
Pemburu Iblis
Bab 2
"Hmm ... sombong juga perkataan kalian sebagai iblis, namun kesombongan itu sebentar lagi akan membawa petaka untuk kalian semua," sahut Skylark.
Pedang katana yang di tarik keluar dari sarungnya, tiba-tiba memancarkan sebuah cahaya cukup terang yang kemudian diselimuti oleh kobaran api berwarna merah kehitaman pada bagian seluruh pedang katana tersebut.
"Mengamuklah! Suigetsu ...," lirih Skylark sambil menarik pedang katananya.
Pedang yang di selimuti kobaran api tersebut di genggam erat oleh Skylark hanya dengan satu tangan dengan posisi melintang di hadapan tubuhnya.
"Bersiaplah nyawa kalian akan segera ku cabut," gertak Skylark dengan menatap tajam.
Mendengar perkataan tersebut Orc, Chimerea, dan laviant kemudian meningkatkan kekuatan mereka, yang mana Orc menambah masa otot dan tubuhnya menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Chimerea membuat kedua taring di mulutnya menjadi lebih panjang serta membuat kobaran api yang berada di punggung hingga ekornya berubah menjadi lebih besar dan sangat panas.
sedangkan Laviant membuat bulu-bulu pada sayapnya menjadi sangat keras dan tajam seperti pisau untuk ia lepaskan ketika menyerang Skylark.
Orc dan Chimerea menyerang lebih dulu, dengan mengandalkan kekuatan otot dan taring untuk melawan Skylark. Orc menggunakan bahu kanannya langsung menubruk Skykark, akan tetapi Skylark dengan mudahnya menahan benturan dari tubuh Orc tersebut hanya menggunakan tangan kirinya saja dan hanya membuatnya Skylark sedikit tersentak dan bergeser dari tempat ia berdiri.
Namun, dari arah sebaliknya Chimerea datang dengan berlari sangat kencang menggunakan keempat kakinya. Ia langsung mengincar lengan kanan Skykark Dengan taring yang cukup panjang dan yang sangat tajam Chiemerea kemudian hendak menggigit lengan lawan yang ada di hadapannya itu.
Akan tetapi dengan keahlian pedang yang di milikinya Skylark dapat dengan mudahnya menebas dan memotong taring tersebut hanya dengan sekali tebasan saja.
"Arrgghhh ...." Chimerea berteriak dan merintih kesakitan akibat kedua taring yang ia miliki berhasil di potong oleh Skylark.
Di satu sisi, dengan tubuh dan tangan yang masih menahan tubuh Orc, membuat Skylark berpikir dan langsung melakukan sebuah gerakan di mana gerakan tersebut dapat menghempaskan tubuh lawannya dengan mudah.
Skylark kemudian sedikit mendorong balik tubuh Orc dengan sangat kuat hingga membuatnya terhentak lalu setelah itu Skykark kembali menarik salah satu lengan dari Orc tersebut dan mencengkramnya dengan sangat kuat.
Setelah lengan musuhnya tersebut telah ia dapatkan kemudian Skylark membalikkan tubuhnya agar dapat mengangkat tubuh Orc dan langsung membantingnya ke tanah dengan sangat kuat hingga membuat tanah di bawahnya menjadi hancur berantakan akibat tak kuat menahan beban dari tubuh Orc yang sangat besar ketika di hempaskan oleh Skylark.
"Fiuhh! Tak salah jika tubuhmu sangat besar, ternyata tubuh itu cukup berat juga bagiku." ujar Skylark sambil melakukan peregangan setelah baru saja membanting Orc.
Belum sempat menarik napas, dari atas Laviant langsung menyerang Skylark dengan mengibaskan kedua sayapnya dimana dari kedua sayap tersebut melesat bulu-bulu yang sangat keras dan tajam ke arah Skylark, hal tersebut membuat Skylark langsung menyerang balik dengan menebaskan pedang suigetsu yang di selimuti kobaran api tepat ke arah Laviant.
Semua bulu dari sayapnya yang baru saja di lepaskan, langsung terbakar habis oleh kobaran api dari pedang suigetsu milik Skylark. Api tersebut membentuk sebuah cambuk panjang yang menyerupai naga mengarah tepat ke tubuh Laviant hingga membuat Laviant tidak sempat lagi untuk menghindar.
"Kurang ajar kau manusia!!" umpat Laviant sebelum tubuhnya tersambar oleh api dari pedang milik Skylark.
Tubuh Laviant pun langsung di selimuti kobaran api yang sangat panas setelah menerimanya dari pedang Skylark, hingga membuatnya tidak dapat terbang dan kemudian terjatuh dan menimpa tubuh Orc.
Dengan tubuh yang masih terbakar Laviant mencoba menggulingkan-gulingkan tubuhnya untuk memadamkan api tersebut, namun hal yang ia lakukan itu hanya sia-sia saja tubuhnya terus terbakar habis hingga hanya meninggalkan abunya saja.
Orc yang masih belum sadarkan diri akibat serangan balik dari Skylark di tambah dengan benturan cukup keras dari tubuh Laviant, membuat Orc sama sekali tak bergerak sedikitpun di tambah lagi api yang menempel pada sebagian tubuh Orc akibat benturan dengan Leviant menambah kesengsaraan bagi Orc.
Inilah kesempatan Skylark untuk menghabisinya, Skylark lalu mengangkat pedangnya dan mengarakhannya tepat ke arah leher Orc.
"Inilah balasan dari perbuatan jahat kalian," kata Skylark mengacungkan pedangnya.
Namun, hal tak terduga kembali terjadi dan belum sempat Skylark menebas leher Orc tiba-tiba saja Chimerea muncul kembali di hadapan Skylark, ia pun kemudian langsung melompat dan hendak menerkam Skylark.
"Sungguh merepotkan sekali, iblis rendahan ini!" umpat Skylark.
Belum sempat Chimerea menerkam tubuh Skylark, Skylark ternyata lebih dulu menyerang tubuh Chimerea dengan sebuah teknik mematikan yang di milikinya.
Seakan waktu seketika berhenti, ketika Skylark mulai memejamkan kedua matanya lalu membukanya kembali Chimerea yang berada di hadapan Skylark seketika bergerak sangat lambat.
"Kekuatan mu masih jauh lebih rendah dari kekuatan yang kumiliki, jadi jangan berharap kau masih bisa menang melawanku," ucap Skylark menatap Chimerea yang hendak menerkam dirinya.
Pedang Suigetsu di tangan Skylark pun langsung tancapkan ke rahang bawah Chimerea hingga menembus tengkorak kepalanya lalu, dengan pedang yang menancap itu Skykark langsung membelah tubuh Chimerea hingga terbelah menjadi dua.
Setelah berhasil menghabisi iblis tersebut kemudian seketika waktu kembali normal, dan tubuh iblis berkaki empat tadi pun terjatuh dan terpotong. Darah iblis itupun membanjiri tanah di bawahnya, nampak bahwa Iblis itu sepertinya sama sekali tidak merasakan sakit ketika tubuhnya terpotong dengan pedang milik Skylark dan tewas begitu saja.
"Fiuhh... Selesai juga akhirnya dengan begitu aura iblis yang tersisa dari tubuh mereka dapat ku serap untuk menambak kekuatanku," gumam Skylark.
Namun anehnya Skylark hanya merasakan 2 buah aura iblis saja yang masih ada, sedangkan ia merasa bahwa ketiga iblis tersebut telah ia bunuh.
Skylark pun berpikir akan ke anehan tersebut, dan seketika ia tersadar bahwa sepertinya Orc lah yang belum terbunuh olehnya. Skylark pun membalikan kembali tubuhnya dan melihat ke arah di mana Orc berada, akan tetapi Orc telah hilang dari tempat tersebut.
"Brengsek! Kemana perginya iblis sialan itu," lirih Skylark yang mencari keberadaan iblis yang menghilang itu.
Lalu, dari atas kepala Skylark terlihat ada sebuah bayangan gelap yang semakin mendekat dengan dirinya, Skylark pun mendongak ke atas dan ternyata itu adalah Orc. Entah dari mana asalnya tiba-tiba saja iblis tersebut sudah berada tepat di atas kepalanya.
Skylark kemudian melompat ke arah depan untuk menghindari serangan Orc tersebut.
"Boom ...!" suara Orc yang mendarat di tanah.
"Cih! Hampir saja ... Ternyata iblis ini masih hidup, walaupun keadaannya sudah babak belur," gumam Skylark menatap ke arah Orc.
"Sepertinya aku harus lebih serius, melawan yang satu ini," sambungnya.
Dengan memasang sebuah kuda-kuda, dengan menekuk kedua kaki, dengan menfokuskan kekuatan pada kedua kakinya Skylark langsung melesat maju ke arah Orc. Bersamaan dengan Pedang Suigetsu yang ia letakan tepat di samping tubuhnya,
Iblis yang bernama Orc tersebut menerima sebuah tebasan kilat dari Skykark tepat pada bagian lehernya hingga membuat kepala Orc tersebut putus dan terlempar ke tanah.
Tubuh Orc yang awalnya masih berdiri tegap, sektika ikut tumbang setelah menerima serangan mematikan dari Skylark.
"Iblis yang satu ini, ku akui memanglah sangat tangguh. Ia sungguh sulit untuk di kalahan walupun ia termasuk golongan iblis level 1 akan tetapi kekuatannya seperti iblis 2 tingkat di atasnya," jelas Skylark.
Anda Mungkin Juga Suka





