Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pelajaran Pijat Khusus

Pelajaran Pijat Khusus

Niat awal berpura-pura menjadi pemijat tunanetra profesional demi melayani seorang nyonya muda di rumahnya berubah menjadi mimpi buruk yang nyata. Mengira penyamarannya aman, pria ini justru terjebak dalam situasi mengerikan. Sang klien memanfaatkan kondisi "buta" tersebut untuk mengurung dan menyiksanya tanpa ampun selama tiga hari tiga malam berturut-turut. Pengalaman traumatis dan rasa sakit yang ia terima selama penyekapan itu menyisakan luka batin mendalam yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku berpura-pura jadi tukang pijat tunanetra profesional dan memberikan layanan ke rumah pada seorang nyonya muda. Namun, dia justru memanfaatkan kebutaanku, mengurungku, dan menyiksaku selama tiga hari tiga malam. Perasaan itu tidak akan pernah bisa aku lupakan...

Aku berpura-pura menjadi tukang pijat tunanetra profesional dan memberikan layanan ke rumah pada seorang nyonya muda. Namun, dia justru memanfaatkan kebutaanku, mengurungku, dan menyiksaku selama tiga hari tiga malam. Perasaan itu tidak akan pernah bisa aku lupakan...

...

Saat Fiona Auden memilihku sebagai tukang pijat pribadinya dan memintaku untuk memberikan layanan ke rumah, aku sangat gembira.

Dia berusia awal tiga puluhan, berwajah cantik, dengan tubuh montok bak buah persik yang matang.

Setiap gerak-geriknya memancarkan pesona yang memikat.

Setiap kali memijatnya, rasanya begitu menyenangkan. Kulitnya yang begitu putih dan halus banget, kayak bayi.

Begitu pijatan sedikit lebih kuat, Fiona pun tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan erangan manja...

Selain itu, sifatnya begitu lembut, tutur katanya halus dan menenangkan.

Bahkan, jika aku harus melayani wanita sepertinya secara gratis pun, aku rela.

Namun, alasan utama Fiona memilihku, bukan hanya karena teknik pijatku yang hebat.

Yang paling penting adalah aku ini seorang tunanetra.

Tiga tahun lalu, aku sempat mengalami kebutaan sementara karena sebuah kecelakaan mobil.

Setelah mengalami keputusasaan, aku tidak punya pilihan lain selain menjadi tukang pijat tunanetra.

Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan menjadi tukang pijat yang sukses di klub kelas atas, dengan penghasilan yang cukup besar.

Para wanita kaya dan nyonya muda yang masih memesona, suka memintaku memijat mereka.

Di satu sisi, mungkin karena mereka bersimpati kepadaku.

Di sisi lain, karena hanya di hadapan seorang tunanetra, mereka bisa benar-benar merasa rileks.

Bahkan, ada yang sengaja tampil tanpa sehelai benang pun di hadapanku, hanya untuk mencari kepuasaan dengan memainkan beberapa permainan kecil yang penuh gairah.

Suara getaran dari mesin bermotor sudah biasa aku dengar.

Kemarin, ada seorang wanita kaya yang menikmati pijatanku sambil bermain mainan seks.

Saat dia tidak bisa menahan diri untuk mendesah, dia malah berpura-pura memuji keterampilanku dan mengatakan pijatanku yang enak.

Aku hanya bisa menahan diri di sampingnya dan tidak berani menunjukkan reaksi apa pun.

Ada juga wanita-wanita bak serigala lapar yang tertarik padaku dan mau berhubungan sama aku.

Mereka tidak tahu, bahwa penglihatanku sebenarnya sudah lama pulih.

Segala rahasia gelap mereka, tanpa sadar terungkap di hadapanku.

Namun, pekerjaan ini bisa membuatku menghasilkan uang sekaligus memanjakan mata. Jadi, untuk apa aku membongkar penyamaranku?

Sesuai janji, pukul empat sore aku tiba di lokasi tepat waktu.

Seperti biasa, aku memakai kacamata hitam dan membawa tongkat penuntun.

Bagaimanapun, aku memang pernah buta, jadi berpura-pura buta merupakan hal yang biasa.

Begitu pintu terbuka, aroma harum langsung menerpaku.

Fiona hanya mengenakan handuk mandi putih dan rambutnya masih basah. Jelas sekali dia baru selesai mandi.

Handuk itu sedikit pendek, bagian atas tubuhnya yang padat seakan ingin melompat keluar.

Sementara di bagian bawah, handuk itu hanya menutupi bagian yang penting saja dan memperlihatkan sepasang kaki jenjangnya yang putih mulus.

Aku tidak berani memandangi terlalu lama dan bertanya dengan ragu-ragu.

"Ini rumah Fiona Aden, ya?"

Fiona tersenyum manis dan menyambutku dengan hangat.

"Galen, ayo masuk!"

"Aku baru selesai mandi, nanti tolong pijat punggungku dulu dengan minyak esensial, ya!"

Aku pun meraba-raba jalan masuk, mengikuti arahannya seolah benar-benar tidak bisa melihat. Namun, yang mengejutkan adalah dia langsung membawaku ke kamar mandi.

Dia menggenggam tanganku dan berkata dengan nada lembut.

"Ini wastafel, dan ini sabun cuci tangan."

"Kamu cuci tangan dulu. Aku mau mengeringkan rambut sebentar."

Diiringi suara gemericik air dan hembusan pengering rambut, Fiona mengeringkan rambutnya tanpa sedikit pun rasa waspada.

Namun, saat dia mengibaskan rambutnya pelan, tubuhnya ikut bergerak dan handuk yang membungkus tubuhnya tiba-tiba terlepas begitu saja.

Di detik itu juga, mataku langsung membelalak.

Kalau bukan karena aku memakai kacamata hitam, dia pasti sudah menyadari sorot mataku yang berubah.

Glek...

Aku menelan ludah dan buru-buru mengalihkan pandangan.

Aku takut jika terlalu lama memandangnya, tubuhku akan memberikan reaksi fisiologis dan membuat Fiona curiga.

Tentu saja, dia juga menyadari bahwa handuknya telah terjatuh. Namun, dia sama sekali tidak panik, karena di matanya aku hanyalah seorang tunanetra.

Setelah aku selesai mencuci tangan, dia pun memanggilku dengan santai.

"Galen, tolong bantu aku mengoleskan losion. Aku nggak bisa menjangkau bagian punggungku."

Setelah mengatakannya, dia langsung meraih tanganku dan meletakkannya ke punggungnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui dan sahabatnya bertekad membebaskan arwah penasaran yang terjebak di sekolah. Namun, kenyataan pahit menghantam saat Yui menyadari melalui mimpi bahwa korban pertama adalah teman dekatnya sendiri. Penyelidikan mereka mengungkap fakta kelam bahwa dalang di balik teror ini merupakan anggota keluarga mereka yang mencari keadilan atas masa lalu. Di tengah tekanan batin dan misteri yang mencekam, mampukah mereka mengakhiri kutukan ini selamanya?
Sampul Novel Ibuku Kuyang?
8.2
Sikap Ibu yang mendadak menolak makan bersama memicu kecurigaan besar dalam benakku. Situasi kian mencekam saat kabar hilangnya bayi secara gaib mulai menghantui desa. Setiap tengah malam tiba, Ibu selalu lenyap secara misterius tanpa jejak, seolah-olah ia bersembunyi dari pandangan dunia. Rahasia kelam apa yang sebenarnya ia sembunyikan dalam kegelapan? Aku mulai meragukan jati dirinya yang asli. Apakah sosok yang melahirkanku itu manusia ataukah siluman?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel Misteri nyai Ratu Blorong
8.8
Legenda pesugihan dari laut selatan Jawa sering kali dianggap sekadar dongeng tidur. Namun, sosok Nyi Ratu Blorong sang siluman ular sebenarnya nyata dan melampaui mitos mistis belaka. Meski tak kasat mata, entitas simbol kekayaan ini tetap setia mendampingi para sekutunya hingga saat ini. Di tengah kehidupan masyarakat milenial yang modern, eksistensi gaibnya masih bertahan kuat tanpa sepenuhnya disadari oleh manusia yang hidup berdampingan dengannya.
Sampul Novel One Chance without Change
9.0
Dalam sebuah kisah yang menyelimuti misteri dan kengerian mendalam, muncul sebuah pertanyaan penuh keputusasaan mengenai batas penderitaan manusia. Tokoh utama terjebak dalam situasi yang sangat menyiksa hingga ia mempertanyakan apakah ada bentuk kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sedang ia alami saat ini. Keadaan ini memicu ketakutan luar biasa di tengah dunia fantasi yang kelam, di mana rasa sakit menjadi inti dari eksistensi.
Sampul Novel Rahasia Kasus Kehilangan Cewek Cantik
9.1
Kota ini dicekam teror akibat aksi keji komplotan bertopeng yang menculik, menyekap, dan menyiksa para ibu rumah tangga serta gadis muda secara seksual sebelum melepaskan mereka. Sebagai seorang jurnalis wanita, aku bertekad menyelidiki kasus mengerikan ini. Penyelidikan menjadi sangat berbahaya karena para pelaku di balik topeng tersebut ternyata adalah sosok-sosok berpengaruh dan terkenal yang memanfaatkan kekuasaan mereka untuk bertindak bebas tanpa terdeteksi.