
Penyesalan Seusai Talak
Bab 2
Evelyn menggeleng-gelengkan kepala mendengar tuduhan tak berdasar dari Marissa.
" Kenapa masalahnya jadi meluber kemana-mana, sih, mbak? Aku hanya meminta kamu menjaga jarak dengan suamiku! Bukan menjauhkan dia dengan anaknya! Kenapa pikiran kamu sesempit ini, sih? Bukan kah kamu itu berpendidikan? Seharusnya bisa berpikir, bukan? Apa selama berbicara tadi aku pernah menyebutkan ingin memisahkan anak mu dengan ayah nya? " Evelyn yang tak tahan dengan tuduhan buruk Marissa akhirnya meledak juga.
" Halah ... Kamu memang nggak ucapin secara langsung! Tapi dengan meminta aku menjaga jarak dengan mas Bian artinya sama saja dengan kamu ingin menjauhkan Chika darinya! Bahasa mu itu nggak usah sok lembut, kalau tetap saja tersirat niat jahat didalamnya! " ucap Marissa dengan lantang. Orang-orang yang ada disekitar mereka sempat menoleh memperhatikan perdebatan antara keduanya.
" Terserah pikiran mu, mbak! Susah kalau ngomong sama orang egois! " balas Evelyn sambil mengemas barangnya hendak berlalu dari sana.
" Siapa yang kamu bilang egois? Hah? " pekik Marissa seraya bangkit dari duduknya dan berdiri dengan wajah memerah.
" Siapa lagi? Aku sedang berbicara denganmu disini, " sahut Evelyn dengan tatapan meremehkan.
Marissa semakin meradang saat mendapat tatapan remeh dari istri lelaki yang masih ia cintai itu.
" Kamu! " ucap Marissa dengan gemas. Telunjuknya sudah menuding wajah perempuan ayu didepannya itu.
" Jika kamu berpendidikan, seharusnya tau malu, mbak! Lihat sekeliling mu, semua orang sedang menatap kearah sini. Atau memang urat malu mu sudah putus? Ah, aku lupa, sepertinya memang kau sudah tak tau malu lagi, ya? Jika kau tau malu, tidak mungkin juga terus mendekati suami orang, bukan? " ucap Evelyn santai tapi penuh penekanan.
Marissa baru saja akan membalas, namun manager cafe sudah mendatangi mereka dan meminta pergi.
" Maaf! Jika anda berdua ingin ribut, silahkan keluar dari sini! Jangan menganggu ketenangan pengunjung lainnya! " tegas sang manager.
" Maafkan saya, pak! " ucap Evelyn seraya menunduk sopan kemudian segera berlalu dari sana.
Marissa yang masih menahan emosi segera menarik tasnya dan mulai mengejar Evelyn yang sudah lebih dulu keluar dari cafe. Dengan amarah yang sudah membuncah, dia memanggil Evelyn yang ingin membuka pintu mobil.
Evelyn berbalik begitu mendengar panggilan Marissa, dia menatap wajah wanita yang dulu sempat ia kagumi kecantikannya. Evelyn yang seorang perempuan saja begitu memuja kecantikan wanita didepannya itu, apalagi dengan para pria.
" Apa lagi? " tanya Evelyn dengan wajah datar.
Dengan wajah licik, Marissa mengucapkan kalimat yang mampu membuat tubuh Evelyn menegang saat itu juga. Sedangkan Marissa langsung menjauh dari sana setelah melempar senyum sinis pada Evelyn.
Anda Mungkin Juga Suka





