Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+

Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+

Demi mengangkat derajat hidup sang nenek, Nada, seorang siswi SMA, terpaksa memenuhi permintaan ganjil untuk menyusui Daffa, pemuda yang tengah lumpuh. Proses ini terus berlanjut hingga kondisi kesehatan Daffa pulih sepenuhnya. Namun, saat masa tugasnya berakhir dan Nada berniat pergi, Daffa justru menolak keras untuk melepaskannya. Ternyata, pria itu telah terobsesi dan kecanduan pada Nada. Akankah Nada berhasil lepas atau justru terjerat selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Entah sudah berapa lama dan apa yang terjadi. Namun, tiba-tiba Nada membuka mata, dan gadis itu terbangun dengan perasaan bingung. Kepalanya terasa berat, dan pandangannya masih kabur.

"Aku di mana?" gumamnya lemah, seraya mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengerti situasi yang tengah dia hadapi.

Saat matanya terbuka sepenuhnya, dia mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang asing. Cahaya redup dari jendela yang tertutup tirai tebal membuat ruangan terasa suram. Di hadapannya berdiri seorang wanita paruh baya dengan wajah dingin.

"Kamu ada di rumah Tuan Hendra," jawab wanita itu ketus, tanpa memperkenalkan diri atau memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Siapa kamu?" tanya Nada dengan mata membelalak, terkejut.

"Tidak penting siapa aku, yang jelas aku ada di sini untuk mengurusmu," sahut wanita itu lagi.

Nada mengerutkan kening, mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Dia tak tahu bagaimana dia bisa sampai di sini. Tapi yang dia ingat hanyalah bahwa tubuhnya ditarik paksa oleh beberapa orang, lalu semuanya menjadi gelap.

"Siapa Tuan Hendra?" tanya Nada akhirnya, suaranya mengandung nada kebingungan dan ketakutan.

Namun, wanita itu hanya memandangnya dengan tatapan dingin, tanpa berniat menjawab.

Tatapan wanita itu beralih ke seragam SMA yang dikenakan Nada, yang basah di bagian dada karena susu Nada yang sudah tumpah ruah.

"Cepat ganti pakaianmu!" perintah wanita itu sambil melemparkan sehelai pakaian tepat ke wajah Nada.

Nada terkejut, tubuhnya gemetar. Refleks ia langsung menyingkirkan sehelai pakaian yang mendarat di wajahnya sambil menatap pada wanita paruh baya itu.

"Kenapa aku harus mengganti pakaian? Aku nggak mau," jawabnya, berusaha menolak dengan suara lirih.

Ada rasa takut yang begitu mendalam di hatinya. Siapa wanita ini? Dan siapa Tuan Hendra?

"Jangan membantah!" sergah wanita itu dengan Nada tinggi. "Sebentar lagi Tuan Hendra akan segera datang. Kamu harus siap."

Nada ancaman dalam suara wanita itu membuat Nada terpaksa menyerah. Dia tahu dia tidak punya pilihan. Dengan tangan gemetar, dia pun mengambil pakaian yang diberikan, lalu menuju ke kamar mandi yang ditunjukkan oleh wanita tersebut.

Sambil menggigil, Nada mencoba menenangkan dirinya, berharap bisa mencari jalan keluar dari situasi mengerikan ini.

"Pakaian apa ini?" Nada terkejut saat ia menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi.

Bagaimana tidak?

Pakaian yang diberikan wanita paruh baya itu kepadanya adalah sebuah mini dress dengan belahan dada rendah. Mini dress tanpa lengan itu hanya punya panjang sampai setengah paha Nada. Belahan payudara nya juga sangat rendah, hingga menonjolkan belahan bukit kembar Nada yang besar dan padat.

Dress itu juga melekat di tubuhnya dengan sangat ketat, benar-benar menampilkan keseksian tubuh Nada yang memang dianugerahi dada besar dibandingkan gadis seusianya itu.

Pakaian itu benar-benar membuat Nada risih dan merasa tak nyaman. Namun, ia bimbang karena sudah tak punya pakaian lain lagi. Bahkan ia juga tak diberikan bra oleh wanita paruh baya tadi. Hanya diberikan mini dress itu dan sebuah g string. Untuk memakai seragam dan bra nya yang tadi rasanya sangat tidak mungkin. Karena semua pakaian Nada sudah basah oleh air susunya.

"Aduh, bagaimana ini? Nggak mungkin aku keluar dengan pakaian setengah jadi seperti ini kan?" Nada gusar.

Tok! Tok! Tok!

Nada tercengang, karena sebelum ia berhasil mengambil keputusan, tiba-tiba sudah terdengar suara ketukan keras di pintu kamar mandi tersebut.

"Cepat keluar! Tuan Hendra sudah datang dan dia tidak punya waktu untuk menunggumu berlama-lama di kamar mandi," kata wanita di luar sana dengan nada suara yang ketus dan sinis seperti tadi.

Nada kebingungan, tapi ia juga tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang dikatakan oleh wanita. Dengan jari-jarinya, Nada menyisir rambutnya yang tampak berantakan. Setelah itu, barulah ia membuka pintu kamar mandi dengan tangan gemetar.

Ceklek!

Begitu pintu terbuka, tanpa berkata apa-apa lagi, wanita paruh baya itu langsung menarik tangan Nada dengan kasar.

"Aw, ini sakit, Nyonya," keluh Nada meringis kesakitan saat pergelangan tangannya dicengkeram dengan erat oleh wanita itu.

"Kita tidak punya banyak waktu, karena kamu sudah terlalu lama berada di kamar mandi. Sekarang ayo cepat ikut aku. Tuan Hendra Sudah menunggu!"

"Akh!" Nada meringis tertahan, dan akhirnya hanya menurut saja saat ia ditarik paksa masuk kembali ke dalam kamar.

Setibanya di kamar, Nada tercengang karena di hadapannya sedang berdiri seorang pria paruh baya berusia sekitar 60 tahun yang didampingi oleh dua orang bodyguard berbadan kekar.

"Si ... Siapa kalian?" jerit Nada panik, dan cepat-cepat menutup tonjolan dada besarnya itu serta paha dengan menggunakan tangannya.

Rasanya saat ini dia benar-benar risih, karena berpenampilan seperti gadis malam di hadapan tiga pria tak dikenal itu.

"Sstt! Jangan banyak bicara! Saya tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaan kamu," kata pria itu pada Nada.

"Ira," panggil pria tua itu pada si wanita paruh baya tadi.

"Iya, Tuan Hendra," angguk Ira dengan patuh.

"Bawa gadis ini ke kamar Daffa. Kita bicarakan semuanya di sana!" perintah pria tua yang ternyata adalah Tuan Hendra itu.

"Baik, Tuan."

Tuan Hendra dan kedua bodyguard nya itu segera keluar dari kamar. Sedangkan Ira cepat-cepat menarik tangan Nada untuk mengikuti mereka.

Mereka berjalan melalui beberapa koridor di rumah mewah itu, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah lift. Nada heran, karena ada lift di sebuah rumah.

Tanpa membuang waktu, Ira segera menuntun Nada masuk ke lift bersama Tuan Hendra dan yang lain. Tak butuh waktu lama, akhirnya lift pun berhenti di lantai yang menuju ke sebuah kamar. Dan hanya satu-satunya kamar di lantai itu, lantai paling atas rumah mewah tersebut.

Nada dan yang lainnya mengikuti langkah Tuan Hendra, yang masuk ke dalam kamar tersebut. Begitu ia membuka pintu, tampaklah seorang pria berusia sekitar 25 tahun yang sedang terbaring dengan wajah yang tampak lemah.

Di tangannya terpasang tak hanya satu infus. Wajahnya sangat tampan dan berkulit putih, tapi terlihat sangat pucat.

"Dia putraku satu-satunya, namanya Daffa," ujar Tuan Hendra tiba-tiba sambil menunjuk ke arah pria tersebut.

"Daffa mengidap penyakit langka selama satu tahun terakhir. Separuh tubuhnya lumpuh dan dia sering sesak nafas secara tiba-tiba karena gangguan di paru-parunya. Tapi penyakitnya ini tidak bisa diobati dengan peralatan medis. Saya sudah berusaha membawa Daffa berobat kemana saja, bahkan ke luar negeri, ke rumah sakit terbaik sekali pun. Tapi hasilnya tetap saja nihil."

Nada hanya diam dan tak berani menyahut sedikit pun. Ia bahkan terus menunduk dan tak berani menatap Daffa maupun tuan Hendra.

"Nada," panggil Tuan Hendra, yang seketika membuat Nada mengangkat wajahnya karena kaget, sebab Tuan Hendra mengetahui namanya.

"Iya, Tuan." Nada mengangguk pelan.

"Saya ingin kamu menolong putra saya. Nanti saya akan berikan imbalan besar untuk kamu."

"Menolong? Apa yang harus saya lakukan?" tanya Nada kebingungan.

Tuan Hendra menghela nafas dalam-dalam, lalu menatap pada Ira dan juga kedua bodyguard nya secara bergantian.

"Tolong susui Daffa, karena selama ini dia hanya bisa ditolong dengan air susu seorang gadis."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona
8.2
Demi membalas budi sahabat yang membiayai pengobatan anaknya, Wilona Anastasia bertahan menjadi asisten Marten Dewangga Yanuardi. Meski Marten adalah CEO muda yang arogan dan keras kepala, pesona Wilona perlahan melunakkan sifat kekanakannya hingga ia terobsesi pada asistennya itu. Namun, sebuah rahasia besar membayangi hubungan mereka yang kian intens. Akankah cinta Marten tetap bertahan saat mengetahui bahwa Wilona sebenarnya adalah seorang janda beranak satu?
Sampul Novel BERBEDA KEYAKINAN
8.0
Alif menemukan sosok berharga dalam diri Nurul, dan perasaan kagum itu pun terbalas. Namun, saat hubungan mereka mulai serius, Khairunnisa yang merupakan masa lalu Alif muncul kembali menyatakan cinta. Tak hanya itu, Alif harus berjuang meluluhkan hati Pak Handoko yang sulit melepas putri kecilnya. Meski Alif terus meyakinkan Nurul, sikap gadis itu berubah drastis setelah dari Surabaya. Ternyata, ada rahasia mengejutkan dari Nurul yang lebih rumit dari sekadar restu.
Sampul Novel Cinta Lama yang Membawa Duka
9.7
Demi menutupi pertemuan rahasianya dengan sang cinta pertama, seorang suami tega memanfaatkan putranya yang baru berusia enam tahun sebagai kedok. Namun, keputusan egois itu berakhir fatal saat sang anak dikirim membeli salep luka bakar dan tewas ditikam orang asing di jalan. Di tengah duka mendalam Susi yang menangisi kepergian putranya, sang suami justru menelepon dengan penuh amarah. Tanpa tahu kebenaran tragis yang terjadi, ia menuduh anaknya telah melukai Wenny dan menuntut bocah malang itu segera pulang untuk meminta maaf.
Sampul Novel Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
8.6
Tepat sebelum pernikahan, Bima Aditama berpura-pura amnesia akibat cedera demi mengejar Clara Vania. Pengkhianatan keji ini terungkap saat Kirana mendengar rencana licik Bima bersama teman-temannya. Meski hancur melihat Bima mengutamakan Clara bahkan saat kecelakaan terjadi, Kirana memilih diam dan menyusun rencana besar. Ia menolak menjadi korban pria yang tega memutus dukungannya. Dengan identitas baru sebagai Kirana Adelia, ia siap menghilang dan membuang cincinnya.
Sampul Novel Gadis (Tak) Perawan
8.4
Indana Maheswari, putri tunggal dari keluarga terpandang, menyimpan rahasia kelam di balik kesempurnaannya. Statusnya yang tak lagi perawan membuatnya sulit mencari pasangan hidup. Di tengah keputusasaan, muncul Utsman yang tetap bertahan meski mengetahui masa lalunya. Saat Indana mulai membuka hati, Saddam hadir kembali. Sahabat Utsman dari masa lalu itu membawa tawaran pernikahan yang sangat sulit untuk ditolak, memicu konflik batin bagi Indana.
Sampul Novel Gairah Liar Ayah Mertua
9.7
Kejadian tak terduga muncul saat aku menyadari reaksi fisik ayah mertuaku di balik sarungnya. Meski merasa gugup, aku justru diam saat ia menarik tanganku untuk menyentuh bagian pribadinya. Tak ada penolakan dariku meski tindakannya sangat berani. Aku terkejut merasakan ukurannya yang jauh lebih besar dibanding milik suamiku. Situasi kian memanas ketika ia memintaku masuk ke dalam sarungnya, membiarkanku menyentuh langsung fantasi yang selama ini terpendam.