Sampul Novel Penghianat Itu Sahabatku

Penghianat Itu Sahabatku

8.3 / 10.0
Dalam novel romance Penghianat Itu Sahabatku, Sabila harus bangkit dari fitnah dan pengkhianatan Amara yang merebut kekasihnya. Di tengah upaya menata hidup baru, karma mulai menghantui sang pengkhianat. Temukan kelanjutan kisah young adult ini di platform web novel kami sekarang.
Ringkasan Penghianat Itu Sahabatku
Persahabatan erat Sabila dan Amara hancur seketika saat Amara tega merebut Jordi, kekasih Sabila. Pengkhianatan ini diperparah fitnah keji yang membuat mental Sabila terguncang hebat. Meski sempat terpuruk, dukungan keluarga berhasil membangkitkannya kembali. Kini, Sabila memilih menutup diri dan menjadi pendiam demi melindungi hatinya. Namun, situasi berbalik saat Amara mulai menuai karma pahit. Bagaimana sikap Sabila melihat kehancuran mantan sahabatnya itu?
Baca Selengkapnya

Penghianat Itu Sahabatku Bab 1

Sabila masuk kelas dengan terburu-buru, semalam dia bergadang menonton televisi sehingga dia telat bangun. Dia kini sudah diambang pintu kelas, bersyukur gurunya hari ini belum datang.

Sabila masuk dan duduk di sebelah sahabatnya. Dia bernama Amara, dia gadis yang pemalu dan jarang bergaul dengan teman yang lain selain Sabila.

Dia menatapkm Sabila aneh, karena Sabila tidak pernah telat masuk sekolah. Sabila tergolong siswi yang rajin dan pandai. Sabila selalu peringkat pertama di kelas. Teman Sabila juga banyak dari mulai kelas satu hingga kakak kelas.

"Tumben kamu telat, semalam ngapain?" tanya Amara.

"Nonton bola sama Papa," jawab Sabila santai sambil Mengeluarkan buku Pelajaran.

"Oh pantesan, tapi sejak kapan suka bola?" tanya Amara tak percaya Sabila menonton bola.

"Papa memaksaku, karena Kak Fahmi tidak di rumah. Mama nggak mau menemani Papa, jadi aku sasaran terakhirnya," jawab Sabila.

Guru sudah masuk ke kelas, seketika kelas menjadi hening. Pelajaran sekolah di mulai, semua antusias menyimak termasuk Sabila dan Amara.

"Ra, nanti sepulang sekolah kamu temani aku," kata Sabila pelan agar guru tidak dengar.

"Kemana lagi? Aku malas kalau menemani kamu cari buku lagi," sahut Amara. Pandangannya masih lurus ke depan agar guru tidak curiga.

"Bertemu pacar ku," jawab Sabila.

"Pacar!" pekik Amara keras. Mungkin dia terkejut karena Sabila diam-diam punya pacar.

Ya, Sabila punya pacar sebulan yang lalu. Sabila dan Jordi bertemu di toko buku. Merema berkenalan lalu bertukar nomor. Merema jadian lewat ponsel, ini adalah kedua kalinya merema bertemu setelah jadian. Yang pertama Sabila menemui sendiri.

"Amara, apa yang kamu katakan?" tanya Bu Fika yang sejak tadi menerangkan pelajaran matematika.

"Oh itu, tidak Bu. Aku hanya salah bicara saja," kilah Amara.

Beruntung Bu Fika tidak memperpanjang masalah ini. Jadi mereka semua melanjutkan pelajaran.

Waktu istirahat, Amara memberondong Sabila dengan banyak pertanyaan masalah pacar Sabila. Dia tidak percaya Sabila punya pacar.

"Aku pacaran diam-diam, makanya kamu nggak tahu, " jawab Sabila.

mereka sedang makan di kantin sekolah, selain bergabung dengan Amara. Sabila juga bergabung dengan teman yang lain.

"Aku dengar kamu punya pacar tadi?" tanya Sofi pada Sabila.

"Iya, baru sebulan. Kami pacaran lewat ponsel," jawab Sabila sambil meminum es sirupnya.

"Hati-hati, nanti kebablasan. Kamu tahu nggak Kakak kelas kita ada yang hamil karena pacaran," kata Sofi.

"Kamu tenang saja, aku pacarannya masih dalam batas wajar kok," sahut Sabila. Sabila memang tidak akan mau jika sampai Jordi meminta lebih.

Mereka segera ke kelas, karena waktu istirahat telah habis.

**

Sepulang sekolah Sabila mengajak Amara bertemu Jordi. Mereka bertemu di taman, yang tidak jauh dari sekolahan. Di sana juga banyak siswa yang nongkrong, ada juga yang berpacaran.

"Jordi, maaf ya kamu nunggu lama," kataku mendekati Jordi yang duduk seorang diri.

Sabila ke taman berjalan kaki, jadi agak lama. Karena jarak taman dan sekolah cukup dekat.

"Tidak apa-apa, aku kira kamu sendiri," kata Jordi tampak kecewa karena Sabila membawa teman.

"Kenalin ini Amara, dia sahabat aku," ucap Sabila pada Jordi. "Dan Amara, ini Jordi pacarku," kata Sabila pada Amara.

Mereka bertiga mengobrol cukup lama, setelah itu Amara mengajak pulang karena dia ada acara. Dengan berat hati Jordi mengizinkan Sabila segera pulang.

**

Amara hanya diam saja sepanjang perjalanan pulang. Kami pulang naik angkutan. Rumah Sabila dan Amara hanya beda RT saja.

Sabila turun duluan, karena rumahnya lebih dekat.

"Ra, sampai jumpa besok!" ucap Sabila sebelum turun dari angkutan.

"Iya," balas Amara.

Sabila berjalan menuju gerbang rumah, terlihat sepeda motor Kak Fahmi ada di rumah. Itu tandanya Kak Fahmi sedang di rumah.

"Assalamualaikum," salam Sabila saat membuka pintu.

"Waalaikumsalam," ucap Kak Fahmi. Dia sedang menonton televisi. "Aku tadi jemput kamu ke sekolah, tapi kamu nggak ada. Katanya sudah pulang sejak tadi. Tapi kenapa baru sampai rumah?" tanya Kak Fahmi.

"Aku ke taman sama Amara, Kak," jawab Sabila tersenyum.

"Kamu pacaran?" selidik Kak Fahmi.

"Kok Kakak tahu?" tanya Sabila.

"Kakak pernah sekolah makanya tahu. Jangan-jangan kamu ketemuan di taman dekat sekolahmu itu," kata Kak Fahmi.

"Iya, maaf ya Kak," ucap Sabila.

Kak Fahmi menasehatinya, Fahmi tidak mau Sabila pacaran dulu. Dia takut Sabila terjerumus ke pergaulan bebas.

"Kak, aku janji. Aku nggak akan kebablasan," ucap Sabila.

"Kalau Papa sama Mama tahu pasti mereka marah," kata Kak Fahmi.

Kak Fahmi tampak kecewa karena Sabila punya pacar. Namun, Sabila tidak menghiaraukannya. Sabila masih berhubungan dengan Jordi.

**

Siang itu batre ponsel Sabila habis, Sabila akan di jemput Jordi. Jadi Sabila pinjam ponsel Amara untuk menghubungi Jordi.

"Amara, Terimakasih ya," kata Sabila mengembalikan ponsel Amara.

Tidak berapa lama Jordi datang, Sabila ikut Jordi sedangkan Amara pulang naik angkutan. Sebelum pulang Sabila dan Jordi mampir beli es dulu di pinggir jalan.

"Amara nggak punya pacar?" tanya Jordi pada Sabila.

"Tidak, dia anak yang pemalu. Dia jarang punya teman lelaki," jawab Sabila.

"Owh begitu, pantesan keliatan pendiam. Beda sama kamu yang cerewet," puji Jordi pada Amara.

Sabila tidak merasa curiga karena Jordi memang seperti itu orangnya. Setelah itu Jordi mengantar Sabila pulang.

"Amara, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Jordi.

"Minta apa?" tanya Sabila polos sebelum naik ke motor Jordi.

"Aku minta kiss," ucap Jordi malu-malu.

"Maaf, aku nggak bisa," kata Sabila. Sabila urungkan niatnya untuk naik sepeda motor Jordi.

"Ya sudah tidak apa-apa. Ayo naik! Aku antar kamu pulang!" ajak Jordi.

Sabila terpaksa naik, namun ada rasa takut jika sewaktu-waktu Jordi memaksa meminta cium padanya. Sabila belum siap, Sabila takut Kak Fahmi tahu dan marah.

"Sudah sampai, cepat turun!" perintah Jordi agak kasar.

Sabila turun, Jordi langsung pergi tanpa mengucapkan salam ataupun. Sabila tahu dia marah pada Sabila karena Sabila menolak permintaannya.

Sabila masuk ke dalam rumah, Fahmi berada di dekat jendela sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Siapa dia? Pacarmu?" tanya Fahmi.

"Iya, Kak," jawab sabila takut.

"Jauhi dia, aku lihat dia playboy," kata Kak Fahmi.

"Kak Fahmi belum kenal dia kenapa menyimpulkan seperti itu? Apa Kak Fahmi mengenal dia sebelumnya?'' tanyanya setengah marah karena Fahmi membuatnya kesal.

"Kalau dibilangin itu percaya, kamu masih kecil belum waktunya pacaran," bantah Fahmi setengah berteriak.

Sabiila terkejut sekaligus kecewa, Sabila berlari ke kamar dan menutup pintu dengan kasar. Sabila menangis di kamar, Sabila sedih karena Fahmi tidak setuju dengan hubungan dan Jordi.

"Sabila, tolong percaya sama Kakak. Kakak melakukannya untuk kebaikanmu, Dek," ucap Fahmi dari luar kamar.

"Kakak jahat," ucap Sabila sambil sesegukan.

Fahmi masuk ke kamar Sabila, dia memelukku yang sedang menangis ditepi ranjang.

"Aku mengenal dia sebelum kamu mengenal dia," kata Fahmi membuat Sabila terkejut.

Sabila mendongakkan kepalanya , menatap wajah Fahmi yang tampak serius.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Penghianat Itu Sahabatku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Anak Suamiku yang Dirahasiakan
8.3
Memasuki tahun ketujuh pernikahan, fondasi hidup Dhea hancur saat memergoki Yordan memiliki putra rahasia berusia enam tahun. Pengkhianatan ini terasa sangat menyakitkan karena Dhea pernah kehilangan kemampuan memiliki keturunan demi menyelamatkan nyawa Yordan di masa lalu. Saat itu, Yordan bersumpah hanya menginginkan Dhea tanpa memedulikan kehadiran anak. Kini, janji manis dan kesetiaan masa kecil mereka runtuh seketika saat kebohongan besar sang suami terungkap di depan matanya.
Sampul Novel HOT LITTLE WIFE
9.6
Jelita, gadis yang sering dihina di sekolah, terkejut saat dijodohkan dengan Kenzo Putra Bagaskara tepat di hari kelulusannya. Kenzo adalah pria yang jauh lebih tua dan ternyata sudah berkeluarga. Kemalangan Jelita memuncak saat ia menyadari statusnya hanyalah istri kedua di hari pernikahan mereka. Pukulan paling berat datang ketika ia mengetahui bahwa istri pertama Kenzo adalah adiknya sendiri. Kini, ia terjebak dalam drama rumah tangga yang rumit dan penuh luka.
Sampul Novel Istri Pengganti Yang Tak Dicintai
9.6
Keira terpaksa menikahi Ezra Leighton, tunangan mendiang saudarinya, demi menyelamatkan reputasi yang hancur akibat tuduhan pencurian palsu. Ezra yang dipenuhi duka dan amarah hanya menganggap Keira sebagai bayangan masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan pernikahan tanpa cinta ini, Keira berusaha bertahan hidup. Namun, perlahan rahasia gelap di balik kecelakaan misterius saudarinya mulai terungkap, menjanjikan perubahan besar bagi takdir mereka berdua.
Sampul Novel Kesetiaan Yang Dikhianati
8.1
Sembilan tahun menikah, rumah tangga Lily hancur setelah ayah David wafat dan meninggalkan wasiat mutlak. David harus memiliki anak dengan Elvy demi menguasai seluruh warisan. Lily memergoki perselingkuhan mereka di ranjangnya sendiri. Berdalih demi harta, David berjanji akan menikahi Lily setelah warisan cair. Sejak itu, David kerap membawa Elvy ke rumah mereka dan menggantung lonceng di pintu sebagai penanda pertemuan mereka, yang kini telah berbunyi sembilan puluh sembilan kali.
Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Setelah empat tahun terperangkap dalam kegelapan akibat kecelakaan tragis, Bella akhirnya menjalani prosedur pembukaan perban matanya. Di usia dua puluh tujuh tahun, harapan untuk kembali melihat dunia kini berada di depan mata. Sosok yang paling ingin ia temui adalah Galas, suami tercintanya. Namun, sukacita Bella seketika berubah menjadi tanda tanya besar saat menyadari bahwa sang suami justru menghilang secara misterius tepat di saat ia kembali melihat.
Sampul Novel SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA
8.7
Nikmati deretan cerita pendek pilihan dalam antologi ini yang dirancang khusus untuk menemani waktu senggang Anda. Menghadirkan berbagai kisah romansa modern yang penuh makna, setiap narasinya menawarkan pengalaman membaca yang ringan namun tetap memikat hati. Buku ini merupakan pilihan literatur yang sangat tepat bagi siapa pun yang ingin melepas penat sambil menyelami dinamika hubungan antarmanusia yang dikemas secara apik dan juga menyentuh.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan