Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Carly Hamilton

Pembalasan Carly Hamilton

Carly Hamilton, seorang mantan penjaga bar yang hidup dalam kemiskinan, terjebak dalam pernikahan paksa dengan wanita dari keluarga konglomerat. Setiap hari, ia harus menelan hinaan dan cacian menyakitkan dari orang-orang di sekitarnya. Berbagai ujian berat terus menghantam hidupnya hingga sebuah titik balik besar terjadi. Saat keberuntungan berpihak padanya, Carly bangkit untuk membalas dendam dan membuat mereka yang merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bab
Bagikan

Bab 3

Carly bergegas untuk pulang setelah mendapatkan bonus dari pak Halbert. Dia berencana mengajak istrinya untuk makan malam.

"Bianca, ayo ganti bajumu. Aku ingin membawa kamu makan malam diluar beserta berbelanja kebutuhanmu." Ajak Carly.

"Apakah kamu memiliki uang? Bahkan kamu saja belum gajian."

"Aku mendapatkan bonus dari pak Halbert karena sudah menaikkan penjualan produknya."

"Benarkah? Sungguh baik sekali atasanmu itu."

"Iya. Sekarang cepatlah kamu mengganti pakaian."

"Baiklah."

Carly sangat merasa bangga karena sudah bisa membahagiakan istrinya. Sudah hampir satu tahun, Bianca tak pernah menikmati hidup mewahnya seperti dahulu.

"Ayo kita pergi." Ajak Bianca yang telah selesai mengganti pakaiannya.

"Kamu terlihat sangat cantik malam ini." Puji Carly ketika melihat Bianca memakai dress berwarna pink dengan tambahan aksesoris anting beserta kalung.

Kecantikan Bianca tidak bisa dipungkiri. Apalagi, ia terlahir memang dari keluarga kaya raya. Jadi wajar, sejak dahulu Bianca bisa merawat dirinya.

"Ayolah... Aku tak butuh bualanmu. Saat ini, aku hanya ingin menikmati suasana luar. Sudah lama, aku tak berjalan-jalan."

"Yasudah." Carly memasang wajah melas. Bianca memanglah orang yang tidak mudah terbuai dengan pujian siapapun. Bahkan, banyak lelaki kaya yang ingin hidup bersama Bianca. Tapi, takdir Bianca berkata lain. Ia harus hidup bersama Carly yang terlahir dari keluarga miskin.

"Kita mau perginya dengan apa?" Tanya Bianca.

"Aku sudah memesan taksi online. Mungkin sebentar lagi sampai."

"Baiklah."

Carly tak bisa membohongi pandangannya. Ia sangat terpana dengan kecantikan Bianca yang sangat indah.

"Taksinya sudah datang. Ayo kita pergi."

Carly tak fokus dengan ucapan Bianca. Ia terlalu fokus memandangi istrinya sehingga tak menyadari jika taksi pesanannya sudah sampai.

"Carly?!"

"Hah?!" Respon Carly yang terkejut.

"Ayo! Mau sampai kapan kamu berdiri seperti patung disana?"

"Oh iya! Ayo kita pergi."

Tujuan awal Carly yaitu membawa Bianca berbelanja kebutuhannya disebuah mall yang tak cukup jauh dari rumah mereka.

"Carly! Bolehkah aku membeli sebuah kado untuk ayahku? Lusa ayahku berulangtahun. Aku ingin mengajakmu menghadiri pestanya." Ungkap Bianca.

"Kamu beli saja barang apa yang ingin kamu belikan pada ayahmu."

"Terimakasih."

Saat tengah asik mengelilingi mall untuk mencari pakaian dan kebutuhan lainnya. Carly dan Bianca bertemu dengan Matteo Abraham. Anak sulung keluarga Abraham, yang tak ialah kakak kandung dari Bianca.

"Hai Bianca! Sudah lama sekali aku tak bertemu denganmu." Sapa Mattheo.

"Hai bang."

"Sedang apa kamu disini?" Tanya Bianca.

"Aku sedang berjalan-jalan sembari mencari kado untuk ayah."

"Oh ya... Kamu pasti akan menghadiri pesta ulangtahun ayah kan?"

"Iya... Aku akan menghadirinya dengan Carly."

"Ohh... Kalau begitu, jangan sampai lelaki miskin ini berpenampilan seperti gelandangan dipesta ayah. Aku tak ingin dia merusak reputasi ayah kembali."

"Dan ya... Jangan lupa membelikan kado mewah untuk ayah. Gak mungkin kan, seorang Bianca putri Jason Edric Abraham membelikan kado murahan." Sindir Mattheo.

"Hmm... Kamu tak perlu merisaukan hal itu. Aku sudah mempersiapkannya."

"Baiklah. Sampai jumpa lagi."

Bianca memang sekarang hidup tak semewah dahulu. Tapi ia tau cara menyetarakan kelas hidupnya dengan kalangan orang kaya.

Setelah selesai berbelanja, Carly mengajak Bianca makan disebuah resto ternama yang tak jauh dari mall.

"Bianca? Apakah kamu yakin akan membawaku diacara ulangtahun ayahmu?" Tanya Carly yang sedikit ragu.

"Ya... Aku yakin akan membawamu."

"Tapi..."

"Kamu tak perlu memikirkan semuanya. Cukup hadiri dan menikmatinya."

"Baiklah."

Tanpa perbincangan yang cukup banyak, Bianca dan Carly menikmati makan malamnya. Saat pukul 9 malam, mereka berdua memutuskan untuk pulang dan beristirahat.

[Hari ulangtahun Jason Abraham]

Carly dan Bianca menghadiri pesta dengan mengenakan gaun dan jas yang berwarna senada. Tampilan mereka berdua tak kalah jauh dari tamu undangan lainnya.

"Wahh... Bukankah itu Bianca, anak bungsu keluarga Abraham?" Ucap para tamu yang terkesima dengan kecantikan Bianca.

"Benar... Itu Bianca Abraham! Saya sangat ingin menikahi perempuan secantik itu." Sambung tamu lainnya.

"Percuma kamu berbicara seperti itu bro. Apakah kamu tidak melihat lelaki yang berada disampingnya itu? Dia adalah suami dari Bianca Abraham." Imbuh temannya.

"Benarkah? Berasal dari keluarga mana dia, saya tak pernah melihat lelaki itu."

"Saya juga tak terlalu mengetahui itu."

"Hmm... Sungguh sangat menarik." Ucap seorang lelaki muda tampan yang berada dikumpulan lelaki yang memuji kecantikan Bianca.

"Apa maksudmu Lucas?"

"Jangan bilang, ini permainan barumu?" Tanya lelaki yang duduk disampingnya.

"Jangan sebut namaku Lucas Maddison, jika aku tak bisa mendapatkan wanita itu." Ungkapnya dengan sangat sombong.

"Baiklah, bagaimana kita taruhan. Jika kamu mendapatkan wanita itu dalam waktu sebulan, aku akan memberikan 5 juta dollar untukmu." Tantang Axelio, sahabat dekat Lucas.

"Oke... Tantanganmu saya terima."

Dengan wajah sinis, Lucas memandangi kecantikan Bianca dari kejauhan sembari meneguk segelas wine.-

Carly tampak merasa gugup dengan keramaian orang yang sebagian memandangi kedatangannya.

"Ayo kita temui ayah." Ajak Bianca.

"Baik."

Mereka berdua menghampiri Jason Abraham yang tengah berbincang dengan rekan kerjanya.

"Hai Carly, kamu juga menghadiri pesta ini?" Tanya seorang yang kenal dengan Carly.

"Halo pak Halbert... Ternyata anda juga berada disini." Sapa Carly kembali.

"Benar... Saya rekan kerja pak Jason."

"Ohh... Siapa wanita cantik yang berada disampingmu ini?" Tanya Halbert.

"Dia istri saya pak."

"Tunggu... Kalian berdua sudah saling kenal?" Tanya Jason.

"Iya pak... Carly ini yang mengelola gudang minuman saya."

"Ohh... Sangat beruntung sekali kamu Carly, bisa bertemu dengan pak Halbert yang baik ini." Sindir Jason.

"Permisi... Bolehkah saya berbicara dengan pak Jason sebentar." Potong Bianca yang tak ingin jika ayahnya semakin merendahkan Carly.

"Ohh... Silahkan Nona."

Bianca mengajak ayahnya menuju meja lain.

"Selamat ulangtahun ayah."

"Ini ada sebuah kado kecil untuk ayah dari kami berdua."

"Terimakasih Bianca."

Saat Bianca memberikan kado, Jessica dengan gesit merampas kantong itu dari tangan adiknya.

"Hmm... Hadiah apa yang diberikan oleh adikku untuk ayah?" Ucap Jessica sembari mengintip bingkisan kado dari Bianca.

"Berikan itu kepada ayah kak."

"Memangnya kenapa jika kakakmu ingin membuka kado ayah?" Ujar Jason.

"Tidak apa-apa Ayah! Aku hanya ingin ayah yang membuka kado itu."

"Ayah ataupun kakakmu, itu sama saja."

Bianca memang sering dibedakan oleh ayahnya. Ditambah lagi, Jessica yang bisa menghasut Jason untuk tidak percaya dan selalu menuduh Bianca sehingga tak ada rasa sayang dari Jason pada Bianca.

Apalagi, semenjak kejadian Bianca yang dijebak oleh kedua kakaknya sehingga ia harus menikah dengan Carly. Kejadian itulah yang membuat Jason semakin marah dengan Bianca.

"Hmm... Sebuah jam yang cukup mahal." Ungkap Jessica.

"Sekarang kakak sudah melihatnya. Apakah kado itu bisa diberikan pada ayah?"

"Baiklah."

Jessica memberikan kado itu kembali pada ayahnya.

"Dimana suami miskin kamu itu?" Tanya Jessica.

"Dia sedang berbicara dengan tamu lain."

"Ohh... Jangan lupa, ingatkan suami itu agar tak merusak hari bahagia ayah."

"Kamu tidak perlu memperingati saya. Carly bisa menjaga sikapnya."

"Yasudah... Ayo ayah. Kita mulai acaranya."

Jason dan anak perempuan yang sangat dimanja itu meninggalkan Bianca sendirian.

'BUGHH'

Seseorang tak sengaja menabrak Bianca.

"Ohh... Sorry! Aku tak sengaja." Ucap seorang lelaki yang segera mengambil tisu dan membersihkan dress Bianca.

"Tidak usah! Saya bisa membersihkannya di toilet." Tolak Bianca sembari berjalan menuju toilet.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LYP" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LYP
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terjebak dalam pernikahan hambar dengan Rose yang hanya peduli pada kemewahan. Di sisi lain, Emily Alexandra bekerja keras secara sembunyi-sembunyi demi uang, berbeda jauh dari kakaknya yang manja. Suatu malam, rahasia Emily selama dua tahun terendus oleh Liam. Demi melindungi reputasinya dari Rose dan keluarga yang sangat pemilih, Emily terpaksa menjalin kesepakatan rahasia dengan sang kakak ipar agar pekerjaannya tetap tersembunyi.
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi biaya operasi ibunya, Anjani Aswari terpaksa menjual kesucian kepada majikannya, Barata Yudha. Konglomerat itu justru terus mengeksploitasi Anjani sebagai pemuas nafsu rekan bisnisnya di bawah ancaman maut. Saat Anjani hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu milik pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Anjani yang menderita pun harus mengungkap kebenaran di tengah pengusiran.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Mama Polos Dan Bayi Jenius
9.2
Insiden salah kamar enam tahun silam mengubah hidup seorang wanita selamanya. Tanpa mengingat wajah pria di malam itu, ia terpaksa melarikan diri untuk membesarkan buah hatinya sendirian. Takdir kembali mempertemukan mereka saat ia bekerja sebagai sekretaris di kantor pria tersebut. Meski sang bos tampak tidak mengenalnya, ada ketertarikan yang tak tertahankan di antara mereka. Rahasia masa lalu kini mengancam ketenangan hidup yang ia bangun.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun pernikahan gagal mencairkan hati Theo. Saat Lena terluka parah akibat insiden galeri, Theo justru memanjakan wanita lain dengan jet pribadi. Kecewa, Lena menggugat cerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia bangkit menjadi desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, pria itu justru menyudutkannya di peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat Lena ragukan di mata publik.
Sampul Novel My Lovely CEO
8.4
Ellen berteriak histeris saat menyadari perbuatan Reyhan Saputra padanya sebelum mereka resmi menikah. Sambil menutupi tubuhnya, ia melontarkan makian kepada pria itu. Namun, Reyhan justru tertawa gemas melihat reaksi Ellen. Ia mematikan kompor, lalu melangkah maju hingga Ellen terdesak ke tembok. Saat Reyhan menyentuh tengkuknya, Ellen merasa geli sekaligus tegang. Dengan seringai nakal, Reyhan menawarkan untuk memberi contoh perbuatan tersebut.