Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengkhianatan di Tengah Duka

Pengkhianatan di Tengah Duka

Setelah tewas didorong dari tebing oleh suaminya sendiri saat hamil tua, seorang wanita terlahir kembali. Di kehidupan lalu, ia mencegah suaminya menemui Jessi, cinta pertamanya, demi menyelamatkan mertuanya dari penyerangan. Namun, Jessi kehilangan tangannya dan sang suami membalas dendam dengan membunuhnya. Kini, ia memilih membiarkan suaminya pergi merawat Jessi saat mertuanya diculik, lalu melaporkannya ke polisi. Saat pulang, sang suami justru terduduk lesu membawa penyesalan besar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah telepon ditutup, polisi menggelengkan kepala dengan ekspresi wajah yang sulit.

Meskipun mereka langsung menelepon, tetap saja kami tidak bisa melacaknya.

Aku menoleh ke belakang, melihat Adit yang kebetulan lewat mendengar seluruh percakapan, dan sekarang wajahnya pucat pasi.

“Kakak ipar … Apa benar orang tua Kak Fandi diculik? Tapi Kak Fandi bilang padaku kalau mereka dan kau hanya berpura-pura...”

Aku malas berbicara lebih banyak dengannya, kusuruh dia telepon Fandi dan beri tahu dia kebenarannya.

Aku cemas melihat jam, dengan kekayaan pamannya Fandi, sepuluh miliar seharusnya tak perlu memakan waktu lama untuk ditransfer. Setelah beberapa lama, aku meneleponnya, “Giselle...”

Aku baru saja hendak membuka mulut, namun dia menghela napas berat dan mulai berbicara sendiri, “Giselle, berbohong itu nggak baik loh. Lihat saja, di keluarganya Fandi, selain mertuamu, nggak ada yang mau memperlakukanmu dengan baik. Aku pikir, anak sepertimu yang malang harus diberi lebih banyak kesempatan. Tapi... siapa sangka, orang yang malang pasti ada sisi yang membuat orang lain kesal. Kalau bukan karena kebiasaanmu berbohong, bagaimana mungkin Fandi yang baik hati bisa membencimu?”

Wajahku menjadi pucat pasi, tahu bahwa apapun caranya sepuluh miliar itu tak akan bisa terkumpul.

“Om, apa benar Fandi bilang padamu kalau aku sedang berpura-pura?”

Suaraku terdengar sedikit cemas.

“Om boleh nggak mempercayai aku, tapi sekarang polisi ada di sampingku, mereka bisa memastikan apa yang aku katakan itu benar...”

“Kamu nggak perlu sewa orang untuk pura-pura jadi polisi buat nipu Om. Meskipun hari ini kau berhasil menipu Om, apa kau bisa menipu dirimu sendiri? Giselle, Om tahu kau menyukai Fandi dan nggak mau lepas darinya, tapi Fandi sudah ada orang yang dia sukai, dan orang itu sekarang sudah kembali. Kalau kau benar-benar menderita, lebih baik cerai saja sama Fandi.”

Belum selesai dia berbicara, aku langsung menutup telepon dengan wajah yang penuh kemarahan.

‘Sekarang nyawa mertuaku terancam, kenapa malah keluarganya justru menjadikan situasi kritis ini sebagai cara untuk menyerang Fandi?’

Sementara itu, Adit akhirnya berhasil menghubungi Fandi.

“Kak Fandi, dengarkan aku! Situasinya gawat, orang tuamu sepertinya benar-benar diculik ... Polisi ...”

Tak menunggu Adit selesai berbicara, terdengar suara malas dari telepon, sepertinya yang mengangkat telepon adalah Jessi.

“Adit, kenapa sekarang kau ikut-ikutan berpura-pura dengan dia? Bilang, berapa banyak yang dia berikan padamu, aku akan beri dua kali lipat.”

Adit terlihat agak terguncang emosinya.

“Nggak!”

Jessi enggan mendengarkan lebih lanjut, ia menyerahkan ponsel kepada Fandi yang berada di sampingnya, “Fandi, adikmu juga sudah disogok oleh wanita murah itu.”

Dari ujung telepon terdengar suara yang dingin dan tegas, “Adit, jangan buat keributan lagi.”

Adit hampir menangis karena panik, “Kak, Tante dan Om benar-benar dalam bahaya, cepat kirim sepuluh miliar ke rekening istrimu!”

Di sisi lain terdengar suara dengusan dingin.

“Oh, ternyata hanya ingin uangku.”

“Bilang ke Giselle, jangan pura-pura di sini, berakting seolah-olah dia kasihan, benar-benar gila, Jessi nggak ada masalah dengan siapa-siapa!”

Suara telepon yang terputus terdengar jelas. Aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, hanya bisa tertawa pahit dan berkata pada polisi, “Kita harus berangkat, meskipun uangnya belum cukup, aku tetap harus pergi. Aku akan menarik perhatian para penculik.”

“Nggak bisa, itu terlalu berbahaya untukmu.”

Aku menundukkan kepala.

“Bagaimana kalau ini dilakukan oleh orang yang aku kenal? Mungkin para penculik mengenaliku, kalau kalian yang pergi, mereka bisa curiga.”

Dengan secepat mungkin, aku sampai di Jembatan Musin, dan saat itu juga, penculik menelepon.

“Mana uangnya?”

Aku berdiri menantang angin kencang, suaraku bergetar tak bisa dihentikan.

“Uangnya sudah aku letakkan di bawah jembatan. Uang ditukar dengan nyawa, orangnya di mana?!”

Suara di seberang telepon terdengar tenang, “Orangnya di gedung rusak tepat di depan jembatan, di kamar 301.”

Aku berlari menuju kamar 301. Bau darah yang sangat menyengat langsung menyentuh hidungku, jantungku berdebar keras, dan aku merasakan firasat buruk yang mencekam.

Aku mengikuti jejak darah hingga sampai di depan pintu, kemudian membuka pintu yang setengah terbuka, dan pemandangan yang aku lihat hampir membuatku runtuh.

Perut ayah dan ibu mertuaku terluka parah tertusuk dengan dua lubang besar, darah terus mengalir deras.

Dengan tangisan yang tak bisa dihentikan, aku mencoba menekan luka mereka dengan pakaianku. Namun, ibu mertuaku menghalangi dengan tangannya.

”Sudah tak ada harapan, Giselle,” katanya dengan suara lemah.

Dengan mata yang berkaca-kaca, aku memandangnya dan menggenggam erat tangannya.

”Aku sudah menelepon ambulans, polisi juga sedang dalam perjalanan. Tolong kalian jangan mati dulu, ya? Semua ini salahku, aku yang nggak bisa mengumpulkan uangnya, aku yang menunda-nunda waktu…”

Ibu mertuaku tersenyum lemah, seakan-akan menghabiskan seluruh tenaganya.

“Ini bukan salahmu, dari awal para penculik itu memang nggak berniat melepaskan kami. Kamu sudah banyak menderiat. Fandi banyak berutang padamu. Bercerailah dengan dia, semua harta kami akan kami wariskan padamu, jalani hidupmu yang seharusnya…”

Aku tiba-tiba teringat sesuatu, menangis sambil menelepon Fandi, tangan yang memegang ponsel tak bisa berhenti gemetar.

“Ayah, Ibu, bertahanlah sedikit lagi, aku akan minta Fandi datang menemui kalian sekarang juga…”

Aku mengirim pesan WhatsApp padanya, memberitahunya bahwa orangtuanya terluka parah, memintanya segera datang. Namun, tak ada balasan.

Di mata ayah dan ibu mertuaku, cahaya perlahan menghilang, hingga akhirnya mereka pun berhenti bernapas.

Aku menangis dengan hati yang hancur, menangis hingga pandanganku kabur dan tak bisa melihat dengan jelas.

“Nona Gisselle, apa kau baik-baik saja?”

Polisi datang dan tertegun melihat dua mayat di lantai. Aku hanya merasa dunia di sekitarku berputar, seolah seluruh langit menjadi gelap.

Polisi membantuku berdiri, “Nona Giselle, kami sudah menangkap para penculiknya, uangnya juga berhasil kami amankan.”

Tatapan matanya berkelip, pelan ia berkata padaku, “Maafkan kami, kami datang terlambat.”

“Kami turut berduka cita.”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B94696" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B94696
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arwah Istri Sah
8.3
Demi membalas rasa sakit wanita simpanannya yang sempat terjebak di mobil, seorang suami miliarder tega mengurung istrinya sendiri di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Meski sang istri memohon dan menjelaskan kebenaran dalam kondisi terluka parah, pria itu mengabaikannya dan pergi berlibur selama seminggu. Saat sang suami kembali untuk membukanya, ia hanya mendapati jasad sang istri yang telah mendingin dan tak bernyawa. Kisah tragis penuh dendam ini tersaji dalam novel misteri modern yang mencekam.
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Karma Masalalu
9.0
Hidupku hancur setelah Barikli mengingkari janji nikah dan meninggalkanku yang tengah hamil demi mengejar karier TNI. Enam tahun berlalu, aku terpaksa menikahi Yusuf demi wasiat ayah. Namun, Yusuf ternyata seorang psikopat berkepribadian ganda yang gemar menyiksaku. Saat aku mencoba bangkit bersama Adza yang setia menanti, sebuah rahasia besar yang kusimpan selama lima tahun terancam terbongkar. Kebenaran ini mungkin akan menjadi akhir dari segalanya bagiku.
Sampul Novel Living With The Devil
8.4
Alicia Lucero dijual oleh pamannya yang serakah kepada Lucius Denovan, pria bermata merah saat ia masih kecil. Setelah bertahun-tahun diasingkan, Lucius kembali menjemputnya saat Alicia dewasa. Hidup Alicia berubah menjadi mimpi buruk penuh siksaan karena Lucius sangat gemar melihatnya menderita. Meski terjebak dalam kekejaman pria yang menganggapnya sebagai mainan itu, Alicia memilih bertahan sebab ia menyimpan rahasia besar yang tidak diketahui Lucius.
Sampul Novel MENYUSUI TUYUL
7.8
Isu pesugihan masih menghantui pedesaan, terutama bagi mereka yang sukses. Pasangan Bintang dan Alisha merasakan tekanan ini setelah pindah ke Jawa Timur demi tugas kepolisian Bintang. Warga sekitar mencurigai mereka memelihara serta menyusui tuyul akibat serentetan peristiwa ganjil yang terjadi. Tuduhan makin memanas saat mereka membeli rumah baru di luar desa. Mampukah pasangan ini membuktikan kebenaran dan lolos dari fitnah mistis yang mengancam?
Sampul Novel Patah Hati Terhebat
9.6
Persahabatan empat gadis yang semula hangat hancur seketika akibat kecelakaan mobil tragis. Tragedi tersebut mengubah keharmonisan mereka menjadi suasana mencekam dan penuh ketakutan. Ketegangan memuncak saat salah satu dari mereka terbaring koma, sementara yang lain meregang nyawa secara misterius. Kini, ikatan yang dulu kuat berubah menjadi teror dingin yang menghantui sisa anggota kelompok dalam misteri kematian yang tak terduga.