Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penjara Bos Gila

Penjara Bos Gila

Sean Anderson tumbuh dalam keluarga retak sebelum diasuh pamannya yang merupakan bos mafia kejam. Lingkungan keras membentuknya menjadi pria dingin tanpa ampun. Namun, hidupnya berubah saat ia bertemu seorang gadis yang mampu menggoyahkan kewarasannya. Meski terus ditolak, Sean tak menyerah. Ia menggunakan segala cara demi mengurung gadis itu dalam kendalinya. Ikuti kisah penuh ketegangan dan intrik tentang obsesi gelap di dunia mafia yang berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 1

''Aku dimana?'' seorang gadis berusia 23 tahun baru saja tersadar dari tidur panjangnya. Dengan disertai luka di beberapa bagian wajahnya.

Sebuah ruangan yang seperti kamar tidur. Tetapi sangatlah mewah. Tidak mungkin rumah sakit bukan? atau hotel berbintang? Kim Hana meringis kesakitan dan bangkit dari tempat tidurnya.

Di dahinya terdapat perban yang membungkus luka, dan ada luka goresan di pipi kanannya. Dengan terhuyung Hana mencoba berjalan kearah pintu. Namun, ketika sampai di pintu dan ia coba membukanya, ternyata pintu tersebut dikunci dari luar.

Hana menghela nafasnya sejenak. Dengan lemas ia mencoba menggedor-gedor pintu, tapi nampaknya tidak ada seorang pun yang mendengarnya atau memang tidak mau mendengarnya.

Hana menekan kepalanya yang terasa begitu sakit, ia mengingat-ingat apa yang terjadi sebelumnya.

.

Beberapa jam sebelumnya.

Disebuah gelapnya malam, seorang gadis tengah berlari membelah kesunyian, ia berlari dengan raut wajah ketakutannya. Ya dia adalah Hana.

Kepalanya terus menoleh kebelakang memastikan bahwa tidak ada orang yang membuatnya berlari ketakutan seperti itu.

Kim Hana, gadis berusia 23 tahun. Yang hidupnya seakan tidak bermakna, tidak berguna dan merasa tidak diharapkan ada di dunia. Keluarganya sangatlah kekurangan, bahkan ibunya yang sudah tua pun masih bekerja, dan ayahnya? justru sang ayah hanya asik dengan dunia malamnya.

Setiap hari Hana mengurus pekerjaan rumah. Ibunya yang bekerja sangat jarang sekali berada dirumah. Karena itu sang ayah pun kerap mencoba melecehkan Hana, untuk memenuhi hasrat lelakinya.

Sempat Hana berteriak tapi sebuah pukulan keras yang didapatkannya dari sang Ayah. Hingga menimbulkan rasa trauma yang sangat dalam, dan bahkan membuat Hana sangat ingin mengakhiri hidupnya.

Beberapa kali Hana mencoba bunuh di-ri, tapi selalu gagal, sang Ayah yang terus menggagalkan upaya pengakhiran hidupnya.

''Jangan membuat rumah gubuk ini angker karena perbuatan mu!'' kalimat itu yang sering Hana dapatkan.

Bukan melarang karena sayang, tapi melarang karena tidak mau ikut terseret dalam kasus pengakhiran hidupnya.

Dan malam itu, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hana yang tengah tertidur merasa ada yang sedang menggriliya tubuhnya. Dengan perlahan, ia membuka matanya dan benar saja. Sudah ada tubuh seorang pria gempal yang berada di atas tubuhnya. Tangannya yang brengsek meremat buah dadanya.

Spontan Hana terjingkat dan menendang pria gempal itu, sehingga membuat pria itu terpental dan terjatuh.

''Akkkhhhhh!'' jerit Hana begitu kencang.

Ia segera menghidupkan lampu kamarnya dan ternyata seorang pria itu tak lain adalah Ayahnya sendiri.

''Ayah?'' suara Hana terdengar gemetar. Matanya turun melihat kearah pakaiannya yang dua kancingnya sudah terbuka. Ya ternyata yang dia rasakan didalam tidurnya benar, bahwa ayahnya kembali mencoba melecehkannya. Tapi kali ini sudah sangat keterlaluan.

Dengan cepat ia mengancingkan bajunya lagi, dan menarik selimut untuk membungkus tubuhnya.

Antonio menatap kesal pada anak gadisnya. Ia bangkit dan menghampiri Hana diranjang. Dan dengan sangat kasar, ia menjambak rambut panjang Hana sampai kepala Hana mendongak kebelakang.

''Anak sialan! kau mencoba melawan ku ya?!'' ucapnya penuh penekanan.

Bau alkohol yang sangat menyengat tercium dari mulut Antonio. Dan sudah dipastikan bahwa kali ini pria gempal itu sedang benar-benar mabuk.

Istilah orang tua tidak akan memakan anaknya sendiri, tidak berlaku pada Antonio. Bahkan serigala pun tidak rela melihat anaknya dikejar babi hutan. Tapi Antonio, ia bahkan mencoba melecehkan anak gadisnya dan berbuat kasar pada Hana.

''Ampun Ayah, Hana mohon lepasin, sakit!'' mohon Hana dengan sangat. Tapi sorot mata penuh nafsu Antonio tidak sedikitpun mengiba pada Hana. Ia justru mengeratkan tangannya dan semakin menarik kebelakang rambut Hana.

''Setelah Kamu menendang ku? kamu justru meminta dilepaskan? Cih!!'' wajah Hana diludahi bagaikan sesuatu yang sangat menjijikkan.

Hana terus menatap mata Ayah berharap ada sedikit rasa iba padanya. Tapi pengaruh minuman setan itu, Antonio pun tidak memiliki belas kasih lagi.

Hup!

Antonio men-jilati dengan kuat leher Hana yang terpampang indah didepannya. Hana terus memberontak, tapi Antonio semakin beringas. Bahkan ia meninggalkan noda merah di leher anaknya.

Air mata Hana terus berderai, ia terus memohon dan berteriak. Tapi sayang, suara teriakannya tidak cukup keras karena posisinya yang mendongak sangat kebelakang.

Tidak puas dengan menyerang leher Hana, tangan Antonio berusaha menerobos masuk kedalam celana tidur Hana. Tapi Hana terus menahannya dengan kedua tangannya.

''Ayah sadar Ayah! Hana anak Ayah!'' ucapan Hana sedikit membuat Antonio menghentikan aksinya, tapi sepersekian detik setelahnya, ia melakukannya lagi lebih dari sebelumnya. Ia memaksa ingin menyentuh anggota tubuh yang sensitif Hana dengan tangannya sendiri.

Hana melirik kearah meja samping ranjang. Ia melihat sebuah celengan berbahan tanah liat dan terbesit pikiran untuk mengambil sebagai alat pertahanannya.

Dan... Brakkk!

Bukan hanya sekedar alat pertahanan, Hana justru menghantam kuat kepala Antonio dengan celengan miliknya sehingga Antonio tersungkur dengan darah yang mengalir dari kepalanya.

Celengan itu pecah, dan isinya pun berantakan. Tapi Hana tidak peduli, dia hanya ingin terlepas dari kejahatan Ayah sendiri.

''Anak kurang ajar!!'' pekik Antonio. Melihat Antonio yang sudah terjatuh, Hana pun mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.

Dia berlari keluar kamar dan bahkan keluar dari rumah. Antonio terus memanggil Hana dan mengejarnya.

Tapi Hana terus berlari, berlari dan berlari. Ia tidak peduli dengan kakinya yang tel-lanjang, bahkan ada darah yang keluar dari telapak kakinya karena tadi terkena pecahan celengan. Tapi sungguh, Hana tidak peduli itu, ia hanya ingin terlepas dari niat buruk Antonio. Sejujurnya ia lebih rela mengakhiri hidupnya ketimbang menyerah dan menyerahkan mahkota yang sangat berharga pada ayahnya yang brengsek itu.

Hana terus berlari hingga tidak sadar kalau dia sudah berada jauh dari rumahnya. Dan disinilah dia berada, di sebuah jembatan layang. Merasa sudah aman dan ayahnya tidak lagi mengejar, Hana mengendurkan berlarinya. Dengan tersengal-sengal ia menyenderkan tubuhnya di pembatas jembatan.

Air matanya terus berderai, mengingat apa yang dilakukan Ayahnya, membuat ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.

''Hana benci Ayah!'' teriak Hana dengan tangisnya.

Dengan kasar ia mengelap lehernya dengan kerah bajunya, sehingga meninggalkan lecet dari kukunya yang sedikit panjang. Hana menggila, ia terus menyeka lehernya sampai berdarah-darah.

Ia menoleh kebelakang, yang ternyata jembatan itu memiliki dasar sebuah jalanan raya juga. Ya jembatan layang yang terbentang diatas jalanan raya.

Hana berbalik, ia sudah mantap untuk mengakhiri hidupnya saat ini. Disini, ya di jembatan layang ini. Hana mulai menaiki pembatas jembatan itu dan kakinya sudah melangkah dan hampir melompat, tapi seorang pria datang lalu menyuntikkan sesuatu dilengannya, sehingga membuat Hana kehilangan kesadarannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Pasca kematian sang ayah oleh Rufus Black, Calista Kaz menyadari warisan darah penyihir dan psikokinesis dalam dirinya. Bersama Brisa, Ness, dan Darren, ia menuju Lembah Crystal demi memenuhi ramalan sebagai pembangkit naga. Namun, kegagalan Calista justru membuat lembah itu hancur diserang Zorca. Kini, di tengah perlindungan bangsa Elf Amorilla, Calista harus berjuang membangkitkan roh Arkhataya demi memenangkan pertempuran terakhir sekaligus mengurai kisah cintanya.
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Jonathan Smith berhasil mengubah nasibnya dari kemiskinan menjadi orang terkaya di kota Rivera berkat kecerdasan dan kerja kerasnya. Meski banyak rival bisnis dan musuh berusaha menjatuhkannya, ia tetap tak tergoyahkan di puncak kekuasaan. Kerajaan bisnisnya justru kian perkasa dan tak tersentuh setelah ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri. Kini, Jonathan berdiri angkuh mengendalikan segalanya dari kursi kepemimpinan tertingginya.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main adalah pemuda lemah yang sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Ia mengemban misi berat untuk kembali ke desa demi menghancurkan mustika ular hijau yang berbahaya. Namun, perjalanannya penuh rintangan saat ia harus bertarung melawan para pengguna piranti mistik. Main juga terjebak dalam berbagai konflik sengit melawan manusia dan makhluk gaib. Ia harus berjuang mencari informasi demi menemukan lokasi mustika itu dan menuntaskan tugasnya.