Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan

Pemuas Ranjang Tuan Majikan

Slater Jagger memberikan sebuah perintah yang sangat tidak biasa kepada asisten rumah tangganya. Selain mengurus segala keperluan domestik, sang majikan menuntut pelayanan di ranjang dan konsumsi ASI secara rutin darinya. Sebagai imbalan atas kesediaan memenuhi fantasi dan kebutuhan pribadinya tersebut, Slater menawarkan kebebasan penuh bagi sang wanita untuk menentukan sendiri nilai gaji yang ia inginkan tanpa ada batasan nominal sedikit pun.
Bab
Bagikan

Bab 3

Argista tampak bingung kala ia dibawa Slater ke mansion mewah yang menurutnya bak istana tersebut. Selama perjalanan tidak ada percakapan apapun.

"Ini mansionku, sepulang sekolah kau harus pulang kemari untuk bekerja sebagai ART, hanya memasak dan berberes, kau paham?" Argista dengan ragu mengangguk.

Slater kembali menyalakan mobilnya, Argista menoleh dengan bingung, kenapa Slater tidak menurunkan dirinya? Kemana mereka akan pergi?

"Di mana sekolahmu?" Argista langsung menoleh, bingung dan terkejut.

Slater akan mengantarnya ke sekolah? Setelah membelinya untuk menjadi ART? Wahh apa dia seorang malaikat? Kenapa baik sekali?

"Kau tidak mendengar ucapanku?" tanya Slater kala Argista hanya diam.

Argista dengan gugup menjawab, "SMA Loso!" Slater langsung menuju ke SMA yang Argista sebutkan.

Selang beberapa menit mereka tiba, Argista menatap Slater, di mana pandangan mereka saling bertemu saat ini.

"Tu-tuan terima kasih banyak," Slaer hanya mengangguk dengan datar tanpa ekspresi.

Slater menatap sekilas gerbang sekolah dan berkata, "Nanti pengawal yang akan menjemputmu." Argista sedikit terkejut bingung dan canggung.

"Bagaimana jika saya pulang dengan menaiki bus saja?" tawarnya membuat Slater menaikkan sebelah alisnya.

"Tidak ada jaminan kamu tidak kabur? Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" Argista menelan salivanya dengan berat.

Ia berpikir jaminan apa yang harus ia berikan untuk menyakinkan Slater.

"saya pastikan itu tidak akan terjadi, tidak ada rumah dan tempat yang bisa saya kunjungi untuk sembunyi, orang tua saya sendiri sudah menjualku, kemana aku bisa pergi selain pulang ke rumah tuan," Slater diam, mendadak hatinya tersentuh dengan ucapan Argista.

slater menunjuk dengan dagunya untuk Argista segera masuk ke dalam sekolahnya sebelum terlambat.

Argista mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya ia turun dan masuk ke dalam sekolahnya dengan perasaan yang bingung dan canggung.

Slater mengusap dadanya dengan menatap ke arah lain, "ada apa dengan jantungku?" dumel Slater kesal kala jantungnya berdebar lebih cepat saat berdekatan dengan Argista.

Slater langsung melajukan mobilnya untuk menuju ke kantor.

Sedangkan itu Argista masuk ke dalam sekolah dengan perasaan yang sedikit lega, lega karena ia diberi kesempatan untuk menyelesaikan sekolahnya oleh Slater meski ia sudah dibeli untuk menjadi ART mansionnya.

--

Sore harinya Argista tiba di mansion Slater. Dengan ragu ia berjalan menapaki pelataran luas itu dan bertanya pada pengawal, "Maaf apa saya boleh masuk? Saya ART baru di sini yang tuan Slater perintahkan." pengawal itu mengangguk dan langsung membawa Argista masuk ke dalam.

"Tuan Slater berpesan untuk kamu membuat makanan makan malam, tuan pulang pukul 7 malam," kata pengawal itu berpesan membuat Argista mengangguk dengan sopan.

pengawal itu kembali berpesan, "Kamarmu ada di bawah tangga dekat dapur, di sana sudah ada pakaian maid. Letakkan barang barangmu di sana." Argista kembali mengangguk dan mengucap terima kasih pada pengawal.

Dengan sedikit ragu Argista langsung menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan menu makan malam. Bagi Argista bekerja sebagai ART itu adalah hal yang mudah, karena di rumah itu adalah pekerjaannya, mulai dari memasak dan beberes rumah.

Malam sudah tiba, tepat pukul 7 malam Seveline pulang lebih dulu dari Slater.

Seveline menyipitkan tatapannya kala melihat seorang gadis muda berkutat di dapur dengan cekatan, terlebih aroma masakan yang sedap ini membuat perut Seveline terkoyak dan memberontak, ingin melahap masakan tersebut.

seveline berjalan ke meja makan, hidanga yang masih mengepulkan asap itu benar benar menggugah selera.

Begitu Argista berbalik, ia terkejut kala melihat Seveline berdiri di meja makan.

"Maaf nyonya, saya maid baru di sini," kata Argista dengan sopan.

Seveline manggut manggut mendengar hal itu dan bertanya, "Apa Slater yang memintamu?" Argista mengangguk dengan sopan.

Tak lama dari itu, Slater datang, melihat istrinya berdiri di meja makan membuatnya langsung menghampirinya.

Aroma masakan Argista benar benar membuat mansion mereka hidup, ini kali pertama mansion mereka ada semerbak aroma masakan terlebih di malam hari.

"Kau yang memintanya untuk menjadi ART?" Slater hanya mengangguk dan langsung menarik kursi bersiap untuk makan malam.

Seveline menarik napas dan langsung duduk untuk bersiap makan malam juga.

"Itu artinya kau yang menanggung upahnya," Slater hanya mengangguk sedangkan Argista sudah pergi ke dapur untuk membersihkan hal lain.

Slater menyuapkan suapan pertama, benar benar lezat dan sangat nikmat. Melihat Slater begitu lahap membuat Seveline merasa penasaran juga dengan rasanya.

Seveline akui, ini benar benar pas dan cocok dengan seleranya.

"Apa kau mampu membayarnya?" Slater masih berusaha mengunyah mengabaikan pertanyaan yang membuatnya merasa direndahkan saat ini.

Seveline mengunyah begitu menikmati makanannya, sedangkan Slater makan dengan lahap dan cepat, seperti bergegas untuk mengakhiri makan malam agar terpisah dari Seveline.

Seveline meletakkan sendok dan garpunya, menatap Slater dari samping lalu bertanya, "Kau sengaja mencari ART muda bukan karena dia cantik kan? Alih alih ibu paruh baya kau malah memilih gadis polos, untuk apa? Jangan bilang untuk bisa mendapatkan kepuasan kan?" Slater langsung meletakkan sendok garpunya dan meraih gelas minumnya, mengusap bibirnya dengan tisu.

Slater langsung beranjak dari kursi dan melenggang pergi dari meja makan begitu saja meninggalkan Seveline sendiri dengan kekesalannya.

Seveline berdecak dengan kesal kala Slater mengabaikan dirinya.

"Pria kurang ajar, makan dan hidup numpang padaku saja belagu banget, jika dia tidak setampan itu, aku juga tidak sudi menerima lamarannya," ketusnya dengan kesal beranjak dari meja makan dan kembali keluar untuk kembali ke lokasi syuting.

Bagi Seveline mansion hanyalah tempat rest area sejenak, hidup dan rumahnya ada di lokasi syuting. Di dunia ini hal yang paling Seveline utamakan adalah pekerjaannya yakni sebagai aktris.

Seveline akan meninggalkan apapun kecuali dunia hiburan entertainmentnya sebagai seorang aktris.

Sementara itu Slater baru saja mandi, ia tahu Seveline tidak akan tidur di rumah mengingat ia sedang mengerjakan drama barunya. Lagian jika Seveline di rumah, mereka akan tidur di kamar terpisah. Karena pernikahan mereka hanyalah sebuah bisnis, untuk meraup keuntungan dan sebuah pencitraan.

Slater naik ke atas ranjang, bersamaan dengan itu pintu diketuk.

"Masuk!" seru Slater dengan sedikit gugup.

Pintu terbuka, menampilkan Argista di ambang pintu dengan kepala menunduk.

"Maaf tuan, semua sudah saya selesaikan, apa anda membutuhkan hal lain?" Slater diam sejenak.

"Masuklah, tolong pijat kakiku," Argista langsung mengangkat kepalanya.

Diam tertegun di ambang pintu dengan tatapan yang sulit diartikan.

Slater menaikkan sebelah alisnya, "Kenapa? Kamu tidak dengar ucapanku? Cepat masuk!" Argista dengan ragu masuk ke dalam kamar Slater.

"Tutup pintunya!" Argista berbalik dan menutup pintunya.

Ia berjalan dengan gugup ke dekat ranjang, Slater menyibak selimut yang menutupi kakinya.

"Naiklah dan pijat kakiku!" Argista menelan salivanya, jantungnya berdebar tak karuan saat mendengar perintah tersebut.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GRX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GRX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dendam dan Penyesalan
8.8
Pernikahan tiga tahun tidak cukup bagi Harvey untuk melupakan cinta lamanya. Di saat Selena divonis menderita kanker, Harvey justru menemani wanita lain. Memilih mundur, Selena menyodorkan surat cerai, namun kebenaran pahit terungkap bahwa pernikahan mereka hanyalah alat balas dendam Harvey atas utang keluarga. Saat ayahnya koma dan hidupnya hancur, Selena memilih terjun dari gedung demi melunasi utang tersebut. Kini, Harvey yang hancur hanya bisa berlutut dan memohon kepulangannya.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari terjebak dalam pernikahan ketiga yang tragis. Damian, sang tunangan, justru menyiksanya demi menenangkan Elina. Setelah karier melukisnya dihancurkan dan tubuhnya ditinggalkan bersimbah darah di hutan, Alana menolak menyerah. Demi melindungi keluarga dan bisnisnya, ia menghubungi sosok misterius dari masa lalu. Ia sepakat menyerahkan seluruh asetnya dan melakukan pernikahan kontrak demi pelarian dan balas dendam yang setimpal.
Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.7
Sena Monela mengalami petaka besar setelah salah memilih pakaian di hari ulang tahun kekasihnya. Akibat mengenakan gaun milik kakaknya, Giana, ia disekap oleh pria asing bernama Alexander Sagala. Xander berniat menghancurkan Giana demi membalas dendam atas depresi berat yang diderita sang adik. Setelah menyadari bahwa ia menangkap orang yang salah, miliarder kejam tersebut justru menolak melepaskan Sena. Nasib Sena kini sepenuhnya berada di tangan penculiknya dalam misteri tawanan ini.
Sampul Novel Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
8.8
Kehidupan Arlina berubah drastis setelah mengetahui dirinya hamil dan harus menikahi dosen mudanya sendiri, Profesor Rexa. Meski awalnya tinggal di kamar terpisah, Rexa perlahan mendekati Arlina dengan berbagai alasan hingga mereka hidup bersama. Di Universitas Sterling, Rexa dikenal sebagai profesor termuda yang misterius karena cincin di jarinya. Identitas Arlina sebagai istri sekaligus dokter bedah jantung hebat akhirnya terungkap di depan kelas saat Rexa memperkenalkannya secara langsung.
Sampul Novel Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
7.9
Arunika Kinanti terjebak skandal bersama Arjuna Adiwangsa, putra majikannya, yang menghancurkan pertunangan pria itu dengan Valerie. Tragedi malam itu membuat Arjuna membenci Kinanti. Meski sempat kabur, Kinanti ditemukan kembali dalam kondisi hamil. Demi nama baik, Arjuna menikahinya namun dengan syarat kejam: setelah bayi lahir, mereka akan bercerai dan Kinanti harus pergi tanpa anaknya. Kinanti kini menderita dalam pernikahan dingin yang penuh amarah.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
8.0
Saat keluarga Riko Fosa sibuk menjaga persalinan Erni Lousa demi menghalangi Nisa, sang istri justru memilih tidak hadir. Riko mengira Nisa hanya kekanak-kanakan dan berniat memaafkannya jika Nisa bersedia mengasuh anak tersebut. Riko tidak tahu bahwa Nisa telah mengajukan keberangkatan ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas. Dalam seminggu, Nisa akan mencabut kewarganegaraannya dan pergi selamanya, memutus semua hubungan dengan Riko tanpa ada kesempatan bertemu lagi.