Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya

Pengkhianatan Tak Disengaja Ke-34-nya

Tunanganku, dokter bedah ternama, tega merancang tiga puluh tiga kecelakaan demi menunda pernikahan kami. Ia terobsesi pada Kayla, residen baru, hingga membiarkanku jatuh dari atap dan menyebabkan kematian ibuku di penjara. Puncaknya, ia membiarkan Kayla menghancurkan pita suaraku saat operasi. Meski ayahku dulu menyelamatkan keluarganya, ia membalasnya dengan kekejaman. Kini, dalam kondisi lumpuh dan bisu, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari saat aku keluar dari rumah sakit, aku tidak pulang. Aku naik taksi langsung ke rumah megah keluarga Wijaya.

Aku menemukan Pak Wijaya di ruang kerjanya, sebuah ruangan besar yang dipenuhi buku-buku bersampul kulit dan aroma samar kertas tua serta rasa bersalah.

"Pak Wijaya," kataku, suaraku mantap. "Saya ingin membatalkan pertunangan dengan Brama."

Dia mendongak dari kertas-kertasnya, ekspresinya sangat terkejut. "Elara? Ada apa ini? Apa Brama melakukan sesuatu yang membuatmu kesal?"

Aku menunduk untuk menyembunyikan kepahitan yang kutahu ada di sana. "Tidak," aku berbohong. "Ini bukan tentang dia. Ibu saya akan segera keluar dari penjara. Saya ingin membawanya dan pindah, memulai hidup baru di tempat lain."

Itu satu-satunya alasan yang bisa kupikirkan yang akan dia terima tanpa banyak bertanya.

Dia menatap wajahku sejenak, wajahnya sendiri dihiasi kesedihan yang akrab. "Begitu," katanya akhirnya. "Jika ini yang benar-benar kamu inginkan, aku tidak akan menghalangimu. Aku akan meminta asistenku menyiapkan dana yang besar untukmu dan ibumu. Setidaknya itu yang bisa kami lakukan."

"Terima kasih," bisikku, lega.

Saat itu, pintu ruang kerja terbuka. "Siapa yang mau pergi?"

Itu Brama. Dia berdiri di ambang pintu, kunci mobilnya tergantung di tangannya, senyum santai di wajahnya.

"Aku datang untuk menjemputmu, Elara. Kupikir kita bisa pulang bersama," katanya.

Sebelum ayahnya sempat berkata apa-apa, aku cepat-cepat menjawab, "Kami baru saja membicarakan ibuku. Dia akan segera keluar dari penjara."

Senyum Brama tidak goyah. Dia sama sekali tidak sadar bahwa dunianya akan berubah.

"Ayah, Elara dan aku akan tinggal untuk makan malam," umumkannya, merangkul bahuku. Aku tersentak oleh sentuhannya.

Makan malam adalah siksaan. Brama, yang berakting sebagai tunangan yang setia, seperti biasa meletakkan makanan kesukaanku di piringku. Setiap gerakannya adalah pengingat yang menyakitkan akan cinta yang sekarang kutahu adalah kebohongan. Dulu kupikir kebiasaan-kebiasaan kecil ini adalah bukti kasih sayangnya. Sekarang aku melihatnya sebagai gerakan kosong seorang pria yang memenuhi tugas.

"Aku punya kabar baik," Brama mengumumkan dengan ceria kepada ayahnya. "Tempat untuk pernikahan sudah dipesan ulang. Kita akhirnya bisa menikah bulan depan."

Aku membeku, garpuku berdentang di piring.

Pak Wijaya menatap dari putranya ke arahku, alisnya berkerut. "Bram, itu mungkin jadi masalah. Elara baru saja memberitahuku dia ingin membatalkannya."

Udara menjadi tegang.

Tepat pada saat itu, telepon Brama berdering, memecah keheningan yang berat.

Dia melirik layar. Itu Kayla.

Bahkan dari seberang meja, aku bisa mendengar suaranya yang lemah dan penuh air mata. Dia demam, katanya. Dia sendirian dan ketakutan.

Tangan Brama mengencang di ponselnya. "Kamu di mana? Aku datang sekarang juga," katanya, suaranya tegang karena urgensi.

Dia menutup telepon dan bangkit dari kursinya, suasana hatinya yang baik sebelumnya hilang. "Kenapa kamu mau membatalkan pernikahan?" tanyanya padaku, nadanya teralihkan dan tidak sabar.

Sebelum aku bisa menjawab, dia menggelengkan kepala. "Sudahlah. Kita bicara nanti. Aku ada urusan darurat."

Dia bergegas keluar dari ruang makan, kaki kursinya bergesekan keras dengan lantai karena terburu-buru.

Aku memperhatikan punggungnya yang menjauh, rasa sakit yang akrab menetap di dadaku. Dia tidak mencintaiku. Itu sangat jelas.

Setelah mengucapkan selamat tinggal yang sopan tapi singkat kepada Pak Wijaya, aku meninggalkan rumah itu dan langsung pergi ke penjara.

Ibuku tampak lebih tua, lebih rapuh dari yang kuingat. Rambutnya lebih banyak beruban, dan matanya, yang dulu begitu cerah, kini keruh karena khawatir.

"Elara, sayangku," katanya, suaranya serak melalui telepon pengunjung. "Bagaimana kabarmu? Apa keluarga Wijaya memperlakukanmu dengan baik?"

Aku secara naluriah menarik lengan bajuku untuk menutupi memar baru di lenganku. "Mereka sangat baik padaku, Bu," kataku, memaksakan senyum cerah. "Semuanya baik-baik saja."

"Dan pernikahannya?" tanyanya, senyum sedih di wajahnya. "Ibu minta maaf tidak bisa ada di sana untuk melihatmu berjalan di altar."

Benjolan di tenggorokanku terasa besar. "Sebenarnya, Bu... aku tidak jadi menikah."

Senyumnya memudar. "Apa? Kenapa?"

"Aku akan membawamu pergi dari sini," kataku, suaraku berat karena air mata yang tertahan. "Kita akan pergi ke tempat baru, hanya kita berdua. Kita akan memulai dari awal."

Dia menatapku, matanya dipenuhi rasa sakit yang dalam dan menyayat hati. Dia tahu, tanpa aku berkata apa-apa, bahwa aku sedang terluka.

"Baiklah, sayang," bisiknya, setetes air mata mengalir di pipinya. "Apa pun yang kamu mau. Ibu akan ikut denganmu."

Aku kembali ke rumah yang dulu kutinggali bersama Brama. Rasanya dingin dan kosong, sebuah museum kehidupan yang tidak pernah nyata.

Aku mulai berkemas, dengan metodis memilah-milah barang-barangku. Aku hanya mengambil apa yang benar-benar milikku. Pakaian, perhiasan, mobil—apa pun yang diberikan keluarga Wijaya, kutinggalkan.

Brama tidak pulang malam itu.

Dia baru pulang keesokan harinya, sore hari.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JZF" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JZF
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
7.8
Davina menemukan bukti perselingkuhan suaminya, Fathan, melalui catatan rahasia milik Lulu. Namun, situasi berubah mencekam saat Lulu, yang merupakan sekretaris sekaligus sahabat dekatnya, ditemukan tewas terbunuh secara misterius. Siapakah dalang di balik kematian tragis tersebut? Akankah pernikahan Davina dan Fathan bertahan di tengah badai pengkhianatan dan teka-teki pembunuhan ini? Ungkap kebenaran di balik setiap rahasia kelam dalam kisah ini.
Sampul Novel Dia Yang Merebut Suami dan Anakku
8.3
Pernikahan delapan tahun hancur saat sang suami membawa wanita impiannya, Maudy, yang mengaku mengidap kanker ke rumah. Tidak hanya suami yang mencaci, sang anak bahkan mengancam akan memutuskan hubungan ibu-anak. Memilih menyerah, sang istri memutuskan bercerai dan kembali merintis karier di dunia desain hingga mencapai kesuksesan besar. Ketika kebohongan penyakit Maudy terbongkar, mantan suami dan anaknya memohon untuk kembali, namun ia memilih fokus pada prestasinya tanpa menoleh lagi.
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif
9.6
Tujuh tahun silam, Farel Zay Amanta mendadak lenyap dari hidup Refa Aletta Zafana tanpa sepatah kata pun. Kepergian misterius itu meninggalkan luka mendalam bagi Refa. Kini, Farel kembali hadir secara tak terduga dengan sikap yang sangat posesif. Tanpa memedulikan masa lalu mereka yang penuh tanda tanya, pada pertemuan pertama setelah sekian lama, Farel langsung melontarkan tuntutan mengejutkan agar Refa segera menjadi istrinya saat itu juga.
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.4
Tragedi tabrak maut yang menewaskan orang tua Yulia berujung petaka mengerikan. Alih-alih mendapatkan keadilan, Yulia justru disekap oleh suaminya sendiri di ruang bawah tanah yang gelap gulita demi melindungi sang pelaku yang merupakan teman masa kecil suaminya. Selama tiga tahun penuh siksaan fisik dan mental, dia terus dipaksa untuk memaafkan pelaku. Setelah akhirnya menyerah dan berpura-pura tidak lagi menaruh dendam, Yulia dibebaskan. Namun, saat dia menolak pelukan dan menuntut perceraian, suaminya justru kehilangan kendali.
Sampul Novel (NOT) Your Ordinary Lab Girl
8.3
Meha, asisten lab mikrobiologi di Universitas Elephas, mendadak jadi tersangka pembunuhan berantai karena mayat ditemukan di tempat kerjanya. Bersama rekannya, Remi, mereka terjebak fitnah dan konspirasi politik kampus yang pelik. Demi membersihkan nama baik dan kelanjutan studinya, Meha terpaksa turun tangan memecahkan misteri tersebut. Namun, keberhasilannya justru memicu kasus baru, seolah ia adalah magnet bagi para pembunuh yang haus untuk diungkap aksinya.
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Perasaan dengan Tuan Atasan
9.5
Pasca kepergian ayahnya, Niela bertahan hidup dalam kesendirian tanpa sandaran. Ia mendambakan sosok suami yang mampu menjadi pelindung sekaligus teman berbagi. Namun, harapan itu sirna saat ia terjebak dalam pernikahan tidak sengaja dengan atasan yang sangat membencinya. Alih-alih kasih sayang, Niela justru menghadapi intimidasi dan sikap dingin dari sang suami yang tak peduli padanya. Kini ia harus berjuang di tengah ikatan tanpa perasaan yang menyesakkan.