Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Dijual oleh ayahnya sendiri, Sofia justru disiksa Alpha Vincent dalam gudang kumuh. Fitnah kejam Isabel membuat Sofia dijebloskan ke penjara perak hingga kulitnya melepuh. Puncaknya, Vincent memberikan kalung warisan ibu Sofia kepada Isabel sebagai mainan anjing. Di tengah penderitaan itu, Sofia bangkit sebagai White Wolf yang langka. Ia memutus ikatan Mate dengan Vincent, membiarkannya meraung kesakitan, lalu pergi mencari takdir baru di Pack yang lebih kuat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sofia POV:

Ruang gerakku semakin menyempit, dan itu terjadi secara harfiah.

Jejak keberadaan Isabel kini menodai setiap sudut mansion. Syal sutranya tersampir sembarangan di kursi bacaku, botol-botol kosmetiknya menganeksasi rak kamar mandi yang dulu kugunakan, bahkan anjing pudel kecilnya tidur di atas bantal sulam peninggalan ibuku.

Invasi ini bukan sekadar tentang benda. Ini tentang penghapusan eksistensiku.

Dan Vincent membiarkannya.

Malah, pagi ini, dia menyuruh pelayan memindahkan sisa barang pribadiku ke gudang penyimpanan di dekat dapur. Alasannya terdengar begitu logis sekaligus kejam: kamar lamaku akan direnovasi untuk "tamu penting".

Tamu penting itu, tentu saja, Isabel.

Wanita itu berjalan mengelilingi mansion dengan gaun-gaun mewah, memerintah para pelayan seolah mahkota Luna sudah bertengger di kepalanya.

Siang itu, rapat strategi Pack digelar di aula besar.

Sebagai putri seorang Alpha—meskipun ayahku memiliki reputasi korup—aku memiliki naluri dan pengetahuan tentang manajemen logistik. Aku berdiri di sudut, memegang berkas laporan persediaan pangan musim dingin yang telah kusiapkan semalaman.

"Alpha," aku mencoba bersuara saat ada jeda dalam diskusi. "Laporan logistik untuk..."

"Aduh!"

Suara Isabel memotong kalimatku bagaikan pisau. Dia memegang kepalanya, tubuhnya limbung secara dramatis ke arah Vincent.

"Kepalaku pusing sekali, Vin. Mungkin efek dari racun *Rogue* waktu itu masih ada," rintihnya.

Semua mata di ruangan itu—para Beta dan Gamma—langsung beralih padanya, melupakan eksistensiku seketika.

Vincent dengan sigap menangkap pinggangnya. "Kau butuh istirahat, Bel."

Aku berdiri terpaku.

Inilah segitiga kekuasaan yang menyedihkan. Vincent, sang raja. Isabel, ratu palsu yang manja. Dan aku, orang asing yang tak terlihat.

Isabel melirikku dari balik bahu Vincent, seringai tipis terukir di bibirnya.

"Maaf ya, Sofia," katanya dengan nada yang dibuat-buat lemah. "Bisa kau ambilkan air? Laporanmu pasti membosankan untuk didengar saat kepalaku sakit begini."

Kuku jariku memutih mencengkeram berkas. Harga diriku tercabik, tapi aku menunduk, berpura-pura merapikan kertas.

"Tentu," jawabku datar.

Aku menggunakan pekerjaan sebagai perisai. Jika aku sibuk, mungkin aku tidak perlu merasakan pedihnya diabaikan.

*

Malam itu, bulan purnama menggantung tinggi.

Udara terasa bermuatan listrik. *Inner Wolf* di dalam diriku gelisah, mencakar-cakar dinding kesadaranku ingin keluar.

Pintu gudang—kamar baruku—terbuka kasar.

Vincent berdiri di sana. Matanya gelap, pupilnya membesar menelan warna irisnya. Bau alkohol bercampur dengan feromon Alpha yang kuat menguar darinya, mendominasi ruangan sempit itu.

Dia melangkah masuk, menutup pintu dengan tendangan kaki.

"Vincent?"

Tanpa kata, dia mendorongku ke dinding. Tangan besarnya mencengkeram bahuku, menahan segala bentuk perlawanan.

Napasnya panas menerpa leherku. "Baumu..." geramnya rendah, suaranya bergetar. "Kenapa baumu selalu membuatku gila?"

Itu adalah insting *Mate*. Biologi sialan yang tidak peduli pada hati yang patah.

Tubuhku mengkhianatiku. Kulitku meremang saat dia menekan tubuhnya padaku. Ada sengatan listrik yang menjalar di tulang punggungku—tanda ikatan yang tak terbantahkan.

Tapi pikiranku menjerit.

*Tidak. Bukan begini.*

Dia mendekatkan wajahnya ke leherku, gigi taringnya memanjang, siap untuk mengklaim.

Tiba-tiba, rasa sakit yang luar biasa menghantam perut bagian bawahku.

Rasanya seperti ada api cair yang dituangkan paksa ke dalam rahimku.

"Argh!" Aku tersentak, mendorong dadanya sekuat tenaga. Wajahku pucat pasi.

Vincent terhuyung mundur, bingung. "Apa yang—"

*Wiuuuuung!*

Sirine bahaya Pack meraung memecah keheningan malam.

Suara lolongan serigala penjaga terdengar bersahutan. *Rogue attack!*

Mata Vincent langsung jernih. Kabut nafsu menghilang, digantikan oleh kewaspadaan naluriah seorang Alpha.

"Sial," umpatnya.

Dia berbalik, melupakan aku sepenuhnya dalam sekejap mata. Tugas memanggil.

Saat dia bergegas keluar, kertas kontak Yarunica yang kusimpan di balik bantal terjatuh ke lantai karena guncangan tadi.

Langkah Vincent terhenti di ambang pintu. Matanya menangkap kertas itu.

Dia memungutnya. Membacanya sekilas.

Tatapannya beralih padaku, dingin dan tajam. "Yarunica? Kau berencana lari ke sana?"

Dia mendengus, tertawa kecil yang menyakitkan. "Tempat itu keras, Sofia. Omega manja sepertimu tidak akan bertahan sehari pun di sana tanpa perlindunganku."

Aku menatapnya lurus. Rasa sakit di perutku masih menyiksa, tapi aku menegakkan punggung.

Mataku berkata: *Itu bukan urusanmu.*

"Vincent!" Suara Isabel terdengar dari lorong, panik dan manja. "Aku takut! Suara sirine itu!"

Vincent meremas kertas itu, lalu melemparnya kembali ke arahku seperti sampah.

Dia memilih pergi. Dia memilih Isabel. Lagi.

Mereka menghilang di ujung lorong, Vincent merangkul bahu Isabel, menenangkannya.

Aku tertinggal sendiri dalam kegelapan.

Perlahan, aku memungut kertas yang kusut itu.

Aku mengambil pena dari meja, mencoret nama kontak di sana, dan menulis satu kata besar di sampingnya: KEBEBASAN.

Tanganku beralih ke perutku yang masih berdenyut nyeri.

*Inner Wolf*-ku tidak lagi hanya mencakar. Dia menggeram.

Ada sesuatu yang bangkit di dalam darahku. Sesuatu yang purba. Sesuatu yang berwarna putih.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa, seorang gadis desa, memberanikan diri merantau ke kota demi menjalankan wasiat terakhir ibunya untuk mencari sang ayah. Di tengah perjalanan, ia bertemu sosok pria baik hati yang menolongnya. Meski berhasil menemukan ayahnya, Farisa terkejut karena posisinya telah direbut oleh orang lain yang mengaku sebagai anak kandung pria itu. Kini, Farisa harus memilih antara menyerah atau tetap berjuang demi mendapatkan kembali hak dan pengakuan yang seharusnya ia miliki.
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia mencekam akibat teror Eaters, predator berwujud manusia yang berubah menjadi monster haus darah saat malam tiba. Dengan taring dan cakar tajam, mereka memangsa daging manusia hingga memaksa warga bersembunyi dalam ketakutan. Rio Rosswel menjadi saksi bisu saat ibunya tewas mengenaskan di tangan makhluk tersebut. Sambil bersembunyi di lemari, Rio menahan tangis dan amarahnya. Di tengah duka mendalam, ia bersumpah untuk membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan
8.0
Dikhianati hingga menjadi pembunuh, Maria menceraikan James dan pergi membawa dendam. Enam tahun berselang, ia kembali bersama rival mantan suaminya dengan identitas baru yang tangguh. Meski bekerja sama dengan James hanya demi membalas sakit hatinya, Maria tidak menyadari bahwa ia justru masuk ke dalam jebakan pria itu. Di tengah pergolakan antara gairah dan niat balas dendam, mereka terjebak dalam permainan perasaan yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main adalah pemuda lemah yang sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Ia mengemban misi berat untuk kembali ke desa demi menghancurkan mustika ular hijau yang berbahaya. Namun, perjalanannya penuh rintangan saat ia harus bertarung melawan para pengguna piranti mistik. Main juga terjebak dalam berbagai konflik sengit melawan manusia dan makhluk gaib. Ia harus berjuang mencari informasi demi menemukan lokasi mustika itu dan menuntaskan tugasnya.
Sampul Novel Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
9.7
Tiga tahun menjadi penyembuh kutukan Alpha Kaelan berakhir tragis. Meski menjanjikan komitmen, Kaelan justru memilih Lila dan mencampakkan aku tepat di hari ulang tahunku. Di bawah pengaruh licik Lila, Kaelan berubah menjadi penyiksa kejam yang tega menyakiti keluargaku demi fitnah. Saat ia mencoba memaksaku kembali, aku memilih memutus ikatan. Kini, aku berpaling ke kawanan lawan demi pasangan takdir sejatiku yang baru saja bangkit dari koma panjang.
Sampul Novel Pandora
9.6
Aaron Elang Cyane kembali setelah tiga tahun berlatih demi melindungi para sahabatnya. Namun, ia mendapati Guinevere Abigail belum pulang dan Aurora Bernett diculik oleh organisasi Twilight Fantasy yang memburu daemon darah murni. Di tengah konflik, Elang harus menghadapi perasaan rumitnya pada Aleasha Brunella Aoi serta ancaman musuh dalam selimut. Takdirnya kini terikat pada rencana gelap layaknya kotak Pandora, memaksanya mengambil keputusan sulit demi masa depan.