Sampul Novel Perjalanan Zera

Perjalanan Zera

9.0 / 10.0
Dalam novel modern Perjalanan Zera, Zera menghadapi dinamika kehidupan yang menguji rasa syukurnya. Sebagai young adult fiction romance books pilihan, kisah ini menyoroti pencarian makna di balik setiap takdir Tuhan. Baca web novel ini untuk menemukan inspirasi dalam menghadapi realita hidup.
Ringkasan Perjalanan Zera
Setiap peristiwa dalam hidup merupakan bentuk pelajaran berharga yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Kisah ini mengajak pembaca merenungi bahwa besarnya kenikmatan yang dirasakan akan selalu sejalan dengan ketulusan hati dalam bersyukur. Melalui perjalanan Zera, kita diingatkan bahwa tidak ada kejadian yang sia-sia, karena setiap momen membawa hikmah mendalam bagi mereka yang mau membuka mata dan menghargai segala pemberian-Nya.
Baca Selengkapnya

Perjalanan Zera Bab 1

Matahari terbenam menemani seorang gadis, yang baru saja memarkirkan sepedanya di depan kost-an mungil miliknya, ia menyeka peluhnya yang mengucur di atas pelipisnya, rambut panjang sebahunya sudah lepek karena keringat.

"Nak Zera, baru pulang nak?"

Merasa namanya di panggil, gadis bernama Zera itu membalikkan tubuhnya menghadap seorang wanita paruh baya, yang berada di belakangnya.

Senyuman wanita paruh baya itu membuat lelah Zera menguap, entah kenapa, Zera selalu tenang ketika melihat dan berada di dekatnya.

"Iya, hari ini Zera gak dapat pekerjaan lagi," jawabnya dengan lesu, kepalanya tertunduk dengan jari - jari yang bertautan.

Salah satu kebiasaan Zera, menautkan dan memainkan jarinya ketika ia sedih, takut, atau gugup.

Wanita paruh baya yang memakai gamis hitam dan kerudung abu - abu itu tersenyum, tangan halusnya menyeka keringat Zera yang kembali mengucur di pelipisnya.

"Jangan sedih, nak. Allah tidak memberikan ujian pada hamba Nya, kecuali beserta dengan solusinya. Dan Allah tahu kamu itu mampu melewatinya."

"Zera tadi jatuh, mik. Lihat, lutut Zera luka."

"Yaa Allah, nak. Ayo ikut umik, biar umik obati."

"Zera obati sendiri aja, mik."

"Udah ayo ikut umik, kebetulan ada anak umik yang kuliah dokter, dia baru aja pulang dari tugas KOAS nya."

"Malu, umik."

Wanita paruh baya yang di panggil umik itu tetap memaksa, ia menggandeng lengan Zera dan membawanya ke rumahnya di samping masjid tidak jauh dari kost-an Zera.

Pondok Pesantren Dar Al Hadi

Terpampang nama pesantren di depan gerbang besar berwarna serba putih, Zera hanya menunduk sambil menggenggam erat tangan umik Hanna.

Rumah umik Hanna berada di dalam pesantrennya, namun memiliki pintu khusus di sebelah kiri, sebelum memasuki pesantren. Jadi mereka tidak harus melewati pintu yang di lalui oleh para santri putera di sana.

Sedangkan tempat untuk santri puteri berada di seberang bangunan ini, memiliki gerbang tinggi lagi yang memisahkannya dari gedung santri putera.

"Nak, duduk dulu ya di sini? Umik mau panggil anak umik dulu," ucap umik Hanna sebelum menghilang di balik pintu coklat berukir lafadz Allah dan Rasulullah.

Semua pintu di rumah dan pesantren Al Hadi memiliki ukiran Allah, Rasulullah, nama - nama sahabat, istri Rasulullah dan puteri Rasulullah.

Tidak lama Zera menunggu, umik Hanna keluar bersama seorang puterinya yang calon dokter.

Berbalut gamis berwarna hijau tosca, gadis cantik itu tersenyum dan duduk di sebelah Zera.

"Dek Zera kenapa kok bisa luka?" tanyanya dengan lembut.

Mendapat perhatian yang hangat dari umik Hanna dan puterinya, Zera menjadi terharu dan tak sadar menitihkan air matanya.

Umik Hanna dan puterinya terkejut, akan tetapi mereka tetap tenang. Tidak mau membuat Zera semakin gusar.

Dengan perlahan, umik Hanna memeluk Zera dari sisi kanannya, mengelus punggung gadis cantik itu dengan lembut, sedangkan puterinya dengan telaten dan hati - hati, mengobati luka di lutut Zera.

"Yaa Allah umik, itu kenapa anak orang di buat nangis?"

Suara abi Hanan membuat ketiganya menoleh, menatap seorang lelaki paruh baya yang berwibawa dan tatapan hangatnya.

"Abi, kenalin ini Zera. Yang suka umik ceritain itu, anaknya cantik kan bi?"

"Oh ini nak Zera? Kenalin ya, nak. Abi Hanan, suaminya umik Hanna dan ayahnya Aisyah," kata Abi sambil tersenyum pada Zera.

Sedangkan Zera yang berada di pelukan umik Hanna, hanya mengangguk dan tersenyum semanis yang ia bisa.

Matanya sembab dan wajahnya memerah mendengar pujian cantik dari umik Hanna.

"Terus kenapa Zera kok nangis?"

"Zera luka, abi. Ini Aisyah baru aja obatin," jawab Aisyah sambil merapikan kotak obat miliknya.

"Astaghfirullah, nak. Kenapa bisa luka kaya gini?"

"T-tadi jatuh dari sepeda," cicit Zera kemudian bangun dan merapihkan rok sebetisnya, kemudian berjalan mundur.

"Zera pulang dulu, makasih ya umik, kak Aisyah, abi, assalamu'alaikum," sambungnya dengan nada bergetar dan buru - buru keluar dari rumah tersebut.

Dengan perasaan berkecamuk, Zera berjalan cepat menuju kostannya, sambil sesekali menyeka air mata yang mengalir di pipi putihnya.

Berada di tengah - tengah kehangatan keluarga umik Hanna, membuat Zera merasakan sesak di dadanya.

Tiba - tiba ia mengingat bagaimana ia akhirnya berakhir tinggal seorang diri di sebuah kost kecil ini, sendirian dalam sunyi dan dingin.

Bahkan Zera harus rela sekolahnya berhenti di kelas 2 SMA, dan mencari pekerjaan kesana kemari demi sesuap nasi. Luka itu selalu ada, membekas dan selalu terasa.

Sampai kapan Zera harus begini?

Zera ingin menyerah, rasanya sakit sekali ketika hidup tapi terombang - ambing, tidak ada yang menginginkannya, tidak ada yang membelanya bahkan di saat terpuruk sekalipun.

Bersambung ...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Perjalanan Zera

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?
8.0
Dua minggu menjelang pernikahan, Felix Darmaji kembali menunda hari bahagia mereka demi Shifa Adnan. Ini adalah penundaan ketiga, setelah sebelumnya Felix pergi ke luar negeri dan menemani Shifa melukis di gunung. Kehabisan kesabaran, sang protagonis langsung melamar teman masa kecilnya, Callen Harlan, putra mahkota konglomerat properti. Saat Felix menyadari kesalahannya, ia hanya bisa menatap siaran langsung pernikahan megah mantan tunangannya dengan penuh penyesalan mendalam.
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel Permainan Pewaris
9.3
Tiga tahun menjalin kasih, Kristian Dobson justru mengkhianatiku demi menikahi Laura Clarke, sang pewaris kaya. Berdalih ingin diakui keluarga, dia malah mengurungku dalam kemewahan yang menyesakkan. Puncaknya, Kristian tega memaksaku melompat dari lantai tujuh belas demi memuaskan istri barunya. Mereka mengira aku lemah dan bisa dihancurkan begitu saja. Namun, mereka tidak sadar bahwa akulah pewaris tunggal kekayaan terbesar di kota ini yang sesungguhnya.
Sampul Novel Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain
7.8
Saat banjir bandang mulai menenggelamkan area parkir bawah tanah akibat hujan lebat, Yuni mendapati dirinya terkunci tanpa jalan keluar. Dalam kepanikan, ia menghubungi Wibi untuk meminta bantuan. Namun, sang kekasih justru merasa terganggu dan menolak menyelamatkannya. Wibi memilih membawa tim penyelamat demi menolong kucing milik Maya yang terjebak di atas pohon. Yuni pun ditinggalkan sendirian berjuang menghadapi maut di tengah genangan air yang terus meninggi.
Sampul Novel Wedding Chaos
8.3
Alan dan Salsabila terjebak dalam pernikahan terburu-buru yang sejak awal terasa hambar. Tanpa visi yang jelas, hubungan mereka hanya didasari oleh rasa balas budi dan berakhirnya masa kebebasan sebagai anak. Meski tinggal satu atap, keduanya hidup tanpa ikatan emosional yang kuat. Kini mereka berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah komitmen ini diperjuangkan, atau dibiarkan hancur perlahan karena ketiadaan cinta di antara mereka?
Sampul Novel Yes, I Do
9.4
Keenan dan Lilian membuktikan bahwa kekayaan tak menjamin kebahagiaan. Keduanya terjebak dalam bayang-bayang trauma masa lalu yang mendalam. Keenan sulit memercayai wanita, sementara Lilian berjuang menyembuhkan luka hatinya. Sebelum melangkah ke jenjang serius, mereka sepakat untuk menuntaskan beban emosional masing-masing. Meski memaafkan itu sulit, Lilian bertekad mencoba demi cinta. Akankah proses penyembuhan ini membawa mereka pada kebahagiaan sejati?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan