Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Pengganti Yang Buruk Rupa

Pengantin Pengganti Yang Buruk Rupa

Angela menjalani hidup penuh penolakan. Dianggap buruk rupa dan tidak berharga, ia tidak pernah merasakan kasih sayang. Takdirnya kian kelam saat dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi kakak tirinya. Ia harus menikahi sosok misterius yang sangat ditakuti, Dimitri LaRocca. Sebagai pemimpin mafia yang terkenal kejam, buas, dan posesif, Dimitri membawa Angela masuk ke dunianya yang gelap. Kini, Angela terjebak dalam pernikahan penuh dominasi dan gairah berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dimitri memandang kesal layar laptop yang ada di depannya. Sebagai ketua organisasi terbesar di New York, semua beban kini ada di pundaknya. Tekanan untuk bisa membawa kemajuan bagi organisasi kadang membuat Dimitri lelah. Hari ini hanyalah salah satu hari di mana ia berharap ia akan bisa melewatinya dalam keadaan utuh.

Suara ketukan di pintu terdengar.

“Siapa?” pria itu membentak kasar.

Dimitri sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun. Suasana hatinya sedang buruk dan ia belum punya waktu untuk menenangkan diri. Penting bagi seorang ketua organisasi untuk tidak kehilangan kesabaran di depan tamunya dan ketika itu, kemarahannya masih belum memudar.

Suara rendah dari seseorang yang dikenal baik oleh Dimitri terdengar, “Levka. Bolehkah aku masuk?”

Dimitri menggeram, “Masuklah.”

Dimitri tahu Levka bisa menerima kemarahannya. Sudah bertahun-tahun ia mengenal pria itu. Levka adalah penasihat yang paling dipercayainya. Teman baiknya. Saudaranya.

Pintu mengayun terbuka dan Levka berjalan masuk. Pria itu menganggukkan kepalanya menyapa.

“Brother.”

“Brother,” Dimitri membalas balik dan menunjuk ke arah kursi yang ada di depannya. “Duduklah.”

Ketika ia pertama bertemu dengan Levka sepuluh tahun yang lalu, pria itu terlihat lebih kurus, lebih menderita dan lebih sedih. Tidak heran karena ketika itu Levka sedang diambang perjuangannya untuk membebaskan wanita yang dicintainya. Wanita yang kini membawa nama belakang dan melahirkan anak-anak baginya. Dan walaupun kini Levka terlihat lebih tua, tapi Dimitri bisa melihat garis-garis kekhawatiran di dahi pria itu memudar. Bukan hanya itu, seiring dengan berjalannya waktu, Levka bahkan terlihat lebih sering tersenyum. Pria itu lebih santai dan lebih… lembut.

Mungkin bisa dibilang Levka melembut karena Daniela. Karena bahkan setelah sepuluh tahun pernikahan dan 3 orang anak, pria itu masih tetap setia kepada Daniela.

“Kau terlihat siap membunuh seseorang,” Levka menghempaskan tubuhnya ke atas kursi sambil menaikkan satu alisnya naik.

Jika kebanyakan orang menakuti Dimitri, Levka lebih santai. Tentu saja, setelah apa yang sudah mereka lalui, Levka berhak mendapatkan panggilan brother yang sesungguhnya bagi Dimitri.

“Kau tidak salah. Aku memang bisa membunuh seseorang,” Dimitri membalas. Ia mendorong tubuhnya berdiri dari kursi dan berjalan ke meja panjang yang ada di belakangnya. Pria itu meraih dua gelas shots dan memenuhinya dengan vodka sebelum membawanya balik ke arah Levka.

“Minum?” Dimitri menawarkan walaupun saat itu masih pukul 10 pagi. Dimitri tahu, terlalu dini untuk minum. Tapi ketika ia belum tidur sama sekali sejak tadi malam, ia tidak peduli jam sekarang. Ia perlu mengistirahatkan kepala.

Levka mengangguk dan meraih gelas dari tangan Dimitri. Mereka mengangkat gelas mereka masing-masing sebelum kemudian menenggak habis dalam sekali teguk.

Dimitri mendenguskan hawa panasnya keluar dari hidung sebelum kembali menghempaskan tubuhnya kembali ke atas kursi.

“Mau memberitahu Uncle Levka siapa yang ingin kau bunuh kali ini?” Levka bertanya dengan nada bercanda yang membuat Dimitri memutar bola matanya ke atas.

Sepuluh tahun berlalu sejak mereka bertemu di rumah pelelangan itu. Levka mengajarinya banyak hal. Dan walaupun kini pria itu sudah tidak aktif di organisasi, tapi Dimitri tahu ia bisa mempercayakan nyawanya di tangan Levka ketika hal menjadi berbahaya. Kesetiaan Levka jauh melebihi yang pernah ditemukannya pada orang lain.

“Paman. Hah! Paman my ass!” Dimitri tergelak sambil menggelengkan kepalanya. Tidak ada orang di organisasi yang berani bercanda selepas itu dengannya. Bahkan Andre yang kini menjadi tangan kanannya takut dan segan padanya. Tapi ketika kau memiliki sekutu setangguh Levka, kau akan membiarkan pria itu menggoda sesuka hati.

“Tapi jika kau ingin tahu,” Dimitri melanjutkan. “Yang ingin kubunuh adalah Theo Koslov.”

Levka meringis mendengar nama itu.

“Fucking Theo Koslov,” Levka ikut menggeram memahami kemarahan Dimitri. “Apa yang dilakukan keparat itu sekarang?” Levka menggelengkan kepalanya, “Berikan aku satu alasan agar aku bisa kembali ke LA untuk menghajar bocah itu dengan tanganku sendiri.”

Dimitri tahu Levka tidak main-main. Meski bisa dibilang Levka sudah pensiun dari organisasi, tapi Levka masih memiliki kekuatan. Pria itu masih memiliki nama di kalangan orang-orang seperti mereka, terutama di LA.

“Bangsat itu sudah menunggak hutangnya sejak dua bulan yang lalu dan belum membayar,” Dimitri memberi tahu sambil memutar layar laptop ke arah Levka, menunjukkan angka berwarna merah yang terpampang jelas. “Dan kau tahu betapa aku memerlukan uang itu.”

Tentu saja Levka tahu.

Dimitri sedang berusaha mendapatkan kerja sama dengan triad perdagangan senjata gelap dari China. Lokasi mereka yang berada di New York sangat strategis. Dekat dengan pelabuhan dan bandara, mereka bisa menguasai pasaran senjata gelap di Amerika bagian timur jika kerjasama berhasil. Sayangnya, biaya yang diperlukan untuk menyogok aparat dan politikus juga luar biasa mahalnya.

Levka menyandarkan punggungnya ke belakang sambil mengusap rahang, memikirkan dilema yang dihadapi oleh Dimitri. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepada Dimitri sejak lama, tapi ditahannya keinginan itu karena ia tidak yakin bagaimana pria itu akan merima apa yang akan diucapkannya. Namun, setelah sekian lama menunda, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat.

“Kau, tahu…,” Levka memulai. “untuk bisa mendapatkan dukungan dari pemerintahan, bukan hanya uang yang kau butuhkan, Brother.”

Dimitri mengerutkan dahinya memikirkan arah mana pembicaraan mereka sekarang.

“Maksudku,” Levka melanjutkan. “Benar kau memerlukan uang, tapi bukan hanya itu yang kau butuhkan untuk mendapatkan simpatisme orang seperti mereka.”

Dimitri masih tidak paham.

“Dan apakah kau akan memberitahuku apa yang kubutuhkan?” pria itu bertanya.

“Tentu saja.”

“Okay, aku mendengarkan.”

“Kau tahu apa yang kau butuhkan lebih dari uang, Brother?”

Dimitri bisa merasakan kesabarannya menipis oleh cara Levka yang berputar-putar.

“Fuck, Lev. Lekas katakan.”

“Kau butuh seorang istri.”

Jawaban Levka mencabut semua kata-kata dari mulut Dimitri.

Seorang istri?

Dimitri hampir tergelak mendengarnya. Ia menggelengkan kepalanya keras-keras.

“Kadang aku mengira ayahmu membenturkan kepalamu ke lantai ketika kau bayi, Lev. Saran macam apa ini?” Dimitri memberitahu sambil menarik kembali layar laptop ke arahnya dan mengamati.

“Dengarkan dulu, Brother,” Levka melanjutkan, sepertinya masih tidak mau melepaskan masalah ini begitu saja. “Uang mudah dicari, kau tahu itu. Kau tidak membutuhkan uang dari Theo Koslov. Ada banyak sumber lain yang bisa digali. Naikkan saja pajak dari organisasi yang ada di bawah perlindunganmu. Atau siapa tahu investasi yang kau tanam dengan cartel-cartel Mexico itu akhirnya membuahkan hasil. Tapi seorang istri tidak mudah didapat, Brother.”

Levka memajukan tubuhnya ke depan, meletakkan kedua sikunya ke atas lututnya sebelum melanjutkan, “Dan Theo memiliki saudara perempuan.”

Dimitri mendengus.

“Mentang-mentang kau sudah menikah selama sepuluh tahun lalu mendadak kau menjadi pakar tentang urusan rumah tangga?” Dimitri membalas skeptis. Tapi jujur, ia mulai memikirkan saran Levka.

Theo Koslov adalah anak dari pemimpin salah satu organisasi yang cukup terkenal di LA. Tidak sebesar miliknya, tapi mereka memiliki orang-orang yang cukup ditakuti oleh kebrutalan mereka. Walaupun Dimitri tidak khawatir akan kekuatan Koslov, tapi akan menyusahkan jika sampai bentrok terjadi dengan orang-orang Koslov.

“Aku mencintai Daniela jauh lebih lama dari cincin yang ada di tangan kami berdua. Dan kau sudah berduka akan kematian Emily dalam jangka waktu yang sama dengan pernikahan kami. Sudah saatnya kau melanjutkan perjalanan, Brother.”

Dimitri tidak menjawab. Ia tahu Levka benar. Salah satu alasan ia masih melajang hingga sekarang adalah Emily. Ia mencintai wanita itu dengan segenap hatinya, ia merasa detak jantungnya ikut berhenti ketika Emily membunuh dirinya sendiri.

Apa yang dilakukan Emily membuat Dimitri sadar bahwa pria sepertinya, tidaklah layak untuk sebuah cinta. Pria sepertinya, ditakdirkan untuk selalu berada dalam kesendirian. Dan ia sudah menerima kenyataan ini. Ia tidak lagi memikirkan masalah cinta atau pernikahan. Ia sudah melupakan keinginannya untuk memiliki keluarga dan memusatkan perhatiannya kepada organisasi.

Dimitri tahu ia sudah bekerja mati-matian hingga berada di posisi itu. Ia tidak pernah lagi menoleh ke belakang, ia tidak bisa. Kehidupan di mana ia mencintai seorang wanita sudah berakhir. Yang ada sekarang hanyalah kehidupan di mana ia harus berpikir sesuai logika dan rasional demi LaRocca.

“Saudara perempuan Theo juga masih belum menikah,” Levka melanjutkan ketika Dimitri masih tidak bersuara. “Masih muda dan tinggal bersama dengan keluarganya di markas mereka di LA. Aku tidak terlalu tahu banyak tentangnya, tapi aku pernah bertemu dengan gadis itu sekali, bertahun yang lalu. Aku ingat ia sangat cantik. Menurutku ia hanya akan menjadi lebih cantik sekarang. Dan aku yakin ia akan terlihat menarik berdampingan dengan mu ketika kau menghadiri pesta-pesta dengan para birokrat dan politikus itu.”

Beberapa saat yang lalu ide yang diajukan Levka mungkin terdengar gila, tapi semakin ia mulai memikirkan, mungkin apa yang diusulkan Levka tidak sepenuhnya konyol.

“Apakah menurutmu Rollan Koslov akan memberikan putrinya sebagai ganti hutang Theo?”

“Dengan bujukan yang tepat, aku yakin ia akan mengizinkan. Lagipula gadis itu akan menjadi istri salah satu ketua mafia terbesar di negara ini. Rollan akan memiliki menantu yang berkuasa sementara kau mendapatkan istri yang layak. Seorang wanita yang sudah familiar dengan kehidupan semacam ini dan terbiasa menghadapi pria keras seperti kita. Sebagai seorang pria yang sudah berumah tangga sekian tahun, percayalah ketika kukatakan, ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan memiliki seorang wanita baik untuk di sebut istri. Mereka akan menyayangi dan memberimu ketenangan yang bisa disebut rumah.”

Dimitri tidak peduli akan hal itu. Bukan karena Levka salah, ia tahu Levka benar. Itulah yang dirasakannya ketika ia masih memiliki Emily. Tapi seperti yang sudah diketahui, pria itu tidak bisa lagi menoleh kebelakang. Emily sudah tiada. Ia sudah menutup lembaran chapter itu dalam kehidupannya dan menguncinya rapat-rapat. Keputusannya saat ini adalahh lebih karena tugas dibanding karena emosi.

“Dan lagi, Dimitri. Di mana lagi kau bisa bertemu dengan wanita baik-baik dengan posisimu sebagai ketua organisasi?” Levka melanjutkan, sadar benar akan jenis wanita yang dikencani oleh Dimitri.

Dimitri tergelak pelan. Dengan kesibukannya mengurusi organisasi, tentu saja ia tidak punya waktu untuk melakukan kencan seperti kebanyakan orang. Selama ini ia hanya mengandalkan wanita bayaran untuk melayaninya.

Dimitri mengangkat gagang teleponnya dan menghubungi James. Privat investigator yang kini masuk ke dalam payroll organisasinya.

“Boss?” Suara James terdengar setelah deringan pertama.

“Carikan aku informasi tentang putri Rollan Koslov,” Dimitri memerintah.

“Berikan aku waktu sehari?”

“Baiklah.”

Dimitri mematikan sambungan sebelum menoleh kembali ke arah Levka.

“Aku perlu mencari tahu tentang wanita itu,” ia memberitahu.

“Tentu saja.”

“Omong-omong, bagaimana keadaan rumah? Bagaimana kabar Daniela dan ketiga keponakanku?”

Wajah Levka seketika menyala akan pertanyaan Dimitri. Suaranya berubah lebih lembut ketika ia membicarakan tentang istri dan anak-anaknya.

Tapi Dimitri hanya setengah mendengar. Ia sedang memikirkan bagaimana seorang wanita bisa merubah seseorang. Bagaimana berbedanya Levka sekarang dengan Levka yang dulu.

Mungkin memang benar apa kata Levka. Ia memerlukan seorang istri.

Pertanyaannya, bisakah ia melupakan bayang-bayang Emily dan menggantinya dengan wajah wanita lain?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Lebih Dari yang Kamu Pikirkan
9.0
Samuel, penguasa pasar senjata global, memicu kontroversi saat mengejar Marsha, gadis yang dianggap remeh oleh publik. Banyak yang mencemooh karena mengira Marsha hanya bermodal paras cantik. Namun, dunia terperangah saat identitas asli Marsha terkuak: ia adalah pakar medis, jenius sains, sekaligus pewaris takhta organisasi bawah tanah. Di tengah kekacauan itu, Samuel justru mengeluh di media sosial tentang sikap dingin sang istri yang menganggapnya lawan.
Sampul Novel Mafia dalam penjara
8.5
Seorang narapidana harus menjalani masa hukuman di balik jeruji besi demi menebus dosa masa lalunya. Namun, ia segera menyadari adanya kejanggalan besar yang menyelimuti seluruh area lembaga pemasyarakatan tersebut. Atmosfer yang tidak biasa dan berbagai kejadian misterius mulai memicu rasa curiga yang mendalam. Apa sebenarnya rahasia gelap yang tersembunyi di dalam penjara ini? Ikuti perjalanan penuh aksi dan teka-teki ini hingga akhir cerita.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
8.3
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.