Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penghianat Itu Sahabatku

Penghianat Itu Sahabatku

Persahabatan erat Sabila dan Amara hancur seketika saat Amara tega merebut Jordi, kekasih Sabila. Pengkhianatan ini diperparah fitnah keji yang membuat mental Sabila terguncang hebat. Meski sempat terpuruk, dukungan keluarga berhasil membangkitkannya kembali. Kini, Sabila memilih menutup diri dan menjadi pendiam demi melindungi hatinya. Namun, situasi berbalik saat Amara mulai menuai karma pahit. Bagaimana sikap Sabila melihat kehancuran mantan sahabatnya itu?
Bab
Bagikan

Bab 1

Sabila masuk kelas dengan terburu-buru, semalam dia bergadang menonton televisi sehingga dia telat bangun. Dia kini sudah diambang pintu kelas, bersyukur gurunya hari ini belum datang.

Sabila masuk dan duduk di sebelah sahabatnya. Dia bernama Amara, dia gadis yang pemalu dan jarang bergaul dengan teman yang lain selain Sabila.

Dia menatapkm Sabila aneh, karena Sabila tidak pernah telat masuk sekolah. Sabila tergolong siswi yang rajin dan pandai. Sabila selalu peringkat pertama di kelas. Teman Sabila juga banyak dari mulai kelas satu hingga kakak kelas.

"Tumben kamu telat, semalam ngapain?" tanya Amara.

"Nonton bola sama Papa," jawab Sabila santai sambil Mengeluarkan buku Pelajaran.

"Oh pantesan, tapi sejak kapan suka bola?" tanya Amara tak percaya Sabila menonton bola.

"Papa memaksaku, karena Kak Fahmi tidak di rumah. Mama nggak mau menemani Papa, jadi aku sasaran terakhirnya," jawab Sabila.

Guru sudah masuk ke kelas, seketika kelas menjadi hening. Pelajaran sekolah di mulai, semua antusias menyimak termasuk Sabila dan Amara.

"Ra, nanti sepulang sekolah kamu temani aku," kata Sabila pelan agar guru tidak dengar.

"Kemana lagi? Aku malas kalau menemani kamu cari buku lagi," sahut Amara. Pandangannya masih lurus ke depan agar guru tidak curiga.

"Bertemu pacar ku," jawab Sabila.

"Pacar!" pekik Amara keras. Mungkin dia terkejut karena Sabila diam-diam punya pacar.

Ya, Sabila punya pacar sebulan yang lalu. Sabila dan Jordi bertemu di toko buku. Merema berkenalan lalu bertukar nomor. Merema jadian lewat ponsel, ini adalah kedua kalinya merema bertemu setelah jadian. Yang pertama Sabila menemui sendiri.

"Amara, apa yang kamu katakan?" tanya Bu Fika yang sejak tadi menerangkan pelajaran matematika.

"Oh itu, tidak Bu. Aku hanya salah bicara saja," kilah Amara.

Beruntung Bu Fika tidak memperpanjang masalah ini. Jadi mereka semua melanjutkan pelajaran.

Waktu istirahat, Amara memberondong Sabila dengan banyak pertanyaan masalah pacar Sabila. Dia tidak percaya Sabila punya pacar.

"Aku pacaran diam-diam, makanya kamu nggak tahu, " jawab Sabila.

mereka sedang makan di kantin sekolah, selain bergabung dengan Amara. Sabila juga bergabung dengan teman yang lain.

"Aku dengar kamu punya pacar tadi?" tanya Sofi pada Sabila.

"Iya, baru sebulan. Kami pacaran lewat ponsel," jawab Sabila sambil meminum es sirupnya.

"Hati-hati, nanti kebablasan. Kamu tahu nggak Kakak kelas kita ada yang hamil karena pacaran," kata Sofi.

"Kamu tenang saja, aku pacarannya masih dalam batas wajar kok," sahut Sabila. Sabila memang tidak akan mau jika sampai Jordi meminta lebih.

Mereka segera ke kelas, karena waktu istirahat telah habis.

**

Sepulang sekolah Sabila mengajak Amara bertemu Jordi. Mereka bertemu di taman, yang tidak jauh dari sekolahan. Di sana juga banyak siswa yang nongkrong, ada juga yang berpacaran.

"Jordi, maaf ya kamu nunggu lama," kataku mendekati Jordi yang duduk seorang diri.

Sabila ke taman berjalan kaki, jadi agak lama. Karena jarak taman dan sekolah cukup dekat.

"Tidak apa-apa, aku kira kamu sendiri," kata Jordi tampak kecewa karena Sabila membawa teman.

"Kenalin ini Amara, dia sahabat aku," ucap Sabila pada Jordi. "Dan Amara, ini Jordi pacarku," kata Sabila pada Amara.

Mereka bertiga mengobrol cukup lama, setelah itu Amara mengajak pulang karena dia ada acara. Dengan berat hati Jordi mengizinkan Sabila segera pulang.

**

Amara hanya diam saja sepanjang perjalanan pulang. Kami pulang naik angkutan. Rumah Sabila dan Amara hanya beda RT saja.

Sabila turun duluan, karena rumahnya lebih dekat.

"Ra, sampai jumpa besok!" ucap Sabila sebelum turun dari angkutan.

"Iya," balas Amara.

Sabila berjalan menuju gerbang rumah, terlihat sepeda motor Kak Fahmi ada di rumah. Itu tandanya Kak Fahmi sedang di rumah.

"Assalamualaikum," salam Sabila saat membuka pintu.

"Waalaikumsalam," ucap Kak Fahmi. Dia sedang menonton televisi. "Aku tadi jemput kamu ke sekolah, tapi kamu nggak ada. Katanya sudah pulang sejak tadi. Tapi kenapa baru sampai rumah?" tanya Kak Fahmi.

"Aku ke taman sama Amara, Kak," jawab Sabila tersenyum.

"Kamu pacaran?" selidik Kak Fahmi.

"Kok Kakak tahu?" tanya Sabila.

"Kakak pernah sekolah makanya tahu. Jangan-jangan kamu ketemuan di taman dekat sekolahmu itu," kata Kak Fahmi.

"Iya, maaf ya Kak," ucap Sabila.

Kak Fahmi menasehatinya, Fahmi tidak mau Sabila pacaran dulu. Dia takut Sabila terjerumus ke pergaulan bebas.

"Kak, aku janji. Aku nggak akan kebablasan," ucap Sabila.

"Kalau Papa sama Mama tahu pasti mereka marah," kata Kak Fahmi.

Kak Fahmi tampak kecewa karena Sabila punya pacar. Namun, Sabila tidak menghiaraukannya. Sabila masih berhubungan dengan Jordi.

**

Siang itu batre ponsel Sabila habis, Sabila akan di jemput Jordi. Jadi Sabila pinjam ponsel Amara untuk menghubungi Jordi.

"Amara, Terimakasih ya," kata Sabila mengembalikan ponsel Amara.

Tidak berapa lama Jordi datang, Sabila ikut Jordi sedangkan Amara pulang naik angkutan. Sebelum pulang Sabila dan Jordi mampir beli es dulu di pinggir jalan.

"Amara nggak punya pacar?" tanya Jordi pada Sabila.

"Tidak, dia anak yang pemalu. Dia jarang punya teman lelaki," jawab Sabila.

"Owh begitu, pantesan keliatan pendiam. Beda sama kamu yang cerewet," puji Jordi pada Amara.

Sabila tidak merasa curiga karena Jordi memang seperti itu orangnya. Setelah itu Jordi mengantar Sabila pulang.

"Amara, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Jordi.

"Minta apa?" tanya Sabila polos sebelum naik ke motor Jordi.

"Aku minta kiss," ucap Jordi malu-malu.

"Maaf, aku nggak bisa," kata Sabila. Sabila urungkan niatnya untuk naik sepeda motor Jordi.

"Ya sudah tidak apa-apa. Ayo naik! Aku antar kamu pulang!" ajak Jordi.

Sabila terpaksa naik, namun ada rasa takut jika sewaktu-waktu Jordi memaksa meminta cium padanya. Sabila belum siap, Sabila takut Kak Fahmi tahu dan marah.

"Sudah sampai, cepat turun!" perintah Jordi agak kasar.

Sabila turun, Jordi langsung pergi tanpa mengucapkan salam ataupun. Sabila tahu dia marah pada Sabila karena Sabila menolak permintaannya.

Sabila masuk ke dalam rumah, Fahmi berada di dekat jendela sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Siapa dia? Pacarmu?" tanya Fahmi.

"Iya, Kak," jawab sabila takut.

"Jauhi dia, aku lihat dia playboy," kata Kak Fahmi.

"Kak Fahmi belum kenal dia kenapa menyimpulkan seperti itu? Apa Kak Fahmi mengenal dia sebelumnya?'' tanyanya setengah marah karena Fahmi membuatnya kesal.

"Kalau dibilangin itu percaya, kamu masih kecil belum waktunya pacaran," bantah Fahmi setengah berteriak.

Sabiila terkejut sekaligus kecewa, Sabila berlari ke kamar dan menutup pintu dengan kasar. Sabila menangis di kamar, Sabila sedih karena Fahmi tidak setuju dengan hubungan dan Jordi.

"Sabila, tolong percaya sama Kakak. Kakak melakukannya untuk kebaikanmu, Dek," ucap Fahmi dari luar kamar.

"Kakak jahat," ucap Sabila sambil sesegukan.

Fahmi masuk ke kamar Sabila, dia memelukku yang sedang menangis ditepi ranjang.

"Aku mengenal dia sebelum kamu mengenal dia," kata Fahmi membuat Sabila terkejut.

Sabila mendongakkan kepalanya , menatap wajah Fahmi yang tampak serius.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri pilihan
8.8
Leana terpaksa menggantikan kakaknya, Sasmita, yang kabur di hari pernikahan dengan Elvano Mahendra. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, Leana terus disalahkan oleh suaminya yang dingin. Ia sadar dirinya bukanlah wanita idaman Elvano. Saat Sasmita kembali, kesabaran Leana habis hingga ia menuntut cerai. Namun, Elvano justru menolak melepaskannya meski kekasih lamanya telah pulang. Mengapa Elvano bersikeras mempertahankan Leana di sisinya?
Sampul Novel Dipatahkan Oleh Cinta
8.6
Permintaan maaf sang suami karena ucapan kasarnya terasa hambar bagi sang istri. Luka hatinya kian mendalam saat suaminya memutuskan untuk membawa Charissa, selingkuhannya yang tengah hamil, tinggal bersama mereka. Sang istri dipaksa menerima kehadiran madunya di bawah satu atap demi alasan kesehatan. Di balik kepatuhannya, ia meratapi nasibnya yang hancur. Ia merasa tak sanggup berbagi kasih sayang dan rumah dengan wanita lain yang telah merebut kebahagiaannya.
Sampul Novel Dosen Duda Anak 1
9.2
Pertemuan tak terduga Alva dengan anak dari dosennya sendiri membawa perubahan besar dalam hidupnya. Ikatan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya mulai tumbuh, menghadirkan perasaan asing yang sulit untuk dihindari. Kini, Alva terjebak dalam dilema batin yang mendalam. Ia harus menentukan pilihan sulit, apakah ia sanggup menerima kehadiran seorang duda sebagai pendamping masa depannya di tengah keraguan yang terus menyelimuti hatinya.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
8.9
Julian Evans, CEO tampan nan kaya, menghadapi satu penolakan besar dari sekretarisnya sendiri, Mia Sanders. Meski saling mencintai, Mia yang merupakan anak pelayan keluarga Evans memilih memendam rasa demi balas budi dan status sosial. Ia menganggap hubungan mereka mustahil. Namun, Julian tidak menyerah dan menantang keraguan Mia untuk membuktikan keseriusannya. Mampukah kegigihan Julian meluluhkan hati Mia dan meyakinkannya bahwa cinta mereka layak diperjuangkan?
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri memicu kepanikan besar di kalangan polisi dan tentara. Hilangnya putri mereka menandai kembalinya sosok legendaris, Red Everlasting Dragon. Sang penguasa yang ditakuti dunia ini turun gunung demi membalas dendam atas kematian orang tuanya dan penculikan adiknya. Tanpa ampun, ia bersumpah akan menghancurkan siapa pun pelakunya. Amarah sang naga kini membara, siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga ke barat.