Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

Demi membalas budi, Ellshora terpaksa menjerat para CEO kaya atas perintah bibinya meski ia sudah memiliki kekasih. Luke Whiston menjadi target terakhir dalam misi ini. Namun, sang CEO dingin ternyata sudah menyadari niat terselubung Ellshora. Luke justru berencana membalikkan keadaan agar Ellshora yang jatuh cinta kepadanya. Di tengah persaingan ini, siapakah yang akan benar-benar terjerat dalam perangkap gairah yang membara?
Bab
Bagikan

Bab 1

Tidak tahu diri!”

Bibi Mia melempar sepatu ke arah Ellshora. Ellshora berhasil menghindar. Tapi teriakan itu masih terdengar jelas. Bagai genderang yang nyaris memecahkan telinganya.

“Bocah tidak tahu balas budi! Jangan berpikir kau bisa kabur sebelum hutangmu lunas!” murka Bibi Mia.

Pintu rumah dibanting dengan keras, dengan segenap tenaga dan emosi yang menggebu dalam diri Ellshora. Untungnya, pintu itu baik-baik saja sekarang. Bibi Mia kesal bukan main. Rencana yang Daniel usulkan menurutnya memang harus dilakukan bagaimanapun juga. Ia mengakui bahwa Ellshora mempunyai daya tarik yang kuat. Ia mempunyai kecantikan dan tubuh yang proporsional.

“Dia hanya perlu mendekati pria kaya itu. Membuatnya jatuh cinta, lalu ambil uangnya sebanyak mungkin,” Bibi Mia masih bersungut-sungut.

“Dia punya banyak hutang, tapi masih memirkirkan hati,” imbuh Bibi Mia.

“Apa dia masih muda?” tanya Paman Gary, sembari melirik Daniel.

Dengan cepat Paman Gary mendapat balasan anggukan dari anak laki-lakinya itu.  “Dia kaya. Dan dia sangat tampan?” dan, sekali lagi, Daniel mengangguk.

“Jelas itu rencana yang menguntungkan juga untuk dia nantinya. Kenapa masih mempertahankan pacarnya yang miskin itu?” kata Paman Gary.

“Kau harus balas budi padaku, Bocah Brengsek!” Bibi Mia berteriak lagi, suaranya sampai ke luar pintu hingga Ellshora bisa mendengarnya.

Hujan turun dengan sangat tiba-tiba. Dan tiba-tiba pula langkah kaki Ellshora yang berencana meninggalkan halaman rumah, terhenti. Ia berdiri di depan pintu, menyesali hujan yang datang tak tepat waktu.

'Sial!' gerutu Ellshora.

Ellshora menutup tudung hoodie-nya, kemudian memasukkan kedua tangannya di saku. Ketika melihat sepatu yang Bibi Mia lemparkan padanya barusan, dengan cepat Ellshora mengambil benda itu. Kemudian melemparnya keras di tengah hujan dengan penuh kekesalan. Emosinya kembali meledak.

'Kalian yang brengsek! Apa mengurus keponakan yang kehilangan orang tuanya, bisa disebut hutang?' monolog Ellshora.

Ellshora menghela napas yang terasa tercekat di tenggorokannya. Dirinya sedang dikuasai oleh emosi.

'Kalian pikir, aku tidak lelah? Sangat lelah!' Ellshora menghela napas. 'Kalian pikir, aku tahan? Oh, jelas hidup bersama makhluk seperti kalian aku tidak tahan!' Ellshora kembali bermonolog. Ia nyaris menangis, tapi masih ia tahan. 'Tapi kenapa aku terlalu lemah untuk meninggalkan rumah ini? Kenapa aku selalu punya alasan untuk bertahan di sini?' Ellshora kini tidak mampu membendung air matanya. 'Betapa piciknya kalian. Merenggut kebebasanku dengan alasan semua hutangku.’ Ellshora terisak-isak.

Dalam hujan yang makin deras, Ellshora sibuk menggerutu seorang diri. Suara hujan yang keras, bersamaan dengan tangis Ellshora yang pecah seketika.

‘Hutang balas budi?’ sudut bibir Ellshora menyungging, ‘Hah! Seharusnya sejak awal kalian membuangku di hutan saja. Lebih baik aku hidup sebagai tarzan, daripadi menjadi manusia yang hidup dengan keluarga seperti kalian!’

DAAARRRRRR!!!!

“Arrrgggg!”

Jeritan lantang Ellshora terdengar nyaris bersamaan dengan kerasnya suara petir sore ini. Spontan, ia membuka kembali pintu dan segera masuk ke dalam dengan detakan jantung yang masih tidak terkendali. Jelas, Ellshora terguncang, sebab ia sangat takut petir.

Ketika Ellshora baru saja berhasil mengendalikan detak jantungnya, ia menghembuskan nafas panjang sembari terpejam sesaat. Setelah membuka mata perlahan, ia tahu, di depannya jelas bukan pemandangan bagus.

Wajah ketiga orang itu begitu jelas. Ellshora menyesal kenapa hujan harus datang di saat-saat seperti ini. Ia harusnya meninggalkan rumah, dan pergi ke taman kota menikmati secangkir coklat panas bersama Zane. Faktanya, sekarang hujan justru menjebak Ellshora dalam rumah ini. Ia melihat Bibi Mia, Paman Gary dan Daniel sudah berdiri di hadapannya.

Ekspresi Bibi Mia, begitu puas. “Tak butuh waktu lama, akhirnya kau setuju juga dengan rencana kita.”

Aku tidak bilang setuju! Aku menolak!” Ellshora kekeh.

“Kamu pikir aku menerima penolakan?” Bibi Mia menengadah.

Tapi Ellshora tak gentar. Ia maju selangkah dan mendongak. Kini jarak di antara keduanya sangat sempit, menyisakan sedikit ruang untuk bernafas. Daniel dan Paman Gary menyaksikan pemandangan itu. Entah sudah berapa kali pemandangan seperti itu mereka lihat selama ini.

“Untuk terakhir kalinya aku bertanya, jadi beri aku jawaban sejelas mungkin. Berapa total hutang yang harus kubayar?” Ellshora terlihat tegas. “Akan segera kulunasi semuanya. Setelah itu, aku akan pergi dari rumah ini dan tak akan pernah mau melihat wajah kalian lagi.”

Suasana hening beberapa saat. Tak ada suara yang keluar dari mulut empat orang di ruangan itu.

“Hahaha ....” seketika Bibi Mia, Paman Gary dan Daniel tertawa lebar tanpa ekpresi secara bersamaan.

Setelahnya, suasana kembali hening. Bibi Mia mundur dari Ellshora. Mengambil posisi di sisi Ellshora, kemudian tangannya tiba-tiba dengan penuh kelembutan merangkul bahu Ellshora. Kontras dengan sikapnya beberapa menit sebelumnya.

“Ellshora,” bisik Bibi Mia, suaranya yang lembut justru seperti panas yang tiba-tiba menyengat di telinga Ellsora.

“Apa kita perlu membuat rekapan semua pengeluaranmu selama dua puluh dua tahun ini? Semuanya, Ell?” tanya Bibi Mia.

Ellshora menyunggingkan sudut kiri bibirnya. “Sebutkan saja semuanya. Jangan bertele-tele seperti biasa.”

“Saaaangat banyak. Bahkan seumur hidup kau bekerja, tidak akan mampu melunasi hutangmu, Ellshora,”ucap Bibi Mia dengan seringai. “Tapi kalau kau setuju, bagaimana kalau kita bernegoisasi?”

“Tidak!”

Ellshora tak akan pernah lupa. Semua negoisasi yang mereka sepakati, selalu saja hanya memberi keuntungan pada Bibi Mia. Pada akhirnya, Ellshora selalu terjebak sendiri oleh semua rencana bibinya.

“Buat Luke Whiston jatuh cinta padamu. Pacari pria itu satu bulan saja, ambil uangnya sebanyak mungkin. Setelah itu, hutangmu lunas,” jelas Bibi Mia.

“Aku akan memberimu bagian dan kau bisa memulai hidup baru bersama Zane. Aku janji, ini untuk terakhir kalinya!” Bibi Mia berusaha meyakinkan Ellshora. Tatapannya tajam, menyiratkan sebuah keyakinan yang langsung ditangkap oleh Ellshora.

Bicara soal Zane, Ellshora selalu merasa terluka. Padahal kenyataannya, justru Ellshora yang berkali-kali melukai pacarnya itu. Ketika melihat sorot mata Bibi Mia, entah kenapa ia selalu terbuai oleh wanita itu. Dan Ellshora benci pada dirinya sendiri, yang selalu memiliki alasan untuk tetap bertahan di rumah ini. Dalam situasi yang selalu menguntungkan keluarga bibinya.

Tetapi memang tak ada yang perlu direnungkan lagi. Ellshora hanya perlu mendekati anak komisaris Sonic Group, Luke Whiston. Membuat pria itu jatuh cinta dengannya. Lalu mereka berpacaran. Entah berapa keuntungan yang bisa ia dapatkan dalam satu bulan masa pacaran mereka nantinya. Yang jelas, ia akan segera bebas dari hutang budi keluarga Bibi Mia. Tak ada lagi sandiwara bersama beberapa laki-laki kaya raya yang terpikat olehnya. Ia hanya perlu menjalani kehidupan cinta yang normal bersama Zane setelah rencana ini selesai.

“Atur saja semau kalian!” Ellshora benar-benar kesal, ia menyeret langkah kakinya cepat-cepat kemudian masuk ke kamar.

Kamar ini cukup luas, tapi malam ini Ellshora merasa ruangan ini membuatnya merasa sempit dan sesak. Ia merobohkan tubuhnya di atas tempat tidur, memandangi langit-langit kamar. Hembusan nafasnya terdengar berat.

Tangan Ellshora mulai sibuk dengan benda di tangannya. Ia menyentuh dan menggeser layar ponsel beberapa kali, saat foto Zane terlihat jelas, tangannya berhenti bergerak. “Bersabarlah, Sayang. Aku akan menyelesaikan semuanya agar kita bisa menjalani kehidupan yang semestinya.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Manis Sang Ratu Miliarder
9.0
Pasca diusir, Helen menyadari bahwa ia bukan putri kandung di keluarganya. Meski dirumorkan kembali ke keluarga miskin yang eksploitatif, kenyataan justru berkata lain. Ayah kandungnya adalah miliarder yang sangat memanjakannya. Di balik itu, Helen memegang paten desain bernilai fantastis dan menjadi mentor astronomi nasional. Saat orang lain menanti kegagalannya, ia justru meraih status legendaris dan menarik perhatian pria misterius yang berkuasa.
Sampul Novel Di Atas Ranjang Tuan Nick
8.7
Akibat tuduhan palsu sebagai perusak hubungan, Keyla menghadapi nasib kelam. Nick, CEO berkuasa, menculiknya tepat di hari pertunangan demi menghancurkan masa depan wanita itu. Setelah dilecehkan secara paksa, Keyla yang putus asa mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, Nick justru menyelamatkannya hanya untuk mengikatnya dalam pernikahan yang menyesakkan. Kini, Keyla terjebak sebagai tawanan di kediaman megah pria yang telah menghancurkan martabatnya tersebut.
Sampul Novel Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
9.2
Hidup Danny Laksana hancur setelah dikhianati kekasih dan kehilangan orang tuanya dalam tragedi memilukan. Di tengah luka mendalam, ia menemukan fakta mengejutkan bahwa dirinya adalah ahli waris konglomerat terkaya. Demi menuntaskan dendam pada sang mantan dan mengungkap misteri kematian orang tuanya, Danny memutuskan untuk menikah. Namun, ia tidak menyadari bahwa dalang kriminal yang ia cari selama ini berada sangat dekat di lingkup sekitarnya.
Sampul Novel Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin
9.1
Pernikahan lima tahun Kyna dan Aldrian hancur saat cinta pertama Aldrian kembali. Menyadari suaminya tak pernah mencintainya, Kyna memilih diam. Alih-alih marah saat Aldrian terus mengutamakan wanita lain, Kyna diam-diam mempersiapkan studinya ke luar negeri. Begitu visanya terbit, ia menyodorkan surat cerai dan pergi ke Yuropiah tanpa memedulikan keraguan Aldrian. Namun, saat video Kyna menari dengan anggun di luar negeri menjadi viral, Aldrian yang menyesal bersumpah untuk memburunya kembali.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel My Fated Girl
8.9
Ranaya Arabella Raharja nekat meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan. Namun, hidupnya berubah drastis saat sang ayah mencabut semua fasilitas mewah miliknya. Tanpa tabungan dan tempat berteduh, Rana terjepit dalam kesulitan. Di tengah keputusasaan, Aiden Saka Bumi yang merupakan atasannya menawarkan tempat tinggal. Meski Aiden sangat menyebalkan, Rana harus memilih antara harga diri atau tawaran sang bos yang menegaskan bahwa tidak ada hal gratis di dunia ini.