Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Paper Mind

Paper Mind

Setiap individu punya cara unik untuk membuang memori pahit demi mengejar kebahagiaan. Namun, apa jadinya jika kemampuan untuk mengingat identitas diri sendiri tiba-tiba lenyap? Di sisi lain, bayangkan terjebak selamanya dengan trauma yang paling ingin dihapus tanpa bisa melupakannya sedikit pun. Melalui dilema ini, kita akan menyadari bahwa memori bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi krusial yang menentukan arti hidup dan eksistensi manusia.
Bab
Bagikan

Bab 2

Niscala bangun cepat pagi itu, dia ada syuting pagi ini dan mungkin akan pulang malam, itulah kenapa dia sibuk membuat memo sepagi itu untuk mengingatkan gadis manis yang masih terlelap di kamarnya. Tak lupa dia juga membuat sarapan untuk mereka berdua yang walaupun sederhana setidaknya itulah sarapan terbaik yang bisa di buat. Setelah semuanya selesai, dia bermaksud ke kamar Vianni untuk membangunkannya tapi nyatanya saat dia memasuki kamar itu dia hanya terus memandang Vianni yang tertidur lelap, tidak tega membangunkannya.

Badan Vianni bergerak dan dia mulai membuka matanya malah memandang bingung ke Niscala, “Kamu siapa?” Pertanyaan itu awalnya mengagetkan Niscala tapi akhirnya Niscala mengerti.

Dia begerak mengambil buku harian Vianni, “Jawaban tentang siapa aku ada di buku diary ini, kamu baca saja. Aku tinggal mandi dulu, nanti kalau kamu sudah ingat langsung saja ke dapur, aku udah siapin sarapan.” Niscala mengelus kepala Vianni yang masih menatapnya bingung.

Setelah membaca semua tulisan yang dia buat sendiri ingatan Vianni kembali, dia sedikit merasa bersalah karena telah melupakan Niscala seperti itu. Dia langsung ke meja makan seperti yang disuruhkan Niscala, sudah tersedia sarapan bikinan Niscala. Vianni mengambil sedikit makanan itu untuk dirasanya dan ternyata makanan itu agak sedikit asin bagi Vianni.

“Bagaimana? Maafkan aku kalau rasanya tidak enak.” Niscala ternyata sudah berdiri dibelakangnya memakai pakaian casual yang menanbah ketampanannya, setidaknya begitu di mata Vianni.

Niscala menggaruk kepalanya malu, dia tersenyum yang memperlihatkan lesung pipinya membuat Vianni tambah gemas, “Kamu mau pergi?” Vianni tidak mau membahas makanan itu, Niscala sudah berusaha membuatnya dan dia harus menghargainya.

“Ah iya, aku ada kerjaan dan mungkin sampai larut malam jadi kamu tidak usah menungguku langsung tidur saja kalau sudah ngantuk.” Vianni mengangguk mengerti kemudian lanjut memakan sarapan itu. Niscala juga ikut makan bersamanya dan sesekali tertawa kikuk ke Vianni karena sadar makanan yang dia buat keasinan.

Suara bel membuat acara makan Vianni dan Niscala terhenti, Niscala menuju pintu, dia yakin itu Jasmine yang menjemputnya. Anehnya Vianni masih terus bersembunyi di belakangnya padahal seingatnya dia sudah memberitahukan Vianni untuk tidak takut dengan tamu-tamunya, “Kamu udah siap-siap kan, kita harus berangkat sekarang sebelum terlambat.” Jasmine masuk dengan memperlihatkan wajah masamnya, sangat aneh sepagi itu wajahnya sudah masam.

“Iya aku sudah siap, kita bicarakan schedulenya di mobil saja.” Wajah masam Jasmine menangkap Vianni yang berada di belakang Niscala terus menarik kaos Niscala.

“Dia nggak bakalan ikut dengan kita, kan?” Niscala berbalik ke Vianni, merasa heran dengan tatapan bingung Vianni ketika melihat Jasmine. Seharusnya kalau Vianni sudah mengingat Niscala maka dia juga ingat dengan Jasmine atau jangan-jangan dia tidak menuliskan tentang Jasmine di buku diary nya?

“Kamu duluan saja ke mobil, masih ada yang mau aku ingatkan ke Vianni.” Wajah Jasmine semakin masam, dia sangat benci menunggu.

Sepeninggal Jasmine, Niscala langsung bicara serius ke Vianni, “Vianni, dia Jasmine, manajer sekaligus sahabat dekatku, dia sangat baik dan akan membantumu apabila ada kesulitan. Jadi setelah ini kau harus mencatat namanya dan mulai mengingat tentang dia, okey.”

“Niscala …” Vianni kembali menarik tangan Niscala membuat Niscala harus menatapnya lagi.

“Apa dia akan baik padaku? Apa nanti dia tidak akan bepikir kalau aku akan menghambat karirmu?” Pertanyaan yang sama kembali dilontarkan Vianni seolah kemarin dia tidak mendapatkan jawaban apapun.

“Dia akan baik padamu dan ingat juga hal ini kalau kamu tidak pernah menganggu karirku. Bersenang-senanglah di rumah dan hubungi aku kalau kamu ada dalam kesulitan.” Niscala kembali mengelus kepala Vianni kamudian meninggalkannya.

“Apakah harus aku tulis tentang dia dan semua kejadian ini?” pikir Vianni setelah melepas Niscala pergi.

***

Jam menunjukkan tepat jam 12 siang, Vianni sudah membersihkan rumah dan mandi, dia melangkah ke depan kulkas dan membaca semua memo yang dipajang Niscala. Vianni tersenyum membaca semua memo itu, Niscala sangat perfeksionis, dia memasang memo alamat dan nomot telepen tempat makanan yang biasa dia pesan, cara untuk menyalakan kompor listrik dan ovennya bahkan alamat supermarket dan perlengkapan apa saja yang harus Vianni pakai dan bawa ke supermarket itu. Vianni harus memakluminya karena Niscala adalah public figure dan Vianni keluar dari apartemenennya. Kalau Vianni tidak memakai semua yang disuruhkan Niscala maka akan menimbulkan masalah.

Vianni mengambil memo yang selalu berada di dekat kulkas dan menuliskan seuatu kemudian menempelnya, “Kamu memang pintar dan perfeksionis tapi satu kekurangan kamu yaitu tidak bisa masak dan itu sangat lucu untukku.” Senyum manis Vianni kembali terlihat, dia sangat tertarik dengan sifat laki-laki penolongnya itu.

Untuk mengusir kebosanan, dia menyalakan TV dan mencari acara TV yang pas untuknya sampai dia berhenti di satu siaran TV yang menampilkan wajah seseorang yang sangat dikenalinya, “Kembali beredar foto dan video kebersamaan dari dua artis terkenal yang namanya tengah naik daun, Niscala Adhi Nata dan Puspamaya Selma Kirana. Foto dan video keduanya memperlihatkan mereka berdua yang tengah jalan disebuah pusat perbelanjaan dan terlihat mereka tengah memilih baju disebuah toko.”

Vianni semakin intens menonton berita gosip itu, “Setelah heboh di dunia maya akhirnya mereka berdua memberikan klarifikasi bahwa foto dan video itu memang benar mereka berdua tapi mereka membantah kalau mereka tengah menjalin hubungan. Apakah benar bahwa mereka selama ini telah menjalani hubungan diam-diam atau mereka melakukan hal ini hanya untuk menaikkan film mereka yang sementara digarap? Kita tunggu saja terus berita update terbaru dari dua artis yang sedang hot ini.” Gambar TV itu menunjukkan Niscala yang tengah berdiri dihadapan kamera dengan menggandeng seorang waita cantik disebelahnya.

Entah kenapa wajah ceria Vianni langsung berubah muram, “Dia … sangat cantik.” Begitu saja kata-kata yang keluar dari mulut Vianni.

***

Apartemen, 23 Februari 2019

Niscala tidak pandai memasak! Hal itu yang sangat ingin aku tulis pertama kali di diary ini. Akhirnya aku bisa menemukan kelemahan Niscala walau sebenarnya hampir putus asa karena aku pikir dia tidak akan mungkin punya kelemahan. Dia pintar dan sangat perfeksionis jadi sulit menemukan kelemahannya dan membuat aku yakin kalau dia sebenarnya tidak membutuhkanku, aku jadi terlihat tidak berguna. Ternyata dia tidak pandai memasak dan itu membuatku senang sekaligus merasa sangat lucu.

Setelah melihat pemberitaan tadi pagi, aku jadi sadar kalau tidak mungkin orang seperfect Niscala tidak mempunyai seorang kekasih. Seorang wanita cantik bernama Puspamaya, dia memliki wajah dan sepertinya kepribadian yang menakjubkan, dia seorang artis terkenal dan pantas bersanding dengan Niscala. Aku akhirnya semakin takut untuk tinggal lama di rumah ini, aku takut kalau Puspamaya tahu dan akan terjadi salah paham. Apalagi tadi aku juga bertemu dengan sahabat sekaligus manajer Niscala, Jasmine, dia kelihatannya tidak suka dengan keberadaanku di sini. Dia pasti takut kalau aku akan mengancam karir Niscala dan merusaknya karena keberadaanku yang akhirnya diketahui orang-orang.

Tuhan, ijinkan aku ingat dengan keluargaku dan bawa aku cepat keluar dari apartemen ini. Jangan pertemukan aku dengan orang jahat yang membuat Niscala masuk dalam masalah dan membuat dia khawatir denganku. Aku tidak mau orang yang menyelamatkanku harus bertanggung jawab bahkan bertaruh nyawa hanya untuk melindungiku. Buat aku berguna untuk Niscala bukan hanya jadi bebannya saja Tuhan.

***

Vianni menyelesaikan acara berkutatnya dengan buku diarynya, dia mersa haus dan berjalan ke dapur, “Hei, siapa kamu?!” Terdengar suara dari belakang Vianni.

“Prangg!!!” Gelas yang dipegang Vianni jatuh dan pecah. Dia tadi menulis sambil mendengarkan lagu jadi tidak mendengar kalau ada orang yang masuk ke apartemen itu dan itu bukan Niscala melainkan seorang pemuda tinggi dan tampan yang menatapnya tajam.

“Aku tanya sekali lagi, kamu siapa?!” tanya orang itu lagi.

Beberapa jam berlalu setelah kejadian itu, Niscala terburu-buru memasuki apartemennya, “Kak Conan!” Dia langsung mencari kakaknya itu setelah mendapat pesan kalau kakaknya sedang ada di apartemennya.

“Dia sedang tidur di kamarnya, aku yakin bukan aku yang kamu cari tapi gadis itu.” Conan berjalan dari kamar Niscala.

“Dia tidak apa-apa, kan? Tidak takut atau menangis?” tanya Niscala khawatir.

“Awalnya dia takut sampai memecahkan gelas tapi setelahnya dia bersikap biasa saja. Apa kau tidak mersa kalau kau berhutang penjelasan kepadaku, Niscala?!” Niscala menghembuskan napas lega.

Dia berjalan ke kulkas untuk mengambil air dingin dan menyadari ada sebuah memo bertambah dengan tulisan yang cantik, “Jangan ragu untuk membangunkanku buat memasak apalagi untuk sarapan pagi.” Sekiranya itu tulisan yang Vianni buat di memonya.

“Aku akan menjelaskan padamu besok pagi karena keajaiban terjadi setelah sehari terlewati.” Niscala memberikan senyum jahil ke kakaknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anon I love u
9.4
Sheril adalah wanita 25 tahun yang belum pernah berpacaran. Meski sering menjadi bahan gunjingan tetangga karena jam kerjanya, ia sebenarnya dikelilingi pria menawan seperti Rey, Vero, dan Tedi. Namun, Sheril justru menjalin hubungan asmara dengan Anon, pemilik akun misterius di aplikasi Minsta yang belum pernah ia temui secara langsung. Mengapa ia lebih memilih pria asing tersebut? Siapa sosok asli di balik identitas Anonim itu sebenarnya? Kisah romansa dewasa 18+.
Sampul Novel Hot Mama And Could Daddy
8.6
Ditinggalkan Elena membuat Rio dan putra tirinya, Zain, harus bertahan dalam kesendirian. Meski tanpa ikatan darah, Rio belajar menjadi ayah seutuhnya bagi bocah misterius yang memiliki kemampuan meramal tersebut. Rahasia kelam Elena sebagai pelacur mulai terkuak saat Zain memperingatkan Rio tentang rencana jahat ibunya dan Sarah. Mereka berniat menjebak Rio dengan obat-obatan dan godaan malam ini. Rio kini terjebak dalam dilema antara rasa terancam dan kebahagiaan Zain.
Sampul Novel Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh
9.6
Detektif Olivia Lyora Kim bertugas memecahkan berbagai kasus kriminal di kawasan industri Seoul. Dalam menjalankan misinya, ia didampingi oleh rekan kerjanya, Aiden Junior Lee. Namun, setelah setahun bekerja sebagai mitra profesional, Olivia menyadari perubahan sikap Aiden yang tiba-tiba menjadi sangat manis. Perilaku tidak biasa ini memicu tanda tanya besar di hati Olivia, apakah sang partner mulai menyimpan perasaan cinta padanya di tengah penyelidikan?
Sampul Novel Jerat Cinta Dosen Killer
9.3
Tujuh tahun kuliah tanpa kelulusan membuat Arum dijuluki mahasiswa abadi. Hidup tenangnya hancur saat Daffin Narendra, dosen muda bermulut tajam, ditunjuk menjadi pembimbing skripsinya. Arum terpaksa patuh demi menghindari ancaman DO yang nyata. Namun, situasi kian pelik ketika rumor skandal asmara mereka tersebar luas di kampus. Di tengah kekacauan itu, teror misterius dari masa lalu muncul mengancam nyawa mereka. Mampukah keduanya bertahan?
Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Setelah empat tahun terperangkap dalam kegelapan akibat kecelakaan tragis, Bella akhirnya menjalani prosedur pembukaan perban matanya. Di usia dua puluh tujuh tahun, harapan untuk kembali melihat dunia kini berada di depan mata. Sosok yang paling ingin ia temui adalah Galas, suami tercintanya. Namun, sukacita Bella seketika berubah menjadi tanda tanya besar saat menyadari bahwa sang suami justru menghilang secara misterius tepat di saat ia kembali melihat.
Sampul Novel Masa lalu Marni (Wewe gombel)
9.7
Marni hidup menderita akibat dosa masa lalu dan kebencian ibu tirinya yang memicu fitnah kejam dari tetangga. Meski sempat menikah dengan Ari, ia tetap dikucilkan hingga akhirnya diceraikan karena tak kunjung memiliki anak. Penderitaan Marni memuncak saat ia menjadi gila akibat pelecehan warga sebelum akhirnya tewas dibunuh secara brutal. Kini, arwahnya yang penuh dendam menghantui, menyisakan misteri apakah ia bisa beristirahat dengan tenang.