Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Istri Kedua

Pembalasan Istri Kedua

Juna selalu meyakinkan Alena bahwa ia adalah cinta pertama sekaligus terakhir dalam pernikahan mereka. Namun, janji manis itu perlahan hancur saat kenyataan pahit mulai terungkap ke permukaan. Di tengah pengkhianatan yang tak terduga, Alena kini berdiri di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan menerima Juna, atau justru merancang pembalasan yang setimpal? Sebuah kisah tentang luka hati dan perjuangan mencari keadilan dalam cinta.
Bab
Bagikan

Bab 3

PART 3

Mas Juna tidak ada di sini? lalu kemana dia, seharusnya di jam segini ia berada di kantor.

"Pergi kemana Mas Juna Pak?" tanyaku kepada lelaki berumur kepala empat tersebut.

"Dari tadi pagi memang belum datang Bu," jawabnya dengan tenang.

"Mas juna tadi, pagi-pagi sekali sudah berangkat pak, kemana ya?"

"Saya kurang tahu Bu. Akhir-akhir ini pun Pak Juna sering telat masuk kantor," jelas lelaki berperut buncit itu dengan wajah yang mulai gusar.

"Apa, sering telat?" Aku mengingat, setiap pagi ia berangkat dari rumah dan tidak pernah sekalipun melewatkan jam kantor. Lalu kenapa berbanding terbalik dengan perkataan orang tua yang sudah ku anggap sebagai keluarga ini.

Perbuatan Mas Juna dengan membohongiku, semakin membuat hatiku teremas sakit, apakah semua yang di katakan wanita tadi benar?

Lalu aku teringat tadi pagi percakapan kami tentang telpon Pak Abdul, tentang anak yang memanggil 'Papa'.

"Iya Bu, pak juna sering telat, bahkan tak jarang Pak Juna mengcancel pertemuan dengan tamu penting dan klien lainnya." Jelas Pak Abdul lebih rinci tentang kebohongan suamiku.

Tidak habis pikir, kenapa Mas Juna membohongiku, bukankah sikapnya selama ini sangat manis, salah satunya yang sangat membuatku terkesan membuatkan makanan setelah bekerja seharian, lalu aku akan memintanya menyuapiku karena tak mau makan, kecuali dari tangannya langsung. Semakin di pikirkan, semakin meyakinkan perkataan wanita tadi.

"Keponakan Pak Abdul tadi pagi tidak sengaja menelpon nomor suami saya, apa dia baik-baik saja?" Aku ingin memastikan apa benar yang dikatakan Mas Juna tadi pagi.

"Keponakan?" jawab Pak Abdul dengan pertanyaan juga, dia mengerutkan keningnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Iya, keponakan Pak Abdul?" Aku mengulang, karena pria tua di hadapanku ini terlihat sangat kebingungan.

"Maaf, Bu Alena, saya tidak tahu apa yang Ibu maksud, meskipun saya punya keponakan tapi mereka tidak tinggal dengan saya."

Seperti disambar petir di siang bolong. Hatiku mencelos semakin meyakini bahwa perkataan wanita tadi benar adanya. Aku merasa ada yang menghimpit dadaku dengan batu yang sangat besar, dan yang perlu aku lakukan hanya mendorong batu tersebut agar tidak menghalangi jalan nafas ku.

Lalu yang menelpon memanggil papa tadi siapa?

"Dan tadi pagi sampai sekarang, saya tidak ada menelpon Pak Juna sama sekali," lanjutnya menjelaskan.

Seperti di iris sembilu, hatiku semakin sakit mendengar penjelasan Pak Abdul, bukan, bukan itu yang membuatku sakit, tapi kenyataan bahwa, Mas Juna membohongiku bukan sekali. Pikiranku mulai dipenuhi oleh wanita tadi, apakah selama ini Mas Juna menemui wanita itu?

"Terimakasih Pak, informasinya, kalau begitu saya pamit dulu." Aku menundukkan kepala sambil berjalan ke arah luar kantor, ada yang berbisik bisik tentangku di belakang sana, entah apa yang mereka bicarakan, tapi sekilas kudengar mereka berbicara mengasihani ku karena perbuatan Mas Juna. Sebenarnya, mereka mengetahui kelakuan Mas Juna sampai mana? Ah, entahlah.

Kulangkahkan langkah kaki lebar-lebar karena tidak mau mendengar kasa kusuk yang membuat hatiku semakin yakin bahwa mas junaku akan di ambil oleh wanita itu.

Kata kata manis yang mas juna ucapkan setiap hari, membuatku lupa melihat kegiatan suamiku di luar sana, harusnya aku waspada dengan sikap manisnya selama ini, karena terlena dengan sikapnya yang membuatku mabuk kepayang itu, membuatku lupa bahwa papaku tidak pernah menyetujui pernikahan kami dua tahun lalu. Karena kata papa, Ia bisa melihat, kalau Mas Juna bukan pria yang tepat untukku.

Aku menyetir mobilku membelah jalanan kota, semakin siang semakin padat saja karena ini masuk jam makan siang, aku hanya berputar-putar di jalanan, seperti kepalaku yang mulai berputar, berpikir bagaimana cara menemukan keberadaan mas juna, karena di telpon pun tidak diangkat di wa pun hanya centang dua tanpa di bacanya.

Teman mas juna? aku tidak pernah mengetahui teman dari suamiku ini, karena Ia tidak pernah mengenalkannya, atau ijin sekedar nongkrong dengan kawannya pun tidak pernah, mas juna sering di rumah denganku, karena baginya, aku adalah segalanya.

Perut yang lapar belum terisi dari tadi pagi menuntut di isi, akupun menepikan mobilku di sebuah resto yang cukup terkenal enak di kota ini. Aku harus mengisi tubuhku agar lebih bertenaga mencari keberadaan Mas Juna.

Kulangkahkan kaki dengan gontai setelah menutup pintu mobil, dan melangkah masuk ke restoran tersebut.

Suara lonceng di bagian pintu depan ketika dibuka menandakan kalau ada orang yang baru masuk kedalamnya.

Karena sudah masuk jam makan siang, resto ini pun cukup ramai yang berkunjung, akupun mengedarkan pandangan untuk mencari tempat, alih alih mendapatkan meja yang kosong, aku menangkap sosok yang aku kenal dengan seorang wanita yang tidak aku kenal. Wanita tadi pagi yang datang ke rumahku dan pria yang membuatku jatuh cinta selama dua tahun ini.

"Mas Juna?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin
9.7
Elena, desainer berbakat, terpaksa menunda mimpinya demi menjadi asisten Arion, CEO startup yang dingin. Meski awalnya sulit menghadapi sikap kaku sang atasan, Elena mulai menemukan sisi hangat Arion. Saat skandal besar mengancam perusahaan, Elena beraksi heroik membongkar pelaku sabotase. Kedekatan ini memicu perasaan cinta Arion, namun Elena terjebak dilema besar antara mengejar asmara atau mewujudkan ambisi agensi pribadinya yang sempat tertunda.
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Hidup eksekutif muda Davina Hadinata hancur setelah menjalin hubungan dengan Aria Wardana yang ternyata beristri. Aria memfitnahnya hingga ia menganggur, sementara bisnis ayahnya bangkrut akibat skandal sang kakak. Tragedi memuncak saat istri Aria bunuh diri, memicu dendam Rajata Bagaskara. Rajata menodai Vina hingga hamil sebagai balasan atas kehilangan keponakannya. Di tengah penderitaan dan kemiskinan, Vina berjuang bertahan hidup demi harapan yang tersisa.
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Nasib malang Prasasti kian pelik saat terlibat dengan tiga putra keluarga Adisurya yang kaya raya. Cintanya pada si bungsu, Prasetya, harus kandas setelah sulung keluarga itu, Pramudya, nyaris menodainya hingga Sasti dicap buruk. Demi nama baik, Prahara sang putra kedua justru menikahinya. Namun, pernikahan ini mengundang amarah wanita lain yang nekat mencelakainya. Di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras, mampukah Sasti bertahan dalam rumah tangganya?
Sampul Novel Gadis Pengantar Tidur
8.5
Richard tersenyum puas setelah berhasil menjual seorang wanita demi uang. Maria, wanita malang yang menjadi korban penipuannya, kini terjebak dalam situasi pelik di kamar dua kosong satu. Ia terpaksa mengemban peran sebagai gadis pengantar tidur bagi seorang pria bernama Mark. Di balik kemewahan yang ada, Mark ternyata menderita gangguan insomnia parah. Maria kini harus menghadapi takdir baru melayani pria tersebut akibat pengkhianatan Richard.
Sampul Novel Istri Pelunas Hutang Mafia
8.0
Demi melunasi utang pamannya, Aurora terjebak dalam pernikahan paksa dengan mafia kejam, Lucian Moretti. Tak disangka, Lucian ternyata sudah lama mencintainya secara rahasia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, rahasia masa lalu muncul mengguncang hubungan mereka. Di tengah ancaman musuh yang mengintai, Aurora justru menyembunyikan penyakit mematikan yang mengancam nyawanya. Kini Lucian harus berjuang melawan maut demi menyelamatkan wanita yang ia cintai.
Sampul Novel Mahkota Murka
8.3
Pasca diselamatkan Amelia Hopewell, Edmund Nash justru membalas budi dengan menghancurkan bisnis keluarga penyelamatnya itu. Saat ayah Amelia kritis, Edmund yang ternyata bos kriminal kejam sengaja menutup akses dana demi menuruti kemauan Rosalyn. Amelia terkejut mendapati tunangan tercintanya adalah dalang di balik penderitaannya selama tiga tahun. Dipenuhi amarah atas pengkhianatan keji ini, Amelia segera mengerahkan pasukannya untuk menghancurkan Edmund dalam waktu tiga hari saja.