Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pelanggan Tetap Panti Pijat

Pelanggan Tetap Panti Pijat

Memiliki kegemaran rahasia untuk menyaksikan keintiman pasangan lain membuat wanita ini terjebak dalam dilema asmara. Kekasihnya sendiri adalah sosok pria polos yang tidak mampu mengimbangi gairah biologisnya yang membara. Demi menuntaskan hasrat yang tak terpenuhi, ia akhirnya memutuskan untuk mengajak pasangannya mengunjungi sebuah panti pijat refleksi kaki yang baru saja beroperasi. Di tempat tersembunyi inilah, ia berencana menyaksikan segala hal yang selama ini ia dambakan secara langsung.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku sangat puas dengan pelayanan hari itu. Aku bahkan memberikan uang tip pada pria yang melayaniku. Dia memintaku untuk memakai jasanya lagi di lain waktu. Katanya, dia akan memberikan sensasi yang berbeda.

Aku selalu teringat dengan sensasi yang kurasakan waktu itu. Apalagi sesuatu yang baik, harus saling berbagi. Karena itulah aku mengajak Hendra ke sana lagi bersamaku.

Mengira ini hanyalah panti pijat biasa. Hendra terus-terusan memuji para juru pijat di panti ini sangat cantik. Aku menyuruhnya memilih salah satu dari mereka dan mengatakan kalau aku akan mentraktirnya kali ini.

Dia sangat terkejut dan bertanya, “Di sini juga bisa memilih?”

“Kenapa tidak? Asalkan ada uang, apa pun bisa dilakukan,” jawabku.

Dia melambaikan tangannya dan mengatakan terserah, karena dia datang untuk refleksi kaki, bukan melakukan hal lain.

Aku pun memanggil kakak pemilik panti dan memintanya untuk memilihkan juru pijat yang berkulit putih, berbadan bahenol dan berwajah cantik sesuai selera Hendra.

Kali ini, bukan kamar dengan satu ranjang lagi. Kami diantar ke kamar yang memiliki dua ranjang dibatasi dengan kain tirai yang bisa ditarik ke tengahnya.

Sebelum juru pijatnya datang, Hendra pun berbisik di telingaku, “Apa kamu nggak merasa kalau tempat pijat ini sedikit aneh?”

“Kenapa bilang begitu?”

“Juru pijat di panti ini nggak ada seorang pun yang jelek. Pernahkah kamu melihat panti pijat biasa yang juru pijatnya semuanya masih muda dan cantik? Umumnya usia mereka sudah setengah baya.”

“Kalau begitu, kali ini kamu sangat beruntung bisa dipijat wanita cantik, jadi nikmati sajalah.”

“Kurasa juru pijatnya laki-laki deh.”

Tiba-tiba, pintu dibuka. Seorang pria dan wanita pun berjalan masuk. Juru pijat yang pria masih orang yang sama dengan yang waktu itu. Aku penasaran dan sangat menantikan sesuatu yang berbeda darinya.

Hendra mengira juru pijat pria yang akan memijatnya. Saat dia menghela napas lega, juru pijat wanita itu berdiri di hadapannya dan berkata, “Kak, aku adalah juru pijat nomor 9. Hari ini, aku yang melayanimu.”

Wajah Hendra langsung memerah, dia langsung menoleh ke arahku.

Sementara itu, juru pijat nomor 13 sudah mulai melumuri kakiku dengan minyak.

Melihatku tidak bereaksi apa-apa, akhirnya Hendra mulai menerima keadaan.

Tirai yang ada di antara kami tidak ditarik tutup, di tengah cahaya remang-remang, aku bisa melihat wajah Hendra yang merona merah.

Wanita itu mulai memijat kaki Hendra yang kasar itu dengan lembut, membuatnya terlihat sangat kontras.

Teknik memijat juru pijat wanita itu seharusnya lumayan sih, dia bisa membuat Hendra terlihat sangat nyaman.

“Bagaimana? Tempat ini lumayan, ‘kan?”

Saking nyaman, Hendra bahkan tidak bisa berkata-kata. Matanya juga tidak berani sembarang melihat. Jadi, dia hanya menganggukkan kepalanya.

“Selanjutnya akan lebih nyaman lagi.”

Juru pijat nomor 13 sudah bangkit berdiri, perlahan-lahan tangannya pun menyusup naik ke atas ….

Sementara itu, di sisi Hendra juga tidak ketinggalan. Tangan juru pijat wanita itu pun mulai menelusuri kaki Hendra yang berbulu itu dan meranjat naik ke atas. Hendra tidak menyangka kalau tangan juru pijat wanita ini bisa begitu nakal. Tadinya, Hendra ingin menghentikannya. Akan tetapi saat Hendra melihat ke arahku, juru pijat nomor 13 sudah mulai memakai senjata pamukasnya dan menempel di tubuhku.

Hendra melihat semuanya, dia pun tidak jadi menghentikan gerak-gerik juru pijat wanita tersebut.

“Sret!” Tirai pemisah kami berdua pun ditarik tutup.

Namun kami masih bisa mendengar suara kami satu sama lain dengan sangat jelas.

Tidak lama kemudian, terdengar suara Hendra terengah-engah.

Suara Hendra justru membuatku semakin bersemangat. Hasrat birahiku pun terpenuhi, kali ini aku berhasil mencapai puncak kepuasan yang lebih tinggi lagi.

Aku menambah nomor ponsel juru pijat nomor 13 itu, kami sering mengobrol secara pribadi.

Hari itu setelah kami selesai, Hendra mengamuk marah padaku. Dia menyuruhku untuk tidak pergi ke tempat yang tidak pantas seperti itu lagi.

Namun juru pijat nomor 13 itu diam-diam memberitahuku kalau Hendra pernah beberapa kali ke sana tanpa sepengetahuanku.

Sebenarnya hari ini adalah hari jadian kami. Aku juga sudah mempersiapkan hadiah buat Hendra. Tahun lalu, dia memberiku hadiah. Jadi, tahun ini aku ingin balas memberikan hadiah padanya.

Aku menelepon Hendra, tetapi dia tidak mengangkatnya. Dia hanya membalas pesan, [Hari ini aku ada urusan, aku akan pulang sebentar.]

Namun di waktu yang bersamaan, juru pijat nomor 13 yang bernama Joni Santoso itu mengirimiku pesan, [Pacarmu datang lagi, aku sudah membantumu mengawasinya. Cepatlah ke sini.]

Jangan-jangan Hendra mulai ketagihan? Entah apa yang aku pikirkan, aku pun ke panti pijat refleksi kaki itu. Entah untuk menangkap basah dia atau untuk memuaskan hasratku dengan melihat tindak tanduknya secara diam-diam.

Joni menungguku di depan pintu. Begitu melihatku, dia langsung membawaku masuk dan menuntunku sampai di depan sebuah kamar privat dan berkata, “Dia ada di dalam, apa kamu mau merekamnya?”

Aku melambaikan tanganku dan berpikir kalau hal itu tidak perlu kulakukan. Aku sendiri pun bukannya tidak pernah datang ke sini. Jadi aku tidak boleh egois, melarangnya datang ke sini. Yang harus aku lakukan hanyalah membimbingnya dengan baik.

Aku pun mempersiapkan mentalku, lalu mendorong pintu dan masuk ke dalam.

Namun yang membuatku merasa aneh adalah ruangan itu tidak ada orang lain sama sekali.

Aku menoleh ke arah Joni. Namun Joni sudah mengunci pintu dan berjalan selangkah demi selangkah ke arahku.

“Lisa, kamu sudah lama tidak datang ke sini. Aku juga tidak bermaksud untuk membohongimu, tapi aku sangat merindukanmu ….”

Aku tertawa saking kesal, tapi Joni menarik tanganku dan memintaku duduk di atas ranjang. Dia menatapku dengan mata berbinar hingga aku tidak bisa berkata apa-apa.

Entah kenapa, hari ini atmosfer di kamar ini membuatku merasa sedikit pusing. Aku menepuk-nepuk kepalaku agar tetap tersadar.

Joni sudah membenamkan kepalanya di sisi leherku. Napasnya yang berat pun terasa seperti menyembur di kulitku.

Aku merasa makin pusing. Begitu badannya menekan ke tubuhku, aku pun jatuh dan rebahan di atas ranjang.

Selanjutnya semua terjadi sangat alami, aku tidak bertenaga untuk melawannya, juga tidak ingin melawannya. Aku terbenam dalam kelembutan pelukan Joni. Di tengah gempurannya, aku bahkan sampai pingsan dan tidak sadar sama sekali.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B98647" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B98647
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Wanita Biasa
8.6
Madina kembali bertemu Adnan, mantan suami yang mengusirnya akibat fitnah perselingkuhan. Setelah tiga tahun bertahan hidup sebagai buruh kasar karena ijazahnya dirusak, Madina kini ditawari rujuk. Adnan terobsesi mengambil kembali putra mereka demi warisan keluarga, meski dulu ia menelantarkannya. Di tengah trauma dan kehadiran pria lain yang tulus, Adnan berusaha membersihkan nama Madina. Akankah Madina luluh atau memilih bangkit dari luka masa lalu?
Sampul Novel December to January
7.9
Mengapa sebuah perpisahan menyakitkan yang terjadi pada bulan Desember mampu meninggalkan jejak yang begitu mendalam? Saat kalender berganti menuju Januari, bayang-bayang masa lalu itu tetap bertahan dan memberikan dampak besar yang mengubah seluruh tatanan hidup. Kisah ini menelusuri bagaimana duka dan kenangan dari akhir tahun terus menghantui setiap langkah di awal yang baru, menciptakan dilema emosional yang sulit untuk dilepaskan begitu saja.
Sampul Novel DESTINY OF LOVE
9.7
Setiap wanita memimpikan pernikahan abadi, namun Reyna justru terjebak dalam takdir kelam. Gadis desa yang polos ini harus mengalami dua kali kegagalan rumah tangga dari total tiga kali pernikahannya. Penderitaannya bermula saat ia salah mencintai Riko sewaktu kuliah hingga hamil di luar nikah. Meski dipaksa menggugurkan kandungan, Reyna bertahan demi buah hatinya. Walau akhirnya menikah sah, hubungan itu hancur dan menyisakan trauma mendalam bagi Reyna terhadap laki-laki.
Sampul Novel Istri Yang Berjuang Sendiri
9.1
Kehidupan pernikahan ini terasa sangat hambar karena suamiku enggan menafkahiku dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Puncak penderitaanku bermula saat dia mendesakku mengambil utang bank demi membelikannya sebuah mobil. Meski sudah berkorban, pengabdianku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit saat aku memergokinya berselingkuh dengan wanita lain. Kini, aku berdiri di persimpangan jalan, mempertanyakan nasib rumah tangga kami yang hancur.
Sampul Novel Jerat Cinta Dosen Killer
9.3
Tujuh tahun kuliah tanpa kelulusan membuat Arum dijuluki mahasiswa abadi. Hidup tenangnya hancur saat Daffin Narendra, dosen muda bermulut tajam, ditunjuk menjadi pembimbing skripsinya. Arum terpaksa patuh demi menghindari ancaman DO yang nyata. Namun, situasi kian pelik ketika rumor skandal asmara mereka tersebar luas di kampus. Di tengah kekacauan itu, teror misterius dari masa lalu muncul mengancam nyawa mereka. Mampukah keduanya bertahan?
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Zanara melarikan diri demi menghindari rahasia kelam suaminya, lalu bertemu Jayme yang tulus mencintainya. Meski trauma masa lalu membuatnya menutup diri, ia justru terjebak dalam romansa rumit saat orang-orang dari masa lalunya kembali mengusik. Kini, keselamatan putri semata wayangnya, Marion, menjadi taruhan utama. Zanara dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menyendiri dan kehilangan Marion, atau menerima pinangan pria demi melindungi sang buah hati.