Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemburu Iblis

Pemburu Iblis

Skylark tumbuh besar sebagai anak angkat saudagar kaya di era dinasti. Tanpa disadari, ia mewarisi darah Raja Iblis yang hilang dan kelembutan hati ibunya yang tewas di tangan rival sang ayah. Berkat umur panjang dan kekuatan dahsyat, Skylark berjuang membasmi teror monster hingga era modern. Akankah identitas aslinya terungkap saat ia mengejar pembunuh sang ibu? Ikuti perjalanan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah berhasil membantai ketiga iblis tersebut, Skylark kemudian menyarungkan kembali pedang suigetsu miliknya.

Ia pun kemudian berjalan mendekati satu persatu mayat iblis yang baru saja ia kalahkan tersebut, untuk ia serap energi yang tersisa dari mereka. Sebab setiap iblis yang telah mati masih memiliki sebuah energi dan aura yang masih bisa di serap oleh sang pemburu untuk meningkatkan kekuatan yang ia miliki.

Lalu, ketika setiap iblis yang telah di serap energinya oleh sang pemburu maka tubuh atau mayat dari iblis tersebut akan menguap dengan sendirinya lalu setelah itu akan menghilang tanpa menyisakan sedikitpun dari bagian tubuh mereka kecuali senjata yang mereka pakai.

Senjata para iblis tersebut biasanya di ambil oleh pemburu iblis untuk di jadikan sebuah pajangan atau koleksi. Akan tetapi berbeda dengan Skylark, ia malah menghancurkan semua senjata yang di gunakan oleh para iblis tersebut, agar nantinya tidak di salah gunakan oleh manusia yang menemukannya.

"Yahhh... Saatnya aku kembali ke rumah, aku sudah lama sekali tidak pulang untuk menemui ayah, ibu dan adik perempuanku dan mungkin sekarang dia sudah sangat besar, ketika terakhir aku tinggalkan berkelana," kata Skylark berbicara seorang diri.

Ia pun akhirnya berjalan meninggalkan perkampungan yang sempat di serang oleh ketiga iblis tersebut. Dan para penduduk di sana pun mulai memberanikan diri untuk kembali ke perkampungan mereka setelah Skylark berhasil membasmi ketiga iblis itu.

"Hei, anak muda ... Terima kasih atas bantuanmu, jika kau tidak datang kemari mungkin perkampungan ini akan di hancur oleh ketiga iblis tadi," ucap salah satu tetua di perkampungan itu.

Skylark kemudian tersenyum kepada orang itu dan berkata;

"Ini adalah merupakan salah satu tugasku, untuk membasmi para iblis-iblis itu sehingga aku tidak akan membiarkan mereka terus menerus datang dan mengganggu manusia," sahut Skylark.

"Selain itu, alasan mereka datang kemari adalah untuk menyantap para manusia untuk menambah kekuatan mereka agar menjadi lebih kuat," sambungnya.

"Iya, kami tahu tentang itu... Sebab sudah banyak yang menjadi korban akibat kekejaman para iblis itu di perkampungan ini, mereka menyerap seluruh energi yang di miliki manusia sebelum mereka memakannya," jawab tetua perkampungan itu.

"Tepat sekali, maka berhati-hatilah. Jangan sesekali melawan para iblis itu sebab manusia biasa tidak akan bisa menang melawan para iblis tersebut," jelas Skylark.

"Iya kau benar anak muda, dan Sekali lagi terima kasih atas bantuan," ucap tetua tersebut sambil membungkukan tubuhnya di hadapan Skylark.

Skylark kemudian berlalu pergi setelah berbincang dengan tetua di perkampungan tersebut, untuk segera kembali ke rumah.

Jarak antara perkampungan dengan dinasti milik ayahnya berjarak cukup jauh, untuk menuju kesana Skylark harus menunggangi kuda dengan menempuh perjalanan sekitar 1 hari.

"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluargaku, dan aku berharap mereka semua dalam keadaan baik-baik saja," gumam Skylark sambil memacu kuda miliknya agar segera sampai ke rumah.

Di tengah perjalanan perasaan Skylark tiba-tiba merasa kalau ada yang tidak beres.

"Ada apa ini,kenapa perasaaan seketika tidak enak apa yang sebenarnya terjadi," gumam Skylark dalam hati.

Entah apa yang mengganggu di dalam pikiran dan perasaannya itu namun, Skaylark mencoba untuk tidak memikirkan hal yang tidak-tidak dan mencoba menghilangkan prasangka buruk yang ia rasakan dalam perjalanan itu.

"Mungkin ini hanya perasaanku saja. Dan semoga tidak terjadi hal buruk nantinya," lirih Skylark yang tetap berfokus memacu kudanya.

***

Tibalah Skylark di rumahnya, di pintu masuk gerbang utama ia telah di sambut oleh para penjaga yang begitu ramah terhadapnya.

Walaupun sebenarnya rumah itu memiliki penjagaan yang sangat ketat dan di dalammya terdapat para pengawal yang sangat terlatih untuk menjaga keluarga Skylark dari berbagai ancaman termasuk ancaman para iblis yang sewaktu-waktu akan datang dan meneror keluarganya.

Akan tetapi Hal tersebut bukanlah sebuah masalah bagi keluarga Skylark yang memang sudah sejak lama di kenal sebagai salah satu keluarga bangsawan terkuat pada jaman dinasti kerajaan Emperor.

Para penjaga tersebut kemudian membuka pintu gerbang dan salah satunya melapor ke pada ayah Skylark atas kepulangan anak sulungnya.

Keluarga Skylarkpun sangat senang atas kepulangannya, sebab sudah cukup lama dan hampir 5 tahun Skylark tidak menemui keluarganya.

"Kakak ..." sang adik berlari sambil memanggilnya.

Skylark pun langsung merentangkan kedua tangannya, untuk segera memeluk adik kecilnya itu yang sekarang sudah tumbuh besar ketika sudah lama di tinggalkan.

"Hai ... Kemarilah Sylvina, kau nampak sudah sangat besar ya sekarang," kata Skylark sambil mengusap kepala sang adik.

"Tentu saja kak, itu karena aku banyak berlatih seperti kakak. Sehingga aku dengan cepat tumbuh besar seperti kakak," sahut Sylvina.

"Hahaha, memangnya kau berlatih apa saja semenjak kakak pergi?" tanya Skylark kepada adiknya.

"Sylvina sangat banyak berlatih kak, terutama berlatih ilmu bela diri seperti yang telah di ajarkan oleh ayah," jawab sang adik.

"Benarkah? Wah, hebat juga ya kau sudah berlatih ilmu bela diri sejak dini," senyum Skylark.

Lalu, dari dalam rumah sang ayah dan ibu tiba-tiba muncul. Mereka berdua menyambut hangat kedatangan Skylark yang sudah lama pergi meninggalkan mereka, kedua orang tua Skylark terlihat nampak cukup tua semenjak terakhir kali Skylark berpamitan pergi kepada mereka.

"Akhirnya kau kembali pulang juga anakku," ucap sang ayah.

Skylark pun bergegas mendatangi dan memeluk dengan hangat kedua orang tuanya itu.

"Bagaimana kabar kalian ayah, ibu? Apakah kalian sehat," tanya Skylark.

"Seperti yang kau lihat anakku, ibu dan ayahmu cukup sehat hingga saat ini. Kau sepertinya nampak sangat lelah," tanya ibu Skylark.

"Tidak ibu, Skylark baik-baik saja dan rasa lelah Skylark seketika menghilang setelah melihat ayah dan ibu dalam keadaan baik-baik saja," sahut Skylark.

Lalu, mereka semua mengajak Skylark untuk masuk ke dalam. Di ruang makan telah di siapkan makanan-makanan lezat kesukaan Skylark dan semua makanan itu adalah buatan dari sang ibu sendiri tanpa bantuan dari koki di rumah mereka.

"Hmm ... Nampaknya masakan ibu sangat lezat, sebab aku sudah lama tidak merasakan masakan ibu," ucap Skylark memandangi makanan yang tersaji di meja makan.

"Makanlah nak, makanan itu khusus ibu buatkan untu mu." sahut ibu.

Skylark pun meletakan semua barang bawaannya termasuk pedang Suigetsu pemberian dari sang ayah di atas meja. Dan ia pun bergegas menuju meja makan untuk menyantap masakan dari sang ibu.

Ketika sedang asik menikmati masakan yang tersedia, ayah Skylark kemudian duduk di hadapannya dan berkata;

"Sudah cukup lama kau pergi dari rumah ini, dan nampaknya ini adalah waktu yang tepat untukmu mengetahui sebuah rahasia Skylark dari kami," kata ayah Skylark.

Mendengar ucapan tersebut membuat Skylark seketika tersedak begitu saja. Ia nampak sangat terkejut mendengar ucapan sang ayah tentang sebuah rahasia yang akan di sampaikan kepadanya.

"Aa..apa itu ayah? Rahasia apa yang Skylark tidak ketahui," tanya Skylark dengan serius.

"Hmm, jadi begini ... Sebenarnya ada sebuah rahasia yang selama ini kami simpan dari mu, sambil menunggu waktu yang tepat agar kau siap mengetahuinya," sahut ibu.

"Benar kata ibumu... Rahasia ini mungkin akan membuatmu sangat terkejut jika mengetahuinya," sambung ayahnya.

"Hmm baiklah ayah, ibu ... Skylark akan mendengarkannya," sahut Skylark yang semakin penasaran dengan rahasia itu.

"Hmm, tepat 28 tahun yang lalu ... Ayah dan ibumu menemukan seorang anak bayi berjenis kelamin laki-laki. Ia kami temukan tepat di halaman depan rumah ini dengan hanya di selimuti oleh daun yang lumayan lebar, anak itu terus menangis dan menjerit ketika di tinggalkan oleh orang tuanya," jelas ayah Skylark.

"Ketika kami menemukan bayi tersebut, bayi laki-laki itu di tinggalkan dalam keadaan masih berlumuran darah di sekujur tubuhnya, yang kemungkinan baru saja di lahirkan. Lalu, di samping anak itu diletakan sebuah pedang yang kemungkinan pedang tersebut adalah milik dari orang tua bayi itu," sambung ibunya.

"Bayi laki-laki? Siapa sebenarnya anak itu ayah?" tanya Skylark dan langusung menghentikan makannya.

"Bayi lelaki adalah kau Skylark," sahut ayah.

Sontak Skylark amat terkejut setelah mendengar sebuah rahasia tersebut. Dari dalam hatinya yang paling dalam, Skylark masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan kedua orang tuanya itu.

Yang ada di dalam pikiran Skylark sekarang adalah bahwa dia adalah benar-benar anak dari mereka berdua dan bukanlah seorang anak angkat yang di pungut dan di besarkan di rumah tersebut dulunya.

"Ayah ... Ini semua hanya bohongkan? Ayah cuma bercanda kan?" ucap Skylark dengan wajah sedikit tegang.

"Semua itu benar Skylark. Namun walaupun begitu kau tetaplah anak bungsu dari kami berdua, dan rasa sayang kami kepadamu sama besarnya dengan Sylvina adik perempuanmu," sahut ibu Skylark untuk menenangkan anak lelakinya itu.

Skylark pun hanya terdiam, dan tidak berkata apa-apa lagi sebab ia masih tidak menyangka bahwa dirinya bukanlah darah daging dari kedua orang tua yang ada di hadapannya sekarang.

***

Dari halaman depan rumah mereka, tiba-tiba terdengar suara keributan dari para penjaga. Para penjaga yang bertugas mengamankan rumah tersebut mulai berlarian ke halaman utama.

Skylark dan keluarganya pun terkejut mendegar keributan tersebut, lalu mereka pun bergegas untuk keluar dari rumah untuk memeriksa apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Sesampainya di pintu keluar rumah tersebut, Skylark sangat terkejut ketika menatap ke arah halaman rumah itu. Di sana ternyata terdapat 2 iblis berukuran raksasa yang sedang mengamuk dan memporak porandakan tempat itu.

Seluruh penjaga di rumah itu berhasil di kalahkan oleh kedua iblis tersebut, termasuk para penjaga yang memang memiliki keahlian khusus untuk melawan para iblis ikut di kalahkan.

Semua jasad dari panjaga itupun di lahap habis oleh kedua iblis menakutkan tersebut. Melihat hal mengerikan tersebut, Skylark kemudian menyuruh anggota keluarganya untuk segera bersembunyi ke tempat yang aman.

"Ayah, ibu pergilah segera dan bawalah Sylvina pergi dari tempat ini. Biar Skylark yang akan menghadapi kedua iblis itu," perintah Skylark

"Tidak ... Kau juga harus pergi nak, kau tidak akan bisa menang melawan kedua iblis tersebut seorang diri," ayah menahan Skylark untuk menghadapi kedua iblis raksasa yang berada tepat di hadapan mereka.

Skylark kemudian berusaha untuk menyakinkan kedua orang tuanya itu bahwa, dirinya dapat mengatasi para iblis itu walaupun hanya seorang diri.

Dengan menggenggam kedua tangan orang tuanya, Skylark berpamitan untuk menghabisi iblis raksasa yang belum di ketahui kategori dan level mereka ada di bagian mana.

"Baiklah, berhati-hatilah Skylark ... Segeralah temui kami jika kau berhasil mengalahkan mereka," ucap sang ibu beranjak pergi dari tempat itu.

"Ya ibu, Skylark tak akan mungkin kalah dari kedua iblis pengacau itu," sahut Skylark dengan penuh percaya diri.

Setelah ayah, ibu dan adik perempuannya pergi. Kini Skylark tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi iblis-iblis itu seorang diri.

"Ck... Woii, iblis sialan! Apa yang kalian lakukan itu tidak dapat di maafkan. Kalian tengah mengusik tempat dan menghancurkan tempat ini ! Jadi bersiaplah, kalian akan menanggung akibatnya," Skylark berteriak keras sambil mengancam kedua iblis tersebut.

Kedua iblis tadi pun menoleh ke arah Skylark, setelah mendengar suara keras dari Skylark. Mereka berdua pun mulai berjalan dan mendekati dimana Skylark berdiri.

Kedua iblis tersebut memiliki wujud yang berbeda dimana salah satu iblis itu seperti manusia namun memiliki tubuh dan otot raksasa dengan dua buah tanduk di kepalanya dan di bagian punggungnya ternyata memiliki dua buah sayap berwarna hitam pekat dan di sekujur tubuhnya di selimuti dengan aliran listrik berwarna kuning.

Sedangkan iblis yang satu lagi berbentuk seperti manusia api dengan bagian kepala seperti seekor naga. Ia membawa sebuah pemukul raksasa dengan di bagain batang pemukul tersebut di penuhi dengan duri-duri yang sangat tajam.

Kedua iblis itu bernama Jaqen dan Draco. Dan mereka berdua adalah iblis yang berada di kategori iblis terkuat di level 3.

Jaqen dan Draco kemudian berlari dengan langkah lebar mendekati Skylark. Skykark yang telah bersiap menunggu kedatangan kedua iblis itu ke arahnya.

"Kemarilah iblis sialan! Aku akan memenggal kepala kalian berdua," gumam Skylark menatap tajam ke arah kedua iblis itu.

Draco lebih dulu mengayunkan pemukul berduri di tangannya tepat mengarah Skylark dengan sangat kuat. Skylark melihat hal itupun kemudian menghindar dengan melompat tinggi di atas pemukul Darco.

Pemukul raksasa itu pun langsung menghantam pintu masuk rumah Skylark dan langsung menghancurkannya seperti debu.

"Brengsek! Ternyata kuat juga iblis ini," iirih Skylark yang masih melompat ke udara dan sedang menyaksikan kekuatan dari salah satu iblis tersebut.

Tanpa Skylark sadari, tepat dari arah belakang dirinya ternyata Jaqen tengah bersiap untuk menyerang. Dengan menggunakan kedua sayapnya Jaqen terbang dan berada tepat di atas Skylark.

Dengan kakuatan listrik yang ia kumpulkan di tangan kanannya, Jaqen telah siap dan langsung menyerang Skylark dari arah belakang. Dengan kecepatan penuh Jaqen menukik turun ke arah Skylark.

Skylark yang lambat menyadari kedatangan Jaqen, karena terlalu fokua dengan Draco akhirnya terkena serangan telak dari Jaqen.

Serangan listirk yang mematikan itupun mengenai langsung ke punggung Sklyark hingga membuatnya, jatuh dan melesat dengan cepat sebelum akhirnya menabrak dan mengahancurkan rumahnya sendiri.

Skylark yang terkena serangan telak itupun seketika tidak berdaya, dan hanya tersungkur di bawah reruntuhan rumah tersebut.

"Cih! Kurang ajar, sejak kapan iblis itu berada di belakangku," gumam Skylark dalam hati, sambil mencoba untuk bangkit dan keluar dari reruntuhan rumah yang menimpa tubuhnya.

Dengan sekuat tenaga Skylark berusaha keluar dari sana, akan tetapi kedua iblis tadi kembali mendekati dirinya untuk menyerang Skylark.

Draco terlihat sedang memutar-mutar pemukul besinya untuk kembali menghajar Skylark..

"Sial! Aku harus segera pergi dari sini, jika tidak aku pasti akan terkena serangan selanjutnya dari iblis ini," lirih Skylark yang masih berusaha keluar sebab salah satu kakinya tersangkut oleh atap bangunan.

"Aaarrgghhh ...!!" teriak Skylark mendorong dirinya agar bisa keluar dari tempat itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NYM" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NYM
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Benua terkutuk kini menjadi neraka akibat perdagangan manusia dan penindasan kejam bagi yang lemah. Demi mengakhiri penderitaan ini, para dewa mengutus Dewi Kematian untuk membasmi kejahatan di sana. Namun, sebuah insiden fatal saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Sang dewi justru terlahir kembali sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Mampukah ia menjalankan misi sucinya dan menyelamatkan mereka yang tertindas tanpa kekuatan dewa?
Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
8.0
Disandera saat hamil sembilan bulan oleh mantan rekan kerja suamiku yang dendam, nyawaku terancam di atap gedung. Namun, suamiku yang memimpin tim penyelamat malah pergi menyelamatkan cinta pertamanya dari aksi bakar diri. Di kehidupan lalu, aku memohon bantuannya hingga selamat, tetapi hal itu membuat cinta pertamanya tewas dan suamiku membalas dendam dengan menusukku serta bayi kami. Kini, setelah terbangun kembali di hari penyanderaan, aku memilih diam dan membiarkannya pergi menolong wanita itu.
Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia
7.9
Ewan Aditya bukanlah tabib biasa. Di dunia modern yang penuh dengan perebutan kekuasaan, ia memegang kendali mutlak atas hidup dan mati seseorang. Tidak peduli seberapa kaya atau berkuasanya seseorang hingga mampu menyaingi sebuah negara, kesombongan mereka tidak akan berarti di hadapan Ewan. Dengan kemampuan medis luar biasa dan aksi yang mematikan, ia bisa menjadi penyelamat nyawa sekaligus pencabut nyawa bagi siapa saja yang berani menentang otoritasnya.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)
8.2
Queenza Mikayla Anya terjebak dalam pernikahan balas budi yang menghancurkan keceriaannya. Setiap hari ia harus menanggung luka fisik dan mental akibat kekerasan yang ia alami. Di tengah penderitaan tersebut, sebuah insiden tak terduga membawanya bermalam dengan sang kakak ipar. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, memicu dilema besar bagi Queenza. Akankah ia tetap bertahan di pernikahan beracun ini atau memilih berpaling pada kakak iparnya yang selalu ada?
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Sam Rahardja nekat menjadi kurir narkoba demi biaya sekolah keponakannya, meski upahnya dipotong oleh Galih. Saat Galih memutuskan berhenti, Sam terdesak masalah finansial. Di tengah kebuntuan, sosok misterius bernama Sena muncul mengancam akan melaporkan masa lalu ilegal Sam ke polisi. Terpojok demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Namun, ia justru terjebak dalam penyesalan mendalam karena pekerjaan tersebut adalah menjual diri.
Sampul Novel Kisah Sang Penguasa
9.4
Demi menyelamatkan ekonomi keluarga Vegas dan membalas budi Dimitri, Fugaku rela menikahi Vior dari klan Diningrat. Namun, pernikahan itu hanyalah jebakan kejam Vior untuk mencuri rahasia bisnis keluarganya. Di hari bahagia tersebut, Fugaku justru disiksa, diracun, hingga dibuang ke laut. Secara ajaib ia selamat dan bangkit menjadi bagian dari pasukan elite Celestial di Kota Kastiya. Kini, sang penyintas misterius ini memulai babak baru dalam hidupnya.