
perceraian
Bab 3
Setiap malam Ayah dan Ibu selalu bertengkar entah apa masalahnya tapi aku sangat takut ketika Ibu dibentak oleh Ayah. Setiap mereka bertengkar aku selalu diam di kamar dengan perasaan sedih dan memeluk adikku.
Namaku Sinta umurku 10 tahun. Aku tidak mengerti kenapa mereka selalu bertengkar. Saat Ayah pulang larut malam saat itulah mereka selalu bertengkar saat itu aku dan adikku sedang tidur tapi terbangun mendengar suara bentakan Ayah kepada Ibu.
Ingin rasanya ku menanyakan hal ini tapi jika aku menanyakan ini kepada Ibu atau Ayah mereka pasti marah dan jika aku menanyakannya kepada Nenek. Aku belum tau jawabannya dan saat aku ke rumah Nenek aku akan menanyakannya.
“Sinta, besok kita ke rumah nenek ya” Kata Ibu
“Iya bu” Kataku
“Ya sudah sekarang kamu tidur” Kata Ibu sambil mengecup keningku. Namun kelihatannya Ibu menangis, tapi entahlah. Aku pun tertidur bersama adikku. Umur adik ku 5 tahun ia bernama Syila.
Esok harinya. Aku, Ibu dan Syila pergi ke rumah Nenek. Disana Ibu dan Nenek mengobrol dan terlihat Ibu menangis. Aku berpikir mungkin Nenek memarahinya srperti Ibu memarahiku jadi menangis. Saat Ibu pergi ke dapur aku menghampiri Nenek.
“Nek apa yang terjadi pada Ibu dan Ayah” kataku
“Sudahlah jangan pikirkan mereka, Belajar saja yang benar dan jaga adikmu itu” Jawabnya singkat yang membuatku tidak puas akan jawabannya.
Hari berlalu begitu cepat. Aku melihat Ayah pergi meninggalkan rumah, aku sudah mencegah Ayah namun Ayah hanya memelukku erat dan berpesan “Jaga Ibu dan adikmu jangan tinggalkan mereka”. Aku hanya tersenyum dan aku tidak mengerti kenapa Ayah pergi dari rumah. Ibu hanya terdiam dan menarik tanganku untuk masuk ke dalam rumah.
“Bu Ayah mau kemana Bu?” kata ku
“Dia bukan Ayahmu lagi” kata Ibu membentakku
“Dia Ayahku Bu!” Aku pergi ke kamar dan menangis tersedu-sedu.
Hari berlalu begitu cepat. Di sekolah aku selalu jadi bahan bullyan oleh temanku katanya “Ayahnya pergi dan tidak punya Ayah lagi” Saat itu aku selalu berfikir kemana Ayah. Aku merindukannya aku ingin bertemu dengannya. “Ya allah aku mohon pertemukan aku dengan Ayah aku sangat merindukannya, biarkan jika aku harus bertemu dengannya di dalam mimpi aku sangat bahagia” Ucapku dalam hati.
Suasana di rumah sejak tidak ada Ayah jadi berbeda Ibu selalu pulang malam dan aku selalu dimarahi. Aku mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri tanpa bantuan karena adikku masih kecil jadi tugasku untuk mengurusnya karena Ibu jadi berbeda. Aku bertanya kepada Nenek “Kemana Ayah?” namun Nenek menjawab
“Ayah dan Ibumu bercerai”. Aku tidak tau apa arti perceraian yang aku tau mungkin Ayah pergi karena alasan tersebut. Ingin rasanya aku disayangi oleh Ibu dan Ayahku seperti dulu tidak seperti sekarang Ayah pergi dan Ibu jadi berubah.
AKU INGIN SEMUANYA SEPERTI DULU
Hidupku berubah sejak Ayah pergi dan Ibu berubah.
Anda Mungkin Juga Suka





