Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Enam tahun menikah rahasia dengan seorang direktur, sang istri harus menerima kenyataan pahit saat suaminya melarang putra mereka memanggilnya ayah. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretarisnya, keputusan bulat pun diambil. Surat cerai dilayangkan, dan dia pergi membawa putranya selamanya. Kepergian tiba-tiba ini meruntuhkan ketenangan sang miliarder yang seketika kehilangan kendali mencari istrinya. Namun, kali ini penantiannya akan sia-sia.
Bab
Bagikan

Bab 2

Foto yang dia posting menunjukkan hidangan di sebuah restoran mewah.

Meski wajahnya tidak terlihat, aku tetap menyadari cincin pernikahan yang tak sengaja muncul di sudut kanan atas foto itu.

Cincin itu adalah cincin yang kupilih khusus saat aku dan Jeff menikah.

Hanya saja, dia selalu memakainya di jari kelingking tangan kiri.

Karena itu melambangkan status lajang.

Miris sekali.

Cincin yang seharusnya menjadi simbol pernikahan, justru menjadi lambang kesendiriannya.

Di hari uang tahun anak kami yang keenam, dia malah makan malam romantis dengan kekasihnya di restoran mewah.

Seketika, semua rasa sakit pun berubah menjadi ketenangan.

Aku menekan tombol suka, lalu meletakkan ponsel.

Kemudian, kembali mengenakan topi ulang tahun untuk anakku.

“Selamat uang tahun, Joel.”

Di bawah cahaya lilin, anakku menutup mata dan mengatupkan tangan.

“Permintaan ulang tahunku adalah bisa bersama ibu selamanya.”

Aku mengangkat ponsel dan mengabadikan momen itu.

Keinginan untuk pergi untuk benar-benar berakar saat itu juga.

“Iya, ibu janji padamu.”

Malam itu, kami tidak lagi menyebut nama Jeff sekalipun.

Seolah memang hanya ada kami berdua di rumah ini.

Setelah Joel tertidur, aku mengambil surat cerai yang sudah kusiapkan jauh-jauh hari.

Sisa keraguan di hati pun sudah menghilang.

Jam dua dini hari, akhirnya Jeff pulang.

Saat melihat kue di meja, tatapannya sempat menunjukkan penyesalan.

“Maaf, aku lupa.”

Aku hanya merasa konyol, padahal pesan pengingat di ponselnya muncul berkali-kali.

Dia benar-benar tak melihatnya?

Atau kenyamanan orang lain membuatnya mabuk kepayang, sampai-sampai dia lupa segalanya?

Aku membalik halaman terakhir surat cerainya dan berusaha tetap tenang, lalu menyerahkannya.

“Tanda tangan ini….”

Belum selesai aku bicara, ponsel Jeff berdering.

Suara Luela yang panik terdengar.

“Pak Jeff, sepertinya listrik rumahku padam. Bisakah kamu datang untuk menemaniku? Aku takut….”

Jeff langsung berdiri, kegelisahan tampak jelas di matanya.

“Tunggu, aku segera ke sana.”

Begitu menutup telepon, dia langsung tanda tangan surat itu tanpa melihat isinya.

Aku berdiri di samping, memandangi kepergiannya dalam diam.

Jeff, kamu harus ingat selamanya.

Kamu yang inisiatif meninggalkan rumah ini.

Keesokan harinya, aku kembali ke kantor untuk melakukan serah terima pekerjaan.

Jeff menghampiriku dan menyerahkan sebuah kotak hadiah dengan kemasan yang cantik.

“Ini hadiah ulang tahun Joel, lupa kukasih kemarin.”

Aku terdiam sebentar, lalu membuka kotaknya.

Isinya mainan anjing kecil.

Padahal, Joel paling takut dengan anjing.

Saat usia lima tahun, Jeff pernah mengajaknya ke taman bermain.

Karena bertemu teman di tengah jalan, dia pun melepas tangan Joel.

Joel yang masih kecil itu tersesat di tengah keramaian.

Saat ditemukan, Joel sedang berjongkok dan gemetar ketakutan karena anjing liar.

Sejak saat itu, anjing menjadi ketakutan terbesarnya.

Dan orang yang menyebabkan trauma itu, malah memberinya boneka anjing sebagai hadiah.

Aku sendiri tidak tahu harus marah atau kecewa, kotaknya kuletakkan begitu saja ke samping.

Dengan suara datar, aku berkata,

“Terima kasih.”

Jeff menatapku dengan bingung, lalu seolah teringat sesuatu.

Dia berkata, “Rumah Luela mati lampu. Aku berencana menyuruhnya tinggal di rumah sementara.”

“Kamu nggak perlu kerja hari ini. Pulang dan kemas barang-barangmu, lalu bawa Joel tinggal di luar beberapa hari ini.”

Kalimat yang terdengar ringan itu menghantam hatiku seperti palu.

Aku menatapnya dengan tak percaya.

“Maksudmu… kamu mau mengusir aku dan Joel demi Luela?”

Jeff mengerutkan kening.

“Jangan diucapkan begitu kasar, ini hanya sementara.”

“Lagipula kita sepakat menjalani pernikahan diam-diam. Tentu kita harus menjaga jarak di depan rekan kerja.”

Aku tersenyum, merasa sangat miris.

Benarkah hanya rekan kerja?

Benarkah hanya ingin menghindari gosip?

Atau dia merasa aku dan Joel adalah penghalangnya dalam mengejar cinta? Sesuatu yang memalukan untuk diperlihatkan?

Tak ingin melihatnya lagi, aku pun duduk kembali dan melanjutkan pekerjaan.

“Iya.”

“Aku akan segera membereskan barang-barang dan pergi bersama Joel. Nggak akan mengganggu kalian.”

Bagaimanapun juga, aku juga sudah mau pergi. Lebih cepat atau lambat tidak ada bedanya.

Melihat aku menyetujuinya begitu cepat, Jeff malah terdiam.

Dia membuka mulut, suaranya terdengar agak lembut,

“Aku akan memberi kalian kompensasi.”

Aku tidak menoleh dan hanya diam.

Sudah terlanjur terluka, tidak ada kompensasi yang bisa menyembuhkannya.

Sesampainya di rumah, aku berkemas dan membawa Joel pergi.

Saat membuka pintu, aku berpapasan dengan Jeff yang baru saja pulang bersama Luela.

Dia mendorong koper Luela dengan satu tangan, seperti seorang kekasih yang perhatian.

Saat mata kami berpapasan, aku melihat jelas kepanikan yang melintas di matanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, putra tunggal konglomerat properti Asia, memilih mandiri sebagai guru meski bergelimang harta. Di sisi lain, Rachelia Amora Dirgantara adalah primadona SMA Cakrawala yang menjalin kasih dengan Leonel Grestavio. Hubungan harmonis mereka seketika hancur saat Rachel mengetahui rencana perjodohan dirinya. Tak disangka, sosok calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Konflik pun bermula saat cinta dan kewajiban mulai berbenturan.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Ketika Karma Berbicara
8.5
Setelah delapan tahun menempuh pendidikan di Jerman, kepulanganku untuk memimpin Cakra Group justru disambut kekacauan. Di lobi perusahaan keluarga, seorang wanita tiba-tiba menyerangku secara fisik dan menuduhku menggoda kekasihnya, Bakti Rahadi, yang kini menjabat sebagai direktur di sana. Tak hanya mempermalukanku di depan umum, ia bahkan merusak tas edisi terbatas serta segel berharga dari ayahku, sambil meremehkan barang-barangku sebagai barang palsu. Mereka tidak menyadari bahwa ganti rugi atas seluruh barang asli milikku itu tak akan pernah sanggup mereka bayar seumur hidup.
Sampul Novel Mami, Papi Memintamu Kembali
8.1
Binar Mentari mengakhiri tiga tahun pernikahan pilunya dengan Barra Atmadja, penguasa angkuh yang selalu menghinanya. Setelah lama menghilang, ia kembali sebagai dokter ternama bersama sepasang anak kembar yang cerdas. Meski banyak pria hebat memujanya, Barra justru muncul membawa penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua. Di tengah upaya mantan suaminya menebus kesalahan masa lalu, mampukah Binar membuka hati kembali demi masa depan keluarga mereka?
Sampul Novel Mendadak Kaya
8.4
Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.