Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Pengganti Yang Buruk Rupa

Pengantin Pengganti Yang Buruk Rupa

Angela menjalani hidup penuh penolakan. Dianggap buruk rupa dan tidak berharga, ia tidak pernah merasakan kasih sayang. Takdirnya kian kelam saat dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi kakak tirinya. Ia harus menikahi sosok misterius yang sangat ditakuti, Dimitri LaRocca. Sebagai pemimpin mafia yang terkenal kejam, buas, dan posesif, Dimitri membawa Angela masuk ke dunianya yang gelap. Kini, Angela terjebak dalam pernikahan penuh dominasi dan gairah berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Angela berlari ke arah yang ditunjuk oleh pelayan rumahnya dan berlutut di balik pintu lemari dapur.

Betapa ia berharap tanah yang dipijaknya mendadak terbelah agar menelannya hidup-hidup saat itu juga. Atau ada pintu lain di belakang lemari yang bisa dipakainya untuk kabur kembali ke kamarnya.

Setidaknya setelah kejadian yang disebut sebagai ‘kecelakaan’ oleh semua orang, Rollan dan Rosa tidak mengijinkan Theo untuk masuk ke dalam kamarnya. Tapi sayang, tidak ada tempat untuk bersembunyi di dalam lemari kecuali meringkuk di antara karung-karung bawang.

“Fuck, aku tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar mereka.”

Suara Theo kini terdengar di dalam dapur.

“Ya, well… aku tidak mengira bahwa—”

Theo terdiam sesaat.

“Ya ya aku tahu. Aku tahu. Shit man! Tidak perlu memberitahuku, aku tahu,” pria itu mulai menaikkan nada suaranya. Marah tapi terdengar panik di saat yang sama.

Lemari tempat Angela bersembunyi memiliki lipatan bercelah yang bisa di gunakan gadis itu untuk mengintip. Ia bisa melihat Theo kini mendudukkan tubuhnya di atas kursi meja makan sambil mencengkeram ponsel ke telinganya.

Theo meremas kepalanya sendiri sebelum kemudian mendengus dan membalas, “Ok. Ok. Aku akan memberitahu Dad. Aku tahu. Aku akan lakukan hari ini.”

Pria itu berhenti sejenak.

“Aku tahu, Man. Berhenti mengancam! Fuck!”

Pria itu mematikan ponsel dan menggebrakkannya ke atas meja sangat keras hingga tanpa sadar Angela menarik napas karena kaget.

Kepala Theo langsung memutar ke arah lemari. Matanya yang marah menyipit layaknya seekor serigala yang berusaha melihat mangsanya dalam kegelapan.

Oh… shit! Angela mengatupkan tangannya ke mulut.

“Juliet…,” Theo menggeram ke arah wanita separuh baya yang berdiri di dapur. “Siapa yang bersembunyi di dalam lemari?”

“Ti-tidak ada siapa-siapa, Tuan,” Juliet berbohong.

Angela mulai gemetaran sekarang. Jika sampai Juliet ketahuan berbohong, Theo pasti akan sangat marah pada wanita itu. Ia pasti akan memecat Juliet, atau parahnya, menganiaya wanita itu.

“Benarkah?” Theo menimpali dengan suara dingin yang membuat punggung Angela membeku. Angela mengenali nada suara pria itu. Theo tahu bahwa ia ada di dalam lemari.

Theo berdiri dari kursi dan hendak berjalan menuju ke arah lemari ketika tubuh Juliet mendadak menutupi pandangan Angela.

Wanita itu sepertinya berusaha menghalangi jalan Theo.

“Minggir, Juliet!” Theo menggeram.

Angela tidak bisa melihat apa yang terjadi karena sekarang pandangannya terhalang oleh tubuh Juliet yang lebar. Tapi ia bisa mendengar suara pistol yang dikokang diikuti teriakan tertahan dari bibir Juliet.

Oh God… oh God… oh God…. Ia akan melukai Juliet.

Tidak lagi memikirkan rasa takutnya sendiri, Angela mendorong pintu lemari dan merangkak keluar.

“Stop!” Angela menjerit ketika melihat Theo menjambak rambut Juliet dan menempelkan pistolnya ke pelipis wanita itu. “Jangan sakiti Juliet, kau monster! Lepaskan dia!”

Angela berdiri dan hendak menyerbu tapi Theo mengalihkan pistolnya ke wajah gadis itu sekarang.

“Ah… di situ rupanya kau, Little sister,” Theo menimpali dengan suara girang yang memuakkan.

Lutut Angela gemetaran sekarang. Gabungan antara takut akan pria itu dan takut akan keselamatan Juliet membuat jantungnya berdebar luar biasa kencangnya.

“Lepaskan, Juliet,” Angela mengulangi dengan rahang mengatup erat berusaha untuk menutupi rasa takutnya dengan kemarahan yang ia tahu tidak bisa mengelabuhi siapapun. Ia bisa melihatnya di mata kejam Theo yang menatapnya.

“Kau mencariku, kan? Di sinilah aku. Lepaskan dia,” Angela melanjutkan dengan suara gemetaran.

Theo mendengkus, “Jangan merasa penting, Stupid Bitch. Tidak ada yang mencarimu. Tidak ada yang menginginkanmu.”

Angela mengepalkan tangannya. Oh, betapa ia membenci pria itu. Sangat luar biasa benci hingga Angela bisa merasakan pandangannya mengabur oleh kemarahan. Angela tahu tidak ada yang menginginkannya. Theo sudah memastikan tidak ada yang menginginkannya.

Angela mengamati Theo lekat-lekat. Mata Theo memerah dan berair. Jelas pria itu sepertinya sedang mabuk dan mungkin di bawah pengaruh obat-obatan terlarang. Pria itu juga mungkin belum tidur semalaman dan baru pulang entah dari mana. Kondisi paling berbahaya bagi Angela.

“Lepaskan Juliet,” Angela menggeram sambil menahan posisinya.

Theo menurut. Ia melepaskan tangannya dari rambut Juliet tapi masih mengarahkan pistolnya ke arah Angela.

“Kemasi barangmu dan pulang, Wanita tua. Kau dipecat,” Theo berkata kepada Juliet. “Kau sudah berbohong kepadaku. Kuberi kau waktu 10 menit sebelum aku kirimkan penjaga untuk mengantarmu keluar.”

Tangisan terdengar dari bibir Juliet tapi wanita itu mengangguk. Sambil setengah berlari, Juliet keluar dari dapur.

Dada Angela teremas melihat air mata pelayannya. Ia pun melangkah hendak menyusul Juliet.

Baru saja Angela hendak melewati Theo, pria itu meraih lengan Angela dan menarik gadis itu ke pinggir ruangan.

Theo mendorong tubuh Angela hingga menabrak dinding sebelum kemudian menekankan ujung pistolnya ke perut gadis itu.

Angela mengeratkan rahangnya mempersiapkan diri akan apa yang akan dilakukan Theo.

Mata Theo bergerak liar. Mulai dari dada Angela lalu turun ke bawah. Walaupun tertutup kaos longgar, tetap saja pandangan itu terasa penuh dengan nafsu.

Angela memalingkan wajahnya ke samping berusaha menghindari tatapan panas dari kakak tirinya. Tapi Theo meraih dagu Angela dan memaksa wanita itu untuk kembali berpaling ke depan.

“Lihat aku, bitch” Theo membentak.

Angela mencoba melawan, tapi Theo mengeratkan pengangannya. Kuku Theo yang tajam menusuk ke dalam pipi Angela dan wanita itu pun merintih.

Mendadak, Theo melepaskan pegangannya dan mengayunkan tangannya melintasi wajah Angela.

Tamparan Theo terasa sangat keras, kepala Angela terlempar ke samping hingga pandangannya menggelap.

Angela bisa mendengar tamparan dari pria itu bahkan sebelum ia bisa merasakan pipinya yang panas.

Digigitnya bibirnya sendiri agar tidak menjerit. Angela tidak akan memberi kepuasan kepada Theo. Ia sudah bersumpah untuk tidak menjerit bagi siapapun. Bahkan jika pria itu membunuhnya sekalipun, Angela tidak akan membuka suaranya dan menjerit.

Theo meraih dagu Angela dan, sekali lagi, memaksa gadis itu menatap ke arahnya.

Cengiran menghiasi wajah Theo yang buas. Pria itu mendorong Angela semakin melekat ke tembok sebelum kemudian dengan kasarnya memaksakan sebuah ciuman ke bibir Angela.

Angela berusaha mundur dari Theo. Tapi dengan adanya tembok di belakangnya dan tangan Theo yang kini meremas pipinya, Angela tidak bisa kemana-mana.

Ia tidak bisa lagi menahan air matanya ketika ciuman dari bibir Theo turun ke lehernya.

Angela mencoba mendorong dan meronta agar terlepas dari cengkeraman Theo. Tapi ketika pria itu menggeram dan menekan ujung pistolnya lebih dalam melawan tulang rusuknya, Angela membeku.

Theo menjalankan tangannya menuruni tubuh Angela dan kini memainkan ujung kaos yang dikenakan oleh gadis itu sebelum kembali menjatuhkan bibirnya menyerang bibir Angela.

Angela menarik napas ketika ia merasakan tangan dingin Theo menyelinap masuk ke dalam kaos dan dengan kasarnya meraih salah satu payudaranya dari balik bra. Remasan keras dari pria itu membuat Angela terkesiap dan memberi Theo kesempatan untuk mendesakkan lidahnya semakin masuk ke dalam.

Air mata panas penuh kemarahan dan ketidakberdayaan meluncur semakin deras dari sisi wajah Angela. Di antara pelecehan yang dilakukan oleh Theo dan hinaan dari keluarganya yang lain, betapa Angela berharap ia memiliki keberanian untuk melarikan diri dari tempat itu.

Atau mungkin keberanian untuk membunuh dirinya sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Lebih Dari yang Kamu Pikirkan
9.0
Samuel, penguasa pasar senjata global, memicu kontroversi saat mengejar Marsha, gadis yang dianggap remeh oleh publik. Banyak yang mencemooh karena mengira Marsha hanya bermodal paras cantik. Namun, dunia terperangah saat identitas asli Marsha terkuak: ia adalah pakar medis, jenius sains, sekaligus pewaris takhta organisasi bawah tanah. Di tengah kekacauan itu, Samuel justru mengeluh di media sosial tentang sikap dingin sang istri yang menganggapnya lawan.
Sampul Novel Mafia dalam penjara
8.5
Seorang narapidana harus menjalani masa hukuman di balik jeruji besi demi menebus dosa masa lalunya. Namun, ia segera menyadari adanya kejanggalan besar yang menyelimuti seluruh area lembaga pemasyarakatan tersebut. Atmosfer yang tidak biasa dan berbagai kejadian misterius mulai memicu rasa curiga yang mendalam. Apa sebenarnya rahasia gelap yang tersembunyi di dalam penjara ini? Ikuti perjalanan penuh aksi dan teka-teki ini hingga akhir cerita.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
8.3
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.