Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 2

Pedang Kebenaran Sejati Seri 2

Permana Brata, putra Prabasari dan Baron Smith, memulai misi baru mencari sang ayah. Berbekal pusaka Pedang Kebenaran Sejati serta teknik Sepuluh Syair Bumi Pertiwi dari Ki Sasmaya, ia menghadapi kerasnya dunia persilatan. Meski lahir dari hubungan gelap, tekadnya tak tergoyahkan. Segala rintangan dan musuh yang menghadang diterjang demi menuntaskan pencariannya. Sebuah petualangan penuh aksi dalam membuktikan keteguhan hati di tengah pahitnya konflik.
Bab
Bagikan

Bab 3

Permana bersalto ke belakang satu kali ketika tendangan kaki kanan lawan mengarah dada. Lalu tubuh Permana dalam sekejap kembali berdiri tegar. Dalam sekejap pula dia berjongkok dan memukul telapak kaki kanan Gupita yang berada di atas kepalanya.

Tubuh Gupita terlontar ke belakang beberapa tombak. Punggungnya menghantam sebuah pohon besar. Pada saat tubuh Gupita terlontar ke belakang tadi, Permana menggunakan kesempatan itu untuk kabur. Dia merasa tidak ada gunanya bertempur dengan lawan karena tidak jelas persoalannya. Hanya akan membuang tenaga percuma dan membuang waktu secara sia-sia…!

Gupita yang telah berhasil menapakkan kakinya di atas bumi, merasa gusar karena lawan meninggalkan arena pertarungan. Permana melesat cepat ke arah timur. Gupita tidak kehilangan akal untuk melumpuhkan lawan.

Dengan cepat dia cabut sebuah anak panah pendek. Ujung panah pendek yang gagangnya dari bambu petung, ujungnya berupa baja lincip berkilat-kilat tertempa sinar matahari. Anak panah itu dia simpan di balik dada, punggung, dan sebagian nyang lain di pinggangnya. Karena panah yang dia gunakan pendek, tidak begitu kelihatan.

Panah yang dia cabut dari balik dadanya tadi, dengan cepat dilemparkan ke arah Permana. Dia mengincar kaki Permana sedang terbang melompati semak belukar dan pepohonan yang rendah.

Zhuuut! Anak panah melesat dengan sangat cepat akibat dilempar dengan menggunakan tenaga dalam penuh. Dalam beberapa tombak lagi siap menancap pada salah satu kaki Permana.

Tiba-tiba Permana membalikkan tubuhnya. Tangan kanan mengembang, memukul jarak jauh dengan tenaga dalam pula ke arah panah yang dilemparkan Gupita.

“Jurus Enthik-enthik!” gumam Permana sambil menarik dua jarinya, ibu jari dan telunjuk untuk membentuk lingkaran. Sehingga tenaga dalam yang memancar dari telapak tangannya terkurangi.

Dhuar!

Tenaga dalam dari dua tenaga dalam beradu. Panah yang dilemparkan Gupita patah menjadi potongan-potongan kecil. Berjatuhan dan tersebar di semak belukar.

Gupita terbelalak kaget ketika menyadari bahwa lawannya sangat tangguh dan hebat jurus yang baru saja dia tunjukkan! Pandangannya beberapa saat terhalang oleh ledakan yang memijarkan bunga api serta asap. Bunga api timbul akibat benturan dua tenaga dalam serta bergesekan dengan ujung panah Gupita. Sedang asap timbul karena sebagian serpihan panah itu terbakar.

Sebagai seorang pendekar yang kenal dengan Ki Sasmaya, Gupita tahu bahwa yang digunakan oleh Permana tadi adalah Jurus Enthik-enthik. Lengkapnya, Jurus Enthik-enthik Tataran Dua. Dari pengakuan Ki Sasmaya padanya, Jurus Enthik-enthik merupakan satu dari jurus yang dikembangkan dari Sepuluh Syair Bumi Pertiwi. Jurus Enthik-enthik terdiri dari dua bagian berdasarkan syairnya. Gupita ingat sekali syair itu:

Enthik-emthik, patenana si penunggul!

Aja dhi, aja dhi, sedulur tuwa iku malati…!

Syair pada baris pertama dikembangkan menjadi Jurus Enthik-enthik Tataran Satu, sedangkan baris kedua dijabarkan menjadi Jurus Enthik-enthik Tataran Dua. Yang Tataran Dua lebih rendah dibandingkan Tataran Satu. Gupita membayangkan, kalau Tataran Dua saja hebatnya begitu, maka yang Tataran Satu pasti akan lebih hebat dan mematikan!

Nyatanya demikian.

Gupita mengakui kehebatan Permana, tapi tetap ingin mengejarnya. Namun sudah terlambat. Permana telah lenyap dari pandangan bersamaan lenyapnya asap yang mengepul di depan hidung Gupita!

“Brengsek! Licin juga dia!” gumam Gupita. “Tapi selicin-licinnya manusia, pasti akan kutemukan juga nanti, hiaaat…!”

Tubuh pendekar yang punya julukan Si Anti Matahari itu melesat ke timur. Tujuannya, menyusul Permana Brata….

***

Panibas telah tiba di bagian timur Hutan Lungid. Senapati dari Kerajaan Bumitaru itu mendapatkan perintah khusus dan langsung dari rajanya, Mingantaka. Kageswara, putra mahkota sedang sakit. Sekujur tubuhnya terdapat luka-luka yang sebelumnya didahului dengan gatal-gatal. Sang putra mahkota tidak keluar karena kondisi tubuhnya yang semakin lemah. Tiap hari hanya berada di dalam kamarnya. Atau kadang-kadang ke taman kerajaan. Itu pun jarang dia lakukan mengingat kondisi tubuhnya.

Mingantaka memerintahkan Panibas supaya meminjam Kitab Daun Putih milik Ki Jungkung Kuning. Mingantaka mengambil kebijaksanaan itu karena sudah banyak tabib dipanggil ke kerajaan, tapi tidak membawa hasil. Anaknya masih belum sembuh dari sakitnya. Dia pernah mendengar kabar bahwa Ki Jungkung Kuning memiliki kitab yang isinya tentang cara pengobatan berbagai macam penyakit. Dia berharap dari berbagai cara pengobatan itu ada satu cara untuk mengobati anaknya. Sebelum masuk Hutan Lungid, Ki Jungkung Kuning minta ijin terlebih dulu kepada Mingantaka. Waktu itu Kageswara belum sakit. Kalau waktu itu Kageswara sudah sakit, maka Mingantaka pasti akan minta tolong kepada Ki Jungkung. Tidak perlu bersusah payah memerintahkan Panibas untuk masuk Hutan Lungid. Tapi yang namanya manusia, mana mungkin dirinya tahu penyakit yang bakal diderita?

Panibas melajukan kudanya lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Senapati yang jago menggunakan senjata panah itu semakin cepat dalam melajukan kudanya ketika memasuki hutan. Busur dan anak panah dia sandang. Kedua jenis benda sebagai senjata andalannya itu tersampir di punggung. Bergerak-gerak seirama gerakan tubuhnya.

Ketika hendak melalui sebuah jalan setapak yang di kanan kirinya ada dua pohon besar, dua buah anak panah melesat cepat bersilang di depannya!

Jzeb! Jzeb!

Dua panah yang bersilang dari kanan dan kiri itu ternyata ada rantai bajanya. Dua panah itu pada pangkalnya disambung rantai kecil tapi terbuat dari baja. Panah yang melesat dari utara menancap di pohon yang terletak di sebelah selatan. Begitu pula sebaliknya. Kini di depan Panibas ada dua rantai baja yang menyilang di depannya. Satu sia menjerat leher, satunya lagi siap membutakan matanya!

Cepat-cepat Panibas melompat dari pelana kuda. Tubuhnya terbang ke udara. Tubuhnya nangkring di salah satu dahan. Sedangkan kudanya terus melesat. Melewati bawah dua rantai baja yang merintang di depannya. Kuda tersebut terus berlari memasuki hutan belantara tanpa mempedulikan tuannya!

Panibas sudah tahu sepasang pendekar yang menggunakan senjata macam itu. Panah berkait. Panah yang disambung dengan rantai baja. Mereka termasuk pendekar dari golongan hitam. Yang selalu membuat kerusakan di muka bumi. Yang sering menebarkan kejahatan di berbagai wilayah di jagat raya.

“Aku sudah tahu siapa kalian! Ayo keluar dan jangan ngumpet kayak mau kelonan saja! Kalau mau kelonan nanti malam, jangan pagi-pagi begini!” seru Panibas bernada mengejek.

Sepasang pendekar, suami-istri, keluar dari balik dua pohon besar. Di tangan masing-masing masih tergenggam panah berantai yang tadi digunakan untuk menghabisi Panibas. Kini mereka menyimpan panah berantai itu di pinggang masing-masing.

Dua pendekar itu, yang wanita berparas cantik. Sedangkan yang laki-laki termasuk ganteng. Mereka masih muda usianya. Sekitar tiga puluh tahunan lebih. Yang wanita bernama Dewi Taraksi, sedangkan yang laki-laki bernama Taragun. Taraksi dan Taragun di kalangan dunia persilatan mendapat julukan Sepasang Pendekar Panah Berantai. Kehebatan mereka dalam menggunakan senjata berupa panah berantai sungguh tiada bandingannya. Tidak heran kalau mereka ditakuti di dunia persilatan. Bukan hanya julukannya yang ditakuti, tapi juga kekejaman mereka dalam menghabisi lawan-lawannya! Mereka tidak mengenal belas kasihan sedikit pun terhadap lawan-lawannya, termasuk kepada lawan yang sudah tidak berdaya…!

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Mrs. Ilona
9.7
Setelah genap berusia dua puluh lima tahun, Ilona Roselani Belvania kembali ke tanah air dengan satu ambisi: membalas kematian tragis ayahnya, Tuan Belvara. Tragedi itu tak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tapi juga membuat ibunya kehilangan kewarasan. Kesempatan emas muncul saat Ilona berhasil menjadi guru di sekolah elit tempat pewaris keluarga Altaresh belajar. Dendam harus dibayar tuntas, namun mampukah Ilona menyelesaikan misinya terhadap musuh sang ayah?
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Arleta memiliki paras mempesona, namun hidupnya jauh dari kata indah. Alih-alih gaun putri, ia terpaksa memakai baju zirah demi bertahan hidup dari obsesi gila pamannya, Joshua, yang menyebabkan luka mendalam. Di tengah trauma dan bayang-bayang masa lalu yang kelam, ia menutup hati demi keamanan dirinya. Kini, Arkana Sadewa, seorang fotografer, harus berjuang keras menaklukkan tembok pertahanan Arleta yang menganggap cinta hanyalah kelemahan yang membuang waktu.
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Dalam dunia ini, kemampuan kultivasi hanyalah milik mereka yang terlahir dengan ikatan spiritual yang kuat. Sebaliknya, setiap individu dengan akar kefanaan telah ditakdirkan untuk menjalani hidup biasa tanpa kekuatan. Mo Wuji mendapati dirinya terjebak dalam kasta terendah tersebut karena hanya memiliki akar makhluk fana. Namun, apakah takdir benar-benar sudah mutlak baginya? Ikuti perjuangan Mo Wuji dalam menantang batas demi melampaui garis kemiskinan bakatnya.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Tekanan sang kakek memaksa konglomerat Sayudha Wistara menikahi Diandra Safaluna, wanita bercadar yang penuh misteri. Yudha terus dibuat terperangah oleh kemampuan luar biasa dan prinsip unik sang istri. Pesona Diandra perlahan meruntuhkan niat Yudha untuk bercerai setelah dua tahun tanpa kontak fisik. Namun, ia tidak menyadari identitas asli Diandra. Akankah Yudha tahu bahwa istrinya adalah sosok tangguh yang memimpin kakeknya sendiri di dunia mafia?
Sampul Novel Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
9.7
Julien menyangka Kelsey adalah wanita lemah yang butuh dilindungi, namun dugaannya salah besar. Kelsey justru sangat tangguh dan kerap terlibat perkelahian fisik hingga membuat Julien kewalahan menghadapi laporan kekerasannya. Meski lelah dengan tingkah sang istri, Julien merasa kecanduan dan tak mampu melepaskannya. Situasi memuncak saat Kelsey nekat kabur membawa anak mereka. Akankah obsesi Julien pada istri bermuka duanya ini berakhir dengan kebahagiaan?
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa
8.8
Tiga tahun Elsa menikah tanpa pernah bertatap muka dengan suaminya yang misterius. Saat diceraikan demi wanita lain, Elsa memilih bangkit dan meninggalkan identitas lamanya. Dunia pun terkejut saat mengetahui ia adalah peretas jenius, agen rahasia, hingga ilmuwan hebat. Melihat bakat luar biasa sang mantan istri, pria itu kini bersujud memohon ampun. Ia rela menyerahkan harta dan nyawanya demi mendapatkan kembali cinta Elsa yang dulu ia sia-siakan.