Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pasti Ada yang Mencintaimu

Pasti Ada yang Mencintaimu

Setelah enam tahun mendampingi Felix Darian, Silvia akhirnya mengutarakan keinginannya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, Felix menolak dengan alasan kesibukan bisnis dan pendanaan perusahaan yang sedang berada di fase krusial. Alih-alih kecewa, Silvia menerima penolakan tersebut dengan senyuman tenang. Felix mengira pasangannya itu mengerti situasinya, tanpa menyadari sebuah kesalahpahaman besar. Silvia memang akan segera menikah, tetapi pengantin prianya bukanlah Felix.
Bab
Bagikan

Bab 7

Liana menghela napas, "Dia benar-benar anak konglomerat yang lahir dengan sendok emas. Kita saja harus mencari Perusahaan Investasi Rowan untuk masuk pasar saham. Tapi aku dengar, Perusahaan Investasi Rowan hanya diberikan pada Steven untuk latihan oleh Keluarga Quinn."

Kota Bana.

Keluarga Quinn, Steven Quinn, perusahaan investasi.

Semuanya cocok.

Ketika Liana menyadari aku tidak merespons, dia bertanya, "Silvia, apa kamu mendengarkanku?"

"Ya, aku dengar."

Aku mengerutkan bibir sambil berkata, "Aku akan menyampaikan apa yang kamu katakan pada Felix."

Liana akhirnya merasa lega. "Baguslah. Oh ya, apa kamu sudah menentukan tanggal pernikahan? Undanganku harus yang versi cetak, jangan hanya menggunakan undangan elektronik secara asal-asalan!"

Aku tersenyum sembari membalas, "Tanggalnya minggu depan juga. Untuk masalah undangan, kamu tenang saja."

Ini adalah keluarga sekelas Keluarga Quinn.

Undangan untuk tamu tentu saja versi cetak semua.

Beberapa hari lalu, saat ibuku menelepon menanyakan siapa saja teman yang akan aku undang, aku sudah menyebutkan nama Liana.

Sisanya, Keluarga Quinn yang akan mengatur.

Setelah menutup telepon, aku menahan rasa tidak nyaman di perutku, lalu mengirimkan pesan ke Felix. Tidak ada balasan.

Akhirnya aku menelponnya langsung.

Aku pikir dia tidak akan mengangkatnya, tetapi ternyata panggilan tersambung juga.

Suaranya terdengar agak dingin di ujung sana, "Kenapa kamu terus meneleponku?"

Jadi, ternyata dia melihat panggilanku sebelumnya.

Aku mengusap perutku sembari berkata, "Kamu sedang sibuk apa? Liana bilang kamu beberapa hari ini nggak datang ke kantor."

Nada suaranya terdengar agak mengejek, "Kamu nggak tahu aku sibuk apa?"

"Bagaimana aku tahu?" tanyaku balik.

Felix mencibir ketika mendengar jawabanku, lalu menahan emosi sambil bertanya dengan nada marah, "Kenapa kamu menyuruh orang menyiram cat di depan rumah Yoana? Apa kamu tahu kalau dia penakut? Sekali terkejut, dia akan langsung trauma! Silvia, sejak kapan kamu jadi sejahat ini?"

Jahat.

Aku merasakan sakit yang makin parah. Aku tidak tahu apakah rasa yang mencekik ini berasal dari perutku atau dadaku yang terasa sesak. "Yoana mengatakan kalau aku yang melakukannya? Kamu percaya?"

"Dia dari kecil nggak pernah berbohong!" balas Felix.

Pria itu bicara dengan suara lantang, "Untuk urusan kantor, kamu bantu aku mengurusnya dulu. Yoana sekarang sedang ketakutan, nggak bisa ditinggal sendirian."

Aku meneguk air hangat, lalu membalas, "Perutku sakit, aku nggak bisa pergi."

Felix tahu dengan baik tentang penyakit yang mengendap di tubuhku beberapa tahun terakhir ini.

Selama dia ada di rumah, dia akan selalu memastikan aku makan tiga kali sehari, serta meminum obat tepat waktu.

Entah sejak kapan, dia bahkan tidak pulang ke rumah lagi.

"Silvia."

Nada suaranya terdengar makin tidak sabar, seolah tidak mau mendengar lagi, "Sakitmu ini memang adalah masalah lama, tapi bisa nggak kamu menahannya sedikit saja? Aku sudah bilang, kalau Yoana nggak bener-bener membutuhkanku, aku juga nggak akan menyuruhmu."

"Lupakan saja, aku akan mencari cara sendiri."

Setelah mengatakan ini, Felix bersiap menutup telepon.

Aku buru-buru menahan, "Apakah kamu akan pulang malam ini?"

"Silvia, apakah kamu benar-benar harus membuat keributan di saat Yoana sangat membutuhkanku?" ujar Felix.

Aku terdiam sejenak.

Aku pikir aku sudah tidak akan peduli lagi.

Namun, begitu mendengar kalimat itu, rasanya seperti ada sesuatu yang runcing dan tajam menusuk dadaku, menembus sampai ke paru-paru.

Bahkan bernapas pun terasa sakit.

"Hari ini adalah hari ulang tahunmu, juga peringatan enam tahun hubungan kita."

Sambil mengusap perut, aku melanjutkan perlahan, "Felix, kamu sendiri yang bilang kalau setiap hari jadi harus kita lewati bersama."

Putus.

Aku tetap ingin mengatakannya secara langsung.

Jika tidak, semua momen yang pernah kami lalui bersama akan terasa tidak berharga.

"Aku ...."

Felix terdiam sejenak, seolah merasa bersalah, "Aku hampir lupa karena sibuk."

"Silvia, aku akan segera pulang. Aku juga akan membawakan kue kesukaanmu dari toko favoritmu."

Baru saja aku ingin menjawab, suara Yoana tiba-tiba terdengar di seberang sana, seperti sedang menjerit panik.

Felix terdengar cemas, bahkan lupa mematikan panggilan telepon. Suaranya terdengar lembut saat menenangkan, "Jangan takut, aku di sini. Aku nggak akan pergi ke mana-mana."

Aku menutup panggilan. Ketika menatap rumah yang sudah sepi dan kosong, tiba-tiba aku tertawa.

Jarum jam terus berputar.

Langit malam pekat seperti tirai hitam.

Selain kurir makanan yang sempat mengetuk pintu, tidak ada lagi suara apa pun.

Felix tidak akan kembali malam ini.

Pada pukul tiga dini hari, ponselku berdering.

Itu adalah pesan dari Felix.

[Silvia, Yoana terus bermimpi buruk. Tenang aja, sebelum matahari terbit aku pasti pulang. Tunggu aku.]

Aku menunduk, duduk diam beberapa saat. Kemudian, aku membuang makanan dan kue di atas meja ke tempat sampah satu per satu.

Aku masuk ke kamar mandi, mandi air hangat.

Kemudian, aku mengirimkan pesan terakhir lewat WhatsApp untuk Felix.

Aku langsung memblokir serta menghapus semuanya.

Aku menarik dua koper yang sudah lama aku persiapkan. Tanpa menoleh ke belakang, aku naik taksi ke bandara.

Felix, kali ini aku tidak akan menunggumu lagi.

Semua barang milikku, termasuk diriku sendiri.

Hari ini, aku akan sepenuhnya meninggalkan kota yang sejak awal pun tidak pernah benar-benar menjadi milikku.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B81366" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B81366
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Can't Be Us
8.9
Bara Danendra beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, Bara menyimpan rahasia kelam akibat kontrak ketat dengan kawan-kawannya yang melarang hubungan asmara terendus media. Frustrasi dengan aturan itu, Bara justru melampiaskannya dengan banyak wanita lain, meski ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun bertahan dalam rindu dan pengkhianatan yang menyayat hati, Tiffany akhirnya memilih pergi karena trauma mendalam.
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berusaha keras melupakan Sean Alexander, pria masa lalu yang menolak putri mereka karena takut memikul tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan kembali sang CEO dominan itu dengan Queen. Saat Sean tak sengaja bertemu Lilly, ia merasakan ikatan batin yang kuat. Di tengah pengejaran Sean, rahasia pilu terungkap: Lilly mengidap kanker darah. Sean pun memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi ayah sejati di sisa waktu berharga putri kecilnya.
Sampul Novel Dikira Miskin Oleh Keluarga
9.6
Penampilan sederhana Gunawan sering kali membuat orang tuanya salah paham hingga mereka menganggapnya hidup dalam kemiskinan. Namun, di balik kesederhanaan yang ia tunjukkan sehari-hari, tersimpan sebuah rahasia besar mengenai status finansialnya yang sesungguhnya. Siapa sangka bahwa pria yang dipandang sebelah mata oleh keluarganya sendiri ini sebenarnya adalah seorang miliarder sukses dengan kekayaan yang sangat luar biasa melimpah.
Sampul Novel Gadis Barbar dan Cowok Cupu
9.3
Seorang putri bos mafia yang menawan terbiasa menjalani hidup bebas tanpa kekangan aturan siapa pun. Di sekolah, ia justru menaruh hati pada teman sebangkunya sendiri. Pemuda tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat culun dan sering kali menjadi sasaran perundungan siswa lain. Meski kepribadian mereka sangat kontras, sang gadis barbar tetap terpikat pada cowok cupu tersebut di tengah kerasnya lingkungan kehidupan dunia bawah dan sekolahnya.
Sampul Novel Gairah Pesta Birahi
9.5
Yenka Linggarwarna muak dikhianati Taran selama empat tahun pernikahan. Terhina karena disebut bodoh lantaran setia, ia nekat membalas dendam dengan cara serupa. Lewat bantuan Ian, sahabat masa kecilnya, Yenka menyusup ke pesta topeng rahasia yang penuh gairah demi mencicipi kebebasan seksual. Tak disangka, pesonanya justru memicu obsesi banyak pria hingga mengubah sikap Taran. Kini Yenka terjebak antara memperbaiki rumah tangga atau tenggelam dalam permainan panasnya.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Suami
9.0
Kehidupan Gunawan hancur seketika saat ia kehilangan jabatan kepala pengawas di pabrik. Penderitaannya kian memuncak ketika sang istri melayangkan gugatan cerai dan mengusirnya tanpa belas kasihan. Terpuruk dan terhina, harga diri Gunawan sebagai pria terusik hebat. Ia menolak untuk menyerah pada keadaan yang pahit ini. Kini, ia bertekad bangkit demi membuktikan kekuatannya dan membalas dendam pada semua orang yang pernah memandang rendah dirinya.