
Pengantin Rahasia CEO
Bab 3
Tok tok tok. suara pintu diketuk
"Masuk," ucap Reno.
Reno yang sedang sibuk bekerja dengan berkas dan laptop didepannya.
"Hai, Ren, kamu lagi sibuk yah?" tanya laki-laki paruh baya yang bernama David dan berstatus sebagai paman Reno.
"Ehh Om, ngga kok Om cuma lagi ngecek laporan karyawan aja. Ada apa, Om?" tanya Reno.
David berjalan dan duduk di sofa yang ada di ruangan Reno.
"Ga penting sih, cuma mau ngajak kamu ngobrol aja," jawab David.
"Ngobrol soal apa, Om?" tanya Reno dan berdiri.
Reno pun lalu berjalan menghampiri David dan duduk di sofa dengan posisi berhadapan dengan David.
"Sebetulnya Om agak kecewa sama kamu Ren, soal kamu memutuskan untuk pindah dan memilih untuk hidup sendiri. Tapi setelah Om pikir pikir lagi ya mungkin itu ada baiknya buat kamu. Kamu jadi bisa belajar hidup mandiri, oh iya, kemarin lusa Sonia pulang ke Indonesia dan dia nanyain kamu. Katanya kenapa kamu pindah ga ngasih tau dia, dan sayangnya dia juga ga bisa ketemu kamu Ren, padahal Sonia bilang, dia kangen banget sama kamu," ucap David.
"Sonia pulang Om? Kok dia ga ngabarin aku?" tanya Reno.
"Iya. Kemarin lusa itu Sonia pulang katanya sih cuma sebentar, dan tadinya juga Sonia mau ke tempat kamu tapi mendadak Sonia dapat kabar kalo dia harus balik lagi ke Jerman. Jadi, kemarin dia langsung balik ke Jerman," jawab David.
"Oh gitu, nanti kalo Sonia pulang ke Indonesia lagi aku akan temuin Sonia Om," ucap Reno.
"Oh iya Ren. Om cuma mau ingetin kamu aja, kamu jangan terlalu sibuk kerja kamu juga harus pikirin masalah jodoh, om denger kamu selalu menolak Soraya kalau Soraya ngajak ketemu, kenapa Ren?" tanya David.
Reno meresponnya dengan senyuman.
"Bukan gitu Om, ya Om bisa liat sendiri gimana kerjaan aku, dan kebetulan sekarang juga aku ada rapat om jadi kemungkinan tidak bisa kemana-mana," jawab Reno.
"Nah itu dia masalahnya. Tadi kan Om sudah bilang kamu jangan terlalu sibuk sama pekerjaan, kalo urusan pekerjaan kan bisa kamu serahin ke bawahin kamu, dan kamu tinggal nunggu laporannya," ucap David.
Lagi-lagi Reno merespon dengan tersenyum.
"Om kan tau kalo aku ini masih baru di perusahaan, jadi perlu banyak belajar. Dan kalo untuk urusan jodoh ya mungkin nanti akan ada waktunya Om," ujar Reno.
Kini David yang merespon dengan senyuman.
"Ren, Ren. Kamu aja menghabiskan waktu kamu di kantor dan bekerja, gimana caranya kamu bisa mendapatkan jodoh?" tanya David.
"Nanti mungkin akan aku urus Om untuk waktunya, tapi untuk sekarang ini aku mau fokus ke pekerjaan aku dulu," ucap Reno.
"Seharusnya kamu tidak perlu banyak waktu untuk menemukan pasangan Ren, karena diluar sana juga banyak gadis-gadis yang mengejar kamu, dan kamu tinggal pilih salah satu dari mereka dan meluangkan sedikit waktu kamu untuk mereka, tapi menurut om Soraya lebih cocok sama kamu Ren," ucap David.
Lagi-lagi Reno tersenyum.
"Cocok aja belum cukup Om," tutur Reno dan sedikit tersenyum namun menundukan kepalanya.
"Ya Om tau, Soraya dulu mungkin pernah menyakiti hati kamu Ren. Tapi sekarang, Om liat Soraya sepertinya beneran tulus sama kamu, dan sudah berubah. Apa kamu ga mau, ngasih kesempatan kedua untuk Soraya?" tanya David.
"Semenjak aku putus dengan Soraya aku memutuskan untuk melupakan Soraya. Dan sekarang perasaan itu sudah tidak ada Om, dan sekarang aku memilih untuk fokus pada perusahaan," jawab Reno.
David menghela napasnya.
"Ternyata susah juga ngebujuk Reno. Sialan, sepertinya aku harus memakai cara lain" ucap David dalam hatinya.
David dan Soraya bekerja sama agar Reno mau menikahi Soraya.
"Ya sudah, Om paham gimana perasaan kamu. Tapi yang terpenting kamu juga harus memikirkan masa depan kamu Ren," ucap David sambil menepuk pundak Reno.
"Iya Om, sebelumnya terima kasih ya Om sudah mau mampir ke sini," ucap Reno.
"Iya sama-sama Ren. Om juga sekalian mau lihat perkembangan kantor kamu ini, ya sudah kalo gitu Om permisi dulu yah, kebetulan Om juga ada urusan lain," ujar David
"Iya Om, hati-hati ya Om," ucap Reno.
"Ya," ucap David.
David lalu berjalan dan keluar dari ruangan Reno. sementara Reno menatap punggung David yang keluar dari ruangannya.
Reno menghela napasnya dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
***
Ranti baru saja memasuki kamarnya, Ranti melemparkan tasnya ke kasurnya, dan juga langsung merebahkan tubuhnya.
"Hmm, capek banget rasanya," keluh Ranti.
"Ya ampun udah jam segini lagi, gue kan ada sift sore hari ini," ucap Ranti melihat jam tangannya.
Ranti memejamkan matanya, rasa lelah terlihat diwajah Ranti. Lalu jam weker Ranti berbunyi, Ranti langsung membuka matanya.
"Yaelah, perasaan baru aja gue rebahan udah bunyi aja itu jam. Hmm, enak kali ya jadi orang kaya yang banyak duit, ga perlu capek-capek keluar buat kerja banting tulang cuma buat makan," keluh Ranti.
"Engga ngga ngga, gue ga boleh ngeluh," ucap Ranti dan bangun seketika.
"Gue harus bersyukur, diluar sana masih banyak orang yang hidupnya lebih sulit dari gue. Inget Ran inget, lo harus banyak bersyukur. Lo juga bukan cewek lemah yang gampang putus asa, yang gampang ngeluh, lo kuat Ran lo ga boleh ngeluh kayak gini, lo harus semangat," ucap Ranti
Ranti bangun dan bersiap untuk berganti pakaian.
Anda Mungkin Juga Suka





