Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemuas Para Tetangga

Pemuas Para Tetangga

Selamat datang di sebuah lingkungan perumahan yang tampak tenang namun menyimpan rahasia menggoda di balik pintu-pintunya. Di sini, interaksi antar penghuni bukan sekadar tegur sapa biasa. Kisah ini menyoroti jalinan romansa modern yang provokatif dan berani di antara para tetangga yang telah dewasa. Setiap pertemuan menjadi awal dari dinamika hubungan yang penuh gairah, mengeksplorasi sisi lain kehidupan bertetangga yang jauh dari kesan konvensional.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lelah tetapi nikmat sekali. Kami berdua merebahkan diri sambil saling menatap kaca yang terpasang di atas langit-langit kamar. Irda menggengam tanganku erat sekali.

"Mas Adit terima kasih. Mas begitu baik mau membantuku sehingga aku sekarang menemukan laki-laki yang mengerti kemauanku kalau lagi disetubuhi. Sehingga dalam satu hari bisa orgasme sampai tiga kali. Mas Adit benar-benar luar biasa," ujarnya.

"Tapi bagaimana mungkin aku bisa sebebas dan seliar tadi kalau sama suamiku?" tanyanya.

"Irda, masalah Irda ini sebenarnya dapat dipecahkan dengan membuka jalur komunikasi dengan suami kamu khususnya mengenai masalah seks kalian berdua, yang dapat kamu mulai lakukan setiap kali kalian selesai making love, karena kalau Irda atau suami Irda tidak memiliki kemampuan atau keberanian untuk memulainya maka masalah kamu ini bisa menjadi kendala keharmonisan hubungan kalian," kataku.

"Memang Mas tahu bahwa tidak banyak pasangan suami istri yang mengetahui bagaimana cara meminta apa yang kita inginkan, memberi kritikan dengan bungkus kasih sayang, mendengarkan pasangan dengan penuh pengertian atau memberi dengan tanpa syarat," lanjutku.

"Kalau aku memahami apa yang Mas maksud, dan selama ini suamiku tidak pernah memperlihatkan adanya tanda-tanda bahwa dia mengerti apa sebenarnya yang diinginkan istrinya selama making love, maka aku harus berani untuk membuka jalur komunikasi ini dengan cara seperti yang Mas katakan tadi."

"Ya, ungkapkan secara bertahap, dan lakukan komunikasi tersebut dengan bungkus kasih sayang. Tentu hasilnya tidak akan tiba-tiba, tetapi setelah jalur komunikasi itu terbuka, Mas yakin, bahwa masalah keberhasilannya hanya soal waktu saja," lanjutku.

Tampaknya Irda mengerti apa yang aku maksudkan.

"Tapi seperti kata Mas sendiri untuk menuju keberhasilannya kan akan memakan waktu, nah selama suamiku belum dapat membuatku orgasme, terus aku gimana?" tanyanya.

"Don't worry honey, Mas siap jadi sukarelawan," selorohku yang dijawabnya dengan diciumnya bibirku dengan mesra sekali.

Dan setelah itu aku dan Irda jadi mulai sering melakukan hubungan badan, bahkan di rumahnya ketika suaminya tidak ada.

Pada satu waktu Irda bertanya kepadaku. "Mas mungkin aku dalam soal seks gak normal ya?"

Aku bukannya menjawab pertanyaan Irda tersebut, malah aku balik bertanya, "Ir, kamu tahu gak batasan yang disebut tidak normal di dalam soal hubungan seks?"

Irda menjawab "Gak tahu."

Aku menjelaskan pada Irda bahwa segala cara, gaya dan frekuensi di dalam melakukan hubungan seks akan selalu disebut normal apabila dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak, dengan tujuan untuk saling memuaskan pasangannya. Kalau pasangan kita melakukan cara-cara yang tidak kita sukai tetapi dia terus memaksakan keinginannya untuk mencapai kepuasannya sendiri, maka pasangan kita tersebut dapat dikatakan memiliki penyimpangan seksual.

Pada akhir-akhir ini, setiap kali aku bersenggama dengan Irda, jari-jari tanganku, khususnya jari telunjuk, sering dijilatinya dan di masukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati dan dihisapnya. Semakin liar gerakanku dalam menyetubuhi Irda, semakin bernafsu Irda menjilati dan menghisap jari telunjukku.

"Ir, kamu sekarang ini selama ngentot sering sekali menghisap jari telunjuk Mas, dan kelihatannya Irda makin sangat terangsang kalau selama ngentot Irda dapat menghisap jari telunjuk Mas. Pasti kamu sangat menikmatinya kan?" tanyaku.

"Aku makin terangsang kalau dapat menghisap jari telunjuk Mas karena jari-jari Mas sekali-kali menyentuh langit-langit mulutku, rasanya geli dan sangat merangsang sekali."

Dari jawabannya tersebut aku mulai menduga-duga jangan-jangan pikiran Irda selama senggama pada akhir-akhir ini telah diisi dengan fantasi seksualnya yang baru. Aku memiliki keyakinan bahwa jari telujukku itu pasti dibayangkan oleh Irda sebagai penis kedua yang dapat dinikmatinya bersama-sama dengan penisku. Keyakinan itu timbul dari expresi Irda selama menghisap jari telunjukku. Irda begitu menikmatinya.

"Ir, kalau Irda mau bagaimana kalau kita coba untuk melakukan threesome dengan menambah satu orang laki-laki lagi dalam acara ngentot kita," tanyaku.

Irda tersentak kaget dengan tawaranku, dan sejenak dia hanya terdiam saja. Aku mencoba untuk menjelaskan pada Irda bahwa tawaran ini tentunya hanya sebuah tawaran yang dapat dia tolak, kalau memang Irda tidak menginginkannya. Tapi sewaktu aku menyinggung kepada kebiasaannya pada akhir-akhir ini Irda senang menjilati dan menghisap jari telunjukku selama senggama, Irda menimpalinya dengan mengatakan

"Mas memang benar, karena pada akhir-akhir ini aku sering berfantasi bagaimana rasanya tubuhku ini dijamah dan dicumbu oleh dua orang laki-laki dan aku dapat bermain dengan dua penis sekaligus dalam satu tempat tidur. Meskipun aku takut untuk mencobanya, tapi keinginan untuk mencoba hal itu selalu muncul setiap kali main, baik itu dengan Mas Adit maupun dengan suamiku, tapi aku masih ragu-ragu dan takut."

Aku mencoba lagi untuk meyakinkan Irda, "Memiliki perasaan ragu-ragu dan takut untuk mencoba sesuatu yang baru adalah sangat wajar sekali, tetapi yang paling penting di sini adalah keputusan dari Irda sendiri, apakah Irda mau mencobanya atau tidak?" ungkapku.

"Aku mau Mas, tapi takut makin bertambah orang yang tahu bahwa aku sebagai seorang istri ternyata tidak setia pada suaminya sendiri, dimana sekarang ini kan hanya Mas yang tahu," ujarnya.

"Yang penting adalah keputusan Irda bahwa Irda mau mencobanya, soal Irda takut bertambahnya orang yang mengetahui selingkuhnya Irda akan menjadi tanggung jawab Mas. Mas sendiri kan harus dapat menjaga kerahasiahan diri Mas sendiri, jadi Irda tidak usah khawatir," kataku.

Bagiku sendiri melakukan threesome sudah sering aku lakukan bersama-sama dengan sahabatku yang bernama Jordi, ketika masih bujangan meskipun sudah berumur 28 tahun. Jordi ini adalah lady killer yang berpostur tinggi, tegap serta ganteng dan penisnya untuk ukuran orang Indonesia termasuk gede.

Selain postur tubuhnya kelebihan lain dari Jordi ini adalah supel dan mudah akrab dengan orang-orang yang baru dikenalnya serta dapat dipercaya. Aku hubungi dia, dan dia setuju dan menunggu untuk dihubungi olehku kembali.

Pada hari yang telah direncanakan aku menghubungi Irda dan mengatakan bahwa hari ini aku akan memperkenalkan temanku kepadanya.

"Mas, sungguh-sungguh dengan rencana 'threesome' itu?" tanya Irda.

"Itu soal nanti yang penting kita bertiga ketemu dulu dan tentunya Irda sendiri yang harus memutuskan apakah akan dilanjutkan dengan acara 'threesome ' atau tidak."

"Oke, Mas, jemput aku di tempat biasa jam sebelas ya," pinta Irda.

Jam 10.30 aku bersama Jordi meluncur untuk menjemput Irda. Sesampainya ditujuan, begitu Jordi melihat Irda, Jordi berkomentar "Gila tu binor keren banget, mengapa baru sekarang gue dikenalin, Man."

Aku kenalkan Jordi pada Irda, dan kita bertiga duduk. Kami meluncur ke arah utara kota menuju sebuah tempat. Selama di perjalanan Jordi secara aktif membuka pembicaraan dengan Irda untuk membuat suasana lebih akrab lagi antara mereka. Tujuanku adalah sebuah motel yang selain kamarnya bagus juga makanannya nikmat-nikmat.

Makan siang dilakukan di dalam kamar, dan selesai makan siang dilanjutkan dengan nonton laser disc sambil ngobrol-ngobrol. Pada waktu Irda selesai dari kamar mandi, dekat pintu kamar mandi aku sempat bertanya kembali kepada Irda apakah dia mau lanjut dengan acara 'threesome' atau merasa tidak cocok dengan Jordi.

Irda menjawab "Jordi ganteng Mas, dan untuk acara...." Irda diam, dan hanya tersenyum penuh arti kepadaku.

Aku dapat menangkap isyaratnya. Irda mau untuk mencoba 'threesome' tetapi malu untuk mengatakannya.

Kembali ke kamar tidur, Irda duduk di sofa di samping Jordi, dan aku duduk di sebelah kanan Irda. Posisi duduk di sofa itu menjadi Irda duduk di tengah diapit oleh aku di sebelah kanan dan Jordi di sebelah kirinya.

Film yang diputar melalui laser disc cukup seru, sebuah film drama percintaan dengan diselingi adegan-adegan ranjang yang halus tetapi cukup merangsang. Obrolan di antara kami bertiga semakin hidup, dan kelihatan kekakuan Irda dengan kehadIrdan Jordi sebagai kenalan barunya sudah mulai hilang.

Aku berpikir bahwa kini sudah saatnya untuk aku memulai berinisiatif menyerang Irda. Tanganku mulai mengelus paha putihnya, Irda melirik kepadaku dan tersenyum cantik sekali. Elusan-elusan tanganku di atas paha putih Irda terus kulakukan yang dengan sekali-kali sengaja tanganku menyusup lebih tinggi lagi mendekati pangkal paha Irda.

Hal itu aku lakukan dengan mataku tetap menatap layar teve, dan sekali-kali aku mencuri pandang melihat kepada Jordi. Sampai tahap ini Jordi masih belum bereaksi, pandangannya tetap mengikuti film yang tertayang di teve.

Rok mini Irda semakin tersingkap, dan tanganku dengan leluasanya merambah dan mengelus naik turun sampai kesekitar pangkal pahanya, Irda mulai sering menggelinjang menahan rangsangan akibat dari apa yang kulakukan ini.

Kesempatan ini aku pergunakan untuk terus lebih merangsang Irda dengan mulai menyusupkan tangan kananku ke dalam blues Irda, pangkal payudaranya mulai kusentuh dan Irda mendesis sambil tetap berusaha mempertahankan posisi dirinya agar tidak semakin doyong bersandar ke tubuh Jordi.

Tanganku masih belum begitu leluasa untuk meremas dan memainkan payudara Irda karena masih terhalang oleh beha yang dipergunakannya. Maka kembali tangan kananku kuturunkan untuk kembali mengelus paha Irda dan kali ini tanganku mulai menyelinap ke balik celana dalamnya.

Irda tersentak menahan rangsangan ketika tanganku menyentuh clitnya, dan tanpa sadar kepala Irda jatuh di dada Jordi. Dengan sigap tangan kiri Jordi menyangga kepala Irda dan tangan kanannya mulai meraba payudara Irda.

Irda mulai merintih lirih menahan nikmat. Dengan tangan kanannya Jordi mulai melepaskan kancing baju atas Irda satu per satu. Sedangkan aku sendiri makin ganas memilin clitoris Irda dengan tanganku.

Erangan Irda semakin keras, ketika tangan Jordi berhasil menyusup kebalik behanya dan mulai meremas payudaranya dengan remasan-remasannya yang mampu membuat Irda sangat terangsang. Goyangan kepala Irda semakin liar, dan dengan tangan kirinya Jordi mengangkat muka Irda ke atas sehingga posisi bibir Irda sangat dekat dengan mulut Jordi.

Tanpa menunggu lagi, Jordi melumat bibir Irda dengan bernafsunya dan Irda pun membalasnya dengan tidak kalah buasnya. Lalu aku angkat kedua kaki Irda ke atas pahaku, kemudian kaki kanannya kusandarkan di sandaran sofa.

Dengan posisi seperti ini tanganku semakin bebas memainkan clit Irda yang sudah mulai basah. Aku melihat ke Jordi, ternyata tangan kanannya masih terus meremas-remas payudara Irda, dan bibirnya sibuk mengulum bibir Irda.

Begitu Jordi melepaskan lumatannya, Irda berteriak, "Pindah ke tempat tidur, aku ingin lebih bebas menikmati kalian berdua."

Jordi dan aku bersama-sama mengangkat Irda ke tempat tidur. Kulepaskan rok mini Irda berikut celana dalamnya sedangkan Jordi melucuti baju dan behanya. Irda sekarang telah telanjang bulat dan badan yang putih serta montok itu seakan menantang untuk dijarah oleh aku dan Jordi.

Lalu aku lebarkan kaki Irda, sehingga tampak jelas menonjol clititorisnya yang merah kecoklatan. Kuturunkan kepalaku untuk mulai melumat dan menghisap clitnya.

"Oh... oh... Mas, aku suka banget isepan Mas pada itilku..." Irda mengerang menahan rasa gairah yang kuberikan.

^*^

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Mencari nafkah tak semudah kisah fiksi. Nesta, gadis lulusan SMA bertubuh mungil, harus berjuang keras demi menyambung hidup. Keajaiban datang saat PT Taruna menerimanya sebagai office girl. Namun, nasib sial menimpa ketika bos angkuh memecatnya di hari pertama kerja. Nesta tak menyerah begitu saja karena ia sangat membutuhkan uang halal. Strategi gila apa yang akan ia lancarkan agar bisa bertahan di sana dan menghadapi sang atasan yang sombong?
Sampul Novel Benci Jatuh Cinta
9.6
Panji, anak yatim asuhan Terryn dan Deva, tumbuh tangguh meski dibenci Sheira akibat hasutan Imelda. Sebagai menantu keluarga Danuarta, ia tetap sabar menjaga martabat Deva walau terus dizalimi istrinya sendiri. Konflik memuncak saat rahasia kematian calon istri Panji yang melibatkan Sheira terungkap. Di tengah duka wafatnya ibu angkat dan kemunculan ibu kandungnya, Panji terjepit dilema batin antara luka masa lalu dan harapan masa depan yang penuh rintangan.
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel Jebakan Sang Mantan Istri
8.2
Calista Anindya nyaris tewas akibat sabotase mobil yang dirancang untuk membunuhnya. Demi melindungi bayinya, ia menghilang dan memendam trauma mendalam. Enam tahun kemudian, Calista muncul kembali sebagai sosok tangguh bersama sepasang anak kembar yang cerdas. Ia pulang membawa misi besar untuk menuntut balas pada mantan suaminya yang telah berkhianat. Di tengah kembalinya Calista, akankah dendam tersebut tuntas atau justru masa lalu kelam kembali menghancurkan hidupnya?
Sampul Novel Kembaran Obsesinya
8.5
Baskara Adinata menyewaku sebagai pendamping, namun cinta tulusku dibalas pengkhianatan keji. Ternyata, dia memakai teknologi deepfake untuk mengganti wajahku dengan Karininia, kakak tiriku yang ia puja. Saat Karininia memfitnahku, Baskara membiarkanku disiksa hingga tanganku hancur dan memenjarakanku. Demi warisan ibu, aku menerima tawaran ayah tiri untuk menikahi pria asing, Keenan Adiwijaya. Aku pergi menjauh demi memulihkan hidup dari pria yang menganggapku mainan.
Sampul Novel Menikahi Gadis Polos
9.5
Tepat semalam sebelum hari pernikahan, Jovan harus menelan kenyataan pahit saat memergoki tunangannya berselingkuh dengan pria lain. Dilanda rasa sakit hati yang mendalam, ia segera membatalkan rencana pernikahan tersebut. Namun, takdir membawanya bertemu seorang gadis asing yang tengah memohon pertolongan. Gadis itu bersedia melakukan apa pun sebagai imbalan. Tanpa ragu, Jovan memintanya menjadi pengantin pengganti untuk membalas pengkhianatan mantan kekasihnya.