang tua yang selalu bertengkar. Membuat kehidupannya menyedihkan.

Hingga membuat Irvan tidak menyukai keharmonisan. Setiap kali melihat orang lain bahagia.

Rasa irinya pada Devan timbul. Ketika melihat Devan begitu disayangi oleh kedua orang tuanya. Sedangkan Irvan, orang tuanya tidak pernah perduli padanya.

Irvan bertambah tidak suka kepada Devan. Ketika melihat Devan bahagia dan dekat dengan Ara. Tawa dan canda mereka, seakan membuat Irvan merasa kerdil.

Irvan sangat benci melihat mereka bahagia. Irvan ingin merusak kebahagiaan mereka. Sampai pada akhirnya, Irvan menyuruh seseorang untuk menabrak Ara. Setelah acara pengumuman kelulusan sekolah usai.

Kabar dari orang suruhannya yang berhasil menjalankan misinya. Membuat Irvan merasa puas. Karena setelah ini, ia tidak akan melihat tawa dan canda dari dua orang itu.

"Mereka itu sangat menyebalkan," umpatnya pelan.

Lelaki itu kemudian merebahkan tubuhnya. Hari ini Irvan tidak lagi mendengar ibunya menangis. Irvan merasa lega. Dia bisa beristirahat dengan tenang.

Biasanya rumah itu terasa panas dan juga bising. Akibat pertengkaran kedua orang tuanya. Entah mengapa sejak Irvan menginjak sekolah menengah atas. Orang tuanya kerap bertengkar.

Irvan tidak tahu apa yang menjadi pemicu pertengkaran mereka. Tapi tepat satu bulan sebelum kelulusan. Irvan mendengar bahwa ibunya menyebutkan kalau ayahnya tega telah berselingkuh.

Tak hanya itu, kenyataan pahit juga harus Irvan dengar. Kalau ternyata Irvan bukanlah anak kandung dari ayahnya.

Lalu siapa ayah kandungnya sebenarnya?

~~~~

Bersambung ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Sam Rahardja nekat menjadi kurir narkoba demi biaya sekolah keponakannya, meski upahnya dipotong oleh Galih. Saat Galih memutuskan berhenti, Sam terdesak masalah finansial. Di tengah kebuntuan, sosok misterius bernama Sena muncul mengancam akan melaporkan masa lalu ilegal Sam ke polisi. Terpojok demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Namun, ia justru terjebak dalam penyesalan mendalam karena pekerjaan tersebut adalah menjual diri.
Sampul Novel Pasangan Tak Diinginkannya: Serigala Putih Rahasia
9.5
Selama sedekade, Larasati menyembunyikan identitas Serigala Putih miliknya demi melindungi putrinya, Mutiara. Namun, kedamaian hancur saat Mutiara disiksa oleh Cindy, anak Alpha Vincent. Tragisnya, Vincent yang merupakan suami Larasati justru berkhianat dan memberikan posisi Luna kepada selingkuhannya, Ivana. Dianggap penyusup dan disiksa perak, Larasati akhirnya membongkar rahasia besarnya. Dengan bantuan Garda Dewan Agung, sang Luna bangkit untuk membalas dendam.
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Rencana pernikahan Dissa dan Daniel terancam saat Daniel memilih menjadi dokter relawan di medan perang Gaza. Hubungan jarak jauh mereka awalnya lancar, namun Daniel tiba-tiba hilang kontak. Di tengah kekhawatiran, Dissa menerima foto Daniel bersama Jesika, mantan sahabatnya. Dissa pun bimbang apakah harus membatalkan pernikahan atau tetap percaya, tanpa mengetahui fakta sebenarnya yang menimpa Daniel di sana. Akankah cinta mereka bertahan di tengah konflik dan kecurigaan?
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Sampul Novel RAHASIA SANG BODYGUARD
8.3
Bukan kisah cinderella, ini tentang Kinara yang hidupnya berubah menjadi teror mengerikan. Demi keamanan, ia menyewa Satria sebagai bodyguard. Meski Satria sangat tampan, Nara tetap waspada karena ia percaya ketampanan adalah alat tipu daya. Saat Satria mencoba memikat hatinya, rahasia gelap perlahan terkuak. Identitas asli Satria ternyata adalah Ghazi Ammar Fahrezi, pria misterius yang memiliki kaitan erat dengan trauma masa lalu Nara yang sangat kelam.
Sampul Novel Sanderan Tuan MAFIA KEJAM
8.8
Dunia gelap seorang pemimpin mafia kejam hanya dipenuhi oleh ambisi kekuasaan, tumpukan uang, dan pertumpahan darah yang tiada akhir. Namun, dominasi pria bengis ini mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan seorang gadis yang memikat hatinya. Di balik reputasi yang mengerikan, muncul sisi lembut yang tak terduga akibat jeratan cinta. Ikuti kisah penuh aksi dan romansa dewasa yang menegangkan dalam perjalanan hidup sang penguasa yang kini menjadi sandera perasaan.